NovelToon NovelToon
NOX System

NOX System

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Fantasi / Fantasi Timur
Popularitas:114.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Showam Arhama

Yuno hanyalah seorang murid di sekolah SMA 1 Sura yang sering telat masuk sekolah, tiba tiba di suatu malam yuno meminum sebuah minuman bermerek PHI, ternyata minuman itu bukanlah Minuman PHI melainkan sebuah Project dari laboratorium yang di curi.

Setelah meminum cairan project itu Yuno merasa panas, pusing dan mual dan jatuh ke lantai tapi saat hampir kehilangan kesadaran Yuno mendengar suara yang aneh berbunyi "project NOX telah di aktifkan", Setelah itu Yuno pun dapat mengendalikan tubuhnya seperti komputer.

Apa pun yang Yuno lihat seperti membaca buku atau melihat gerakan seseorang, Yuno bisa mengcopy paste semuanya dan menjadikannya sebagai keahliannya.

Tak lama setelah itu Yuno bertemu dengan seorang pemuda dari masa lalu yang tertidur selama ribuan tahun, pemuda itu bernama Salim.

Karena orang pada zaman dulu itu memiliki kesaktian, apakah kesaktian Salim bisa di gunakan di abad ke 21 ini? Kalau benar bisa bagaimana kombinasi antara Project NOX dengan kesaktian kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Showam Arhama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 9. Karya Wisata 4 (Fakta Dari Masa Lalu)

Di pagi hari yang indah ini, Yuno melupakan suatu hal penting.

''Kok rasanya ada yang terlupakan ya,''

Karena Yuno seharusnya berada di penginapan bersama teman temannya, Dhani pasti menyuruh anak murid sekelas nya untuk mencari Yuno.

Dan pada saat Yuno dan Salim berada di pantai melihat matahari terbit, Dhani menemukan mereka berdua di sana.

Dhani langsung memanggil Yuno untuk segera kembali ke penginapan, tapi setelah Dhani melihat ke arah Salim Dhani langsung refleks menggunakan sistem Eye Of Soul untuk melihat isi pikiran Salim, tetapi Dhani gagal seolah olah ada tembok yang menghalanginya.

''Hey Yuno siapa dia?'' tanya Dhani.

''Dia saudara ku namanya Salim,'' jawab Yuno.

Dhani berpikir apa mungkin karena hubungan darah jadi sama sama tidak bisa di lihat apa isi pikiran mereka.

Yuno pun membuat alasan kalau tadi sekitar pukul 5 pagi Yuno terbangun jadi Yuno memutuskan untuk pergi keluar dan meninggalkan teman temannya, tapi ternyata entah kebetulan atau sengaja tiba tiba Yuno bertemu dengan Salim di tengah perjalanan.

Alasan lainnya Salim adalah saudaranya dr kota Qudsy yang juga sedang liburan ke desa Mashin.

''Begitu ya,'' saut Dhani.

Dhani tidak bisa menebak itu benar atau salah karena projectnya tidak berfungsi kepada Yuno, mereka bertiga pun pergi ke penginapan bersama sama.

''Oh iya Salim, tolong jangan beritahu siapa siapa tentang Nox ya, karena itu adalah rahasia terbesar ku,'' bisik Yuno ke Salim di tengah perjalanan.

Salim pun mengerti apa yang dimaksud Yuno karena jarang ada yang memiliki kesadaran ke-dua, Dhani hanya mengabaikan mereka karena sudah tidak ada harapan untuk membaca pikiran mereka.

Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di penginapan, teman teman Yuno sudah menunggu mereka di sana.

''Kau dari mana saja sih?'' tanya Doni.

Yuno pun menjelaskan hal yang sama seperti yang dia katakan kepada Dhani, semua orang mempercayai cerita Yuno karena tidak ada yang tau tentang keluarga Yuno bahkan Doni sendiri.

Entah apa yang terjadi tiba tiba para cewek berkumpul di dekat Salim dan mereka terpesona dengan paras wajah Salim.

''A-anu, namaku Karin ... salam kenal'' ucap Karin sambil malu-malu.

''I-iya salam kenal semuanya namaku Arhama Salim, panggil saja Salim.''

Semua orang terpesona dengan Salim sampai mereka melupakan Yuno, Yuno pun ingin membawa Salim pergi tetapi Leni yang berada di dekat Salim, itu membuat Yuno menjadi teringat kejadian semalam.

Karena keramaian di aula beberapa guru pun datang dan menenangkan para murid, pak Ali salah satu guru yang mengawasi murid Karya Wisata pun menyuruh Yuno dan Salim untuk pergi ke ruangan guru.

...

07:10 WIB ruangan guru

"Kenapa kami di bawa kesini pak?" tanya Yuno.

"Karena kau membawa orang luar, jadi ini bisa jadi masalah," jawab Pak Ali.

Yuno mulai menjelaskan kalau sebenarnya Salim ini adalah saudaranya dr Kota Qudsy, ya karena Pak Ali juga tidak mengetahui apa apa tentang tempat tinggal Yuno jadi Pak Ali pun membolehkan Salim untuk ikut bersama.

Yuno pun meminta permohonan untuk sekalian membawa Salim ke Kota Sura, karena mendapat alasan yang baru yaitu Salim juga akan pindah ke Kota Sura dan tinggal bersama Yuno.

Pak Ali juga memperbolehkan nya juga ya karena ini sama saja seperti pribahasa 'sekali dayung dua tiga pulau terlampaui'.

"Oh iya, nomor mu berapa?" tanya pak Ali ke Salim.

Salim bingung karena tidak tau nomor apa yang dimaksud, Yuno pun menjelaskan bahwa Salim tidak memiliki smartphone selama ini jadi dia tidak punya nomor hp.

Pak Ali tertawa karena zaman sekarang kok masih belum punya smartphone, tahun 2040 adalah tahun yang dimana setiap orang yang berumur 7 tahun harus sudah mengenal yang namanya smartphone.

Bahkan harus memiliki smartphone di usia 10 tahun untuk keperluan sekolah, lalu Yuno membuat alasan yang ringkas, jelas dan padat.

"Ya karena gak punya.''

Lalu Pak Ali langsung mengganti topik pembicaraan tentang kejadian kemarin siang dan malam, Yuno terkejut karena pak Ali mengetahui apa yang telah dia lakukan.

Pak Ali berkata apa saja yang terjadi waktu itu dengan pancaran aura mata merah dan mendekatkan wajahnya ke Yuno.

"Etto... t-tenang saja pak! lagi pula aku sudah minta maaf dan a-aku juga sudah mengerjakan PR dari Pak Ali kok," jawab Yuno dengan gagap.

Pak Ali tiba tiba terdiam dan bertanya kepada Yuno apakah dia sudah mengerjakan semua PR darinya, Yuno pun menjawab kalau semua PR yang di berikan sudah di kerjakan.

"Semuanya?"

"Ya semuanya."

Tiba tiba Pak Ali menepuk pundak Yuno dan berkata, "bagus! silakan keluar,'' awalnya Yuno terdiam sejenak dan langsung mengerti apa yang dimaksud.

"Baiklah, kami akan bergabung dengan teman teman terimakasih.''

08:32 WIB penginapan.

Setelah mandi Yuno dan Salim sedang berjalan menuju kamar, tiba-tiba di tengah jalan Salim bertanya, "apakah alasan mu tadi adalah bantuan dari Nox?", Yuno menjawab tidak karena soal membuat alasan Yuno sudah berpengalaman.

Salim langsung peka terhadap keadaan Yuno, Yuno memang memiliki banyak rahasia yang sangat banyak, jadi Salim harus berhati-hati ketika berbicara dengan orang lain.

''Apa di zaman ini bajunya sebagus ini?'' tanya Salim.

''Ya itu namanya kaos, biasanya dikenakan ketika tidak ada hal penting.''

Salim terheran heran karena baju sebagus ini hanya di gunakan saat waktu senggang, kalau begitu saat waktu penting bajunya sebagus apa, padahal ini hal biasa bagi para generasi abad ke 21, tapi bagi orang zaman abad ke 2 pasti menganggap pakaian ini sangat bagus.

Setelah sampai ke kamar mereka bertemu dengan teman teman sekamar, mereka mulai berkenalan dengan Salim dan menanyakan berbagai pertanyaan, tapi semua pertanyaan itu dijawab oleh Yuno.

''Oh iya tadi pak Ali bilang kalau Salim akan ikut kita ke Sura kan, jadi Salim juga akan ikut naik bus kita?'' tanya Doni.

''Ya karena yang dekat dengan Salim hanya Yuno, dan Yuno sekelas dengan kita jadi Salim akan ikut bersama kita,'' jawab Dhani.

Semua orang senang karena mendapat teman baru, walaupun hanya sebentar bertemu tapi mereka semua memanfaatkan waktu ini untuk saling mengenal lebih dekat, biasalah anak kota.

Salim memperhatikan semua orang di kamar ini dan ternyata suasana ini hampir sama dengan suasana saat Salim berlatih ilmu kesaktian di desa Mashin.

Melihat Yudha, Rito dan Dean yang selalu bersama itu seperti teman teman Salim saat berlatih, dan masih banyak lagi orang orang yang hampir mirip dengan masa lalu Salim termasuk Yuno.

Saat Yuno membangunkan Salim di goa, Salim melihat bahwa Yuno itu sangat persis dengan pangeran Khundur.

.....

Setengah jam kemudian mereka pergi ke reruntuhan dekat penginapan untuk membuat deskripsi tentang bangunan tua yang hanya tertinggal reruntuhan nya saja, ada juga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto.

Salim pun ikut ke reruntuhan dan ternyata Salim mengetahui bangunan apa sebenarnya yang dulu berdiri di reruntuhan ini, reruntuhan ini dulu sebenarnya adalah tempat latihan para kesatria Kerajaan Maya.

Dulu latarnya beralas beton setiap bangunan berwarna merah dan biru, ada pohon beringin yang sangat besar di sana dan sekarang hanya tertinggal batang dan akar nya saja.

Semua orang melongok melihat Salim karena mereka belum satu jam sampai di reruntuhan tapi Salim sudah mendeskripsikan reruntuhan ini dengan cepat seperti sudah pernah mendengar cerita dari tempat itu.

''Hey Salim, kau selalu menceritakan apa yang kakek cerita kan ya,'' ujar Yuno.

Semua orang mulai menatap Yuno dan Salim, mereka melihat seperti ada beberapa kesamaan dari mereka seperti kakak adik, dan mungkin saja mereka bisa mengajak Yuno untuk bergabung dalam kelompok dan mendengar cerita dari Yuno, tapi....

''Yuno! jadi kau juga sudah tau apa saja yang ada disini?'' tanya Doni.

''Tidak! aku jarang pergi bersama kakek.''

Teman teman Yuno terkejut karena realita tidak semanis ekspentasi, semangat mereka menurun, dan mereka pun pergi tanpa mengatakan apapun.

''Lah kenapa mereka pergi?'' tanya Yuno.

''Karena kau gak peka,'' jawab Doni.

Salim pun memutuskan untuk pergi berkeliling tapi Yuno melarangnya, karena desa ini sudah berbeda dengan yang dulu. Salim hanya tersenyum karena ada beberapa cara agar tidak tersesat di sebuah tempat yang baru.

''Hey Yuno, jangan remehkan orang zaman dulu,'' ujar Salim.

''Yasudah nanti sore kembali ke penginapan, jangan lupa makan juga, oh iya .... ini.''

Yuno memberikan uang kertas berjumlah Rp. 30K untuk membeli beberapa keperluan, Salim pun mengambilnya dan pergi ke pusat desa.

Yuno dan teman temannya pun melanjutkan tugas mereka untuk mendeskripsikan reruntuhan itu.

''Hey Yuno, apa dia akan baik baik saja sendirian?'' tanya Doni.

''Gak tau sih, dia juga jarang ketemu dengan orang orang,'' jawab Yuno.

sementara itu Salim.....

Salim melihat uang kertas yang di beri Yuno, Salim terkesan karena tulisannya sangat bagus, ya karena dulu tidak ada komputer jadi tidak ada uang kertas yang seperti sekarang.

Perbedaan antara masa lalu dan sekarang begitu jelas, dulu semua orang menggunakan koin untuk belanja, ada koin tembaga, emas, dan perak, tapi yang sekarang hanya kertas saja sudah bisa berbelanja.

''Entah kenapa aku merasa aneh saat di sekitar mereka, seperti ada yang kurang.''

Salim merasa kalau suasana tadi itu sangat berbeda dengan yang dulu, dan ternyata tenaga dalam mereka lemah jadi tidak ada tekanan sama sekali

''Apa ilmu Prana sudah tidak diajarkan lagi?''

Prana adalah suatu energi dari alam yang dapat berevolusi berdasarkan penggunanya, dulu ilmu Prana adalah salah satu cara untuk mempelajari ilmu kesaktian.

Orang zaman dulu walaupun dari keluarga kerajaan sampai rakyat jelata semuanya bisa mempelajari Prana, Salim berpikir untuk menggunakan sedikit ilmu Prana untuk mengetes kalau Prana itu masih berfungsi atau tidak.

Salim mengambil rumput di bawah dan melafalkan beberapa kalimat, dan ''krssss'' rumput itu membeku, ternyata ilmu Prana masih bisa di gunakan di abad 21 ini.

Tapi karena Salim hanya fokus ke Prana jadi Salim tidak menyadari kalau ada orang yang melihat nya, orang itu adalah Kail dia kabur dari rumah karena banyaknya tugas dari ayahnya.

Kail menatap Salim dan berkata, ''a-apakah itu... Prana?'' Salim mencurigai Kail karena Kail sendiri tidak terlihat memiliki tenaga Prana tetapi mengetahui apa itu Prana.

''Siapa kau sebenarnya?''.

''Aaku Kail, aku adalah anak kepala desa, ma maaf karena mengganggu, ta tapi bukan kah ilmu Prana sudah tidak ada lagi yang bisa mempelajarinya?'' tanya Kail.

Salim terkejut kalau sebenarnya ilmu Prana sudah tidak ada lagi di zaman sekarang tetapi kenapa Salim masih bisa menggunakannya, itu karena bekal ilmu yang diturunkan dari gurunya.

Guru ilmu Prana yang mengajari Salim adalah tetua Desa Mashin, atau lebih mudahnya leluhur desa Mashin di abad ini. Kail pun menjelaskan kalau sebenarnya tempat latihan yang dulu adalah tempat yang suci untuk berlatih telah di hancurkan oleh sekte penyembah iblis 300 tahun yang lalu.

''Sekte penyembah iblis? bukannya itu hanya kelompok kecil.''

''Itu karena saat hancurnya Kerajaan Maya dan sekte penyembah iblis itu memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari anggota baru dan mulai peperangan dengan Desa Mashin dan akhirnya tempat latihan itu hancur setelah ratusan tahun bermusuhan, jadi ilmu Prana sekarang sudah tidak di ajarkan lagi.''

Dan lagi dua hari yang lali Kail bermimpi akan bertemu dengan dua orang yang bisa menggunakan Prana, dan hal itu sudah terjadi tetapi orang yang satunya lagi tidak diketahui identitasnya.

''Oh iya, bagaimana kalau kau ke rumah ku, ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan.''

''baiklah.''

...I I I I I I I I I I I I I I I...

...< NOX Eps 9. Karya Wisata 4 (Fakta Dari Masa Lalu) selesai >...

1
rizal zailani
MC tampangnya Tablo ekekkkeke
rizal zailani
aaaajjggg weton goblookkk
Gabriella Excell
Thor, ini typo kah? "berbeda di dalam kelas"

atau "berada di dalam kelas" ?
XMYZLX
Semangat, thor
🔥🔥🔥
anggita
sip👌👍👏
DINA OCTAVIA
kalo pke system we baca
KANG Milf NTR_-
inspirasi dri nano machine?
Jimmy Avolution
Up...up...up...
Jimmy Avolution
Apik...
Jimmy Avolution
Sippp...
Jimmy Avolution
Tambah seru...
Jimmy Avolution
Seru...
Jimmy Avolution
Bagus....
Jimmy Avolution
Asyiek....
Jimmy Avolution
Ayo ...
Jimmy Avolution
Apik...
Jimmy Avolution
Bagus ...
Jimmy Avolution
Sippp...
Jimmy Avolution
Sipppp....
Jimmy Avolution
Seru....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!