NovelToon NovelToon
TIARA

TIARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:280.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya

Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas

Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.

Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.

Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya

Penasaran dengan kisah mereka?

Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiara

Bram kembali dibuat takjub, sambil menggelengkan kepala dia menolak tawaran Tiara yang memintanya ikut makan juga. Bram tak habis pikir, perempuan itu masih bisa lahap menyantap makanannya setelah drama menangis tadi.

" Kamu tidak lapar?"

Pertanyaan yang konyol, pikir Bram. Mana mungkin dia kembali lapar setelah beberapa menit yang lalu mereka menyantap berbagai macam sushi.

" Masih kenyang, kamu habiskan saja"

" hemm." Tiara mengangguk sambil terus menikmati soto pesanannya.

°

°

Pov Dion

Dion menghentikan langkahnya setelah menyadari ada orang lain yang juga berjalan ke arah yang dia tujuh.

Dion masih berdiri mematung ditempatnya. Dia sangat berharap wanita yang mempunyai wajah mirip istrinya itu melihat atau sekedar menoleh kepadanya saat ini. Namun pada kenyataan nya apa yang Dion harapkan tidak pernah jadi kenyataan, karena wanita di depan sana malah asyik dengan sushi yang memenuhi mulutnya.

Dion menyaksikan sendiri bagaimana, pasangan yang sedang duduk didepannya itu saling melempar candaan dan tertawa setelahnya. Dengan langkah gontai Dion akhirnya kembali ke tempat dia semua duduk. Masih tidak lepas menyaksikan pasangan muda itu dari tempatnya hingga mereka pergi.

Ketika wanita itu berdiri, barulah Dion menyedari satu hal. Bagian perut wanita itu membuncit, pada awalnya Dion berencana untuk mengikuti mereka pergi supaya tau dimana mereka tinggal. Pada akhirnya niat itu pun dia urungkan, karna dia yakin wanita yang mencuri perhatiannya sejak masuk kedai itu bukanlah Sasya istrinya.

Kembali dia berpikir positif dan menyakinkan dirinya sendiri, kalau Sasya memang sudah pergi. Pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Walau hati kecilnya selalu menolak untuk percaya dan menerima kenyataan pahit itu.

°

°

" Suta gimana hasilnya?"

" Sudah dapat info bos, tapi saya tidak bisa menjelaskan lewat telfone atau pun email bos"

" Why?"

" Karna infonya ada pada kesaksian beberapa orang bos"

" Kamu yakin? aku bertanya tentang Dion dan juga wanita yang aku kirim fotonya tadi Suta, bukan hal lain"

" Yakin bos, karna ini memang berhubungan."

" Ok, dimana?"

" Sekarang kami masih ada di kantor bos"

" Bersiaplah, ditempat biasa Suta"

" Ok bos, kami segera sampai"

Kembali aku terdiam, mencoba berfikir dan menduga-duga.

**********🌹🌹🌹🌹*********

" Nara, mana Sinta dan Lena?"

" Mereka sedang ada tugas, bentar lagi pasti kembali. Bagaimana hasil cek upnya Tiara?"

" Baik Nara, sangat baik" Tiara menajawab dengan antusias sambil membelai perutnya yang sudah kelihatan sedikit membuncit.

" Baguslah kalau begitu, sekarang mau makan kah atau apa biar aku buatkan"

" Tidak mau, aku lagi tidak ingin apa-apa Nara. Tadi Bram mengajakku jalan-jalan keliling, sudah kenyang."

" Ini apa?" Tunjuk Nara pada paper bag di atas meja.

" Itu oleh-oleh buat kamu, Sinta dan Lena. Tunggu mereka ya Nara, aku mau liat kalian makan bersama" Tiara tersenyum

Nara hanya bisa menggelengkan kepala makhlum, dasar bumil ada-ada saja maunya.

" Aku ada keperluan penting, tolong jaga Tiara dengan baik. Panggil Lena dan Sinta kembali, usahakan kalian tetap berada disekeliling Tiara."

" Baik Tuan Muda, saya mengerti." Balas Nara pada pesan Bram yang masuk ke hanphone nya.

Tiara menoleh pada Nara yang tidak menjawab pertanyaannya tadi.

" Nara"

" Eh iya Tiara, maaf aku sedang menghubungi Sinta dan Lena."

" Kenapa?"

" Makanan itu sepertinya sangat enak, aku ingin segera mencicipinya."

Tiara tersenyum dan kembali tenggelam pada layar pipih digenggamannya.

*************🌹🌹🌹🌹********

Di sinilah Bram sekarang, di sebuah restaurant tak jauh dari rumah pribadinya.

Duduk bersandar disebuah sofa singgel, sementara didepannya duduk dengan hati was-was dan perasaan takut. Dua orang yang bertindak sebagai tersangkah utama. Seperti adegan yang selalu ditonton dalam film, mereka tidak pernah menyangka akan duduk dalam posisi itu.

Ya, mereka adalah Doni dan Sam. Dua orang preman bayaran mama Lilia. Sekaligus tersangka penculikan Sasya.

" Jadi, apa yang harus aku dengarkan sekarang Suta?"

" Maaf tuan muda, saya membawa mereka untuk menghadap. Mereka akan menjawab semua pertanyaan dan keingin tahuan tuan muda akan nona Tiara."

" Tiara?, mereka ini?" Bram memicingkan alis matanya, mencoba mencerna dan menduga-duga semua.

" Sebaiknya kita mendengarkan cerita mereka tuan muda."

" Baiklah, silakan ceritakan semua yang kalian ketahui. Tentang wanita itu, Dion dan terutama tentang Tiara."

Bram berucap pelan, namun dalam nada bicaranya penuh dengan penekanan.

" Tuan muda, sebelumnya kami minta maaf. Bukan maksud kami berdua untuk menyembunyikan semuanya. Akan tetapi, kami benar-benar tidak tau, kalau tindakan kami dulu ada hubungannya dengan tuan muda dan nona."

" Ceritakan semuanya" Bram mengulangi ucapannya

" Awalnya kami bekerja sebagai preman bayaran. Kebetulan kami bekerja disebuah pasar, disanalah awalnya kami bertemu dan mengenal Nyonya Amel."

Doni mengawali ceritanya, sementara Sam hanya bisa terdiam dengan detak jantung yang makin menggila karna gugup dan takut.

****

Bram menghela nafas, dia tidak menyangka kalau Tiara sebenarnya adalah korban orang lain yang menginginkan posisinya sebagai istri seorang pengusaha muda.

Bram memijit pelipisnya pelan. Tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang-orang sekarang, yang lebih mementingkan uang dari pada nyawa manusia.

" Doni dan Sam, boleh saya tau apa alasan kalian waktu itu tidak membunuh Tiara. Dan bahkan berinisiatif melepaskannya? bukannya kalian harusnya takut jika menyalahi perjanjian, kalian sendiri yang akan terkena masalah."

" Itu.." Sam menoleh bingung karna sebenarnya dia sendiri tidak mengetahui bagaimana cara Tiara melepaskan diri dari sekapan mereka waktu itu.

" Saya,, saya yang membantu nona melarikan diri waktu itu tuan muda." Doni berbicara takut-takut karna dia sadar waktu itu hanya membantu Tiara keluar dari tempat dia disekap tanpa mengantarkannya ke tempat yang aman.

" Kenapa?" Bram kembali bertanya

Sementara Sam terdiam dalam keterkejutannya, pada awalnya dia memang mengira kalau Doni pelakunya. Tapi kecurigaan itu ditepisnya karna Doni juga ada ditempat saat kejadian.

" Saya teringat adik saya tuan muda, saya membayangkan jika adik saya yang mengalami demikian bagaimana perasaannya"

Bram manggut-manggut, mengerti akan alasan Doni. Memandang ke dua pengawal barunya yang duduk bagai patung es didepannya. Bram menghela nafas berat.

Dia masih bersyukur, karena mereka yang menculik Tiara. Andai bukan mereka, Bram tidak dapat membayangkan, kejadian apa yang akan dialami Tiara.

" Terimakasih." Bram berucap

" Terimakasih untuk apa bos?"

" Terimakasih, karena kalian telah melindungi Tiara. Selanjutnya saya minta kalian ikut serta menjaganya. Karna seperti yang kalian tau, Nyonya Amel masih memburu nya."

" Kami akan bekerja semampu kami bos" Doni menjawab tegas dibarengi anggukan mantap dari Sam

Mereka berdua bersyukur, Bram tidak memperhitungkan apapun lagi mengenai tindakan Doni dan Sam kala itu.

" Baiklah, saya mohon diri dulu, nanti pada saatnya aku kalian bisa bertemu Tiara langsung. Untuk meminta maaf tentunya."

Bram beranjak dari tempatnya, dalam benaknya hanya ada satu Tiara.

" Nara, mereka ..." Tiara berucap dengan nada penuh ketakutan

TO BE CONTINUE

*******

......Cinta datang tanpa bisa dicegah......

...Apalagi ditawar...

...Hendak kemana dan pada siapa dia berlabu...

...Hanya hati yang memiliki rasa itu sendiri yang tau...

...Semua karna Cinta...

1
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
tiaranya hamidun bram
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
nara anak kandung pak andrew yg di cari
Abcdefghiloveyou⏤
Semangat KK😍😍
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
duh ...galpok Karo fotene, guanteng😍😍😍
ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ🍒⃞⃟🦅
udah part 2 aja semangat ante ry
Chika£Hiats
Bahagianya kakek Andrew mempunyai cucu kembar😚
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁

Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Chika£Hiats
Qeenan lucu n pinter banget 😚😘
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
jois Jody.....jodoh gak yo
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
so sweetttt ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
AndreaLeOny
Cerita yang bagus dan menarik. Semangat berkarya Thor sukses selalu 💪😚
Ony6
Cerita yang bagus dan menarik, enak untuk dibaca. Suka sama tokoh Bram yang begitu tulus mencinta Tiara😚
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
sabar ya Mark, lope lope deh buat mu❤️❤️❤️❤️
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
moga sll sehat Nara, bocil ...gemesin😍😍😍
𝔄𝔰 ⁸
like
𝓢𝓸𝔂 𝓱𝓮𝓻𝓶𝓸𝓼𝓪
lagi kak
𝓢𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾
next
ℱera 𝓢 ℰ
lanjut
ℱioℰ²
good 👍
ℱiaℰ¹
🤗
𝐒𝐡𝐚𝐡𝐢𝐫𝐚
like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!