NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14 # Arlo kepergok papa Rega

“Psstt... psstt, Queen!” panggil Arlo yang tahu kalau Queena sudah ada di balkon, gadis itu mengenakan hijab bergo berwarna milo.

Queena melongokkan kepalanya melihat kearah bawah. “Arlo? Malam-malam begini ngapain kamu di situ?” dengan mata melotot dia menatap Arlo. “Jangan-jangan kamu mau maling mangga aku, ya? ” bingung Queena, gadis itu lantas melihat ke dalam kamar, di mana papa Rega sedang asik berbincang dengan Dean.

“Sembarangan! Ganteng-ganteng begini kamu bilang maling? Sepertinya penglihatan anak papa Rega ini perlu di periksa,” jawab Arlo.

Queena terkekeh. “Terus, kamu ngapain di situ?”

“Ck ... anak om Rega satu ini berisik juga ternyata,” tanpa basa-basi, Arlo sudah memanjat naik ke balkon kamar Queena.

Agak lain memang pemuda satu itu, begadang semalaman menyelesaikan project kuliah sepertinya membuat saraf-saraf di kepalanya sedikit bergeser. Padahal dia punya kontak nomor Queena di ponselnya, Arlo hanya tinggal menghubungi putri sulung papa Rega melalui sambungan telepon, dengan begitu beres sudah masalah Gavin. Alih-alih menghubungi via telepon, Arlo malah datang ke rumah Queena. Sudah datangnya malam, pakai acara panjat pinang ... eh, manjat dinding menuju balkon kamar Queena. Dia kira dirinya itu Spiderman?

“Lewat depan kan, bisa! Kenapa harus pakai manjat dinding tembok, sih?” ketar ketir Queena, gadis itu kesal dan juga takut kalau Arlo jatuh. Seketika dia sampai lupa kalau papa Rega dan Dean masih ada di kamarnya.

Sementara itu di dalam kamar Queena, papa dan Dean sayup-sayup mendengar suara berisik dari arah balkon. Keduanya tentu curiga. “Kakak seperti bicara dengan seseorang,” ucap Dean.

Papa Rega kemudian beranjak dari tempatnya duduk, begitupun dengan Dean yang mengikuti di belakang sang papa. Mereka berdua melangkah menuju balkon, Queena bahkan tak menyadari suara langkah kaki papa dan adiknya karena dia fokus dengan Arlo yang tengah memanjat dinding.

Papa Rega menaruh jari telunjuknya di depan bibir, dia mengisyaratkan pada Dean untuk diam. Remaja tujuh belas tahun tersebut mengangguk, dia berdiri di samping sang papa yang sudah menyandarkan punggungnya pada pinggiran pintu. Kedua tangannya bersedekap di depan dada, dia memperhatikan yang sedang putrinya lakukan. Karena Queena belum menyadari keberadaan papanya di sana.

“Turun deh! Turun, Arlo! Lewat pintu depan saja, kan bisa. Nanti kalau kamu jatuh, aku juga yang pusing. Lagian ngapain sih malam-malam ke sini? Bukannya di jawab malah manjat dinding,” gerutu Queena yang bercampur kesal.

“Ssstt ... kamu ini bisa diam dulu tidak sih, Queen? Jadi tidak fokus ini aku,” ucap Arlo yang tinggal satu langkah lagi mencapai balkon.

Braak

Arlo berhasil melompat melewati pagar pembatas balkon, kedua kakinya mendarat dengan sempurna dan berpijak pada lantai balkon.

“Ada perlu apa sih?” ujar Queena.

“Ini semua gara-gara bang Gavin. Kalau bukan karena dia, ogah aku begini. Nyusahin orang saja dia itu,” lanjutnya.

“Ehemm ... berdebatnya sudah?” suara papa Rega membuat Queen dan Arlo langsung diam, keduanya kompak menoleh. Mereka melihat ekspresi papa Rega datar, namun dengan sorot mata yang menusuk. Sedangkan Dean menutup mulutnya dengan tangan. Remaja itu menahan tawa setelah melihat ekspresi Arlo dan Queena, keduanya seperti baru saja kedapatan melakukan sesuatu.

“Papa...” Queena terkejut, dia menepuk keningnya. Ya ampun. Bisa-bisanya aku lupa kalau papa masih ada di kamarku bersama Dean.

“Hehehe. Malam om Rega,” Arlo cengengesan.

Papa Rega menggeleng. “Anak Leo satu ini, hmm.” Papa Rega langsung menjewer telinga Arlo.

“Om, sakit. Arlo tidak ngapa-ngapain, tidak ada niat jahat pada Queen. Arlo ada perlu sebentar dengan Queen, om.” Kedua tangan Arlo memegangi tangan Rega yang masih mejewer telinganya.

“Apapun alasanmu, kamu ini laki-laki. Tidak baik bertamu malam-malam ke rumah anak gadis, mana pakai acara manjat ke balkon kamar Ueena. Om harus kasih tahu papi sama mi-mom kamu ini,” kesal papa Rega.

Papa Rega menoleh kearah putrinya, sorot mata dingin itu membuat Queena merasa gugup.

“Ueena, ikut papa turun!” titahnya pada Queena yang masih berdiri diam di tempatnya. “Dean. Bilang mama untuk ke ruang keluarga,” Dean mengangguk, remaja tersebut langsung ngibrit keluar kamar untuk memanggil sang mama.

“I-iya, pa.” Queena langsung mengekori papa Rega dan Arlo yang sudah lebih dulu berjalan keluar kamarnya.

Arlo bahkan sempat melirik Queena sejenak, dia sedang minta tolong pada gadis itu agar bisa lepas dari amukan papa Rega. Tapi Queena hanya bisa menatap Arlo, antara kasihan dan ingin tertawa.

Mama Rhea dan Dean menatap kearah anak tangga, mama Rhea bingung kenapa ada Arlo di rumahnya. Berbeda dengan Dean yang tahu bagaimana Arlo bisa ada di sana, mama Rhea justru bingung dan heran bagaimana Arlo bisa masuk. Karena selain pintu masuk ke dalam rumah sudah di kunci, lampu ruang tamu juga sudah padam.

“Kalian berdua, duduk!” titah papa Rega pada Queena dan Arlo.

“Ada apa, mas? Kenapa Arlo ada di sini?” tanya mama Rhea pada suaminya.

“Itu juga yang mau aku tanyakan pada mereka berdua, sayang. Arlo manjat dinding menuju balkon kamar Ueena,” ucap papa Rega. “Manjat dinding? Arlo mau ke kamar Ueena?” eskpresi mama Rhea benar-benar syok.

“Dean, masuk kamar! Sudah malam, kamu tidak boleh begadang. Tidur!” papa Rega meminta putra keduanya tersebut masuk kamar, meskipun sudah tujuh belas tahun ... namun Dean masih remaja, dan papa Rega tidak mau Dean ikut dalam pembicaraan para orang dewasa.

“Iya, pa.” Dean bergegas menuju kamarnya.

Di ruang keluarga, Queena dan Arlo masing-masing duduk pada single sofa. Sedangkan papa Rega dan mama Rhea duduk di sofa panjang berhadapan dengan dua anak muda tersebut.

Mama Rhea langsung mengusap punggung suaminya dengan lembut. “Jangan galak-galak, mas. Lembut sedikit, biar mereka tidak takut. Tidak perlu pakai emosi,” ucap mama Rhea dengan lembut, dia mengingatkan sang suami.

Papa Rega mengambil napas dan menghembuskannya perlahan.

Melihat ekspresi papanya, Queena diambang rasa kebingungan dan juga takut. Pasalnya dia tidak tahu pasti kenapa Arlo mendatangi kamarnya, tapi Queena bisa menebak jika itu ada kaitannya dengan Gavin dan Aretha. Berbanding terbalik dengan Queena, Arlo justru bersikap santai. Eskpresi cemas tidak dia tunjukkan, meskipun Arlo tahu jika ada kemungkinan papa Rega pasti marah padanya.

“Arlo. Kenapa datang ke kamar Ueena? Kamu tahu ini sudah malam, kan?”

“Maaf, om. Arlo tidak ada niatan buruk sama sekali, seperti yang sudah Arlo jelaskan di balkon tadi. Om bisa tanya papi sama mi-mom, tadi Arlo pamit ke sini pada mereka. Arlo tidak bohong,” jawab Arlo konsisten.

“Tapi kenapa harus manjat dinding untuk naik ke balkon, nak?” kini mama Rhea yang bertanya, bedanya dia bertanya dengan nada lebih lembut dari pada papa Rega yang penuh selidik.

Arlo menggaruk tengkuknya. “Hehe ... maaf, aunty. Arlo lihat pintu depan sudah di kunci, lampu ruang tamu juga sudah padam. Karena tidak mau mengganggu om dan aunty, Arlo inisiatif panggil Queen lewat balkon. Arlo pikir Queen sudah tidur, jadi Arlo melempar batu kerikil ke balkon biar Queena bangun. Karena dia tidak dengar apa yang Arlo katakan, akhirnya aku manjat dinding untuk ke balkon.” Jelas Arlo tidak ada yang dia kurangi atau tambahkan.

Papa Rega dan mama Rhea tidak melihat kebohongan dari sorot mata Arlo. “Sebenarnya ada perlu apa kamu dengan Ueena, Arlo? Padahal masih ada esok hari,” papa Rega kembali bertanya.

“Bang Gavin minta tolong Arlo, om. Dia mau minta nomor ponsel Azura, Arlo tidak punya. Jadi niat Arlo ke sini untuk minta nomor ponsel Azura pada Queen,”

“Kamu kan punya ponsel, Arlo. Punya nomor teleponku juga, kenapa harus sampai pusing ke sini? Bisa telepon atau kirim pesan saja,” sahut Queena yang keheranan dengan tingkah absurd Arlo.

“Lah! Iya ya, kan aku punya nomor Hp kamu Queen. Bisa-bisanya aku lupa,” Arlo baru saja menyadari kebo dohannya.

Papa Rega dan mama Rhea hanya bisa menggeleng dengan tingkah anak muda yang ada di hadapan mereka tersebut.

1
muthia
sehat selalu ❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk... kk jg ya❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤❤
muthia: sehat selalu 🙏❤
total 2 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kakak juga ya 💗💗
total 3 replies
Enz99
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk💗💗
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kkk 💗💗💗
total 1 replies
muthia
ayo Arlo
muthia: ❤❤❤❤❤❤
total 4 replies
muthia
gegara itu l akhirnya Arlo nikah sama Queen
muthia: 😂😂😂😂😂😂❤❤❤
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Anto D Cotto: ok,,see 👍
total 2 replies
muthia
semangat dan sehat selalu thor 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
muthia
Langsung mampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trimaksh kk cntikq ❤️❤️❤️💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waduh dalam sehari udah triple kill aja ngisengin Uena😮‍💨
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤣🤣🤣🤣 emg biang rusuh kan ya dia... anehnya cm ke ueena aja dia gt
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Yuhuuuuu..akhirnya cerita si babang Arlo yang sedari orok ngekeep si neng cantik Uena launching juga🥳🥳.
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️ berkat dkgn kk jg akhirnya mrk bs lauching
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!