NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Kakek

Istri Pilihan Kakek

Status: tamat
Genre:Fantasi / Patahhati / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:133.3k
Nilai: 5
Nama Author: Duri manis

Bagaimana perasaan mu, ketika kau di jual oleh keluarga mu demi beberapa lembar uang?. Bahkan ketika kau tak memiliki siapapun, selain mereka. Sakit bukan?

Itulah yang di alami Rachel, gadis yang dari kecil di adopsi oleh keluarga Darwin dari panti asuhan.

Mereka membesarkan gadis itu di bawah tekanan, dan berbagai macam penderitaan. Yang ada dalam benak mereka, hanyalah kebahagiaan Carene. Gadis yang lahir tak lama setelah Rachel di adopsi.

Keluarga Darwin bahkan tega menjual anak angkatnya itu kepada keluarga Kim James. Demi menutupi skandal yang dibuat oleh Carene dan putra tunggal Kim James.

Di keluarga Kim, Rachel mengalami berbagai macam siksaan dan penderitaan. Bahkan gadis itu hampir meregang nyawa di tangan Ayud Jonathan, laki-laki yang telah menghamili Carene.

Akan kah pada akhirnya Rachel berhasil menemukan kebahagiaan nya?
Atau dia memilih menyerah dan selamanya menjadi orang yang kalah?

Novel ini menceritakan tentang perjuangan berat yang harus dilalui oleh Rachel untuk menemukan kebahagiaan nya.
Beberapa adegan di dalamnya, sukses membuat hati tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duri manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IPK BAB IX - Rumah Baru -

...Rachel POV...

Rumah mewah tersebut terkesan sangat besar jika harus ku tinggali berdua saja dengannya. Rumah pemberian kakek Liam, satu-satunya orang yang menyayangi ku di keluarga mertuaku.

Aku tak tahu entah apa yang membuatnya begitu menyayangiku, padahal aku bukan siapa-siapa. Hanya anak pungut yang dibeli dengan uang di keluarga ini. Keberadaan ku hanya sebatas itu dan aku pun menyadari nya.

Aku berjalan pelan mengikuti langkah laki-laki itu, memasuki rumah mewah ini, kemudian tanpa basa-basi dia menarik tanganku dengan kasar. Dan membenturkan kepala ke tembok, sakit bukan main.

Namun, kata-kata yang dia ucapkan berikutnya terasa jauh lebih sakit,

"Senang ya, dapat tinggal di rumah besar? Pintar sekali kamu membuat sandiwara lugu yang berhasil meluluhkan hati kakek. Apa kamu tahu, kamu itu lebih hina dari gembel. Mengemis perhatian kakek, dasar licik".

Aku merasakan nyeri di pergelangan tangan ku akibat di cengkeram dengan kasar olehnya. Ia memojokkan ku sampai rasanya aku kesulitan untuk bernafas.

"Kamu pikir dengan status istri yang kamu banggakan itu kamu merasa paling istimewa?Jangan pernah mimpi di siang bolong. Akan ku pastikan kamu angkat kaki dari rumah ini kurang dari sebulan. Camkan itu".

Dia kemudian mendorong tubuhku ke lantai dan meninggalkanku begitu saja. Air mata tak henti-hentinya mengalir di pipiku dan aku bahkan tak sanggup untuk menyeka nya. "Kuatkan aku Tuhan", Lagi-lagi aku hanya bisa berdoa.

Aku duduk mematung merenungi nasibku. Aku tak pernah meminta tinggal di rumah ini, bahkan aku tak pernah meminta menjadi bagian dari keluarga ini. Mengapa ini semua harus aku tanggung?

Mengapa ini semua harus kurasakan?. Padahal aku tak pernah melakukan kesalahan apapun yang berhubungan dengan laki-laki itu. Mengapa sekarang ia begitu membenciku?. Aku terus mengajukan pertanyaan dalam hatiku.

Aku menyusun barang-barang ku dengan hati-hati. Aku sengaja tak memakai lemari besar di kamar ini, itu lemari milik nya. Tak ada satupun barang-barang di rumah ini yang menjadi kepunyaan ku, aku hanya menumpang.

Baju-baju yang ku miliki adalah pemberian tetanggaku. Tak ada sepeser uang pun yang aku pegang. Yang benar-benar terasa memang milik ku hanyalah nyawa ini, itupun titipan.

Aku menghampiri salah seorang ibu-ibu paruh baya yang nampak sedang sibuk menyiapkan makanan.

"Bu saya bantu ya?" pintaku,

Ia kaget dan menoleh ke arahku.

"Aduh jangan nyonya, ini pekerjaan Ibu. Nyonya istirahat saja ya".

Aku memegang bahunya dan tersenyum,

"Tidak apa-apa bu. Lagipula tidak ada apa-apa yang bisa saya kerjakan di atas. Semua barang-barang kan sudah di rapikan sama pekerja-pekerja tuan. Saya bantu ya bu?".

Aku memohon dan akhirnya mereka menyerah walaupun tak enak hati. Karena di mata mereka, aku adalah nyonya besar di rumah baru ini. Mereka membiarkan ku membantu pekerjaan di dapur.

Aku bersyukur, setidaknya ada teman yang bisa ku ajak bercerita di rumah ini. Ada orang-orang senasib yang bekerja di sini, sama-sama pembantu seperti ku. Rumah mewah ini terasa sangat sepi dan asing bagiku.

Semenjak kami tiba di rumah ini, keberadaan Laki-laki itu entah dimana. Aku tahu, ia pasti sangat marah. Kakek memaksanya untuk tinggal di rumah yang bahkan 24 jam pengawal berjaga-jaga, setiap gerak-geriknya di awasi.

Kakek sengaja membayar orang-orang untuk mencegah agar laki-laki itu tak bebas lagi bertemu wanita-wanita selingkuhannya. Namun, tentu saja ia memberontak dan tak akan menurut dengan mudah semua yang diinginkan kakeknya.

Malamnya, aku mendapat telepon dari sahabatku Susi. Ia bertanya perihal kabarku lalu menawarkan ku untuk bekerja di perusahaan milik kekasihnya.

Namun, dengan posisiku sekarang aku tidak bisa memilih apa dan bagaimana. Jalan hidupku saja sepertinya sudah diatur oleh mereka. Semua sudah ditentukan, aku bahkan tak diizinkan memiliki kehendak apapun.

Ketika aku sedang bercakap-cakap dengan sahabatku Susi di telepon, tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara wanita dan laki-laki tertawa. Ku sudahi percakapan kami dan mencoba berkosentrasi pada suara itu.

Aku berjalan pelan ke arah pintu dan mengintip dari celah nya untuk memastikan apa yang ku dengar dan benar saja suara itu berasal dari ruang tamu. Aku terkesiap kaget.

Disana, tampak laki-laki itu bersama beberapa orang wanita sedang asyik minum minuman keras. Aku menutup pintu yang ku buka sedikit dengan pelan lalu mematung dari baliknya. Perasaan sesak mulai memenuhi hatiku.

Aku terus mendengar mereka tertawa sampai akhirnya menghilang di balik pintu kamar di sebelah kamar yang ku tempati sekarang. Aku menghela nafas, ternyata kebiasaan laki-laki itu belum juga hilang.

Kebiasaan buruknya bermain-main dengan wanita belum juga berkurang sekalipun ia telah berkeluarga. Walaupun sejatinya aku hanyalah istri yang dibayar atau pun itu. Ku pikir setidaknya dia akan berubah, tapi ternyata tidak.

Ternyata kelakuannya malah bertambah semakin parah. Bagaimana mungkin dia berani melakukan itu bahkan ketika orang-orang bayaran kakek ada di depan? Aku tak tahu lagi mau menilai seperti apa laki-laki itu, ia begitu degil.

Tapi bagaimana mungkin aku bisa protes dengan semua yang dilakukan laki-laki itu, memangnya siapa aku?. Ku dekap erat tanganku di dada, mencari kekuatan dan kehangatan di sana. Namun, tak kunjung ku dapat kan.

"Ah sudahlah Rachel, semua akan baik-baik saja".

Aku lagi-lagi menghibur diri sendiri seperti yang biasa kulakukan. Mereka pasti akan segera membuangku begitu mereka bosan. Aku tak punya fungsi apa-apa dalam keluarga ini dan bahkan keberadaan ku disini seolah tak nyata.

Aku tak pernah meminta untuk berada disini, tempat yang tak seharusnya menjadi tempat tinggal ku. Bahkan seumur hidup pun aku tak pernah bermimpi tinggal di tempat mewah seperti ini.

Aku kembali ke tempat tidur dan mencoba untuk memejamkan mataku. Mungkin aku harus berpikir ulang tentang tawaran kerja dari sahabatku itu, setidaknya agar aku bisa punya tabungan.

Aku tak mungkin menggantungkan hidupku selamanya kepada keluarga laki-laki itu dan mengharap belas kasihan kakek. Karena aku tahu dengan pasti, setiap saat ketika mereka bosan mereka pasti bisa membuangku sesuka hati.

Terlebih dengan kenyataan yang kulihat di depan mataku saat ini. Itu semakin membuktikan betapa tak berguna nya aku dalam hidup laki-laki itu. Wanita hanya sebagai mainannya dan tentu saja aku salah satunya.

Hanya mungkin bedanya, aku mainan yang bahkan tak akan pernah disentuh sedikit pun olehnya. Mainan rusak dan cacat hanya dengan melihatnya saja sudah membuat dia merasa jijik. Fakta menyakitkan yang harus ku terima, lagi.

...Rachel POV End...

Malam itu, Ayud menghabiskan malam yang sangat membara bersama wanita yang dia bawa dari tempat hiburan. Mereka meneguk cinta sepuas-puasnya seolah tak ingin melewatkan sedetik pun waktu yang sangat berharga itu.

Ayud sengaja melakukan itu agar bayangan kekasihnya Haera, yang selalu melintas di pikirannya dapat sedikit sirna. Semenjak tinggal di rumah yang diberikan oleh kakek Liam, kehidupan nya semakin tidak bebas.

Akibat posesif nya kakek Liam, ia tak bisa lagi menemui Haera sebebas yang ia mau. Penjaga-penjaga bayaran itu akan mengawasinya kemana saja ia pergi. Terlebih jika ia tak pergi bersama wanita s*alan itu.

Sekaligus sebagai peringatan keras kepada wanita yang sekarang mengaku-ngaku sebagai istrinya itu. Sejatinya wanita itu bukan siapa-siapa dan tidak akan pernah menjadi siapa-siapa.

Ayud sangat berharap wanita itu memohon untuk di buang. Dia tentu saja sangat ingin melakukan itu tapi mana bisa dia menentang kekuasaan kakeknya.

Pernikahan atau apapun itu yang mereka lakukan hanyalah sebatas hitam di atas putih. Ia ingin wanita b*doh itu segera pergi meninggalkan kehidupan lajangnya, dan ia bisa kembali bebas menikmati kehidupannya seperti dulu.

ia akan membuat sampai wanita itu sendiri yang memohon-mohon kepada kakeknya untuk di buang. dan dia yakin hal itu akan terwujud tidak lama lagi.

Baginya wanita itu yang sudah merelakan dirinya untuk ditukar dengan sejumlah uang adalah benar-benar wanita m*rahan. Wanita m*rahan yang tidak ada bedanya dengan para wanita yang sekarang bersamanya.

Apa harga yang pantas untuk wanita yang menjual dirinya? tidak ada. Wanita itu adalah sampah, sampah yang setiap hari mengotori kehidupannya, rumahnya, dan menghalangi nya melakukan semua hal yang dia sukai.

Menurutnya, wanita itu dan keluarganya benar-benar menjijikkan. Menjual anaknya sendiri demi uang. Ah bagaimana bisa keluarga terdekatmu melakukan itu?. Manusia di hargai dengan uang, benar-benar keterlaluan.

Yang lebih mengherankan lagi, bagaimana bisa kakeknya yang adalah orang paling terpandang di negara, ini bisa terjatuh dengan kepolosan gadis tak tahu malu itu?

Sepanjang malam itu, Ayud benar-benar menikmati apa yang dilakukannya bersama dengan wanita-wanita yang dia bawa dari bar itu. Dia membayar mereka semua, tanpa peduli apapun yang di rasakan gadis miskin itu.

Memang seharusnya wanita-wanita itu tidak berada di sana karena akan mencemari sucinya sebuah ikatan perkawinan. Namun, Rachel bukanlah siapa-siapa baginya, sehingga mengharuskan ia menghargai perempuan itu.

Tanpa Ayud sadari, gadis yang di kutuk nya dalam hati itu tengah menangis dengan mata yang sepenuhnya membengkak. Begitu tak berharganya dia di mata laki-laki, benar-benar tak di anggap.

1
Ros Konggoasa
Tuan muda yg kejam nisteri yg bodoh n penakut benar2 apes
Ros Konggoasa
Perempuan bofoh npenakut lawan dong
Puang Tau
nopel yg g seru hrusny lanjut ..kita blum tau nasib ayub skran.pokonya nopel yg mengecewakan.
marsya
dah pergi baru sadar dasar laki laki egois
marsya
ohh aku tau knp novel ini kurang peminatnya maaf ya Thor bukan kritik biasanya yg baca suka karakter yg tangguh ga lemah jadi ga slalu di tindas
marsya
karakter cewek nya terlalu lemah
marsya
cerita nya bagus tapi knp sedikit yg baca
marsya
lanjut thor
marsya
semoga cerita nya bagus ya Thor
Ulhysulyati Dachlan Mei
heran dek ank yg d adopsi ko jadi anak tiri🤔🤔🤔
Des Wati
o z*p RT
Susilawati
lanjut dong jangan putus putus ..penasaran jadi y
Susilawati
lanjut dong
nn
kapan bahagianya Rachel, masalah sama penderitaan setia sekali menemaninya.
Dewi Citra
kasian rachel masalah terus blom ama suamibya siayud yg lemah udah suruh cerei aja deh siayud ama rachel
Dewi Citra
ini cowoknya gregetan ga tegas loyo
Yus Rita
kenapa ceritanya kok seponggol" jadi kurang seru gitulah
Susi Lawati
lanjut dong kenapa berhenti LG ..penasaran nih
but
lemah banget jdi laki. kalau cuma nyakitin hati istri ga usah dibawa pulang. sok2n ngmg cinta tp disuruh nikah mau juga. udh nikah juga pasti mentingin nafsu lahm munafik alih2 demi perusahaan.
Susila Wati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!