NovelToon NovelToon
Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erisna Aisyah

Dia Aisyah, seorang santriwati di pesantren tempatku mengajar. Gadis anggun nan jelita, yang mampu membuatku terpana pada saat jumpa pertama. Bukan karena kecantikan wajahnya yang membuatku kagum, tapi ketaatan pada-Nya lah yang mampu membuatku ingin selalu dekat dengannya.

Cerita ini hanya fiksi ya, hanya merupakan pemikiran dari author. Jangan lupa like, comment, and vote ya. Author akan sangat berterima kasih untuk hal itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erisna Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Pandangan Apa Itu?

"Aisyah, tolong antarkan ini ke ruang tamu ya!" Pinta Ummi, sambil menyerahkan dua cangkir teh dan beberapa potong bolu di atas piring dalam nampan.

"Baik, Ummi," ucapku, seraya menerima nampan.

Aku pun segera membawanya ke ruang tamu. Terlihat, di sana ada Abah Yai yang sedang membaca sebuah buku tebal entah apa judulnya, karena semuanya menggunakan tulisan arab tanpa harokat. Sedangkan di depannya, terlihat Gus Ilyas tengah menghafal hadits. Terbukti dengan caranya menerawang dan mengulang-ulang beberapa kalimat hadits yang pernah kudengar dari Ustadz Yusuf.

Ah, ternyata anak kyai harus menghafal juga ya. Aku pikir mereka sudah pintar sejak lahir, jadi nggak perlu hafalan kayak aku. Aku pun mengulum senyum memikirkan itu, ada-ada saja.

"Monggo di minum tehnya, Abah Yai, Gus," ujarku, sambil mengangguk menyapa keduanya.

Kulihat Abah Yai membalas dengan anggukan yang sama denganku, dan tersenyum. Kemudian kembali membaca buku.

Sedangkan Gus Ilyas, "Terima kasih ...," ucapnya, kemudian tersenyum sambil memandangiku dengan pandangan yang ... entah.

Rasanya aku tidak asing dengan pandangan itu?

Ah ya, aku ingat, Ustadz Yusuf! Kenapa tatapannya mirip sekali sih? Memangnya ada yang salah denganku?

Hey, kaum lelaki! Jaga pandangan kalian! Aku bukan mahrom kalian tau!

"Sama-sama, Gus." Aku pun segera berlalu, meninggalkannya yang masih diam terpaku.

Untung tadi aku langsung menunduk, kalau tidak, bisa gawat ini. Bisa goyah pondasi imanku, semoga jangan sampai Ya Allah. Secara, dia 'kan nggak kalah jauh dari Ustadz Yusuf.

Astaghfirullah, Aisyah! Mulai lagi, ya! Padahal tadi baru saja diingetin, huh! Sebagian hati memaki.

Ya, kadang memang isi hati seperti itu. Sebagian membawa kebaikan, sedangkan sebagian lainnya membawa keburukan. Tinggal kitanya saja yang harus pandai-pandai memilih. Mau menjadi baik, atau menjadi buruk. Semua tergantung pada perilaku kita.

.

Usai membaca beberapa nahwu dan shorof dalam kitab Alfiyah, aku segera bergegas ke dapur, membantu Bu Siti yang tengah memasak beberapa makanan khas daerah ini.

"Masaknya banyak sekali, Bu, nggak kaya biasanya?" tanyaku, sambil mengupas bawang merah.

"Iya, soalnya hari ini akan ada orang yang datang," jawab Bu Siti, sambil tangannya mengaduk sayur di depannya.

"Memangnya siapa, Bu?"

"Nanti kamu juga akan tau," Hmm ... Bukannya menjawab dengan jelas, malah membuatku semakin penasaran.

Aku pun kembali diam, setelah mendapat jawaban yang tidak memuaskan.

Selang beberapa menit, Salsa menghampiriku.

"Mbak, yuk ikut aku, cepat ganti baju!" ujarnya, sambil menarik tanganku menjauhi bawang.

"Emang kita mau ke mana?" tanyaku, menghentikan acara penarikan tangan olehnya.

"Nanti Mbak akan tau. Tapi sebelum itu, Mbak harus ganti baju dulu, soalnya ...," Salsa menggantung kalimatnya.

"Apa? Bau bawang ya?" Aku menebak.

Sedangkan yang di tanya malah menahan seyum penuh arti. Ishh ... menyebalkan!

Aku pun segera ganti baju ditemani olehnya, kemudian bergegas mengikutinya ke rumahnya.

Sampai di rumah, semua sudah berkumpul. Ada Abah Yai, Ummi Khaddijah dan, Gus Ilyas. Seperti sebelumnya, dia mengulum senyum saat melihatku.

"Aisyah, Ummi boleh minta tolong sama kamu?" ujar Ummi.

"Minta tolong apa, Ummi?" tanyaku, sedikit mendekat.

"Nanti, tolong kamu temani Salsa ke bandara, ya. Jemput Zahra, dia pulang dari Kairo hari ini," ucapnya lembut.

"Baik, Ummi. Ehmm, kalau boleh tau, siapa saja yang ikut?"

"Harusnya sih Abah sama Ummi, Ilyas dan juga Salsa. Tapi, hari ini Abah ada tausiyah yang nggak bisa ditinggalin. Ummi juga lagi kurang enak badan ini, takut mabok perjalanan. Jadi yang berangkat jemput kalian saja ya? Ilyas, Salsa, kamu sama Yusuf," ujarnya, menerangkan.

Sama Ustadz Yusuf juga? Aaa ... jadi deg-degan ini.

"Oohh, ya sudah, sebaiknya Ummi istirahat saja. Biar cepat enakan badannya," saranku, merasa kasihan melihat Ummi yang kelihatan pucat.

"Iya, Umm. Tadi 'kan Ilyas udah ingetin supaya Ummi istirahat saja, biar cepet enakan. Ummi nggak mau 'kan kalau Mbak Zahra nanti khawatir?" Gus Ilyas ikut menambahkan.

"Ya sudah, Ummi istirahat dulu ya. Nanti sampaikan sama Yusuf, bawa mobilnya hati-hati, jangan ngebut," nasehat Ummi. Kami pun mengangguk mengiyakan, kemudian Ummi segera berlalu meninggalkan kami.

Tidak berapa lama Ustadz Yusuf datang, kami pun segera berangkat.

***

Bersambung

1
Cah Dangsambuh
alamaaaaaaak langsung ngejungkel deh dah di ubun ubun tiba tiba ada penghalang🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
pak ustadz ngajak bicara selain pada murid pada hatinya juga hehe baguuuuus bet
Cah Dangsambuh
awal yg bagus aku langsung suka pa lagi ini pasti banyak ilmu yg di tebar ,,,maaf baru baca soanya baru nemuin 🙏🙏🙏
Nurfa Vita
koq gk ada kelanjutan ya thoor...yusuf aisyah
Nurfa Vita: untuk cerita yusuf ada lanjutan apa ndak thor
total 2 replies
Kontri Onti
ko paragrafnya diulang ulang thor ..maaf kalau langsung mungkin jadi ga bolak balik bacanya
Erisna Aisyah: ini tulisan pertama saya kak, dua tahun lalu, jadi masih berantakan😁
sekarang saya sedang fokus menulis di aplikasi Fizzo. Judul yang sudah tamat, "Dipaksa Menikah" dan "Dipaksa Menikah 2"
untuk yang saat ini sedang saja tulis dan sedang berlangsung, judulnya Pesona Si Gadis Desa ☺
silakan mampir jika berkenan...
total 1 replies
Qeyfa Alisya
assalamualaikum
Erisna Aisyah: waalaikumsalam
total 1 replies
Hida Hida
perjuangan untuk mendapatkan Aisyah aja susah,tp kenapa harus poligami...aku paling ga suka cerita ustadz yang poligami... meskipun di boleh kan tp unsur pertama kebanyakan mereka yang berpoligami itu karena nafsu 😑
Raina Wahab
jangan ada poligami yaa thor ,,,please 🙏🙏
Erisna Aisyah
mampir juga di karyaku yang baru dengan judul HIJRAH (Ajari Aku Mengenal-Nya) 😊
affiyahmikayla
aisyah nangis kh🤣
affiyahmikayla
waduh
affiyahmikayla
lanjuutt thorr
Zaskia Nada
Masyaallah baru tadi ana minta untuk lanjutin ceritanya eh alhamdulillah mbaknya langsung up lagi ceritanya,pokoknya semangat yh mbak untuk lanjutin ceritanya😊
Erisna Aisyah: Alhamdulillah😇 kebetulan stok part sudah ada, jadi begitu ada penyemangat bisa langsung up. tapi mohon maaf, untuk part selanjutnya mungkin agak lama. lagi nyoba nulis cerbung lainnya🤗😊
total 1 replies
affiyahmikayla
semangat up thoorr😍
Erisna Aisyah: makasih🤗
total 1 replies
Zaskia Nada
pliss mbak lanjut ceritanya,walaupun upnya mau berapa bulan lagi insyaallah akan saya tunggu😊
Erisna Aisyah: insya allah, kak 😊 makasih buat sarannya😍
total 1 replies
Evi Andriani
Iyo yg lain solusinya 😩😩😩😩😩
Koleksi Azzahra
Jngan poligami dong thor
Ada solusi terindah thor selain poligami.
Siti Maimunah
lnjt
Noer Soeryantie
paling males beginini kalau baca sekitaran ustadz ustadzah...POLIGAMI terrrooossss...ga ada apa kalau cari solusi selain harus menikah lagi...bye bye lah ...jadi males baru mau di faforitin eh malah suruh POLIGAMI....maaf ya..
Hamzasa
baru baca..suka ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!