•Typo bertebaran dimana-mana, beberapa part di private
•Cerita ini tidak direvisi, jadi tolong dimengerti jika ada yang aneh atau tidak nyambung
• My original work
******
Laura sebagai mahasiswi yang terkenal sangat nakal dikampusnya, dan Reyhan sebagai dosen yang kejam bagi Laura. Laura sengaja sering telat agar ia tidak perlu berlama-lama mendengar penjelasan materi yang dijelaskan Dosennya Reyhan. hingga kemudian temannya Laura bernama Indah tak tahan jika Reyhan terus mengajar dikelas Laura dan Indah dan akhirnya Indah menyukai dan jatuh cinta pada Reyhan, lalu Indah meminta Laura untuk membantunya agar Reyhan mau menerima pernyataan cinta Indah, namun usaha Laura dan Indah gagal...
bagaimana kelanjutannya?
yuk dibaca ya...
jangan lupa vote, rate 5, like, dan komen
bye~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otaku_Wibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin Parah
*Bel pulang berbunyi
Semua membereskan alat perlengkapannya, begitu pula aku. Ketika semua sudah pulang, mas Reyhan diluar dan tersisa aku dikelas aku terus batuk, dada ku sesak, aku menahan itu semua walau itu tak bagus
"Uhuk-uhuk ha.. ha.. uhuk"
"Ma.. pa.. Laura enggak kuat kalau gini.. Laura mending nyusul mama sama papa aja.. uhuk-uhuk"
Tiba-tiba ada yang berlari masuk dan mendatangiku yang terduduk lemas dilantai, batuk terus-menerus, tanganku yang lemas memegang erat mejaku
"Sayang.. enggak papa? serius kita ke rumah sakit ya"
Ya, pria itu adalah mas Reyhan. Dia 2x lebih khawatir daripada tadi. Dia ingin menggendong ku, namun aku menggelengkan pelan kepalaku
"Uhuk.. nggak papa.. cuman enggak enak badan. Gara-gara tengah malem, hujan-hujanan nutup pagar, paling bentar lagi sembuh kok uhuk, cuman perlu istirahat aja"
"Maaf aku bohong. Ini nggak bakal sembuh, kalau jarang periksa ke dokter. Argh, kenapa hidupku begitu rumit?"
Ia mendengarkanku, namun ia tetap menggendongku ke mobil dengan langkah panjang, ia tak peduli dengan murid-murid yang membicarakan kami. Oh, ingin sekali rasanya ku transfer penyakitku pada kalian, ini sungguh menyakitkan daripada kehilangan anggota keluarga, pacar, atau siapapun yang kalian sayang
.
.
.
*Sesampainya di rumah
Tubuh ku mulai menggigil, dadaku semakin sesak, aku menggenggam erat kemejanya. Mas Reyhan mengusap kepala ku dan memelukku didalam mobil, dia ingin sekali membawaku ke rumah sakit, namun apa boleh buat, jika aku mengatakan tidak?
"Sayang... sekali aja ya ke rumah sakit"
"E..nggak.." suaraku juga mulai bergetar
"Ya.. sebenarnya aku perlu obat. Di kamarku masih ada beberapa, mama yang menyiapkan itu untukku. Mama memang benar, penyakit ku kambuh"
"Ya udah kita masuk aja ya"
Aku menggelengkan kepalaku
"Ke.. taman.."
Mas Reyhan mengangguk, ia menuju taman yang tak jauh dari situ. Mas Reyhan membawaku keluar dan duduk di kursi taman sambil memangku diriku juga memelukku
Lama-kelamaan aku mulai tertidur, aku juga tak menggigil, aku sangat pulas tertidur di pelukannya
Dia membawaku ke rumah dan tante Leni, om Manu, Caca dan Yudha membiarkannya masuk ke kamarku dan meletakkan ku dikasur berwarna putih itu, ia mengecup kening ku lalu pulang kerumahnya
.
.
.
Jam 20.00
Hari sudah malam. Aku terbangun, mandi dan memakan sedikit nasi. Saat ini aku benar-benar lemah, aku ingin kehangatan yang dulu pernah ada. Aku hanya membaca pesan dari temanku dan mas Reyhan
......My husband❤️✨......
15.00
Hai cantik❤️
Jaga kesehatan, makan banyak-banyak
Tidur yang cukup
Kalau ada apa-apa bilang, jangan diam
17.00
Sayang?
Mau nanya
Kamu punya penyakit bawaan?
Kalau punya, kita periksa ya
Jangan dibiarin
19.00
Masih tidur?
Off
"Ma.. pa.. Laura harus gimana? Laura enggak mau lihat orang yang Laura sayang harus khawatir kayak gini.. Laura bingung ma pa.. hiks.. disisi lain Laura juga capek hiks.."
Baru berselang beberapa menit setelah menangis aku kembali batuk dan menggigil, cepat-cepat aku ambil obat dikotak obat
Glek
Perlahan batuk ku dan menggigil ku hilang, aku memilih kembali tidur. Dan entah besok pagi aku kuat atau nggak
.
.
.
.
.
Aku hanya membawa selembar roti, tak membawa bekal, aku kelihatan pucat dan lesu. Mereka bingung dan mulai khawatir padaku, bahkan aku menjauhi mereka
Tin tin
"Om, tan, Ca, Yud. Laura berangkat"
"Enggak libur aja nak?" tanya tante Leni
"Enggak papa tan. Laura kuat" dengan senyuman manis kulemparkan pada mereka
Clek
"Enakan?" tanya mas Reyhan dari luar mobil
Aku hanya tersenyum menyembunyikan kerapuhan ku. Saat aku ingin masuk kedalam mobil, dia menyuruhku untuk duduk di pangkuannya, namun aku menolak. Apa kata teman-teman nanti?
******
*Dikampus
"Mas.. Laura duluan ya.."
"Tunggu"
Ia memegang tanganku
"Yakin? Mending istirahat aja dirumah"
"Enggak papa. Yakin kok, Laura kuat" senyum ku
"Duluan mas"
Aku tersenyum lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju kelas. Didalam kelas pun, teman-teman ku pada menanyakan keadaanku dan khawatir padaku
"Bagi mahasiswa dan mahasiswi yang bapak sayangi. Silahkan kelapangan, kita berbaris sebentar. Terimakasih"
Aku disuruh mereka untuk tetap dikelas, namun aku berusaha keras untuk ikut berbaris, aku tak mau dicap lemah di mata mereka. Mana aku yang kuat dulu? yang jahil? yang murah senyum dan membantu? aku ingin semua itu kembali
"Gila panas. Ra ke kelas gih, nanti lo pingsan gimana? gue juga khawatir sama lo" ujar Yiyi
"Enggak usah dipikirin. Laura kan kuat, kalian tau sendiri kan"
"Ra..."
"Enggak papa..."
Kali ini mereka melihat ku keras kepala. Aku berbaris, hampir satu jam, dadaku tiba-tiba berdegup sangat kencang lalu menjadi sesak. Aku berbohong meminta izin ke toilet, padahal ingin ke kelas untuk meminum obatku, untung aku membawanya
Tak ada yang sadar aku masuk ke kelas, jadi aku bisa meminum obatku secara perlahan. Aku kemudian berpura-pura keluar dari toilet dan tak sengaja pandangan ku dan mas Reyhan saling bertatapan
Aku tersenyum sumringah kepadanya, beberapa detik dari saat itu, aku berputar balik ke toilet. Aku muntah darah, sungguh itu lebih parah, untungnya aku membawa tisu disaku ku
*****
*Didalam ruang kelas
"Tadi panas banget"
"Tau, katanya sebentar"
Aku mendengarkan mereka mengobrol. Enak ya yang enggak punya penyakit parah kayak aku
"Pagi anak-anak" sapa mas Reyhan, tapi pandangan nya kepadaku yang tengah berusaha berdiri dibantu Anna
"Pagi pak"
"Jika seandainya bilang iya, aku akan membawanya ke rumah sakit dari kemarin" batin mas Reyhan
"Aku enggak boleh lemah cuman gini, semangat Laura" batinku yang menyemangati diri sendiri
.
.
.
Jam istirahat ruangan seperti biasa, sepi. Aku tak selera makan, bahkan aku tak memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan. Mas Reyhan mendatangiku dan mengusap kepala ku
"Mau makan apa?"
Dengan lemas aku menggelengkan kepalaku
"Harus makan biar sembuh"
"Kalau akhirnya mati gimana? kan percuma" ujarku dengan sedikit gelak tawa
"Enggak boleh gitu. Sebentar"
Mas Reyhan keluar ruangan. Ketika ia datang, ia membawaku makanan yang selalu aku pesan dikantin dengan teh hangat kesukaan ku
"Buka mulut nya"
Aku hanya menurut, satu porsi yang biasanya aku habiskan dengan lahap, sekarang hanya bisa memakan seperempat
Ketika mas Reyhan ke kantin untuk mengembalikan piring dan gelas itu, aku menuju toilet. Perutku enggak beres, aku memuntahkan makanan yang aku makan
Tring tring
Jam masuk berbunyi, cepat-cepat aku kembali ke kelas dengan tangan yang berada disamping kepalaku, menahan sakit di kepalaku
Tok tok tok
"Permisi pak"
Aku telat masuk kelas, pasti aku akan ditanya olehnya ketika istirahat kedua nanti
"Ra, pulang gih"
"Ngusir?"
"Bukan gitu. Gue sedih liat lo gini, gue jadi keinget kakek gue"
"Haha okay... gue enggak masuk kampus dulu.. biar lo enggak keinget kakek lo.. pasti sedih banget.."
"Ra"
"Apalagi?"
"Lo kuat. Lo pasti bisa"
"Terimakasih. Tapi gue nggak yakin"
"Lo harus yakin"
"Haha iya-iya"
Tanpa ku sadari, teman-temanku yang lain mendengar obrolan kami menitikkan air matanya. Sedangkan mas Reyhan? dia juga demikian. Ia sedih, hatinya terluka
"Bagaimana bisa dia tetap tersenyum dan tertawa disaat kondisinya rapuh? Laura sayang.. kamu hebat, kamu kuat" batin mas Reyhan
...****************...
Gimana gimana?
Nextttt
ceritanya cepet beberapa tahun kemudian
tapi kok Lauranya kuliahnya gk kelar"
ceritanya tidak nyambung
karya nya tidak bisa di terima kami pembaca mengkritik nya...
TIDAK BAGUS CERITANYA...
*Yang Membolak-balikan Hati