NovelToon NovelToon
Bidadari Surga Yang Dirindukan

Bidadari Surga Yang Dirindukan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: Leny Fairuz

Dalam Sekuel kedua mengisahkan tentang lika-liku kehidupan Khaira Althafunnisa putri Hani dan Faiq dalam menemukan cinta sejati. Khaira telah menetapkan hatinya pada Abbas, seorang lelaki sederhana yang telah menggenggam hatinya sejak awal. Dengan kepergian Abbas meyakinkan Khaira bahwa mereka akan sehidup sesurga, hingga ia menutup hatinya untuk siapa pun yang mencoba mendekati dan meminangnya. Alexsander Ivandra seorang Ceo New Star Corp., tidak percaya yang namanya cinta sejati. Setelah diselingkuhi Sandra, kekasihnya yang seorang artis juga model termahal yang merupakan artis dibawah naungan manajemen artis miliknya, sulit bagi Ivan untuk mempercayai seorang wanita, hingga akhirnya pertemuan pertama hingga kesekian kali dengan Khaira membuat Ivan merasakan ada yang berbeda. Mampukah Ivan menaklukkan hati Khaira yang terlanjur membeku untuk memulai hubungan baru dengan seorang pria. Bagaimana cara Ivan untuk membuktikan bahwa perasaannya benar-benar tulus, bukan sekedar cinta biasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leny Fairuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Bab 6

Pagi itu di ruangan sidang masih tampak lengang. Hanif yang paling awal datang. Ia ingin masalah ini segera berlalu. Ia dan Hani sudah berjanji untuk memulai dari awal. Dan mereka akan berjuang bersama untuk membesarkan 3 malaikat kecil yang telah dititipkan Allah kepada kakaknya. Dan ia berjanji pada diri sendiri akan selalu membahagiakan keempatnya.

Di dalam ruangan, Faiq masih menahan debaran di jantungnya. Ia yakin hari ini akan melihat sang pemilik mata sayu.  Tak  bisa mengingkari perasaannya bahwa  ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan  Hanifah az Zahra.

“Sudah siap, Mas?” Hesti muncul di dalam ruangannya tiba-tiba tanpa mengetuk pintu.

Faiq mengerutkan keningnya, “Tentu saja, 10 menit lagi kan…?” tanpa mempedulikan keberadaan Hesti, ia langsung memakai baju kebesarannya.

Hendro nyelonong ke dalam ruangannya, “Masa iddah langsung tancap, boss… Jangan  kelamaan, ntar keduluan yang lain.”

Faiq tersenyum tipis. Ia segera melangkah keluar meninggalkan dua rekannya yang mengikuti dari belakang. Ia mengedarkan pandangan ke dalam ruangan sidang, mengharapkan menemukan sosok yang telah mengganggu pikirannya.

“Nggak datang. Udah diwakili adiknya, tuh.” Hendro memberikan isyarat pada Faiq lewat bibirnya. Ia sudah mengamati gerak-gerak rekan kerjanya itu yang tidak sabar untuk segera memasuki ruang sidang.

Tampak Johan bersama pengacara Aditama lengkap dengan personilnya, sudah berada di posisi masing-masing. Mereka kelihatan santai, karena sudah yakin  gugatan mereka hari ini akan dikabulkan.

Hendro memulai persidangan, dengan menanyakan kehadiran kedua belah pihak sebelum hasil akhir dibacakan. Seketika ruangan langsung hening. Dan tanpa banyak pedebatan, hakim langsung memutuskan bahwa gugatan perceraian antara Aditama Prayoga dan Hanifah Az Zahra telah dikabulkan oleh pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Hani menghapus airmata yang terus mengalir di pipi. Tiada tempat ia mencurahkan segala keluh kesahnya. Kini diatas tikar sembahyang ia menangis mengadu, menyerahkan segala permasalahan kepada sang pemilik jiwa dan raganya.

“Ya Allah Maha pemilik hati, kuatkanlah hati hamba-Mu yang lemah ini agar tetap kuat menerima cobaan yang Engkau limpahkan. Jadikan hamba-Mu selalu bersyukur saat diuji dan tetap dalam keadaan iman dan Islam, sehingga mampu mendidik buah hati hamba menjadi anak yang saleh dan sholehah. Ya Allah, Engkau Maha mengetahui segalanya, tunjukkanlah yang benar itu benar. Dan yang salah itu salah. Bukakan hati orang-orang yang menzolimi kami untuk melihat kebenaran ya Allah. Hanya kepada-Mu ya Allah, hamba-Mu yang lemah ini memohon.” Setelah puas mengadu dengan menumpahkan segala unek-uneknya, akhirnya Hani menuju peraduan untuk menemani ketiga buah hatinya yang masih terlelap.

Pagi itu, Hani baru selesai membantu Mbak Darmi, meracik bumbu untuk memasak menu bagi pelanggan rumah makannya. Dan ia sangat bersyukur dari hari ke hari peminat yang makan di tempat mereka semakin  ramai, sehingga jam empat sore mereka harus menutup rumah makan karena menu sudah  tidak bersisa.

Hani sudah duduk bersantai bersama  buah hatinya. Ketiganya sudah wangi dan sedang bermain bersama di teras samping rumah makan yang bersambung dengan rumah kecil yang sekarang di tempati Hani dan ketiga buah hatinya.

Taklama sebuah mobil sedan mewah memasuki halaman rumah makan itu. Begitu sampai di teras tempat Hani bercengkrama dengan anak-anaknya mobil itu berhenti. Kemudian keluarlah seorang lelaki parobaya yang diikuti dua orang pengawalnya.

“Papa…” Hani terkejut melihat Sofyan Prayoga mertuanya yang sudah lama tak ia temui. “Silakan duduk…” Hani segera mempersilahkan mertuanya duduk di kursi kayu yang hanya tersisa satu di teras rumahnya.

Sofyan memandang kedua cucu kembarnya dengan perasaan terharu. Matanya terpaku pada sosok bayi perempuan mungil yang berada di roda dan tersenyum mengoceh ke arahnya. Ia tertegun. Wajah mungil itu mengingatkannya pada sosok…“Ini putrimu…?” Matanya tak beralih menatap si mungil yang asyik berceloteh riang dengan bahasa planetnya.

“Iya, pa. Maafkan saya tidak bisa mempertahankan pernikahan ini…” tak terasa air mata  menetes di pipi Hani.

Sofyan berjongkok di samping si mungil, “Siapa namanya?” Ia membelai pipi cubby itu dengan penuh perasaan. Ia tau, wajah bayi perempuan Hani  copyan Aditama pada saat seusianya.

“Ananda Hasya Berliana.” ujar Hani seraya mengeluarkan Hasya dari kereta jalan, dan mendudukannya di pangkuan  Hani.

“Kenapa tidak ada nama Prayoga dibelakang namanya?” Sofyan tak melepaskan pandangannya dari si mungil. Ia telah jatuh hati pada Hasya saat pertama melihatnya. Seluruh yang ada pada bayi itu milik Adi, hanya mata bulat beningnya yang mirip Hani.

Hani tertunduk, ia merasa sedih mendengar ucapan mertuanya. Ia merengkuh Hasya dengan kuat. Ia yakin papanya pasti mengetahui permasalahan dalam rumah tangganya sehingga mereka bercerai

“Maafkan papa.” Sofyan memandangnya dengan raut kesedihan, “Papa tidak bisa menepati janji dengan almarhum ayahmu. Tapi papa janji, anakmu akan mendapatkan hak yang lebih dari pada perempuan yang merebut posisimu.”

Sofyan segera memerintahkan pengawalnya untuk mengambil berkas yang tertinggal di mobilnya. Ia sudah mempersiapkan pembagian untuk cucunya begitu mendapat laporan dari Johan yang juga orang kepercayaannya untuk mendampingi Adi, tentang perceraian anak dan menantu kesayangannya.

Sofyan tak habis pikir dengan kelakuan istrinya yang tega memisahkan anak menantunya serta membiarkan Adi membawa perempuan lain dalam rumah tangganya yang kini juga sedang mengandung anaknya. Hampir dua tahun ia meninggalkan Indonesia untuk membenahi cabang perusahaan mereka yang berada di London.

Ia yakin Adi mampu menjaga dan melindungi anak dan istrinya. Tapi ibarat pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kuat angin yang menerpanya. Dan Adi tidak berhasil  menahan badai yang menerpa rumah tangga mereka.  Ia lebih memilih cinta lamanya dari pada mempertahankan istri serta anak-anak yang telah dimilikinya.

Hani terkejut begitu membuka berkas yang diserahkan Sofyan ke tangannya. Ia memandang wajah mantan mertuanya dengan kening berkerut.

“Rumah di kelapa gading yang sekarang ditempati Adi dan istrinya sudah papa balik namakan untuk putra putrimu….”

“Apa ini tidak berlebihan, pa?”

Sofyan memandang Hani dengan lekat, sambil membelai rambut kriwil Hasya, “Kalian berhak mendapatkan yang terbaik. Dan papa akan menjamin itu. Jadi simpan ini sebaik-baiknya. Pergunakan untuk keperluanmu dan anak-anakmu. Hanya ini yang dapat papa berikan untuk kalian.”

 

 

1
DewiKar72501823
kok rada bingung ya ak..bab di atas orang tua Faiq n Adi sahabatan..pas di restoran Faiq sudah tau klo Adi mantan suami Hani, di sini kok masih bertanya klo yg lg bersama anaknya siapa?? piye Iki Thor monitor
tri sutami
faiq tellu lembek.. mending adi.. cma 1x dia khilaf.. ini brkli2 knpaa di maafin
Khairul Azam
bener bener ini novel otornya sok baik. anak dihina begitu diem aja gak ada pembelaan. baik sih boleh tapi harus tau mana yg perlu dibaiki dan mana yg nggak patut untuk dibaiki.
Khairul Azam
ini ni yg gak aku suka dinovel ini, ara gak pernah balas ucapan kasar dr orang yg sudah kasar sama dia. baik boleh tp klo sudah ngomkng kasar balas lah.
Khairul Azam
semua bilang bersatu bersatu trs klo mereka mengalami apa yg dirasaakan ara masih kah mereka bilang bersatu.
Khairul Azam
aku pun jg gak ada simpati sama sekali sama ivan.
Khairul Azam
emang bener sih ivan terlalu meremehkan ara. coba kalo anaknya bryan gak ninggak gak mungkin dia nyari ara.
Khairul Azam
orang pokigami itu pada dasarnya gak ada yg bahagia, yg bilang ikhlas ikhal dipoligami itu hanya sekedar menghibur diri nya sendiri, banyak yg tau agama yg poligami bilang adil dan khlas itu bohong mereka laki lakinya hanya memuaskan nafsunya saja memanjakan slangkangan mereka aja..
Khairul Azam
menjijikan mau balikan manusia manusia sampah
Khairul Azam
menjijikan ivan
Marni Marni
màsa lalu ivan mungkin buruk, tp jujur melihat kesungguhan dan penyesalan ivan saya lbh suka rara kembali sama ivan, biarkan anak" nya mendapatkan kasih sayang dr ayah kandungnya, setiap manusia bs berubah utk menjadi lbh baik
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih sudah di ijinin baca Marathon TAMAT MBAK Author, semoga kita semua selalu di beri sehat, Aamiin 🤲
Bundanya Pandu Pharamadina
Masya Allah semoga apa yg di harapkan terqobul Ivan Khaira
Bundanya Pandu Pharamadina
adik kakak ipar rukun harmonis
❤❤❤❤
almarhum Adi, Tariq ,Hani ,pastinya bahagia
Bundanya Pandu Pharamadina
Khaira... ayo semangat dan jemput kebahagiaan mu(Khaira)
Bundanya Pandu Pharamadina
sehidup semati.
❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Andai dan andai terus Fariq, lenggah dan mudah tertipu mah iya jadi suami
Bundanya Pandu Pharamadina
Alhamdulillah Faiq sadar
Bundanya Pandu Pharamadina
Hani kamu juga harus tegas dan bila perlu ulat bulunya tumpas pakai sianida, Faiq bikin mak mak pengen ngetok pake palu biar sadar di Faiq
Bundanya Pandu Pharamadina
yg tegas dong lakinya, jangan ya ya aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!