NovelToon NovelToon
REINKARNASI SI PAHLAWAN 5 ELEMEN

REINKARNASI SI PAHLAWAN 5 ELEMEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Anime / Reinkarnasi
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Nacha Adhi

Seorang pemuda pendiam meninggal dunia dan terlahir kembali sebagai bayi di dunia sihir yang persis seperti RPG kesayangannya. Ia menyimpan ingatan masa lalu, tapi di mata semua orang hanyalah anak desa biasa tanpa bakat apa pun. Padahal di dalam dirinya terpendam kekuatan langka: penguasa api, air, tanah, angin, dan petir sekaligus.

Diam-diam ia berlatih, pergi ke ibu kota, membentuk tim dengan sahabat dari berbagai ras, dan perlahan naik pangkat. Namun di balik kedamaian, kegelapan kuno sedang bangkit. Akankah kekuatan terbesarnya cukup melawan Raja Iblis, dan bisakah ia mengubah takdir dunia ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nacha Adhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Pendaftaran di Balai Persekutuan Petualang

Perjalanan Rey menuju Ibu Kota Kerajaan Astoria memakan waktu tepat tujuh hari. Selama itu, ia melintasi padang rumput yang luas, menyeberangi sungai yang tenang, serta melewati pinggiran hutan yang cukup lebat. Berkat bekal ilmu bertahan hidup dari ayahnya dan kewaspadaan yang terlatih, ia tidak mengalami kendala berarti. Sesekali ia bertemu kelompok pedagang yang sedang dalam perjalanan, bergabung sebentar agar perjalanan terasa lebih aman, lalu berpisah lagi ketika jalan mereka berbeda arah.

Hingga pada pagi hari kedelapan, Rey akhirnya melihat pemandangan yang selama ini hanya ia bayangkan dan baca dari cerita—tembok kota yang menjulang tinggi terbuat dari batu kokoh, menjulang hingga melampaui puncak pohon-pohon terdekat. Di atasnya terlihat penjaga yang sedang berjaga, dan di gerbang utama yang lebar, terlihat arus orang yang keluar masuk tanpa henti.

Itulah Ibu Kota Astoria, jantung dari kerajaan terbesar di benua itu.

Rey melangkah mendekat, merasakan detak jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Sebagai seseorang yang hidup di desa kecil seumur hidupnya, melihat kota sebesar ini terasa seperti mimpi. Suara riuh, aroma makanan yang lezat, serta keragaman penampilan orang-orang yang lewat membuat matanya tidak berhenti bergerak mengamati sekeliling.

Di depan gerbang, dua orang penjaga berseragam lengkap berdiri tegak memeriksa setiap orang yang masuk. Saat giliran Rey tiba, salah satu penjaga menatapnya sekilas.

“Nama? Asal mana? Tujuan masuk ke kota?” tanya penjaga itu dengan nada tegas namun tidak kasar.

“Nama saya Rey, berasal dari Desa Lembah Angin di wilayah selatan. Tujuannya mencari pekerjaan dan ingin mendaftar sebagai petualang,” jawab Rey dengan sopan dan jelas.

Penjaga itu mengangguk, mencatat sebentar di buku kecilnya, lalu memberi isyarat untuk lewat. “Silakan masuk. Balai Persekutuan Petualang ada di kawasan tengah kota, bangunan besar dengan lambang perisai dan pedang menyilang di atasnya. Jangan lewatkan.”

“Terima kasih,” jawab Rey sambil melangkah masuk.

Begitu melewati gerbang, suasana yang lebih ramai langsung menyambutnya. Di kiri kanan jalan berdiri deretan toko yang menjual berbagai barang—mulai dari bahan makanan, pakaian, senjata, buku, hingga ramuan obat dan bahan sihir. Orang-orang yang lewat pun beragam: ada manusia biasa, ras binatang dengan telinga dan ekor yang khas, kurcaci bertubuh pendek namun kekar, serta beberapa ras elf yang berjalan dengan anggun, menarik perhatian banyak orang.

Rey berjalan sambil mengamati setiap sudut, membandingkan apa yang dilihatnya dengan ingatan tentang dunia dalam permainan RPG yang ia mainkan di kehidupan sebelumnya. Hampir semuanya sama persis—tata letak jalan, jenis bangunan, hingga aturan-aturan yang berlaku. Ini membuatnya merasa lebih tenang, seolah ia sudah mengenal tempat ini sejak lama.

Setelah berjalan sekitar setengah jam, ia akhirnya melihat bangunan yang dicarinya. Lebih besar dan megah dibandingkan bangunan di sekelilingnya, dengan arsitektur yang kokoh dan dihiasi ukiran lambang persekutuan. Di depan pintu utama, banyak orang berkumpul—ada yang baru selesai menerima misi, ada yang menyerahkan laporan hasil tugas, dan ada pula yang sedang berdiskusi membentuk kelompok.

Rey menarik napas panjang, menenangkan diri, lalu melangkah masuk ke dalam.

Begitu berada di dalam, ia disambut dengan suasana yang sangat ramai. Ruangan luas itu dipenuhi meja panjang, bangku, dan dinding besar di salah satu sisi yang tertutup lembaran-lembaran kertas berisi daftar misi. Bau kertas, kayu, dan sedikit aroma logam serta ramuan tercium jelas di udara.

Ia berjalan mendekati meja pendaftaran yang ada di bagian depan. Di balik meja itu duduk seorang wanita berusia sekitar dua puluh lima tahun, berambut cokelat panjang terikat rapi, mengenakan seragam persekutuan dengan lencana perak di dadanya. Wanita itu sedang sibuk mencatat sesuatu, namun segera mengangkat wajah saat melihat Rey berdiri di depannya.

“Selamat datang di Balai Persekutuan Petualang. Ada yang bisa saya bantu?” sapanya dengan nada ramah dan profesional.

“Selamat pagi. Saya ingin mendaftar menjadi petualang baru,” jawab Rey sopan.

Wanita itu tersenyum sedikit, lalu mengeluarkan selembar kertas dan pena. “Baiklah. Silakan jawab pertanyaan saya: nama lengkap, usia, tempat asal, dan apakah kamu pernah memiliki pengalaman bertarung atau bekerja di bidang terkait sebelumnya?”

“Nama saya Rey, usia sembilan belas tahun, berasal dari Desa Lembah Angin. Saya biasa membantu ayah berburu dan bertahan hidup di hutan, serta terbiasa menggunakan pedang dan alat berburu sederhana,” jawab Rey jujur tanpa menambahi atau mengurangi keterangan.

Wanita itu mencatat semuanya, lalu mengambil sebuah kotak kayu kecil yang berisi batu kristal seukuran kepalan tangan—lebih kecil dari yang digunakan di desanya, tapi memiliki fungsi yang sama.

“Baik, sekarang letakkan telapak tanganmu di atas batu ini. Ini untuk memeriksa tingkat energi dasar yang kamu miliki dan menentukan peringkat awalmu,” ujarnya sambil mendorongkan batu itu ke arah Rey.

Rey mengangguk paham. Seperti saat ujian di desanya dulu, ia segera mengerahkan konsentrasi untuk menekan seluruh aliran energi di dalam tubuhnya agar tidak terdeteksi. Ia hanya membiarkan aliran energi alami yang sangat tipis—seperti yang dimiliki orang biasa saja—mengalir sedikit ke permukaan kulitnya.

Begitu tangannya menyentuh batu itu, batu itu bersinar redup dengan cahaya putih samar, tidak terang, tidak pula gelap.

Wanita itu melihatnya, lalu mengangguk biasa saja. “Energi dasar cukup, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Tidak ada tanda-tanda bakat sihir yang menonjol. Oleh karena itu, untuk peringkat awal, kamu akan dimasukkan ke dalam Peringkat E—peringkat paling dasar untuk pemula.”

Ia lalu mengambil selembar kartu tebal berwarna abu-abu muda, menuliskan nama dan data Rey di atasnya, lalu membubuhkan cap resmi persekutuan.

“Ini kartu identitasmu. Simpan baik-baik. Kartu ini juga berfungsi sebagai bukti penerimaan bayaran dan catatan riwayat tugas yang kamu selesaikan. Semakin banyak misi yang berhasil diselesaikan dengan baik, semakin cepat kamu bisa naik ke peringkat yang lebih tinggi—D, C, B, A, S, hingga SS.”

Rey menerima kartu itu dengan hati-hati, merasakan permukaannya yang halus dan kokoh. “Terima kasih banyak. Saya mengerti aturannya.”

“Bagus,” lanjut wanita itu sambil menunjuk ke arah dinding besar di sisi ruangan. “Di sana tertera semua daftar misi yang tersedia. Pilihlah yang sesuai dengan kemampuan dan peringkatmu. Untuk peringkat E, misinya biasanya masih ringan—mengumpulkan tanaman obat, membersihkan sarang serangga, membasmi gerombolan lendir, atau mengantarkan barang jarak dekat. Jika sudah selesai, kembalilah ke sini untuk menyerahkan laporan dan menerima upah serta poin kenaikan peringkat.”

Rey mengangguk mengerti, lalu berterima kasih sekali lagi sebelum berjalan menuju dinding daftar misi. Ia berdiri di sana sambil membaca satu per satu tulisan di atas kertas itu.

“Mengumpulkan 25 rumpun rumput penyembuh di pinggir hutan barat… Upah 15 keping perak.”

“Membasmi 15 ekor lendir yang berkumpul di dekat mata air desa tetangga… Upah 20 keping perak.”

“Mengantarkan paket surat ke pos penjagaan selatan… Upah 12 keping perak.”

Melihat semua itu, Rey hanya tersenyum kecil dalam hati. Misi-misi ini terasa sangat mudah baginya, bahkan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun ia sadar, ini adalah langkah awal yang harus ia jalani dengan sabar. Ia tidak ingin menarik perhatian orang lain dengan cara yang mencurigakan.

“Mulailah dari bawah secara perlahan. Semakin biasa mereka melihatku sebagai pemula biasa, semakin aman aku bisa mengembangkan kekuatanku dan bergerak sesuai rencana,” batinnya.

Setelah memilih dua misi yang paling cocok dan bisa dikerjakan dalam satu hari—mengumpulkan tanaman obat dan membasmi lendir—Rey mengambil lembaran formulirnya, menyerahkannya ke meja pendaftaran untuk dicatat, lalu melangkah keluar dari gedung persekutuan.

Di luar, matahari sudah berada tepat di atas kepala, menerangi jalan yang akan ia lalui. Rey menarik napas dalam, merasakan angin kota yang berbeda dengan angin di desanya, namun tetap terasa segar.

“Baiklah… petualangan sesungguhnya dimulai sekarang. Dari peringkat E, perlahan tapi pasti, aku akan menapaki tangga ini hingga mencapai puncaknya. Suatu hari nanti, nama Rey tidak akan lagi terdengar seperti anak desa yang tidak punya bakat, tapi akan dikenal sebagai orang yang mengubah takdir dunia ini,” ucapnya pelan dengan keyakinan penuh.

Ia melangkah pergi dengan langkah mantap, menuju pinggiran hutan barat untuk menyelesaikan misi pertamanya sebagai petualang. Di belakangnya, kota itu terus berdenyut dengan aktivitasnya, tidak menyadari bahwa di antara ribuan orang yang berjalan di jalanannya, ada satu sosok yang menyimpan kekuatan paling langka yang pernah ada dalam sejarah.

📌 jangan lupa follow,like,dan komen setiap novel di akun ini ya.. 🥰

1
SecretivePlotter
setidaknya bukan keluarga budak
SecretivePlotter
rey keisuke cucunya kakek sugiono
SecretivePlotter
authornya pasti 29 thun juga🤭
SecretivePlotter
bayi koek
SecretivePlotter
kalo lu mau sosialisasi juga gak bakal sepi
SecretivePlotter
nolep
anggita
ikut ng👍like, iklan aja, moga novelnya lancar jaya👌.
Nacha Adhi: 😍😍😍😍 makasih senior
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!