NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

"Aaaaaaaa Dinzy!!!!" Triak Siska histeris mendengar cerita Dinzy.

 

"Mbak Siska jangan keras-keras" ucap Dinzy mulai panik

 

"Jadi ini jadian sama Pak Luca?"

"Iya hehehe"

"Ya ampun, real man banget sih. Dijadiin istri bukan lagi pacar> Selamat Dinzy, you deserve it"

"Terimakasih Mbak Siska"

"Aku senang banget Dinzy"

 

Siska benar-benar sangat bahagia dengan berita yang dibawa Dinzy, ia tidak menyangka jika jalan Dinzy bersama Luca sangat mulus tanpa hambatan. Meskipun kisah cintanya tidak seindah kisah cinta Dinzy, tapi tidak membuat Siska merasa iri, justru membuat Siska sangat senang dan mendukung penuh Dinzy

 

"Tapi jangan bilang-bilang ya Mbak" pinta Dinzy

 

"Aman kok Din hihi"

 

Siska dan Dinzy tertawa kecil bersama mengundang rasa penasaran staff lain, karena mereka ingin tahu apa yang sebenarnya sedang mereka bahas saat ini.

 

"Ini pada bahas apaan? Seru banget" sahut Hendra

 

"Hahaha rahasia, lagi gossip" jawab Siska

 

"Waduh, wanita memang selalu bergosip"

 

Dinzy hanya tersenyum mendengar obrolan Siska dan Hendra, karena keduanya saling melempar bahan bercandaan.

 

Ting! Ponsel Dinzy berdering.

 

"Dinzy, bisa lunch bersama hari ini?" - Luca

"Boleh. Dimana?" - Dinzy

"Di dekat kantor kamu, nanti aku jemput. Setelah lunch aku ada janji dengan CEO kamu" - Luca

"Okay, ditunggu" - Dinzy

 

Dinzy menyembunyikan senyumannya, kemudian dia meletakkan kembali ponselnya. Lalu fokus dengan pekerjaanya, sementara Siska diam-diam memperhatikan Dinzy, namun kali ini Siska tidak menggoda Dinzy.

 

Suasana di ruangan itu hening, hanya terdengar suara keyboard yang diketik, dan juga beberapa dering telefon.

 

Waktu sudah menunjukan pukul 11.30, semua staff meninggalkan ruangan untuk istirahat. Termasuk Siska, Maya dan Hendra.

 

Dinzy masih berada di toilet, dia sedikit menambahkan riasan pada wajahnya agar terlihat lebih segar.

 

Setelah selesai, ia buru-buru ke lobby kemudian masuk ke dalam mobil Luca.

 

"Lama ya nungguinnya?" tanya Dinzy

 

"Baru 5 menit, mau makan apa?"

"Pasta?"

"Oke, kita makan pasta"

 

Sebenarnya Dinzy hanya asal menyebutnya, karena dari yang ia ingat Luca begitu menyukai pasta.

 

"Gimana kerjaan kamu?" tanya Luca sambil meraih tangan Dinzy.

 

"Sedikit sibuk, tapi gak seperti beberapa hari lalu yang hectic banget"

"Maaf Dinzy, karena memang dari kantorku yang menekan waktu, jadi mau tidak mau kamu ikut merasakan imbasnya"

"Gak apa-apa, kan kerja tim. Jadi lebih ringan"

"Tidak akan terjadi lagi sayang"

 

DEG!

 

"Apa tadi?" batin Dinzy

 

Dinzy hanya diam, menahan senyumnya. Dia memperhatikan jalanan disekitarnya, dengan merasakan tangan Luca membelai lembut punggung tangannya.

 

Sampai di restaurant tujuan, keduanya turun dan segera masuk lalu memesan makanan favorit mereka masing-masing.

 

"Manager kamu masih ganggu?"

"Gak, hanya sekali waktu itu. Sekarang gak pernah lagi"

"Kalau ada apa-apa, kamu bisa bilang. Oke?"

"Iya, nanti aku bilang"

 

Sebenarnya Dinzy masih merasa canggung dengan panggilan aku dan kamu, tapi tidak ada pilihan. Karena tidak mugkin Dinzy memanggil Luca dengan sebutan 'Pak'.

 

Mereka menikmati makanannya, namun Dinzy merasa ada yang memperhatikan mereka. Hanya saja Dinzy tidak ingin mencari siapa yang sedang memperhatikan mereka.

 

Setelah selesai makan, Luca meninggalkan Dinzy ke toilet. Sementara Dinzy masih duduk di kursinya. Dia membuka ponselnya, kemudian sambil memeriksa pesan masuk dari Siska yang tengah menggodanya.

 

"Din" sapa seseorang yang begitu Dinzy ingat meskipun tanpa melihat wajahnya.

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!