NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Tuan Darmawan sama sekali tidak curiga dan langsung menyodorkan tongkat hitam berat itu langsung ke tangan Saka. "Ambillah Saka, tolong lakukan apapun yang kau bisa untuk menyelamatkan nyawa orang tua ini." Ucapnya memohon penuh harap.

Begitu telapak tangan Saka menggenggam erat gagang tongkat berukir kepala naga itu notifikasi sistem langsung berkedip liar.

[Kontak fisik dengan Tongkat Kayu Naga Hitam terjalin.]

[Memulai proses penyerapan enam ratus poin energi Qi murni secara maksimal.]

Saka memejamkan matanya rapat-rapat saat sebuah gelombang energi panas yang luar biasa besar meledak masuk ke dalam telapak tangannya. Aliran energi itu terasa seperti ribuan jarum kecil yang menyuntikkan kekuatan kehidupan langsung ke dalam setiap sel darah di tubuhnya.

Napas Saka sedikit tertahan karena proses penyerapan kali ini jauh lebih kuat dan menyakitkan dibandingkan sebelumnya. Tuan Darmawan yang melihat Saka memejamkan mata dan berkeringat mengira pemuda itu sedang mengerahkan tenaga dalam untuk melawan iblis di dalam lukisan.

"Bertahanlah anak muda, maafkan aku merepotkanmu dengan barang sialan ini." Gumam Tuan Darmawan merasa bersalah melihat perjuangan Saka.

Padahal di dalam hatinya Saka sedang bersorak kegirangan merasakan kekuatan dewa mengalir masuk menyempurnakan sistemnya.

Wusss.

Hawa panas di tubuhnya perlahan mereda digantikan oleh rasa sejuk yang luar biasa melegakan seluruh panca indranya.

[Penyerapan energi Qi berhasil diselesaikan dengan sempurna.]

[Progres Misi Utama Tahap Dua: 1000 dari 1000 Poin Qi terpenuhi.]

[Selamat, Misi Utama Tahap Dua berhasil diselesaikan.]

[Sistem sedang memproses pembukaan fitur tingkat dewa, mohon tunggu sebentar.]

Saka menarik napas panjang dan membuka matanya yang kini memancarkan kilatan cahaya keemasan sekilas sebelum kembali normal. Dia meletakkan ujung tongkat naga itu tepat di atas lukisan wanita menangis seolah sedang menyegel sesuatu dengan mantap.

"Selesai Pak Darmawan, energi jahatnya sudah saya kunci sementara waktu menggunakan kekuatan tongkat ini." Ucap Saka sambil mengusap keringat di dahinya.

"Syukurlah, terima kasih banyak Saka, kau benar-benar penyelamat hidupku hari ini." Jawab Tuan Darmawan dengan wajah yang kini terlihat jauh lebih lega dan cerah.

"Sekarang Bapak bisa menggulung lukisan ini dan membuangnya ke laut lepas atau sungai besar agar energinya larut terbawa air." Saran Saka memberikan solusi akhir yang asal-asalan namun meyakinkan.

Tuan Darmawan langsung menggulung lukisan itu cepat-cepat dan memasukkannya kembali ke dalam tabung kulit dengan tangan gemetar. "Aku akan menyuruh supirku membuangnya ke tengah laut sore ini juga tanpa penundaan lagi."

Ding.

Suara mekanik sistem kembali berbunyi nyaring di dalam kepala Saka menandakan proses pembaruan telah selesai.

[Fitur Transfer Qi Penyembuh telah resmi dibuka dan siap digunakan.]

[Master kini mampu menyalurkan energi kehidupan untuk memperbaiki sel jaringan tubuh manusia yang rusak.]

[Peringatan: Penggunaan skill ini akan menguras stamina fisik Master secara signifikan.]

Senyum Saka tidak bisa ditahan lagi hingga ujung bibirnya tertarik maksimal membentuk seringai kebahagiaan yang luar biasa. Harapannya untuk menyembuhkan sang ibu dari tidur panjangnya kini bukan lagi sekadar angan-angan kosong.

"Pak Darmawan, saya harus segera pamit pulang sekarang karena ada urusan keluarga yang sangat mendesak." Ucap Saka sambil berdiri dari duduknya dengan tergesa-gesa.

Dia mengembalikan tongkat naga hitam yang kini sudah kosong melompong tanpa energi itu kembali ke tangan Tuan Darmawan. Pria tua itu menerima tongkatnya tanpa sadar bahwa harta karun aslinya baru saja dicuri tepat di depan matanya sendiri.

"Loh cepat sekali Saka, aku bahkan belum mentraktirmu makan siang yang pantas sebagai tanda terima kasih." Protes Tuan Darmawan ikut berdiri karena merasa tidak enak hati.

"Tidak apa-apa Pak, keselamatan keluarga saya jauh lebih penting saat ini dan kita bisa bertemu lagi di lain waktu." Tolak Saka dengan halus namun sangat tegas.

"Baiklah kalau begitu, ini kartu namaku Saka, hubungi aku kapan saja kau butuh bantuan atau sekadar ingin mengobrol." Tuan Darmawan menyerahkan sebuah kartu nama tebal berlapis emas ke tangan pemuda itu.

"Pintu rumah dan bisnisku akan selalu terbuka lebar untuk menyambut pahlawan sepertimu anak muda." Tambah Tuan Darmawan dengan senyum tulus yang sangat hangat.

"Terima kasih banyak Pak Darmawan, saya permisi dulu." Saka membungkuk sedikit lalu langsung berbalik berjalan cepat keluar dari ruangan VIP tersebut.

Langkah Saka menyusuri lorong kedai teh terasa sangat ringan seolah dia sedang berjalan di atas awan. Jantungnya berdetak kencang dipenuhi oleh rasa rindu dan tidak sabar untuk segera melihat ibunya membuka mata.

Dia langsung melambaikan tangannya menghentikan sebuah taksi kosong yang kebetulan lewat di depan kedai teh tersebut. "Ke Rumah Sakit Harapan Pak, tolong ngebut lewat jalan tol saya bayar dua kali lipat." Perintah Saka begitu duduk di kursi belakang.

Taksi itu langsung melesat kencang membelah jalanan ibukota meninggalkan pasar loak dan segala intriknya jauh di belakang. Di dalam mobil Saka terus menatap telapak tangannya sendiri yang kini terasa hangat memancarkan energi kehidupan murni.

"Tunggu aku ibu, hari ini anakmu akan membawa keajaiban yang selama ini kita doakan setiap malam." Bisik Saka dengan air mata bahagia yang mulai menggenang di sudut matanya.

Sementara itu di rumah keluarga Adijaya kondisi Anya semakin memburuk hingga gadis itu jatuh pingsan di ruang kerjanya. Paman Surya dan beberapa pelayan rumah langsung panik memindahkan tubuh dingin Anya ke kamar tidurnya.

Kutukan ungu itu mulai menyebar agresif karena piring kayu pusaka peninggalan Saka kini telah benar-benar kehabisan energinya. Permainan takdir kini sepenuhnya berada di tangan Saka apakah dia mau menyelamatkan gadis sombong itu atau membiarkannya mati perlahan.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!