NovelToon NovelToon
Remember Me

Remember Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: aresss

21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), pertengkaran, kata-kata kasar, alkohol dan gaya hidup bebas]
Cassandra De Angelis seorang produser musik yang sangat sukses harus berakhir dalam kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawanya. Namun, keberuntungan menyelamatkannya dari maut dan membuat dia bisa sembuh. Hanya saja, saat dia terbangun dia seolah melupakan sesuatu tentang kejadian yang menimpanya. Cassandra tidak ingat sedikit pun tentang kecelakaan itu dan keluarganya pun seolah menyembunyikan sesuatu darinya. Hingga akhirnya potongan ingatannya perlahan muncul, membentuk dan menyusun puzzel yang akan menjawab misteri di balik kecelakaannya. Misteri yang akan membawa dia pada sebuah kisah yang rumit. Kisah yang akan mengubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First Meet

Happy Reading

***

"Aku bisa melakukannya sendiri, Mom.. Biarkan aku berjalan sendiri," kata Cassie dengan nada memelas, "Apa Mom tidak bosan di sini terus? Pergilah belanja atau minum segelas bir di bar..."

"Apa kau gila? Bagaimana bisa aku minum dengan tenang saat putriku dalam keadaan sekarat di rumah sakit.."

Cassie memutar matanya, "Aku tidak sekarat, Mom. Aku sudah hampir sembuh. Minggu depan saja aku sudah diperbolehkan pulang..."

"Cassie," kata Barbara dengan nada penuh peringatan.

"Aku pergi.." Cassie tidak mengindahkan nada peringatan Ibunya dan hanya berlalu dari ruangannya dengan langkah perlahan. Progres kesehatannya semakin membaik. Lukanya perlahan semakin memulih hingga tidak memerlukan perban. Lehernya pun tak perlu lagi di gips. Satu-satunya yang sedikit mempersulit Cassie adalah tabung infusnya harus dia bawa ke mana-mana. Namun, tak apa. Infus itu akan segera lepas. Hanya menunggu seminggu lagi.

Dia berjalan di lorong rumah sakit, membiasakan saraf-saraf kakinya. Hampir dua bulan lebih dirawat di rumah sakit ini sehingga lorong-lorong yang awalnya nampak sama dan membingungkan itu bukan lagi masalah besar untuk Cassie. Dia masuk ke dalam lift yang sedikit padat dan keluar sesaat berikutnya ke lantai Center Point dari rumah sakit ini.

Sesuai namanya, Center Point (Titik Pusat), tempat ini dipadati oleh orang-orang, pasien, dan tenaga medis. Secara tak langsung, keadaan ini seolah menjelaskan bahwa betapa banyaknya orang zaman sekarang yang memiliki masalah kesehatan dan salah satunya adalah Cassie.

Dia berbelok ke arah kiri, menuju ruangan CT scan. Sebuah pemeriksaan rutin yang harus dilakukan. Ruangan itu berada di sayap kiri gedung sehingga lokasinya tidak seramai sayap kanan gedung.

Sesampainya di sana, Cassie melihat pria itu lagi. Pra tinggi, bermata hitam gelap, berkulit sawo matang bersih yang menandakan bahwa pria ini bukanlah tipe orang yang suka berjemur layaknya warga LA, kemudian rambutnya hitam legam, postur tubuhnya tegap dan Cassie berani bertaruh bahwa pria ini pasti pria berotot yang senang melakukan perawatan rutin ke gym. Tulang pipinya tinggi, hidung mancung, dan alisnya tebal. Pria seperti ini bukanlah tipe Cassie, tapi tak bisa dia pungkiri, pria berambut hitam itu tampan.

Cassie menyadari bahwa pria itu sendirian. Biasanya dia selalu bersama wanita paruh baya yang diyakini Cassie sebagai Ibunya. Namun, tidak kali ini dan ini adalah sebuah kesempatan untuknya.

Cassie melangkah dan sedikit menekan roda besi penggantung infusnya sehingga terdengar bunyi decitan di sana. Decitan itu menarik perhatian pria berambut hitam tadi dan itulah tujuan Cassie.

"Menunggu giliran pemeriksaan?" tanya Cassie sebagai pertanyaan basa-basi. Well.. Sejak awal dia ingin mengajak pria ini bicara, tapi dia mengurungkan niatnya karena melihat Ibu si pria ini karena wajah Ibunya benar-benar tidak ramah serta terlihat bengis. Yah.. Mengatakannya bengis memang cukup keterlaluan, tetapi itulah pendapat Cassie.

"Yah.." jawabnya canggung dengan senyum tipis yang kaku. Pendiam. Pikir Cassie. Pria ini pendiam.

"Kau sudah lama menunggu?"

"Belum,"

Singkat sekali jawabannya.

"Oh.. Begitu," kasus ditutup, tampaknya Cassie tidak akan bisa menggoda pria semacam ini. Begitu kaku dan pendiam. Padahal dia cukup cantik sehingga setiap pria yang melihatnya selalu berusaha mengajaknya berbasa-basi. Apakah selama di rumah sakit kecantikan memudar? Ckck.. Nampaknya memang begitu.

Mengecewakan.

****

Christov merasa tak asing dengan wajah wanita yang baru saja mengajaknya bicara. Wanita itu memiliki wajah yang sama dengan foto yang ditunjukkan Ibunya saat mengidentifikasi lupa ingatan yang diderita Christov. Dia yakin bahwa wanita itu adalah orang yang sama dengan foto wanita yang ditunjukkan ibunya. Mata biru itulah yang membuatnya yakin. Mata biru cerah.

Christov sudah sering melihat wanita bermata biru itu berlalu lalang di Center Point ini. Namun, dia tidak memiliki kesempatan untuk mengajak wanita itu berbicara karena Ibunya selalu menempel dengannya. Lalu ketika Ibunya sedang tidak bersamanya, Christov tidak bisa melihat dan menemukan wanita itu di mana pun.

Sekarang, wanita itu mengajaknya bicara dan percakapan itu berakhir begitu saja. Tentu saj berakhir jika Christov tidak berusaha membuka topik pembicaraan.

Kenapa dia tidak bertanya padaku lagi? Pikir Christov. Apa dia mengenaliku? Tampaknya tidak. Apa aku perlu bertanya juga? Pertanyaan apa yang harus kutanya? Basa-basi seperti apa yang harus dia katakan? Ah.. Sial. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghadapi situasi seperti ini.

"A-apa kau juga ingin melakukan pemeriksaan juga?" tanyanya dengan suara kaku. Arah pandangnya tertuju ke depan, tapi bola matanya melirik wanita itu dari ujung matanya.

"Apa? Kau mengajakku berbicara?" wanita bermata biru itu melihat ke kanan-kiri, memastikan bahwa dialah yang tengah diajak berbicara.

"Yah.."

"Oh..." wanita itu tersenyum miring dan menatapnya dengan tatapan dalam, "Yah.. aku juga melakukan pemeriksaan di sini..."

Christov mengangguk kecil. Sekarang, pertanyaan macam apa lagi yang harus dia tanyakan?

"Tidak biasanya kau tidak bersama Ibumu.."

"Apa?" Christo mengangkat kepalanya untuk melihat wanita itu.

"Uhm.. Biasanya aku melihat kau bersama seorang wanita. Bukankah itu ibumu?"

Ternyata dia juga sering melihatku.

"Uhm... Yeah." Christov memutuskan kontak mata dengan wanita itu.

"Cool,"

Setelah itu, terjadi keheningan lagi di antara mereka. Christov menggigit daging dalam mulutnya, sedang berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya nama wanita itu. Dia juga ingin bertanya apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Ibunya tidak mungkin menunjukkan foto itu tanpa asalan.

"Ap--"

"Christover O'Connel. Pasian Dokter George?" Christov yang sudah mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya harus menggigit jari kesal karena seorang perawat tiba-tiba muncul dari balik pintu ruangan CT-scan.

Sial. Umpat Christov dalam hatinya seraya berdiri dengan perasaan malu. Pasti wanita itu sadar bahwa Christov hendak bertanya sesuatu padanya.

"Itu saya.." kata Christov dengan nada sopan.

"Mari.." perawat itu masuk kembali dalam ruangan dan Christov berjalan masuk. Saat berada di ujung pintu, mendadak dia berhenti. Ah.. Terjadi kebimbangan dalam dirinya. Bagaiman jika kesempatan seperti ini tidak datang lagi? Ugh.. Dia benar-benar ingin tahu nama wanita itu.

Pada akhirnya Christov memberanikan diri memutar tubuhnya ke arah wanita itu, "Sebenarnya--"

"Namaku Cassandra De Angelis," potong wanita yang bernama Cassandra itu dengan nada penuh percaya diri. Dia berdiri di sana dengan senyum tipis. Ah.. Wanita itu pasti tahu dan sadar bahwa dia sedari tadi sedang berusaha bertanya tentang namanya.

"Aku tidak ingin bertanya hal itu.." Christov memelas, mengurangi rasa malu dalam dirinya.

"That's okay.. Nice to meet you, Christover O'Connel,"

Christov tersenyum kecil, merasa lucu dengan tingkat kepercayaan diri Cassandra dan entah mengapa itu membuat dadanya terasa hangat. Cassandra pasti tahu namanya saat perawat tadi mengucapkannya. Dia angkat kepalanya untuk menatap Cassandra.

Untuk momen yang pendek itu, Christov menyadari betapa cantiknya wanita tadi. Mata birunya, tulang pipinya yang tinggi, hidung yang ramping, kulitnya yang sedikit kecoklatan, bibirnya yang pink, dan rambut coklatnya yang panjang dan tebal. Semua bersatu membentuk keindahan yang unik seolah wajahnya secara tak langsung menyerukan kepribadian Cassandra yang penuh kepercayaan diri.

Christov menebak bahwa wanita ini mungkin masih berusia 20 tahunan awal. Dia nampak muda seperti pelajar. Pikir Christov. Senyum kecil terukir di wajah Christov dan dianggukkan kepalanya sekali.

"Nice to meet you too, Cassandra.."

****

Miss Foxxy

1
Surati
alur ceritanya 👍👍 semangat thor 💪🙏🏻🙏🏻 saya suka karyanya👍
Enny Enn
setelah sekian purnama saya akhirnya mendownload apk ini lagi, dan langsung cocok dengan sinopsisnya,,,tapi saya seperti familiar dengan nama Christov, setiap membaca nama itu seperti dejavu,,,,setelah 2 hari daya memikirkan dimana saya prnh mendengar nama itu,,,,dan ternyata nama itu sama persis dengan tokoh animasi FROZEN,,,,jadi setiap saya membaca nama Christov saya merasa menjadi princes Ana yg selalu memanggil2 nama itu🤣
Wijayanti Yanti
kayaknya cristov dan cassie kecelakaan satu mobil deh..
🌺 CICI 💖
🤔🤔
mash blm paham niiii
🌺 CICI 💖
kecelakaan mobilllll 🤔🤔
bukany terpeleset yaaa
🌺 CICI 💖
cusss..... langsung cabut k sini setelah baca novelmu dfizzo 👍
la_vG
Luar biasa
Bungas Dhin
**freak
Bungas Dhin
Yang ada inget kagaaa…benjol segede bakpawww iyeee 🤣🤣🤣
Bungas Dhin
🤣🤣🤣
Bungas Dhin
How saadddd 😭😭
Bungas Dhin
Poor Christov 😪 naseeeppp mu nak punya emak modelan gerandoonggg 👹😄
Bungas Dhin
Camernya horroorrrrr…!!!! 👹🤭
LittleLie
aku butuh part anuuu anuuu kaka othor nan budimaann
LittleLie
Luar biasa
LittleLie
akuu jugaaa maauuuu yang keg cristov *nangisdipojokan
LittleLie
penasaran sama pas cristov jatuh di proyek ngga ada ceritanya lagi kah kaka othor??
LittleLie
hahahahaha kakak othor bisa aja hahahaa
LittleLie
wkwkwk kepribadian nya cristov sama cassie ketuker ini keg nyaaa/Facepalm/
Sari
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!