NovelToon NovelToon
Sistem Pekerja Super

Sistem Pekerja Super

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulu-Halus

Adrian Wijaya hanya ingin mendapatkan uang tambahan sebelum kuliah dimulai. Namun sebuah sistem misterius tiba-tiba memberinya akses ke berbagai pekerjaan dengan bayaran luar biasa.

Setiap pekerjaan memberinya uang, kemampuan, dan pengalaman baru.

Dari pekerjaan biasa hingga tugas berbahaya di berbagai penjuru dunia, Adrian perlahan menyadari bahwa sistem ini bukan sekadar alat untuk mencari uang.

Ini adalah awal dari kehidupan yang jauh lebih besar dari yang pernah dia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulu-Halus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 — Markas Mau Meledak? Tunggu, Saya Ambil Sisa Bayaran Dulu!

Adrian baru berjalan beberapa langkah ketika suara aneh terdengar dari balik dinding.

Bip.

Dia berhenti.

Bip. Bip.

Suara tersebut semakin cepat.

Adrian menoleh ke belakang.

Pintu besi di ujung lorong masih terbuka. Lampu merah kecil yang sebelumnya tidak menyala kini mulai berkedip di atas kusen.

Bip... bip... bip...

Adrian mengangkat alis.

“Jangan bilang...”

WUUUUUUUU—!

Sirene mendadak meraung.

Suara itu begitu keras sampai menggema sepanjang lorong bawah tanah.

Lampu putih padam.

Sebagai gantinya, lampu darurat merah menyala satu demi satu.

KLIK! KLIK! KLIK!

Seluruh lorong berubah merah.

Adrian berdiri diam.

Dia menatap lampu tersebut beberapa saat.

Kemudian sebuah suara mekanis terdengar dari pengeras suara yang tersembunyi di langit-langit.

【PERINGATAN DARURAT】

【Prosedur penghancuran fasilitas telah diaktifkan.】

Adrian berkedip.

“...Penghancuran?”

Suara itu terus berbicara tanpa memedulikan apakah ada orang yang mendengarnya.

【Seluruh personel diwajibkan meninggalkan kompleks.】

【Sistem penghancuran akan aktif secara otomatis.】

【Hitung mundur dimulai.】

Adrian mengangkat pergelangan tangannya.

00:07:46

Dia menghela napas.

“Baru juga selesai.”

Sirene kembali meraung.

【Tiga puluh detik menuju penghancuran.】

Adrian menatap lorong di depannya.

Kemudian menatap pintu besi.

Lalu menatap dua koper yang ditinggalkan anak buah pemimpin Blood Viper.

Dia berjalan kembali.

Bukan karena ingin menyelamatkan mereka.

Kedua orang itu sudah tidak bernyawa.

Adrian justru berhenti di depan koper.

Dia membungkuk.

Membuka salah satunya.

Uang dolar.

Berlian.

Beberapa benda berharga lainnya.

Adrian diam.

“...Mereka ternyata cukup kaya.”

Dia menoleh ke arah lorong.

Kemudian kembali melihat koper.

“Masih ada waktu.”

Adrian membuka tas merah-putih-birunya.

ZIIIP.

Resleting terbuka.

“Kalau begitu, jangan mubazir.”

Dia mulai memasukkan uang ke dalam tas.

Satu bundel.

Dua bundel.

Tiga bundel.

Gerakannya cepat, tetapi tetap teratur.

Dia tidak memasukkan semuanya secara sembarangan.

Barang yang terlihat berharga dipisahkan.

Uang di bagian bawah.

Batu permata di bagian samping.

Barang keras seperti logam diletakkan di antara celah.

【Dua puluh lima detik.】

Adrian berhenti sebentar.

“Cepat juga.”

Dia melihat jam.

Kemudian kembali bekerja.

Koper kedua dibuka.

Isinya bahkan lebih menarik.

Adrian mengangkat salah satu batangan kecil berwarna kuning.

“Emas?”

Dia mengetuknya dengan jari.

Ting.

Adrian mengangguk puas.

“Lumayan.”

Batangan itu masuk ke dalam tas.

【Dua puluh dua detik.】

Adrian menarik napas.

Kemudian matanya menyapu lorong.

“Kalau tempat ini punya ruang penyimpanan rahasia...”

Dia melihat ke arah pintu baja yang berada beberapa meter dari tempatnya.

“...seharusnya ada di sekitar sini.”

Dia berjalan mendekat.

Tidak ada tulisan besar.

Tidak ada tanda mencolok.

Namun pintunya terlalu tebal untuk ukuran pintu biasa.

Adrian mengetuk permukaannya.

Tuk. Tuk.

Suara pantulannya berbeda.

Dia tersenyum.

“Ketemu.”

【Dua puluh detik.】

Adrian mundur.

Kakinya menapak kuat.

Tubuhnya sedikit merendah.

Kemudian—

DUAANG!

Kakinya menghantam pintu.

Pintu hanya bergetar.

Adrian melihat permukaannya.

“Baja tebal.”

Dia menggeleng.

“Kalau begitu sekali lagi.”

Kali ini dia mengerahkan lebih banyak tenaga.

BOOOOM!

Pintu terlepas dari penguncinya dan terlempar ke dalam.

Adrian melangkah melewati pintu.

Kemudian berhenti.

Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresinya benar-benar berubah.

Di dalam ruangan terdapat tumpukan uang.

Bukan beberapa koper.

Bukan beberapa peti.

Tetapi rak-rak penuh uang tunai.

Di sudut lain terdapat batangan emas.

Kotak-kotak beludru berisi berlian dan batu permata tersusun di atas meja.

Adrian menatap semuanya.

Mulutnya sedikit terbuka.

“...Blood Viper.”

Dia menghela napas panjang.

“Selama ini kalian menyimpan sebanyak ini?”

【Lima belas detik.】

Adrian langsung sadar.

“Ah.”

Dia membuka tasnya.

“Tidak ada waktu untuk kagum.”

Dalam sekejap, Adrian berubah menjadi mesin pengangkut barang.

Bundel uang diambil.

Masuk.

Batangan emas.

Masuk.

Kotak berlian.

Masuk.

Barang berharga lainnya.

Masuk.

【Tiga belas detik.】

Tas semakin besar.

Adrian menekan isinya dengan kedua tangan.

“Masih bisa.”

Dia mengambil beberapa bundel lagi.

【Sebelas detik.】

“Masuk.”

Satu kotak lagi.

“Masuk.”

Beberapa batangan emas.

“Masuk.”

Adrian menarik resleting.

Namun saat hendak menutupnya, pandangannya tertuju pada sebuah meja besar di sudut ruangan.

Di atasnya ada sebuah benda berwarna emas.

Adrian mendekat.

Sebuah asbak.

Tetapi seluruh permukaannya berkilau.

Dia mengangkatnya.

Berat.

Adrian menyeringai.

“Emas juga.”

【Sembilan detik.】

“Sayang kalau ditinggal.”

Asbak tersebut langsung masuk ke dalam tas.

Adrian menarik resleting sampai tertutup.

ZIIIP!

Dia mengangkat tas itu.

Beratnya luar biasa.

Namun Adrian hanya memutar bahunya sedikit.

“Masih kuat.”

Kemudian dia melihat pintu keluar.

Lorong tadi terlalu jauh.

Dengan waktu yang tersisa, kembali ke permukaan bukan pilihan terbaik.

Adrian menoleh ke salah satu sisi ruangan.

Ada kaca besar.

Di baliknya terlihat malam gurun.

Dia berjalan mendekat.

Menatap ke bawah.

Cukup tinggi.

Adrian menggaruk pipinya.

“Kalau lewat sini...”

Dia memperkirakan jaraknya.

“Lebih cepat.”

【Tujuh detik.】

Adrian mundur beberapa langkah.

Tali tas dikencangkan.

Kemudian tubuhnya merendah.

【Enam detik.】

Kaki kanannya menekan lantai.

【Lima detik.】

Adrian melesat.

BRAAAK!

Tubuhnya menghantam kaca.

Retakan menjalar ke segala arah.

Namun kaca masih bertahan.

Adrian menggeram kecil.

“Jangan bikin susah.”

Dia mendorong tubuhnya sekali lagi.

PRANGGG!

Kaca pecah.

Adrian menerobos keluar.

【Empat detik.】

Tubuhnya jatuh dari ketinggian.

Tas besar berisi harta masih berada di bahunya.

【Tiga detik.】

Adrian memutar tubuh.

【Dua detik.】

Kedua kakinya bersiap menyentuh tanah.

【Satu detik.】

Adrian menarik napas.

【Nol.】

BOOOOOOOOOOM!!!

Ledakan dahsyat mengguncang malam.

Bangunan utama Blood Viper seolah meledak dari dalam.

Api menyembur dari jendela.

Dinding beton retak.

Bagian atas bangunan berguncang hebat.

Kemudian ledakan kedua menyusul.

BOOM!

Struktur baja terlempar.

BOOM!

Bagian lain bangunan runtuh.

BOOOOM!

Gelombang api menjalar melalui kompleks.

Dalam hitungan detik, markas Blood Viper berubah menjadi lautan api.

Adrian masih berada di udara.

Gelombang panas menghantam punggungnya.

Namun dia tidak panik.

Dia justru memeluk tasnya sedikit lebih erat.

“Jangan sampai barangnya rusak.”

Beberapa meter sebelum menyentuh tanah, tubuhnya berputar.

DUK!

Kedua kakinya mendarat.

Pasir terlempar.

Tubuh Adrian terdorong ke depan.

Dia melakukan satu kali gulingan dan kemudian berhenti.

Adrian bangkit.

Dia menepuk celana pendeknya.

Debu beterbangan.

Helm merah muda di kepalanya sedikit miring.

Dia membetulkannya.

Baru setelah itu dia menoleh.

Markas Blood Viper sudah berubah menjadi reruntuhan yang terbakar.

Api menjulang ke langit.

Asap hitam membentuk kolom besar.

Potongan beton dan logam masih berjatuhan.

Adrian menatapnya.

“...Berlebihan.”

Dia mengangkat tas di bahunya.

“Tapi lumayan.”

Senyum puas muncul.

“Setidaknya tidak sia-sia.”

Adrian hendak pergi.

Namun—

【Ding!】

Suara System muncul di kepalanya.

Langkah Adrian berhenti.

【Selamat, tuan rumah.】

【Target bernilai tinggi telah berhasil dieliminasi.】

Adrian mengangkat alis.

【Bonus penyelesaian target: 100.000 dolar.】

Mata Adrian langsung membesar.

“Seratus ribu?”

Dia melihat sekeliling.

“Bonus?”

Sudut bibirnya naik.

“Kenapa baru bilang sekarang?”

System tidak menjawab.

Sebagai gantinya—

【Bonus telah ditambahkan ke saldo System.】

Adrian tersenyum puas.

“Bagus.”

Namun belum selesai.

【Misi utama telah berhasil diselesaikan.】

【Misi S-level: Menghancurkan markas Blood Viper.】

【Status: Berhasil.】

Adrian langsung berdiri lebih tegak.

【Hadiah utama: 1.000.000 dolar.】

Dia mengangguk.

“Gaji pokok masuk.”

【Dana telah ditransfer ke rekening luar negeri yang terhubung dengan System.】

“Bagus.”

Adrian menepuk tas di bahunya.

“Bonus juga.”

“Barang juga.”

Dia menghela napas puas.

“Kerja malam ini tidak buruk.”

Namun kemudian suara System kembali terdengar.

【Hadiah tambahan sedang diproses.】

Adrian berkedip.

“Masih ada?”

【Selamat.】

【Tuan rumah memperoleh hadiah: Teknik Pertarungan Tingkat Lanjut.】

Sebelum Adrian sempat bertanya—

BOOM!

Gelombang informasi tiba-tiba membanjiri pikirannya.

Tinju.

Tendangan.

Kuncian.

Lemparan.

Teknik bertarung jarak dekat.

Cara membaca pergerakan lawan.

Cara memindahkan berat tubuh.

Cara menghindari serangan.

Cara menyerang dari sudut yang tidak terduga.

Berbagai macam teknik muncul satu demi satu.

Bukan sekadar pengetahuan.

Tubuh Adrian seolah-olah telah melakukan semua gerakan itu ribuan kali.

Tangannya bergerak sendiri.

Kakinya menyesuaikan posisi.

Pinggang dan bahunya otomatis mengikuti.

Kemudian semuanya berhenti.

Adrian membuka mata.

Dia menatap tangannya sendiri.

Perasaan aneh menjalar di seluruh tubuhnya.

Kekuatan yang sebelumnya dia miliki kini terasa jauh lebih mudah dikendalikan.

Dia mengepalkan tangan.

“Jadi ini hadiahnya.”

Adrian tersenyum.

“Lumayan.”

Dia kemudian melihat ke arah markas yang terbakar.

Kemudian melihat jam tangannya.

00:01:37

Adrian terdiam.

“Masih ada satu menit lebih.”

Dia berpikir sebentar.

Lalu menatap tas besar di bahunya.

“Kalau begitu...”

Dia mulai berjalan menjauh.

“Sudah waktunya pulang.”

---

Beberapa kilometer dari lokasi ledakan.

Di balik bukit pasir, Sienna Hartono masih memegang teropong militernya.

Sejak ledakan pertama, dia belum mengatakan sepatah kata pun.

Tangannya bergetar.

Bukan karena ledakan.

Melainkan karena sosok yang baru saja keluar dari bangunan itu.

Sienna menyesuaikan fokus teropong.

Adrian masih terlihat.

Pemuda itu berjalan santai.

Tas besar tergantung di bahunya.

Helm merah muda masih berada di kepalanya.

Bahkan setelah seluruh markas Blood Viper meledak, dia terlihat seperti seseorang yang baru selesai berbelanja dan hendak pulang.

Sienna perlahan menurunkan teropong.

Wajahnya kosong.

Dia menarik napas.

Kemudian mengangkat teropong lagi.

Masih sama.

Adrian benar-benar masih berjalan.

“...Tidak mungkin.”

Sienna menatap reruntuhan.

Kemudian kembali melihat Adrian.

Dia telah menyaksikan terlalu banyak hal malam ini.

Seorang diri menerobos markas.

Mengalahkan pertahanan Blood Viper.

Menemukan pemimpinnya.

Keluar dari gedung yang kemudian meledak.

Dan sekarang...

Pria itu masih berjalan seperti tidak terjadi apa-apa.

Sienna menggigit bibirnya.

“Adrian...”

Dia tidak menyelesaikan kalimatnya.

Karena untuk pertama kalinya, dia benar-benar tidak tahu harus menggambarkan pemuda itu sebagai apa.

Sementara itu, Adrian sama sekali tidak menyadari tatapan dari kejauhan.

Dia hanya menepuk tas di bahunya.

Kemudian tersenyum kecil.

“Gaji, bonus, dan oleh-oleh.”

Dia mengangguk puas.

“Lumayan buat satu malam.”

Di belakangnya, api masih membakar sisa-sisa markas Blood Viper.

Namun Adrian tidak menoleh lagi.

Baginya, semuanya sudah selesai.

Pekerjaan beres.

Bayaran masuk.

Saatnya pulang.

...****************...

Untuk mata uang dollar tidak akan saya detailkan y guys pusing harus mikirin nilai tukarnya mending saya buat mendekati saja dari nilai rupiahnya

1
Aisyah Suyuti
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!