NovelToon NovelToon
ANTARA CINTA DAN DENDAM

ANTARA CINTA DAN DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen School/College / Tamat
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delis Misroroh

Bagaimana jika kamu bertemu kembali dengan Cinta Monyetmu?

Starla dan Bintang yang terjebak oleh perasaan cinta saat masa sekolah, kini bertemu kembali setelah 5 tahun lamanya. Sayangnya, Starla masih menjaga amanah dari Kakaknya Galang untuk menghindari keluarga Bintang karena suatu dendam keluarga yang sulit dimaafkan.

Akankah Starla juga Bintang memperjuangkan cinta monyet mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delis Misroroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembulian

"Mun, lu mau jauhin gue kan?" tanya Bintang pelan pada Starla ya sedang fokus membaca buku di perpustakaan.

Mata Starla pun melirik pada Bintang.

"Kita kan deket juga cuma karna kamu majikan aku, dan aku adalah orang yang kamu suruh- suruh Bintang. Dan hubungan itu hanya tinggal tiga hari lagi."

Deg

Perasaan Bintang merasa gelisah. Starla benar, selama ini dia dan Starla dekat hanya karena sebuah perjanjian yang dibuat hanya karena Bintang iseng. Tapi dia sendiri yang kebingungan sekarang.

Sejak mengenal Starla, Bintang merasakan banyak perbedaan dalam dirinya. Bahkan, Bintang lebih sering menghabiskan waktu dengan Starla daripada Leo dan Aries. Bintang selalu punya alasan untuk menjaili Starla.

Tapi, kebersamaannya dengan Starla hanya tinggal tiga hari, dan Bintang tidak akan punya alasan untuk mengganggu Starla.

"Emang lu gak mau temenan ama gue lagi?"

"Ssstttt… Jangan berisik. Ntar diusir."

"Lu gak asik,"

Bintang pun diam dan tidur di atas meja dengan menindih kedua tangannya sebagai bantalan.

Starla sudah selesai dengan buku-bukunya. Starla menoleh pada Bintang yang sejak tadi tidur di meja. Starla menatap wajah Bintang yang putih bersih tanpa jerawat satupun. 

"Terima kasih selama ini kamu baik pada ku Bintang. Banyak yang mencaci ku dan mengolok-olok ku di sekolah ini, tapi kamu engga, kamu baik. Hanya saja karna kelakuan orang tuamu membatasi hubungan pertemanan ini. Maaf jika setelah ini aku gak akan ada hubungan apa-apa lagi denganmu Bintang." batin Starla lalu beranjak pergi dengan penuh kesedihan.

"Aneh sekali, rasanya aku gak mau pertemanan ini berakhir begitu saja. Selama ini Bintang selalu baik walaupun memang terkadang menyebalkan, tapi dia bukan seperti orang yang Kak Galang katakan." Starla menghela nafas kasar dan kembali ke kelas.

Lima menit kemudian Bintang masuk kelas dengan raut wajah yang kesal dan menghampiri Starla.

"Starla, lu sengaja kan gak bangunin gue dan ninggalin gue di perpustakaan biar gue kenalk hukuman?" Bintang masuk kelas dengan nada marah.

"E...eng...enggak. Bukan begitu Bintang," Starla gugup.

"Terus apa? Lu pasti sengaja. Lu dendam kan sama gue terus lu tinggalin gue tidur biar gue gak masuk kelas dan di hukum sama guru?" suara Bintang membuat seisi kelas menatap dengan berbisik-bisik.

"Ta-tadi aku mau bangunin, tapi kamu lelap banget. Aku gak tega. Maaf Bintang, tapi aku bener-bener gak sengaja. Aku lihat kamu benar-benar lelap tidurnya." 

Deg

Lagi-lagi Bintang merasakan hal yang aneh menyerang tubuhnya. Wajah polos dan imut itu mampu membuat Bintang terpaku.

"Ayo anak-anak kita mulai pelajarannya."

__________

Ujian percobaan telah selesai. Saat ini semua murid kelas XII sedang berbondong-bondong membaca papan pengumuman untuk melihat hasil ujian percobaan itu.

Setelah hari itu, Bintang dan Starla tak lagi bertatap muka. Bintang selalu menghindari Starla saat Starla hendak mendekati Bintang.

"Gue gak nyangka anak kampung itu bisa ada diperingkat pertama dari 120 siswa."

"Muka kampungan itu ternyata punya otak yang cerdas.

"Udahlah gak penting bahas dia, yang penting kita lulus ujian percobaan ini."

Percakapan itu didengar oleh Starla. Starla merasa yang dibicarakan itu adalah dirinya, namun Starla masih belum percaya kalau belum melihat papan pengumuman.

"Masyaallah, Allahuakbar, Alhamdulillah ya Allah, Starla ada di peringkat pertama. Gak sia-sia Starla belajar dengan giat. Kak Galang pasti seneng banget denger kabar ini."

Starla begitu bahagia melihat papan pengumuman itu. Starla hendak menghubungi Kakaknya, tapi Amara menghampiri Starla untuk memberikan selamat.

"Iihh gak nyangka lu sebulan disini bisa ngalahin kita semua," Amara memeluk Starla.

"Alhamdulillah Amara, aku juga gak nyangka banget." jawab Starla.

"Ke kantin yuk, gue traktir lu makan sepuasnya buat ngerayain keberhasilan lu."

"Wah… Amara memang baik. Kalau begitu ayooo…"

"Urusan perut lu emang gak akan bisa nolak,"

"Hehehe…"

Di kantin.

"Amara, aku boleh pesen apa aja kan?"

"Hmm…"

"Kalau gitu aku mau pesen beef teriyaki sama es teh pait ya. Katanya menu baru itu enak banget, aku belum pernah coba."

"Oke, gue samain aja sama lu, tapi minumnya es cola aja jangan teh pait hehe. Ini duitnya."

Amara memberikan selembar uang berwarna merah pada Starla. Starla pun menerima dengan senang hati dan memesan makanan.

"Alhamdulillah akhirnya Starla bisa nyicipin makanan ini. Terima kasih banyak Amara. Semoga rejeki Amara selalu dilapangkan Aamiin. Starla sayang sama Amara."

"Aamiin. Gue pengen nampol tapi."

"Hehehe,"

Setelah menghabiskan makanannya, Starla pamit untuk pergi ke toilet. Selesai urusannya Starla hendak keluar dari kamar mandi, namun dihadang oleh Bella dan Lilian.

"Kalian mau apa?" tanya Starla pelan.

"Kita mau buat kejutan hmm cepet ikut kita."

Bella menarik paksa tangan Starla untuk di ajak ke belakang sekolah. Dan Starla dipaksa berlutut di depan Sisil.

"Ngapain kalian bawa anak kampungan ini?" tanya Bella heran.

"Ini surprise Sisil, lu kan ulang tahun dan kita mau bikin kue buat ngerayain ulang tahun lu hahaha," kata Bella.

"Hah? Bikin kue?" Sisil makin heran.

Starla masih berlutut tanpa berani mendongak ke atas menatap Sisil dan kedua sahabatnya.

"Iyess, jadi pembuatan kue pertama itu kita akan pecahin telurnya," 

Plok

Plok

Plok

Bella dan Lilian melempar telur di kepala Starla.

"Astaghfirullah, KALIAN?" 

Starla berteriak kaget dan hendak berdiri namun bahunya ditahan oleh Bella dan Lilian.

"Eh kuenya belum jadi anak kampung, ck ck ck," ucap Lilian.

"Pppffttt," Sisil menahan tawanya.

"Nah, setelah telur, kita tambah dengan tepung terigu," lanjut Bella dan menumpahkan 1kg tepung terigu di kepala Starla.

"BELLA?" lagi-lagi teriakan Starla tak di dengar.

"Hahahaha… kalian hebat banget. Gak sabar gak sabar next next…" antusias Sisil.

"Oke kita next ya. Setelah telur dan tepung kita campur dengan minyak goreng dong biar merata." lanjut Bella lalu menumpahkan seliter minyak goreng di kepala Starla.

"Biar berwarna, terakhir kita kasih pasta warna merah deh," sahut Lilian yang menumpahkan pewarna makanan tepat di kepala Starla lagi.

"WAW… ini perfect banget." kata Sisil begitu bahagia.

"Ya Allah sabar dan kuat kan hati Starla." batin Starla tanpa bergerak sedikitpun.

"Hahaha… Selamat ulang tahun Pricilla… Ini kue ulang tahun spesial buat kamu." ucap Bella dan Lilian bersamaan.

"Ughh… Kalian sweet banget sih. Makasih loh udah perhatian kasih kue yang super spesial ini. Gue sayang sama kalian." Sisil memeluk kedua sahabatnya.

"Makanya lu tu harus sadar diri. Udah pernah gue bilang kan kalo lu jangan deket-deket sama Bintang, tapi lu keras kepala." kata Sisil.

Starla hanya bisa menangis. Selain dirinya malu untuk pergi pulang, jilbab berwarna putih yang dia pakai adalah hadiah dari Bintang tempo hari. Pasti akan sedikit sulit mengembalikan warna putihnya lagi.

"Eh udah bel masuk sekolah, ayo kita masuk sebelum guru BK nyariin hahaha… Dahh Starla… Baik-baik disini atau pulang dengan keadaan seperti itu hahahaha…"

Starla duduk mendekap erat kedua lututnya. Lagi dan lagi dia menjadi korban pembulian. 

"Ya Allah… Start harus gimana sekarang hiks...hiks…"

Di saat yang tepat, ada suara laki-laki yang familiar memanggilnya.

"Starla… Starla lu baik-baik aja kan?" laki-laki itu memegang kedua bahu Starla. 

Starla yang lemas berusaha mendongak menatap siapa laki-laki dihadapannya.

"Bintang?"

...#################...

1
Meyke Joyce Rantung
Morgan anakx Syila dan Reyfan 🙏😅
🌷💚SITI.R💚🌷
tertarik baca nih
delissaa
good
auliasiamatir
jahat banget sih bintang, jangan gitu dong tar naksir loh...
Bunda Naila
yahhh udah end aja, ternyata slamat dan sukses sll ya ka delis
Bunda Naila
stlah sekian purnama ga buka" aplikasi novel hahhh kangen jg, aku mampir lg kak autor
Kirana Pramudya
Selamat ya Starla...
Turut berbahagia...
Ditunggu kisahnya Dimas... 🧡🧡
El_Tien
semangat kak
El_Tien
maaf baru mampir
El_Tien
semangat bintang.... sukses terus yaa
El_Tien
biasanya karakter nama Leo itu pinter heheheh
El_Tien
bsyet cara nembaknya keren bintang sama star
Helen Apriyanti
di tunggu kisah Dimas..
Malik & salsa brjodoh nich yh kk stelah dewsa nnti.. hee
ngomong" anknya starla dn bintang nmy Dimas..
sama ma nma suami sy kak hehee
Helen Apriyanti
yahhhh tamat ...
Aamiiin allahuma Aamiiin ..
iya sama" kk authorr.. bgitypun dg kk authorr yh ..
smngttt trz dg krya" nya yh
Sedang Bersemedi
kalo udah bucin baru tau rasa🤭🤣😂
Sedang Bersemedi
aku datang membawa vote, kembang dan udah masuk fav kak
ennita
aku mampir Thor...salam kenal 🙏😊
Cahyaning Fitri
Lanjut..,..💕💕
Cahyaning Fitri
Hei, Amelia mampir...🖐️🖐️
Trias Wardani
mampir, 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!