NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Dibalik sikap ceroboh dan somplak di antara ketiga sahabatnya, Zahra menyimpan kisah hidup yang cukup memilukan. Masa kecil bersama Yudha di sebuah Panti Asuhan, membuat Zahra menganggap Yudha sebagai kakak bahkan Zahra sangat mengagumi lelaki itu dan berharap bisa menjadi pendamping hidup Yudha selamanya—kelak.

Di satu sisi, Zahra berusaha menghindar dari Arga karena tidak ingin 'sial' jika berada di dekat lelaki itu. Setelah sebuah penolakan terlontar dari mulut Zahra, Arga memilih untuk pergi.

Namun, bagaimana jika sebuah rahasia tentang Yudha terkuak dan hal itu membuat Zahra kecewa? Akankah Zahra bisa memaafkan Yudha, atau mengejar cinta Arga yang pernah dia tolak sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09

Arga membelokkan motor ke arah kiri lalu mengerem mendadak karena terkejut saat berpapasan dengan mobil dari arah depan yang sedang menyalip. Dengan sigap Arga menurunkan kedua kakinya untuk menopang motor agar tidak ambruk. Arga mengumpati mobil hitam yang terus melaju tadi. Hampir saja mereka terlibat kecelakaan.

Namun, jantung Arga tiba-tiba berdetak kencang. Rasanya tidak karuan saat melihat tangan Zahra melingkar di perutnya. Apalagi saat merasakan punggungnya terasa hangat karena Zahra duduk menempel dengan kepala bersandar. Arga yakin kalau Zahra pasti ketakutan karena kejadian tadi.

"Kamu baik-baik saja?"

Mendengar pertanyaan Arga, Zahra menjadi tersadar dan dengan segera melepas tangannya. Zahra meminta maaf dengan canggung, Arga hanya mengiyakan. Rasanya, Arga tidak tega mendengar suara Zahra yang terdengar bergetar.

Ketika Arga melihat Zahra sudah cukup tenang, dia pun kembali melajukan motornya. Namun, kali ini Arga melaju dengan kecepatan sedang. Tanpa sadar, Arga menarik tangan Zahra dan melingkarkan di perutnya. Zahra tidak menolak karena dirinya masih merasa sedikit takut.

Setibanya di rumah Pandu, mereka langsung disambut oleh Rasya yang sudah menunggu sedari tadi. Bahkan, Rasya memeluk Zahra dengan erat karena saking bahagianya.

"Gue kangen banget sama elu, Zae." Rasya berbicara dengan antusias saat mereka sedang berjalan menuju ke dapur.

"Astaga, Ra. Kita tadi siang aja udah ketemu." Zahra menggeleng melihat keanehan sahabatnya. Mungkinkah orang ngidam itu selalu bersikap aneh seperti ini. Batin Zahra bertanya-tanya.

"Tapi rasanya gue kangen banget sama elu, Zae. Gue pengen makan bakmi jawa buatan elu." Rasya menelan ludah saat membayangkan betapa nikmatnya makan bakmi jawa buatan Zahra yang tidak ada tandingannya.

"Kamu ini istri sultan, calon anak kita juga calon sultan. Bisakah kamu ngidam yang sedikit lebih berkelas?" tanya Pandu setengah mengejek. Rasya tidak menjawab, hanya mendelik ke arah Pandu yang membuat lelaki itu bungkam seketika. Zahra dan Arga yang melihat itu hanya menggeleng tidak percaya.

Sesampainya di dapur, Zahra menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bakmi jawa dengan dibantu oleh beberapa pelayan di sana. Rasya ingin ikut membantu, tetapi Pandu melarang keras. Bahkan, lelaki itu mengancam akan mengadu kepada sang mommy kalau Rasya masih saja membangkang. Dengan terpaksa, Rasya hanya duduk dan melihat Zahra yang tampak sibuk.

Arga terdiam dan terus menatap Zahra yang terlihat sibuk memasak. Gadis itu terlihat begitu cantik dan kelihatan dewasa ketika sedang menggunakan apron seperti itu. Dalam hati, Arga mengagumi sosok Zahra. Dibalik sikap ceroboh gadis itu, tetapi ketika sedang serius seperti sekarang, kecantikan dan kedewasaan Zahra benar-benar terpancar.

"Mas," bisik Rasya, menyenggol lengan Pandu untuk mengalihkan perhatian lelaki itu dari ponsel. "Lihatin."

Pandu mengalihkan pandangan sesuai dengan kode yang diberikan Rasya. Sudut bibir Pandu tertarik ketika melihat Arga yang terus saja menatap lekat Zahra bahkan tidak terlepas sedikit pun dari sosok gadis itu. Pandu merasa yakin kalau Arga sudah jatuh cinta kepada Zahra.

"Mas, aku kebelet," rengek Rasya. Mengalihkan perhatian semua orang. Namun, Pandu bisa melihat mata Rasya yang berkedip-kedip.

Pandu menyimpan ponsel di saku, lalu bangkit berdiri dan membopong Rasya. Sebelumnya, Rasya berpamitan ke kamar mandi terlebih dahulu dan Zahra hanya mengiyakan. Selepas kepergian sahabatnya, Zahra kembali melanjutkan kegiatannya. Sementara Arga masih berdiri di tempatnya karena tidak mungkin dirinya mengikuti atasannya tersebut.

"Auw!"

1
Dulah Keweh
hai
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
Rita Juwita
luar biasa...
kaki novel
/Good//Good//Heart//Heart/
falea sezi
kok be kena aids
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙪𝙙𝙖, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙘𝙗 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙨𝙜𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙢𝙪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙙𝙝𝙖 𝙟𝙙 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙢𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝2𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙮𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙪𝙙𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙧𝙥𝙙 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙪𝙙𝙪𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙜𝙖𝙨𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙟𝙡𝙨 𝙟𝙜 𝙩𝙖𝙧 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙟𝙙 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙤𝙙𝙪𝙨𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪.
Marlina Malla Cessa
bagusss cerita nyah ga ngebosenin 🥰🥰
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
congrats Arga n Zainab 🌹
pipi gemoy
😆😆😆😆😆😆😆
pipi gemoy
Arga mulai baper seperti si panu😆😆😆👻
pipi gemoy
ya ampun nih si Zainab minta di sleding 😂😂😂😂😂
pipi gemoy
ortu Arga noh👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
Yudha memenuhi janjinya dengan menjaga Zahra sampai akhir hayat 🥀
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sempat sempat menjadikan Arga tumbal setan👻👻👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!