NovelToon NovelToon
CINTA SANG RESEPSIONIS

CINTA SANG RESEPSIONIS

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Dirga Surya, pria menawan, pekerja keras, seorang CEO di perusahaan Surya Otomotif, gagal menikah karena kekasihnya lebih memilih mengejar cita - citanya.

Ditengah kemelut hatinya, ia akhirnya jatuh cinta pada seorang resepsionisnya yang cantik rupawan.

Kisah cinta akhitnya terjalin, saling mengikat dan menyatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Mirip

Seorang pria muda, dengan stylist rambut blowout dan lancip, terlihat rapi dan macho memasuki restoran dimana Firans dan Monaliza berada.

Firans menatap pria muda itu yang mendatangi mejanya dan Monaliza dengan senyum mengembang. Langkah ringannya memperlihatkan ia adalah seorang yang sangat enerjik.

"Selamat malam pak Firans?!" sapa pemuda itu ramah. Firans sempat melongo, bagaimana pria muda itu mengenal dan tahu namanya.

Monaliza menoleh, saat dirinya mendengar suara seorang pria yang sangat dikenalnya. "Leon?! Kau sudah tiba," ucapnya sambil tersenyum menatap pria yang baru saja menghampiri meja mereka.

"Eum," sahut Leon dengan anggukan, disertai senyumnya yang masih mengembang.

"Pak Firans, perkenalkan ini Leon, teman yang kusebutkan tadi," ucap Monaliza sambil melihat kearah Firans.

"Leon!" pria muda itu mengulurkan tangannya sambil menyebutkan namanya.

Firans menyambutnya, dan merasakan genggaman kuat tangan Leon yang membuat tangannya terasa ngilu.

"Sesuai dengan orangnya," batin Firans dengan wajah terlihat sedikit meringis.

"Mari silahkan duduk," Firans mempersilahkan.

"Bagaimana kau tau namaku Leon? Apakah kau mengenalku?" tanya Firans penasaran.

"Tidak pak Firans, saya hanya tahu dan dengar dari Mona, saat saya akan menjemputnya tadi, bahwa dirinya bersama dengan anda disini," sahut Leon. Ia duduk bersisian dengan Monaliza dan tepat dihadapan Firans.

"Sepertinya saya memang pernah melihat anda pak Firans, tapi entah dimana, sepertinya itu lama sekali," imbuh Leon lagi sambil meneliti wajah Firans dihadapannya.

"Benarkah?" ujar Firans tenang mendapat tatapan tidak biasa dari Leon yang baru ia lihat.

"Kalau aku seorang wanita, pasti aku sudah jatuh cinta padanya, pria muda ini sangat tampan. Tatapan matanya seakan menembus hingga kedalam jantungku. Tapi sayangnya aku seorang pria tulen," batin Firans mengakui akan kharisma yang dimiliki pria muda dihadapannya itu.

"Tentu saja, tapi saya sudah lupa pak Firans," sahut Leon santai.

"Kau pesan apa Leon? Boleh aku memanggilmu seperti itu?" ucap Firans kemudian, berusaha bersikap sebagai tuan rumah yang baik.

"Aku minum jus saja, tidak ingin makanan berat masuk kedalam tubuhku setelah berolah-raga," kata Leon sambil menyandarkan punggungnya pada kursi dibelakannya.

Firans melambaikan tangannya pada seorang pelayan yang kebetulan lewat didekat meja mereka.

Pelayan itu segera pergi setelah menuliskan pesanan Leon.

"Mona, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" kata Leon. Ia berbicara pelan supaya tidak terdengar Firans yang sedang memeriksa ponselnya.

"Tentang apa?" tanya Monaliza menatap kearah Leon yang nampak serius.

"Siapa pria ini?" Leon menunjukan poto seorang pria diponsel yang ada ditangannya pada Monaliza.

Monaliza memperhatikan sejenak poto pria yang dimaksud oleh Leon. "Dari mana kau menemukan poto ini Leon?" tanya Monaliza menatap wajah Leon yang memperhatikannya.

"Aku menemukan ponsel ini tergeletak didalam lift," ucap Leon sambil mengoyang- goyangkan ponsel yang ada ditangannya itu.

"Sebelumnya, ada seorang pria yang terduduk dan bersandar didalam lift saat aku akan naik kemari, dan aku membantunya untuk berdiri hingga keluar dari lift."

"Saat aku melihat ponsel ini, aku fikir pasti ponsel ini miliknya, namun aku tidak menemukannya diluar lift."

"Saat aku menyalakan ponsel ini, aku melihat pria dalam ponsel ini memang mirip dengan pria yang aku tolong tadi,"

"Tapi wanita ini, apakah dia dirimu? Terlihat sangat mirip denganmu Mona? Tapi terlihat sedikit berumur, sama seperti pria disampingnya," tanya Leon lagi mengakhiri cerita singkatnya.

"Itu sebabnya aku membawa ponsel ini kemari, siapa tahu kau mengenalnya Mona?" Lanjut Leon berusaha menepis kecurigaannya.

"Poto wanita dalam ponsel itu, memang bukan aku Leon, tapi tunangan pak Dirga, pria yang bersama wanita yang kau katakan mirip denganku," ujar Monaliza sambil melihat layar ponsel yang menyala ditangan Leon.

"Bagaimana wanita ini bisa mirip sekali denganmu Mona, apakah kau memiliki saudara kembar?"

"Tentu saja bukan Leon, kebetulan mirip saja," pungkas Monaliza.

Firans mengalihkan pandangannya dari ponselnya, saat mendengar nama Dirga disebut, ia menatap Leon dan Monaliza dihadapannya.

"Ada apa dengan pak Dirga?" tanya Firans menatap Monaliza dan Leon bergantian.

"Ini pak Firans, Leon menemukan ponsel pak Dirga terjatuh didalam lift saat ia akan naik kemari," kata Monaliza sambil menyodorkan ponsel yang ia ambil dari tangan Leon.

Firans segera menyambut ponsel yang diberikan Monaliza padanya, dan memeriksanya.

"Iya ini milik pak Dirga? Bagaimana bisa ada ditanganmu?" tanya Firans menatap Leon untuk minta penjelasan.

"Saat kemari, aku melihat pria dalam ponsel itu terduduk dalam lift, aku membantunya bangkit hingga keluar dari lift. Tapi saat aku mencarinya untuk memberikan ponsel ini, dia sudah tidak kutemukan lagi," jelas Leon.

"Terduduk dalam lift? Apa yang terjadi padanya?" Firans nampak khawatir.

"Entahlah pak Firans, aku juga tidak tahu," sahut Leon. Ia mengangkat kedua bahunya sambil menggelengkan kepalanya.

"Ayo, kita makan saja dulu kalau begitu, bukankah kalian berdua juga sedang buru-buru," kata Firans, mengajak Monaliza dan temannya itu untuk menyantap makan malam mereka.

Perkataan Leon tentang Dirga membuat Firans khawatir, ia sudah berusaha menghubungi ponsel Dirga dinomor yang lain namun tidak diangkat, hal itu membuatnya tidak sepenuhnya menikmati makan malamnya bersama Monaliza dan Leon.

*

"Mona, bagaimana kalau kau keluar saja dari pekerjaan yang penuh resiko ini?" ujar Leon, akhir-akhir ini ia selalu khawatir pada Monaliza yang baru menerimanya menjadi kekasihnya.

Monaliza tidak menjawab, ia hanya fokus pada dirinya yang baru saja berganti pakaian kurang bahannya.

"Mona? Aku mohon?" ucap Leon. Ia menarik tangan Monaliza hingga gadis itu terjerembab masuk kedalam pelukannya.

"Leon mengertilah, dirimu sudah tahu apa alasanku menerima pekerjaan ini?" sahut Monaliza yang ada dalam pelukan Leon.

Leon mendekatkan wajahnya pada Monaliza yang tidak bisa bergerak dalam kunciannya.

"Aku tahu Mona, tapi aku masih tidak bisa terima, aku lebih bisa terima bila kau berkerja di Surya Otomotif sebagai resepsionis disana , dan bukan ditempat seperti ini," tandas Leon. Ia menatap wajah Monaliza, berharap gadis itu mempertimbangkan ucapannya.

"Kau bicara apa Leon? Bukankah pub ini milik kakakmu? Apakah kau tidak percaya padanya?" tekan Monaliza

"Dan apakah kau lupa, kalau dirimu-lah yang membawaku kemari? Kenapa sekarang kau malah bicara seperti itu?" kata Monaliza mengingatkan.

"Iya, aku ingat. Tapi aku tidak bisa membiarkan kekasihku berada ditengah-tengah pria hidung belang. Dan kak Keny-pun tidak akan bisa menjagamu terus menerus disini Mona." ucap Leon penuh kekhawatiran.

"Aku mengerti Leon, tapi aku tidak bisa resign sekarang, aku masih butuh pekerjaan tambahan ini, tanggunganku masih banyak," bela Monaliza.

"Maka terimalah bantuanku Mona, jangan menolaknya lagi," ucap Leon menatap Monaliza.

"Maafkan aku Leon, aku tidak bisa. Kau sudah banyak membantuku," tolak Monaliza.

1
💟노르 아스마💟
luar biasaaa
💟노르 아스마💟: sama²
total 2 replies
💟노르 아스마💟
apa sih isinya segitunya harus di terima
Dewi Payang: Kunci dan kepemikikan prioerti kak😁
total 1 replies
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
lebih parah lagi cobaan dia
Dewi Payang: Mau bangkrut😅
total 1 replies
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
masih sulit merelakan
Dewi Payang: Sangat Kak....
total 1 replies
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
stresnya nyampe sini
Dewi Payang: 😪😪😪😪😪
total 1 replies
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
pilu sekali😭
Dewi Payang: Sangad.. 😪
total 1 replies
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
/Sob//Sob//Sob//Sob/
RithaMartinE
luar biasa
Dewi Payang: Ma kasih banyak ya utk penghargaan rate bintang 5 dari kakak utk novelku ini🙏🙏
Bila berkenan, kakak boleh mampir di novelku yg lagi on going : Isteriku, Canduku. Terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Enung Samsiah
mona percuma kmu punya pacar leon kayaraya dia nggk peduli dirimu dan keluargamu keluar dri kemiskinan dan penderitaan, mlh nambah bahaya aja
Dewi Payang: 👍👍😊😊😊
total 1 replies
Enung Samsiah
nggk guna mona punya pacar leon yg kayaraya cuma nonton kemiskinan dan penderitaan mona dan kluarga,,, percuma,,,
Dewi Payang: 👍👍😁😁😁
total 1 replies
Enung Samsiah
ngapain punya pacar leon kayaraya, tpi tak pernah nolong atau mengurangi kemiskinan mona, mona dan keluarga menderita, sengsara, leon cuma nonton, percuma mona pacaran sm leon nggk guna bngettt,,,,
Enung Samsiah
aah leon bawa mona ktmu orang tuamu cari masalah buat mona ,,
Dewi Payang: Masalah baru akan dimulai😊
total 1 replies
Enung Samsiah
frend oon bodoh nggk ngerti situasi
Enung Samsiah
waduh sedege apa stok 7ribu mobil+12ribu motor,,,
Dewi Payang: lapangan bola berkali2 lipat Kak😆
total 2 replies
Enung Samsiah
apa beneran megan mninggal atau Rekayasa aja ya
Enung Samsiah
pacar nggk nurut tuh
Putra Al - Bantani
wah muntah permen ya kak, nano-nano 😁😁
Dewi Payang: Biarin si Dirga tahu rasa, akibat perbuatannya 😄
total 1 replies
Putra Al - Bantani
wah seperti keroyokan aja ya buatnya, antara Leon dan Dirga 😁😁
Putra Al - Bantani: kirain keroyokan kak hehe
total 2 replies
Putra Al - Bantani
🌹🌹 mawar meluncur kak...
Putra Al - Bantani
jadir kak bawa 🌹🌹
Putra Al - Bantani: iya kak, banyak kerja....
mampir lagi yok kak ke karya ku
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!