NovelToon NovelToon
ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)

ISHIHARA (Buta Warna- Kisah Nyata)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / TimeTravel / Tamat
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: ulil jamil

Tahun 2008, ketika sistem pendidikan di Indonesia masih diwarnai kekerasan, aku seorang anak sederhana dari keluarga sederhana, bermimpi bahwa sebuah sebuah pendidikan dapat mengubah nasibku. Dengan pendidikan aku dapat menjadi apapun.
Aku ingin lulus Fakultas Kedokteran.
Aku ingin lulus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Aku ingin mewujudkan impian Ayah, karena Ayah adalah pahlawan separuh nyawaku. Tak ada lagi yang aku inginkan selain mewujudkan impiannya. Senyumnyalah yang pertama kali kulihat karena aku dilahirkan ke dunia. Senyuman harapan kepadaku, anak ajaib pemetik bintang harapannya. Kepadakulah semua harapan Ayah bertumpu. Selama sembilanbelas tahun Ayah menunggu akhirnya aku lulus Fakultas Kedokteran, menjadi calon dokter satu- satunya dalam generasi kami. Aku berhasil mewujudkan impian ayah.
Takdir berkata lain, aku divonis buta warna parsial. Akankah aku mencapai cita- citaku, berhasil memetikkan bintang untuk ayah, pahlawan separuh nyawaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulil jamil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bumi Air Tanah Minyak 1

Awal Maret 2008

Ruang yang memiliki dimensi tiga akan berubah menjadi dimensi empat bila berada dalam koordinat

waktu. Dan Analogi alam empat dimensi seperti lembaran- lembaran buku kehidupan, setiap lembaran dapat berhubungan dengan lembaran lain di depannya  melalui sebuah lubang. Lubang

yang dapat menghubungkan lembaran depan dengan lembaran  belakang buku kehidupan,  mirip teori lubang cacing yang dapat melintasi dimensi ruang dan waktu.

Aku pun demikian, aku seperti terhubung dari lembaran kelas satu SMA ketika berada di bawah pohon sekolah tengah bercerita tentang Beasiswa Perusahaan Minyak dulu. Aku seperti tehubung dengan lembaran di kelas tiga SMA yang tengah berada di aula sekolah menjadi juara umum ketiga.

Juara umum ketiga.

Juara umum ketiga, bukanlah sesuatu kebanggan yang berlebih, namun memiliki suatu keistimewaan

tersendiri bagiku. Juara umum ketiga artinya menjadi satu diantara tiga, langkah maju pertama pion untuk meraih beasiswa perusahaan minyak seperti yang

aku impikan dulu.

Pionku melangkah maju untuk menjadi perwakilan sekolah dalam beasiswa perusahaan minyak. Sampai pada suatu ketika, saat sekolah mengadakan tes terbuka bagi tiga orang juara untuk

menjadi satu, satu calon penerima beasiswa perusaan minyak yang aku cita- citakan dahulu.

Sekolah mengadakan tes terbuka dengan memberikan soal objektif dengan pengkoreksian langsung di depan kami. Aku mengerjakan soal itu dengan hati yang tenang, tanpa ada beban dan

ambisi. Tenang setenang arus Sungai Kuantan dikala musim kemarau. Dan waktu seperti pasir dalam jam yang bulirnya jatuh sampai habis. Seperti sebuah

kesempatan untuk menyelesaikan butir- butir tes yang juga akan berakhir. Kemudian pada akhirnya butir- butir waktu itu pun habis, kami harus menyerahkan lembar jawaban selesai atau tidak selesai.

Pihak sekolah memberikan kunci jawaban kepada kami. Guru melakukan koreksi terbuka di depan

kami. Pada akhirnya takdir akan menjadi nasib. Dan nasib akan menjadi nasib. Aku meraih skor tertinggi. Kotak pionku naik satu langkah, menuju beasiswa

perusahaan minyak. Aku merasakan dejavu, dejavu terindah.

***

Seperti apapun kita hari ini, ada sebagian karakter kita yang merupakan jejak dari rumah kita dulu.

Luasnya membentuk cara kita memandang kelapangan.

Sempitnya membentuk cara kita menyiasati keterbatasan.

Riuhnya membentuk cara kita bertoleransi.

Sepinya membentuk cara kita mengatasi kesunyian. (Tarbawi, 258).

Rumah tempatku tumbuh adalah sebuah rumah sederhana di pinggir jalan yang melintasi Pulau Sumatra. Rumah yang kecil dalam ukurannya namun terasa luas bagiku, karena hanya dihuni

oleh kami bertiga, Ayah, Emak, dan Aku. Sepi memang, tapi aku sudah biasa dalam

kesepian. Jauh dari keributan, apapun yang ingin dibicarakan maka katakanlah. Rumah

bagi kami adalah tempat berbagi.

Rintik menumbuk atap rumah kami dengan ketukan yang teratur. Menambah irama sendu kala malam- malam di penghujung bulan februari yang dipenuhi hujan. Diruang tengah aku sendiri dalam khayalan masa depan. Aku berpikir tentang beasiswa perusahaan minyak, bekerja di perusahaan minyak. Sedangkan ayah dan emak sudah berada di kamar,

terlelap.

Rumah bagi kami adalah tempat berbagi.

“Kedokteran…” Aku mendengar suara yang begitu kecil.

“Menjadi dokter.” Itu suara ayah.

“Bukankah begitu mahal?

” Lanjut suara ibu, samar ditengah suara hujan.

“Aku akan berusaha. Mengambil pinjaman dari Bank. Menggadaikan gaji”

“Bahkan sampai pensiun.”  Lanjut ayah.

Aku diam mematung di ruang tengah. Telingaku fokus pada pembicaraan ayah dan emak.

“Apakah dia menginginkan menjadi dokter?”

“Dia harus menjadi dokter. Dokter adalah pekerjaan yang baik. Menolong banyak orang. Tidak seperti

pekerjaan kantoran yang penuh tekanan”

“Begitu banyak tekanan politik.” Tambah Ayah.

“Abang sudah mengajukan pensiun dini untuk tahun depan”

“Pensiun ?, Apakah tidak bisa lagi untuk bersabar ?” Tanya ibu.

“Kebenaran sulit untuk dipertahankan, politik juga menekan, kalau pensiun mudah- mudahan ada rizki

yang lebih baik.” Dari jawaban Ayah aku sudah mengerti apa yang terjadi. Menjelang aku lulus, kami mendapatkan musibah, sifat idealisme Ayah mendapat tekanan di dunia kerja. Ayah lebih memilih pensiun muda, berat memang. Aku tahu Ayah sangat sedih. Satu- satunya harapan tinggal aku. Karena itu aku berjanji akan membuat Ayah bangga.

“Tapi anak kita akan kuliah, perlu biaya yang lebih,” protes Emak.

“Setelah pensiun dini nanti, hati abang akan tenang. Lebih banyak waktu untuk mengurus kebun,” jawab

Ayah.

“Kalau memang demikian yang terbaik menurut hati abang. Kami akan selalu mendukung abang…” Emak setuju atas keputusan ayah.

“Mudah- mudahan ada rizki di tempat yang lain”

“Lihatlah anak kita begitu pintar, hati abang begitu besar saat ia dipanggil sebagai juara. Suatu hari orang- orang yang tidak senang pada kita akan melihat dia sukses.” Lanjut ayah lagi.

“Menjadi seorang dokter, menolong banyak orang, jauh dari tekanan politik.” Ayahku berangan- angan jauh.

“Menjadi seorang dokter …” Kalimat ini jelas di telingaku, bahkan jelas sekali sampai ke dasar hatiku.

“Amin…” Ucap Emak

 Di depan pintu kamar ayah, aku memejamkan mata. Baru aku sadari pipiku basah. Airmataku jatuh.

***

1
dewi_nie
😭sedih sekali ceritanya..
kenapa aku baru ketemu cerita sebagus ini..
sayangnya yg ngeLIKE sedikit sekali..
Protocetus
min main yuk ke novelku Panakkukang
Zahara Febriyanti
😭😭😭
Mama Faiz👶
karena meminta maaf begitu mudah,maka seharusnya memaafkan menjadi jauh lebih mudah,,,uuuhhhh sesuatu banget ini mah

baru mampir,baru nemu,baru beberapa chapt udah byk edukasi yg didapat
ZAZA💕💕💕
mmm
ZAZA💕💕💕
ini recommended gak?
Camilla Evanthe
Latar Aceh dan sajian aliran sastra puisi didalamnya, benar-benar mengingatkan saya bagaimana seorang sastrawan besar juga lahir di sana. Kualitas sastra mu cukup bagus thor.
Saya selalu kagum dengan cara penyampaian Anda.
❁ཻུ۪۪⸙͎Mαmmοn/Bεlphε_υ.υ♨️: kkk followback ya...
total 1 replies
Dian SAsmadi
aku sedih.
Dian SAsmadi
aku benci kekerasan. 😫
Dian SAsmadi
indahnya sekolah d antar ayah
Dian SAsmadi
aku iri dengan mreka yg begitu dekat dengan ayah nya. 😔
nyiuhh
mampir kesini karena membaca review nya Kong Yu Aotian.... bagus thorrr...
Rou Hui: Maaf numpang promo
Yuk baca novel tamat "KEMELUT CINTA" 💕💕💕

Sebuah kesalahan membuat Kevin ingin selalu menjaga Jeany. Namun cintanya telah ia berikan pada Stevi. Mampukah Kevin menetapkan pilihan hatinya?
total 1 replies
nyiuhh
mampir kesini karena membaca review nya Kong Yu Aotian.... bagus thorrr...
roronoa D_3wina
ngerti cerita ini karna lg baca ceritanya author yu aotian...

buka bab awal langsung suka
karena di suguhin sama puisi..

lanjut baca... suka sama karyamu kak...
baru awal udah d gambarin gimana perjuangan seorang ayah buat anaknya...
bakal lanjut bca lagi... 😊
tetep semangat kak buat karya2nya.. 🤗
wike maliya
sinopsis ini mengingatkan saya tentang masa2 reformasi, ketika saya kelas dua sd,, saat demo besar2an diwarnai darah meski beda tahunt1998 dan novel ini konsep 2008,, entah karna mirip 8nya atau karna pendidikan yg menggerakkan era reformasi kala itu adalah rata2 para mahasiswa hehee,, but salut buat authornya selalu optimis melahirkan karya yg idealis!!

Mampir novel saya yg masih belajar nulis ya kak IT'S HARD TO LOVE YOU,, good luck
seroja
waaaahh ini sangat menginspirasi.sayang saya membaca kisah ini setelah semua kegagalan yg saya lalui.
tapi tidak ada kata terlambat,tetap kisah ini membuat saya bersyukur sebagai penyandang buta warna parsial.
karena kekurangan yg d miliki seseorang bukanlah jeruji yg mengurung keterbatasan.
setidaknya dg segala kemauan pasti ada jalan.

terimakasih telah menyuguhkan cerita ini authoooooorr semoga sukses!!!
seroja
kira2 cahaya zodiak sama g yaaa dg elementary zodiak??
ulil jamil
amien....
echa echi echu
terimakasih bnyak author...karyanya pnuh dg inspirasi....smoga suksez slalu Liel😍
ulil jamil: amiin
total 1 replies
echa echi echu
semangat author...msh ditunggu karya" selanjutnyaaa😊😊
ulil jamil: terimakasih echa...echi ....echu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!