NovelToon NovelToon
GADIS BAHU LAWEYAN

GADIS BAHU LAWEYAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Kutukan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.

Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.

Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...

Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas

Hari semakin gelap. Kasih bersiap hendak pulang. Ia membereskan semua pekerjaannya.

Akan tetapi, ia di kejutkan oleh seseorang yang datang tiba-tiba dengan memeluknya dari arah belakang.

Kasih yang terkejut, langsung berteriak. Suara teriakannya di dengar oleh Bu Yati yang sedang di dapur membuat kopi.

Ia bergegas menghampiri, dan tersentak kaget saat melihat seorang pria mabuk mendekap Kasih.

"Neng, kamu sendirian ya? Sini hangatkan saya. Nanti saya bayar tiga puluh ribu," suaranya terdengar meracau.

"Lepasin!" hardik Kasih, dan meronta ingin melepaskan dirinya.

Bu Yati langsung mengambil sapu, dan mengusirnya. "Pergi, jangan ganggu anak gadis orang!" usirnya.

Pria itu melepaskan dekapannya, karena Bu Yati menggetok kepalanya.

Setelah berhasil mengusir pergi, Bu Yati menghampiri Kasih yang wajahnya memucat dan menangis ketakutan.

"Mulai malam ini, kamu tidur di gudang belakang saja. Daripada di Mesjid, takut bahaya ada yang menyelinap masuk," ucapnya dengan rasa iba.

Mendapatkan perhatian dari Bu Yati layaknya seorang ibu, Kasih semakin sesenggukkan.

"Makasih banyak, Bu... Saya akan mengingat semua kebaikan ibu," ucapnya dengan tulus.

Kasih bergegas membersihkan gudang penyimpanan. Meskipun sempit, tetapi ada kasur busa tipis dan juga kardus. Ia mersa ini lebih dari cukup.

Sebulan berlalu...

Kasih mulai terbiasa dengan hal baru. Hal yang tak pernah ia lakukan selama ini, sejak tinggal bersama keluarga Hendra.

Kasih mulai terbiasa bangun pagi untuk shalat subuh. Mencuci piring, antar pesanan, dan pulang hingga pukul sembilan malam..

Uang yang di dapatkannya ia kumpulkan untuk membayar uang ujian sekolah. Ia memilih jalur paket C, sebagai siswa jalur mandiri.

"Bu Yati, tolong daftarkan saya untuk masuk ujian paket C," pintanya. Saat pertama kali ia memegang uang hasil kerja kerasnya.

Bu Yati terdiam sejenak. "kamu masih ingin sekolah?" tanya Bu Yati menganggukkan kepalanya. "Iya, Bu. Saya ng sekali, soalnya bentar lagi lulusan," sahutnya dengan nada bergetar.

Bu Yati memeluknya. "Baiklah, ibu akan daftarkan." jawab Yati.

Pelukan itu mengingatkan Kasih pada Santi. Sosok wanita yang selama ini memberikannya kehangatan..

****

Malam menjelma, Kasih meringkuk di dalam gudang, sembari memeluk boneka pemberian Santi dengan penuh kerinduan. "Bu... Kenapa ibu siam saja waktu itu.." bisiknya pelan.

Wajah wanita yang sudah membesarkannya itu selalu terbayang di ingatannya. Senyum dan pelukan hangat yang sudah mengisi kehidupannya.

Sementara itu, Santi duduk di kamarnya dengan wajah yang murung. Ia tak pernah lagi memasak.

Ia sedang bingung bagaimana menghadapi pertanyaan keluarga mereka nantinya.

Sedangkan Hendra berjalam mondar dan mandir seperti tanpa merasa bersalah.

"Kita laporin saja saja dia. Kita buat alasan karena dia sudah mencuri,"

"Diam!" bentak Santi dengan geram."Dia tidak mencuri apapun dari rumah ini. Aku yang mebesarkannya. Dia tumbuh bersama kasih sayangku, meskipun bukan dengan darahku! Tapi aku tahu bagaimana kepribadiannya! Kau saja yang binatang!"

Hendra memukul meja. "Kalau kau terus membela dia, aku akan menceraikanmu!" ancamnya.

Santi terdiam. Air matanya jatuh di pipi. Bagaimanapun, ia merindukan anak tersebut.entah bagaimana nasibnya saat ini, ia juga tidak tahu.

Ia juga tahu, jika semua kekayaan yang mereka nikmati saat ini adalah miliknya. Jika bercerai, maka Hendra akan jatuh miskin. Jika ia bertahan, maka ia akan hidup dengan monster.

Akhirnya Santi memilih diam. Demi menjaga nama baik keluarganya.

Tiga bulan berlalu...

Kasih semakin kurus. Tetapi tatapan matanya semakin tajam. Ia ikut paket C. Setiap malam belajar dan dan berhasil menyelesaikannya.

Hingga suatu malam saat warung akan tutup. Datang seorang pria berusia dua puluh lima tahun.

Rambutnya rapih, dan bernama Dimas. Ia baru saja dari rumah dan hendak menuju Cafe miliknya. Tetapi kehujanan, dan terpaksa berteduh di Warung Bu Yati.

"Kami sudah mau tutup, Mas. " ucap Bu Yati yang sedang membereskan bahan dagangannya.

"Iya, Bu... Saya pesan kopi saja, dan sekalian mau tanya-tanya. Mungkin ibu punya saudara yang bisa diajak bekerja. Saya butuh dua seorang karyawan. Gaji UMR. Untuk di tempatkan di bagian dapur sebagai pencuci piring dan juga kasir." ucap Dimas.

Entah mengapa, Bu Yati langsung menunjuk ke arah Kasih yang membuatkan kopi pesanan Dimas

"Tuh, anaknya. Kalau mau silahkan rekrut. Biar ia hidup sejahtera. Soalnya saya gak bisa memberinya gaji mahal. Anaknya rajin dan jujur,"

Dimas menoleh ke arah Kasih. Entah mengapa, saat pandangan mereka beradu. Hatinya langsung bergetar.

Saat ini Kasih sangat kurus. Tetapi kecantikannya tak pudar. Ia merasa, jika di poles sedikit lagi, maka akan lebih baik.

"Mau, Mbak? Bekerja di Cafe saya?"

Kasih menoleh ke arah Bu Yati. Meminta pendapat wanita tersebut.

Bu Yati mengangguk pelan. "Pergilah. Jika gaji itu lebih besar, dan kapanpun kamu butuh sesuatu, saya siap menerima mu kembali," ucap Bu Yati meyakinkan.

Kasih menganggukkan kepalanya. "Iya, saya mau, Mas."

"Baiklah, kamu kerja mulai besok. Tidur di mess cafe. Biar aman." ucapnya.

Malam itu juga, Kasih pindahan ke Cafe. Tak lupa Bu Yati ikut mengantarkannya, untuk meastikan kebenarannya.

Sebuah mess kecil di belakang Cafe. Ada kasur, kipas angin dan juga kamar mandi.

Untuk pertama kalinya setelah tiga bulan, dia tidur tanpa takut ada yang menggedor pintu.

Sebelum Kasih tertidur, ia membuka kopernya. ia mengmbil boneka itu lagi. Lalu berbicara pada benda tersebut.

"Bu... Kasih kuat di sini. Kasih berjanji. Kasih bakal sukses. Kasih bakal menjaga nama baik ibu. Agar orang-orang yang mengatakan Kasih 'anak haram' itu menyesali ucapannya." ucapnya dengan pelan. Lalu memeluk kembali bonekanya dengan erat.

Sementara itu, Di bagian intimnya, sesuatu yang berwarna biru sebagai tanda lahir berbentuk bundar, seperti sedang bergerak panas dari dalam.

Saat sore tadi, ketika ia sedang berganti celana, ia melihat, jika tanda itu seperti hidup. Ia tidak begitu memperdulikannya. Sebab merasa jika itu hanya tanda lahir biasa saja.

Sat bersamaan, ia mendengar suara mesin motor berhenti tepat di luar mess cafe, dan itu adalah motor milik Dimas.

Dimas mengetuk pintu. Membuat Kasih yang hendak memejamkan kedua matanya, terpaksa bangun dan menghampirinya.

Saat ia membuka pintu, Dimas menerobos masuk. "Kasih, besok kita akan sangat ramai, ya. Soalnya ada acara. Ada para bos yang memesan cafe ini."

Kasih tersenyum. "Siap, Mas." jawabnya.

Tetapi Dimas menatap Kasih cukup kelamaan. Senyumnya terlihat berbeda.

"Kamu cantik kalau senyum. Sayang kalau kerja terus." ucapnya lagi.

Jantung Kasih berdegup kencang.

Trauma malam itu muncul lagi diingatannya.

Ia mundur selangkah. "Saya... saya capek, Mas. Mau tidur."

Dimas mengangkat tangannya. "Ya sudah. Istirahat."

Tetapi sebelum keluar dia berbisik. "Anggap aku rumahmu ya. Mulai sekarang. Jangan takut apapun."

Kemudian Dimas berjalan keluar dan menutup pintu.

Kasih membuka mulutnya. Ia memeluk lutut dengan tubuh gemetar.

Dunianya baru saja mau tenang... tetapi mengapa rasanya badai seakan mau datang lagi?

Sementara itu, di luar sana, angin yang berasal dari sebuah hutan yang lebat dari arah gunung bertiup kencang dan membawa bisikan yang membuat bulu kuduknya mendadak meremang.

"Saatnya sudah tiba. Aku butuh makan selama delapan belas tahun tersegel. Carikan tumbal untukku,"

1
FiaNasa
sun...enak kan Ken getok helm kerja😀🤣🤣
FiaNasa
ayo cepat cegah Farhan,,jgn sampai ada korban lagi
FiaNasa
Farhan benar Lo kasih..klau kau mati ditempat proyeknya dia maka yg ada proyeknya terhambat n uangnya gak cair...kamu cari tempat lain yg strategis gitu buat bundir🤣🤣
FiaNasa: nah ..disitu bisa karna bukan wilayah proyek farhan🤣🤣🤣tingkah Farhan absurd nurin siapa sih thor😀😀jgn² ketularan Ara demit ini🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
siapa yg membebaskan Mbah jati ini,,dia kan dikurung dalam peti bersama dg sekutunya,siapa yg buka segelnya itu ya
Hary Nengsih
jangn ada tumbal lg si kasih suruh pake masker biar gak keliatan muka nya
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: di karungi😂
total 1 replies
V3
mandor Karjo awet jg yaaa 🤣
dr ikut Rayyan dan skrg ikut sama Farhan ( anak nya )
Desyi Alawiyah: Dan tidak sombong.. 😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Iya Kak, nggak papa.. Aku tetap nungguin kok /Chuckle/
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Wah, kayaknya Farhan tertular absurdnya para demit deh.. 🤭
V3
hadeeeeww .... td nya baca mo serius mlh JD ngakak Krn ulah para The Myth's gak 🤣🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👻👻👻👻👻👻
total 1 replies
FiaNasa
udah dua korban masa kasih gak curiga dg dirinya sih
neni nuraeni
semoga aja Farhan suka dan mau menikah dgn kasih agar kutukan itu cepat hilang,, jgn sampai deh kak ada korban lagi ksian ksih
Tini Nurhenti
gercep 👍💪💪
Tini Nurhenti
🤣🤣🤣🤣👍💪💪 the mithe pdo somplak kbe koyok othore eo mak Sit 😁😁🤭
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👻👻👻👻👻
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Semoga berhasil yah.. Kasihan kan para pekerja di proyek yang akan dijadikan tumbal.. 😌
Desyi Alawiyah
Penasaran, tadi si pocong lempar senter ke arah kalajengking pake apa coba? Kan kaki dan tangannya diiket.. 😁
Desyi Alawiyah: Waduh... 🤭😜
total 2 replies
Siti Yatmi
wah....farhan akan ketemu kasih...hemmm....gpp han..kasih cantik ko
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: heeemmmm😍😍😍😍
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Oh gitu.. Jadi kutukannya berakhir jika Kasih menikah sama Farhan... Gitu yah? 😌
Desyi Alawiyah
Kenapa harus Farhan sih.. Apa karena Farhan anaknya Rayyan dan Nawang Wulan? 🤔🧐
Desyi Alawiyah
Ya allah... Kemarin kepleset, sekarang kesandung... Ada-ada aja ulah si Pocong ini 🤭
Desyi Alawiyah
Hardi gimana sih, anaknya meninggal kok malah nggak peduli.. 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!