Disarankan untuk membaca "Cold Woman Itu Istriku" terlebih dahulu sebelum membaca ini.
Sebuah kisah dari Daniel Nandra Sharman pria dingin nan tampan pemegang dua perusahaan besar sekaligus dengan dua jabatan berbeda harus menikah dengan wanita yang mengaku telah mengandung anaknya padahal ia sama sekali tidak pernah melecehkan atau menyentuh wanita manapun. Termasuk wanita tersebut, ia mengenalnya saja tidak.
Khanza Adelia Dinata, perempuan cantik yang berasal dari keluarga kurang mampun. Ia merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Orang tuanya yang sudah berumur memaksa dirinya untuk bekerja keras tapi dua kali ia harus dipecat gara-gara seseorang. Ia memiliki dua adik laki-laki, adik bungsunya menderita sakit ASMA membuatnya harus ekstra kerja keras untuk adiknya. Suatu ketika sakit adiknya kambuh dan dia sedang tidak memegang uang sama sekali begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Ide gila nan kotor muncul di kepalanya begitu saja, dengan cara kotor ia menjebak seorang pria yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan menikahinya maka kemungkinan dengan begitu perekonomian keluarganya terjamin dan adiknya tidak akan kesusahan menerima pengobatan.
Apakah harapannya itu akan sesuai dengan apa yang ia perkirakan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
Pernikahan Daniel akhirnya terjadi juga, pria dingin tak memiliki ekspresi diwajahnya itu memandang dirinya di cermin dengan kemeja putih ala-ala orang menikah. Dibelakangnya ada Dirga dan juga Reyhan, Reyhan menatap kakaknya iba. Muka yang dulu tak menunjukkan eskpresi sekarang seakan semakin menghilang ekspresi kebahagian di wajahnya.
“Kak, kau tidak memberontak atau bagaimana. Aku akan membantumu” ucap reyhan mendekati Daniel.
Daniel mendudukkan dirinya mendongak menatap Reyhan
“Tidak, kau tidak perlu membantuku lagi. Ini kesempatan diriku membuat perempuan itu menderita salah sendiri mau berurusan dengan saat ini” tegas Daniel menggenggam erat kedua tangannya seakan geram.
Dirga mendekati Daniel yang duduk berbicara dengan Reyhan.
“Kau jangan bicara begitu, kau memang saat ini membencinya tapi rasa cinta itu pasti ada nantinya. Sudahlah yang ikhlas, dulu aku juga menolah menikah dengan kakakmu tapi lihat sekarang kita berdua bahagia”
“jangan menceramahi ku, kasus mu dan kasus ku beda mengerti” tukas Daniel menatap dingin kakak iparnya tersebut.
“Daniel ayolah jangan begini, dan ketika menikah nanti baiklah dengan dia. Umurnya juga jauh di atasmu Daniel jadi kau harus sopan dengan istrimu walaupun kau tidak mencintainya tapi anggaplah dia sebagai kakak atau sahabat bagimu” ucap Dirga memegang lembut bahu Daniel saat ini.
Daniel menepis tangan Dirga yang ada di bahunya menatap tajam pria didepannya,
Reyhan yang berada di situ tampak was-was jika Daniel marah pada Dirga nantinya dan malah berujung bertengkar karena notabennya sifat kedua orang itu sama-sama keras.
“Kau bilang umurnya lebih tua dariku, berapa tahun dari ku. Astaga Papa memang gila menikahkan ku dengan perempuan lebih tua dariku”
“Dia seumuran denganmu?” lanjut Daniel lagi bertanya pada Dirga.
“Tidak lebih tua dariku, umurnya dua puluh Lima tahun seumuran dengan kak Dewa” jawab Dirga sembari melihat adik iparnya itu yang seakan tak percaya.
“Sungguh gila Marco itu, bagaimana bisa dia memaksaku menikah dengan perempuan mata duitan, hamil yang belum jelas anakku atau bukan dan lebih parahnya perempuan itu lebih tua empat tahun dariku” Dani memegang lehernya yang terasa berat dia tidak habis pikir dengan ini semua.
Bahkan ia yang biasanya bersikap dingin seketika terbelalak dan mengeluarkan kalimat panjang untuk menunjang ketidak percayaan dirinya. Dia yang berumur dua puluh satu tahun harus menikah dengan perempuan yang berumur dua puluh lima sungguh tidak bisa dipercaya.
“Marco brengsek,..” teriaknya frustasi menyebutkan nama Papanya. Sungguh kebenciannya pada Marco saat ini meningkat, beberapa bulan lalu sempat meredam sekarang ahk,,membuat dirinya kesal.
………………
Ditempat lain Khanza juga sedang dirias saat ini, melihat pantulan dirinya dari cermin membuat ia meneteskan air mata tanpa sadar.
“Loh mbaknya kok nangis mbak. Make up-nya jadi rusak” ucap sang penata rias.
“Ah maaf mbak” ucap Khanza merasa tidak enak dan dia buru-buru menghapus air matanya.
“Seharusnya mbaknya bahagia di saat seperti ini, pernikahan yang penuh bahagia. Apalagi mbaknya mau nikah sama anak salah satu pengusaha sukses di negara ini. Bukan itu saja suami mbak kan pemilik dari Sharman Group sekaligus pemegang jabatan di perusahaannya pak Marco. Mas Daniel juga ganteng kan, makanya harus bahagia atuh mbak jangan nangis” ucap sang penata rias.
Mendengar itu Khanza hanya tersenyum kecut, bagi mereka yang melihatnya seakan ini sebuah keberuntungan untuknya tapi bagi dirinya seperti menghantarkan diri kedalam jurang.
Dulu pikirannya juga begitu menjadi istri dari pria kaya sehingga membuatnya berbuat kotor, tapi kini saat harapannya terwujud malah hatinya seakan risau dan taku. Takut dengan bagaimana cara pria itu memperlakukannya.
“Kau sudah siap” dena datang menghampiri Khanza yang duduk membelakangi dirinya saat ini. Rasa canggung membuat Seakan sungkan untuk bicara dengan calon istri Daniel.
Khanza menyadari kecanggungan pada diri Dena, dia berbalik menatap Dena.
“Kau tidak usah canggung denganku, bersikaplah nyaman. Bagaimanapun aku adik ipar mu meskipun aku lebih dewasa darimu”
“Kau tidak apa jika aku begitu” Dena menatap Khanza yang mulai berdiri.
‘Tidak,” ucap Khanza singkat, dia juga menggeleng pelan.
“Ayo kita ke depan” Dena menggandeng tangan Khanza saat ini mengajak perempuan itu ke depan. Sesekali ia melihat wajah Khanza yang terlihat sedih, dan merasa menyesal melakukan semua ini.
“Penyesalan memang datang terlambat,” ucap Dena tiba-tiba sambil berjalan menggandeng tangan Khanza.
Khanza melihat kesamping lebih tepatnya melihat dena yang saat ini telah kembali fokus menatap ke depan.
......................
Daniel dan Khanza sudah resmi menikah saat ini, mereka berdua duduk di pelaminan megah yang telah di persiapkan Marco sebelumnya. Sedari mereka sah menjadi sepasang suami istri tadi mereka berdua tidak bicara satu sama lain. Daniel mendiamkan Khanza sedari tadi bahkan saat tamu-tamu datang menyalami mereka untuk mengucapkan selamat.
Saat ada tamu lagi yang akan menjabat tangan Daniel tiba-tiba langsung pergi meninggalkan Khanza sendirian di pelaminan. Daniel berjalan kearah kedua temannya Agam dan juga Tirta yang datang ke acara pernikahannya mereka berdua duduk di meja bundar tidak jauh dari pelaminan.
Semua yang melihat Daniel meninggalkan istrinya begitu saja menatap heran, sebenarnya ada apa dengan pengantin pria.
“Hei, kenapa kau kesini. Sana kembali istri ditinggal sendirian” ucap Agam pada Daniel saat mengambil duduk di meja yang sama dengan mereka.
Seketika Daniel langsung menatap sahabatnya itu.
“Jangan asal bicara, dia bukan istriku” nada dingin keluar dari mulut Daniel. Dan dia langsung mengambil minum milik Tirta yang belum di minum sama sekali.
“Hei, hei, kenapa kau minum-minumanku. Itu minuman beralkohol. Kau tidak meminum seperti itu kan” ucap tirta berusaha menghentikan Daniel yang meminum minumannya hingga tandas.
“Daniel, bukannya kau ingin menjaga kesehatanmu agar kau bisa melindungi kakakmu. Lalu kenapa kau sekarang malah meminum seperti ini yang sangat kau benci” ucap Tirta serta Agam yang memperhatikan Daniel memegang kuat gelas yang telah kosong.
“Aku tidak perduli lagi dengan dia atau dengan kesehatanku. Untuk apa juga aku melindungi orang yang tidak percaya lagi padaku. Aku tidak perduli lagi dengan semua orang, aku benci mereka. Sekarang aku sendiri, kembaran yang ku anggap lebih dari apapun malah kini memihak perempuan perusak keluargaku itu. Gara-gara perempuan licik keluargaku hancur dia merebut semua perhatian dariku” ucap Daniel yang mulai meracau, karena memang dia tidak bisa minum-minuman beralkohol seperti yang dia minum tadi.
“Hei, kau jangan khawatir jangan terpuruk dan membuat dirimu menderita. Ada kita disini ada adikmu Reyhan juga yang selalu mendukungmu Daniel.” Ucap Agam berdiri memegang bahu Daniel yang memukul-mukul kan gelas di atas meja.
Dalam diam Daniel berdiri dari duduknya dengan sempoyongan, Agam dan Tirta juga berdiri, mereka waspada untuk menjaga keseimbangan Daniel agar tidak sempoyongan dan jatuh.
Pyarrr
Daniel dengan kuat membanting gelas yang ada di genggaman tangannya saat ini, semua pasang mata yang ada di acara itu melihat semua kearah tiga orang yang duduk tidak jauh dari pelaminan.
Agam dan Tirta saling melihat satu sama lain sambil menghindar dari pecahan gelas dilantai.
“Aku benci dengan wanita itu, aku membencinya. “ucapnya frustasi mengundang semua melihat penasaran.
Marco yang tengah berbicara dengan rekan kerjanya bersama Doni langsung melihat kearah kerumunan saat ini. Dia melihat anaknya itu yang sempoyong tidak tegap dalam berdiri.
Reyhan langsung berjalan mendekati Daniel begitu juga dengan Dena serta Dirga.
Daniel menarik taplak meja membuat semua yang ada di meja itu berhambur kelantai, dia benar-benar sudah dalam pengaruh Alkohol saat ini. Meluapkan segala emosi dalam dirinya.
“Sayang Daniel,” ucap Dena tampak sedih melihat Dirga yang ada disebelahnya.
“Kamu tenang saja, aku akan menangkannya kamu disini saja ya” ucap Dirga menenangkan Dena dan langsung berjalan kearah Daniel yang sudah dipegangi oleh Agam dan juga Tirta.
“Daniel tenanglah, ayo pergi” ajak Agam dan juga Tirta.
“Tidak, aku tidak akan pergi sebelum menghancurkan acara ini membuat Marco malu dengan apa yang ku perbuat” ucap Daniel berusaha melepaskan diri dari pegangan Agam dan juga Tirta.
“Kak jangan begini, bukan hanya Papa nanti yang malu tapi dirimu. Ingat kau Chairman dari Sharman Group. Mereka yang tidak suka denganmu akan menjatuhkan dirimu dengan mudah” ucap Reyhan mencoba membuat kakaknya itu tenang.
“Daniel dengarkan apa kata Reyhan” ucap Dirga yang datang mendekati Daniel saat ini.
“Orang luar kenapa ikut campur” decih Daniel menatap Dirga tidak suka.
Marco datang bersama dua orang yang seperti pengawal, dia menatap kedua orang itu.
“Bawa dia masuk, kurung dia di ruangan kosong” perintah Marco kepada dua orang yang datang bersamanya.
Dirga terperanjak mendengar itu, dia menatap Papa mertuanya.
“Pa tidak harus begitu meladeni Daniel, kalau Papa bersikap keras begitu padanya bukannya dia melunak tapi malah semakin membenci Papa” ucap Dirga menatap mertuanya.
“tidak ada cara lain Dirga, dia harus menyadari kesalahannya. Dan dia ku kurung untuk menghindari media meliputnya dalam kondisi seperti ini” jelas Marco.
“Pa, kakakku bukan hewan yang bisa Papa kurung seperti itu” ucap Reyhan menatap sang papa.
“Sudah berapa kali Papa bilang, kau jangan ikut campur urusan orang tua Reyhan” bentak Marco pada putra bungsunya.
“Papa kenapa bersikap seenaknya sendiri dengan adik-adikku,.” Ucap dena yang datang.
Marco malah pergi saat Dena datang, karena kalau dia menanggapi Dena maka masalahnya malah semakin panjang dirinya dan Dina tidak akan bisa saling mengalah.
“Pa..Papa” teriak dena memanggil Papanya yang malah pergi.
“Sayang sudahlah, biarkan seperti ini dulu. tidak enak dilihat para tamu. Lebih baik kau temui Khanza pasti dia sedih dan merasa sakit hati dengan semua ini” ucap Dirga menenangkan Dena.
°°°
T.B.C
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa