NovelToon NovelToon
Sistem Lempar Dadu Monopoly

Sistem Lempar Dadu Monopoly

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.

Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.

Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Budi berteriak frustrasi di dalam kamarnya yang sunyi.

"Menyatakan cinta pada Mbak Maya di minimarket depan kosan."

"Kau pasti sengaja mau membunuhku karena malu kan sistem."

Budi mengusap wajahnya dengan kasar sambil mondar mandir tidak karuan di dalam kamar.

Dia membayangkan wajah Mbak Maya yang manis dan selalu tersenyum ramah padanya.

Lalu dia membayangkan dirinya datang ke sana dan berteriak menyatakan cinta seperti orang gila.

"I LOPE U MBAK MAYA"

Itu jelas adalah tindakan bunuh diri yang paling memalukan seumur hidupnya.

"Aku pasti akan dianggap pria mesum atau orang gila yang lepas dari rumah sakit jiwa."

Tapi ancaman hukumannya dari sistem juga tidak main main.

Uang ratusan ribu yang tersisa di dompetnya bisa lenyap menjadi debu begitu saja.

Belum lagi ada ancaman kesialan misterius selama tiga hari penuh di kehidupan nyatanya.

Dia tidak bisa membayangkan akan seburuk apa nasibnya di kantor jika sedang tertimpa kesialan sistem.

Pak Anton pasti akan dengan mudah menemukan seribu alasan konyol untuk memecatnya.

Sebuah jam hitung mundur berwarna merah darah mulai menyala di sudut layar hologram.

Lima puluh sembilan menit lima puluh detik.

Waktu terus berjalan mundur tanpa mempedulikan kepanikan Budi.

"Argh, persetan dengan harga diri dan rasa malu."

"Lebih baik aku menahan rasa malu selama lima menit daripada mati kelaparan dan dipecat bos."

Budi menyambar jaket lusuhnya dari gantungan baju dengan gerakan kasar.

Dia menatap pantulan wajahnya di cermin kecil yang retak di sudut kamar.

"Kau pasti bisa melewati ini Budi, anggap saja ini sedang latihan akting teater jalanan."

Budi menyemangati dirinya sendiri meskipun kedua lututnya terasa gemetar.

Dia membuka pintu kamar kos dan berjalan keluar menyusuri gang dengan langkah sempoyongan.

Udara malam ini entah kenapa terasa jauh lebih dingin menusuk tulang dari biasanya.

Dari kejauhan di ujung jalan, plang nama minimarket dua puluh empat jam itu bersinar terang.

Cahayanya seolah memanggil Budi untuk segera datang menjemput takdir konyolnya.

Budi berdiri di seberang jalan menatap pintu kaca minimarket itu cukup lama untuk menyiapkan mental.

Dia bisa melihat sosok Maya dari luar kaca yang transparan.

Maya sedang merapikan susunan barang di rak yang terletak di dekat meja kasir.

Malam ini minimarket terlihat lumayan sepi karena kebetulan belum ada pembeli lain yang mampir.

"Ini adalah waktu yang paling tepat untuk beraksi."

"Kalau sampai ada orang lain yang melihat, aku pasti tidak akan pernah berani membuka mulut."

Budi menarik napas sangat panjang hingga dadanya membusung ke depan.

Dia menyeberangi jalan raya yang sepi itu dengan setengah berlari.

Tangannya mendorong gagang pintu kaca minimarket itu dengan sedikit terlalu keras.

Ting tong.

Suara bel otomatis minimarket berbunyi nyaring memecah keheningan malam.

Maya langsung menoleh ke arah pintu dan tersenyum ramah seperti standar pelayanannya.

"Selamat malam, selamat datang di."

Ucapan sapaan Maya terhenti mendadak saat melihat wajah Budi yang sangat pucat pasi dan berkeringat dingin.

"Eh, Mas Budi ada apa."

"Kok mukanya tegang begitu Mas, apa ada orang jahat yang mengejar Mas Budi di luar."

Maya bertanya dengan nada sangat khawatir melihat gelagat pelanggannya yang aneh.

Budi berjalan mendekati meja kasir dengan langkah sangat kaku menyerupai robot rusak.

Setiap langkah yang diambilnya rasanya seperti sedang menarik beban berton ton di kakinya.

Jam hitung mundur di dalam kepalanya menunjukkan sisa waktu tinggal sepuluh menit lagi.

"Mbak Maya."

Suara Budi bergetar hebat saat mencoba memanggil nama kasir cantik tersebut.

"Iya Mas Budi, ada yang bisa saya bantu carikan barangnya."

Maya memiringkan kepalanya sedikit ke kanan karena merasa semakin bingung.

Budi mencengkeram ujung meja kasir dengan kedua tangannya dengan sangat erat.

Dia memejamkan mata kuat kuat mencoba mengumpulkan seluruh sisa keberanian di tubuhnya.

"Mbak Maya, aku sebenarnya sudah lama menyukaimu."

"Maukah kamu menjadi pacarku mulai malam ini."

Suara Budi terdengar sangat lantang dan menggema jelas di dalam minimarket yang sepi itu.

Hening.

Tidak ada suara tanggapan apapun selain dengungan halus dari mesin pendingin minuman di sudut ruangan.

Maya mematung di tempatnya berdiri dengan kedua mata terbelalak lebar.

Bolpoin yang sedang dipegang oleh Maya terlepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai.

Klotak.

Wajah Maya seketika berubah warna menjadi sangat merah merona seperti kepiting rebus.

Budi masih menutup matanya rapat rapat karena tidak berani melihat reaksi perempuan di depannya.

'Sistem, tolong bilang kalau syarat tantangan gilanya sudah selesai sekarang.'

Budi menjerit dan meronta ronta dalam hati memohon belas kasihan.

Ting!

Suara pemberitahuan sistem kembali terdengar di kepala Budi.

Sebuah layar notifikasi kecil muncul sekilas di balik kelopak matanya yang masih tertutup.

Misi Tantangan dinyatakan selesai dengan sukses.

Pengguna berhasil menyatakan cinta dengan lantang sesuai syarat yang ditentukan.

Hukuman dibatalkan dan pengguna berhak mendapatkan hadiah hiburan sebesar lima puluh ribu rupiah.

Budi langsung membuka matanya dengan sangat cepat.

Tanpa menunggu sepatah kata jawaban atau penjelasan apapun dari Maya, Budi langsung membalikkan badannya.

"Maafkan saya Mbak Maya, tolong abaikan saja semua ucapan saya barusan, selamat malam."

Budi berlari secepat kilat keluar dari dalam minimarket.

Dia mendorong pintu kaca dengan kekuatan penuh hingga berbunyi benturan keras.

Brak.

Budi berlari kencang melintasi jalan raya tanpa menoleh ke belakang sama sekali.

Wajahnya terasa sangat panas terbakar dan jantungnya berdetak kencang seperti mau meledak.

Dia masuk ke dalam gang kosannya dan terus berlari tanpa henti sampai tiba di depan kamarnya.

Budi buru buru membuka gembok dan mengunci kembali pintunya dari dalam.

Dia langsung menjatuhkan dirinya ke atas lantai keramik dengan napas yang tersengal sengal.

Hah hah hah.

"Aku pasti sudah gila melakukan hal senekat itu."

Budi menutupi seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Rasa malu yang luar biasa besar kini menyergap seluruh tubuhnya tanpa ampun.

Dia benar benar tidak tahu harus menyembunyikan wajahnya di mana jika besok terpaksa harus bertemu dengan Maya lagi.

Tapi kemudian Budi merasakan ada sesuatu benda asing yang mengganjal di dalam saku celananya.

Dia merogoh saku tersebut dan menemukan selembar uang lima puluh ribu rupiah yang masih sangat baru.

Ini adalah uang fisik hadiah hiburan dari sistem karena dia berhasil menahan rasa malunya.

Budi menatap uang biru itu dengan tatapan kosong lalu perlahan mulai tertawa sendirian.

"Hahaha, uang lima puluh ribu rupiah ini adalah harga diriku sebagai seorang laki laki."

"Sistem Lempar Dadu ini benar benar iblis kejam yang berwujud papan Monopoli."

Malam itu Budi mencoba tidur dengan perasaan campur aduk antara sangat malu, lega terbebas dari hukuman, dan menjadi lebih waspada terhadap sistem anehnya.

1
Rickielessta
baguss...lanjutkan...semangat yaaa thoorr
Just Nokk
semangat 💪
irena
lanjut thor
Gege
baru juga 100jt kurang sebulan bud... masih belom milyarder namanya...🤣🤭 buka saja usaha sesuai kemampuan. misal bikin aplikasi kasir menengan kebawah tidak mahal tapi lengkap dan mudah via bahasa Excel. target 1 juta UMKM yang pakai beli..omset prediksi milyaran sebulannya...contoh lho bud...Yen cocok.
Ahmadi 241215: itu orang kantoran apa supir kantor murah apa gajihnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
hidupnya berputar disitu saja ,kerja, supermarket,nasi goreng,kost ,main sistem🤭.GK ada suasana yang lain kah
Just Nokk
mangat Thor
Yui: makasih kak😊
total 1 replies
Gege
disini kesalahan othor. jelas jelas semalam dapat pengetahuannya, Eeh mengklaim nya kemarin siang...🤭🤣
Yui: terimakasih atas koreksinya/Applaud/
total 1 replies
adib
dua vote meluncur efek hari ni update banyak
Yui: Terimakasih kak🤭
total 1 replies
Gege
kita....othor aja kalee😄🤣🤭
Yui: Kita/Smile/
total 1 replies
Gege
kereen Thor.. dibawa ringan santai ceritanya... Yoo mas Budi lemparan dadu kedua dapat semilyar..🤣🤣
Gege
asik ringan ngalir ceritanya
Gege
gass lagi thorrr 10k kata
Gege
laah sisa 200k + 500k dibelanjakan 40k.. sisanya yaa 660k doong bud... sekolah engga ini..😄🤭
Alarycs: waduh
total 2 replies
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!