NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

​Adit berjalan keluar dari Kandang Otomatis dengan senyum yang tak bisa lepas dari wajahnya.

Di tangan kanannya, ia menggenggam sebutir Telur Emas Murni yang masih memancarkan hawa hangat.

​"Sistem bilang telur ini bisa memulihkan stamina dan meningkatkan vitalitas. Sebaiknya aku buktikan sendiri khasiatnya," gumam Adit sambil melangkah menuju dapur rumahnya.

​Sesampainya di dapur, Adit menyalakan kompor dan merebus air di dalam panci kecil.

Ia sengaja ingin merebus telur itu setengah matang agar nutrisi dan energi spiritual di dalamnya tidak rusak oleh panas yang berlebihan.

​Tiga menit kemudian, Adit mengangkat telur emas itu.

​Ajaibnya, cangkang telur itu sama sekali tidak terasa panas menyengat saat disentuh langsung dengan jari, melainkan hanya menyisakan kehangatan yang nyaman.

​"Klotak... kletek..."

​Adit mengupas cangkang keemasan itu dengan hati-hati. Begitu cangkangnya terkelupas, aroma harum yang sangat menggugah selera langsung memenuhi seluruh ruangan dapur.

Tidak ada bau amis sedikit pun, yang ada hanyalah aroma gurih manis yang membuat air liur menetes.

​Tanpa membuang waktu, Adit melahap telur rebus setengah matang itu dalam satu gigitan.

​Kuning telur yang lumer di mulutnya terasa luar biasa nikmat, meledak dengan rasa gurih yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Namun, kejutan sebenarnya baru saja dimulai.

​Begitu telur itu tertelan, Adit merasakan aliran panas yang sangat kuat meledak dari dalam perutnya.

Arus hangat itu menjalar dengan cepat ke seluruh pembuluh darah, otot, hingga ke sumsum tulang belakangnya.

​"Ukh!"

​Adit mengepalkan tangannya. Ia bisa merasakan otot-otot di lengannya menegang dan memadat.

Rasa pegal di bahunya akibat menangkis balok kayu preman tadi pagi lenyap seketika tak berbekas.

​[Ting!]

[Pemberitahuan Sistem: Tuan telah mengonsumsi Telur Emas Murni tingkat tinggi.]

[Efek Pemulihan Ekstrem aktif. Seluruh kelelahan fisik dan sel yang rusak telah diregenerasi sempurna.]

[Selamat! Atribut Fisik Dasar Tuan Kekuatan, Kecepatan, Ketahanan meningkat secara permanen sebesar 20%.]

[Energi Spiritual di dalam tubuh Tuan mulai terbangun.]

​Adit membuka matanya yang kini memancarkan sorot tajam yang jernih. Tubuhnya terasa seringan kapas, namun sekaligus sekokoh batu karang.

​"Luar biasa... pantas saja harganya lima ratus ribu per butir.

Kalau telur ini dijual ke para miliarder tua yang sakit-sakitan di kota, mereka pasti rela membayar puluhan juta!" tawa Adit puas.

​Ia segera merencanakan untuk menyimpan sebagian telur emas itu sebagai bibit penetasan agar populasi Bebek Peking Berapi miliknya berlipat ganda, dan sebagian lagi akan ia tawarkan kepada Riana atau Pak Hartono.

​Sementara itu, di waktu yang sama, suasana di Balai Desa Sukamaju terasa sangat tegang.

​Kepala Desa Supri sedang duduk menghisap cerutu di ruang kerjanya dengan wajah masam.

Kejadian beberapa hari lalu, di mana ia dipermalukan oleh Adit di depan warganya sendiri, masih membekas menjadi luka gengsi yang mendalam.

​"Brumm..."

​Suara mesin mobil mewah terdengar memasuki halaman balai desa.

​Seorang pria berjas merah marun turun dari dalam mobil sedan hitam mengkilap.

Tangan kanannya tampak dibalut perban elastis. Pria itu adalah Anton.

​Kades Supri segera berdiri menyambut tamunya yang sudah membuat janji secara rahasia sejak siang tadi.

​"Silakan masuk, Nak Anton. Wah, jauh-jauh dari kota repot-repot datang ke balai desa terpencil ini," sapa Kades Supri dengan senyum palsu yang menjilat.

​Anton mendengus kasar, lalu melempar sebuah koper perak kecil ke atas meja kayu jati milik sang Kepala Desa.

​"Klik! Ceklek!"

​Koper itu terbuka, menampilkan tumpukan uang kertas seratus ribuan yang masih baru dan diikat rapi.

Mata Kades Supri langsung membelalak lebar melihat nominal yang ditaksirnya mencapai puluhan juta rupiah.

​"Itu lima puluh juta, uang muka untuk kerja sama kita. Kalau kau berhasil melakukan apa yang kuminta, aku akan tambah seratus juta lagi," ucap Anton dingin sambil duduk menyilangkan kakinya.

​Kades Supri menelan ludah, lalu mengusap-usap tangannya dengan serakah.

"Tentu, tentu! Nak Anton ini putra dari Bos Restoran Mahkota, kan? Ada yang bisa Bapak bantu?"

​"Aku mau kau menghancurkan si bajingan kampung bernama Adit itu!" geram Anton sambil memegang pergelangan tangannya yang masih ngilu.

​"Dia sudah merusak rencana bisnisku di kota.

Preman bayaranku gagal menghentikan truk pengirimannya hari ini. Aku tahu kau juga punya dendam padanya, kan?"

​Kades Supri mengangguk cepat.

"Bocah ingusan itu memang terlalu sombong sejak pulang dari kota. Tapi tanah dan kebunnya itu secara sah milik warisan kakeknya, Nak Anton.

Agak susah kalau mau main gusur pakai preman, dia itu tenaganya seperti banteng."

​Anton tersenyum licik, sebuah senyum yang penuh dengan kelicikan pengusaha busuk.

​"Siapa yang bilang kita akan pakai cara kasar? Kita pakai cara legal.

Kau ini Kepala Desa, kan? Kau yang memegang buku arsip tanah dan sertifikat desa."

​Kades Supri terdiam sejenak, otaknya mulai menangkap maksud dari rencana Anton.

​"Maksud Nak Anton... kita ubah batas patok tanahnya di buku desa?"

​"Tepat sekali!" Anton menjentikkan jarinya.

"Cari celah hukum, entah itu pajak yang belum dibayar kakeknya puluhan tahun lalu, atau ubah peta desa sehingga dua hektar tanahnya itu masuk ke dalam 'Tanah Kas Desa'."

​"Kalau tanah itu terbukti milik desa secara dokumen, aku sebagai investor luar akan 'menyewa' tanah itu dari desa dengan harga tinggi.

Kau dapat uang masuk, dan si gembel Adit itu akan terusir dari tanahnya sendiri secara hukum," jelas Anton dengan mata menyipit tajam.

​Kades Supri tertawa pelan. Ia bangkit dan berjalan menuju lemari besi tua di sudut ruangan, lalu mengeluarkan sebuah buku besar berdebu yang berisi peta blok tanah desa dari zaman Orde Baru.

​"Nak Anton tenang saja. Surat Keterangan Tanah di desa ini semuanya Bapak yang tanda tangan.

Bapak bisa memanipulasi batas ukurnya malam ini juga," seringai Kades Supri sambil menepuk buku tebal itu.

​"Besok pagi, Bapak akan bawa petugas kepolisian sektor dan aparat desa untuk menyegel kebunnya.

Kita lihat apakah bocah itu berani melawan hukum pemerintah!"

​Anton tertawa terbahak-bahak. Keduanya bersulang dengan cangkir kopi hitam yang ada di meja, merayakan kehancuran Adit yang mereka anggap sudah di depan mata.

​Kembali ke rumah Adit.

​"Hatchi!"

​Adit tiba-tiba bersin saat sedang menyapu halaman belakang. Ia mengusap hidungnya sambil mengerutkan kening.

​"Pasti ada lalat biru yang sedang membicarakan keburukanku di belakang," gumamnya santai.

​Ia tidak memedulikannya. Saat ini, fokusnya tertuju pada Kandang Otomatis.

Bukan hanya Bebek Peking Berapi yang memberikan kejutan, tetapi seratus ekor Puyuh Gurun Zamrud juga mulai bertelur!

​Telur-telur puyuh itu tidak bercorak hitam putih biasa, melainkan berwarna hijau zamrud tembus pandang seperti kristal yang sangat indah.

​Malam ini, Adit merasa bisnisnya akan segera menembus batas kewajaran akal sehat manusia.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!