NovelToon NovelToon
Rindu Yang Menyakitkan

Rindu Yang Menyakitkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: Sweet Pen ASIAH

Elea Zara adalah seorang remaja ceria yang bersekolah di SMA favorit, dia bertemu dengan cowo kaya raya dan super nyebelin yaitu Aksara Zean yang ganteng dan hits di sekolah.

Pada hari pertama pertemuan mereka pun aksara sangat benci kepada elea karena kecerobohan elea, dan tidak patuh pada peraturan aksara. Sedangkan teman satu angkatannya sangat takut dan menghormati aksara.

Di perbatasan gerbang sekolah elea berlari sambil menangis pada saat bersamaan hujan deras ikut turun. Elea mulai kehilangan keseimbangan dan kehilangan arah pada saat berlari karena perasaan yang sangat menyakitkan seseorang yang menyakitinya ternyata rasa berlebihan itu sangat amat fatal.

Bagi elea, cinta itu adalah suatu yang sangat indah yang bisa di rasakan semua orang, mengapa baginya itu luka dan kenapa harus merasakan kerinduan yang menyakitkan.
Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta elea dan aksara ?

Tunggu yaaa part selanjutnya !!!

Jangan lupa follow dan komen ya teman-teman, saya pemula yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet Pen ASIAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demam

Teng nenggg … Teng nenggg … Tengg nengg … Suara bel berbunyi, bibi keluar membawa satu tas besar seperti berisi pakaian sambil tergesa-gesa.

”Iya non, ada perlu apa ya ?.”

”Saya temen aksara bi mau ngembaliin jaket, aksaranya ada bi ?.”

“Den aksara ada di kamar non, silahkan naik aja soalnya bibi buru-buru mau pulang kampung sudah di tunggu sama travel lagi ada urgent non.”

“Hahh saa sayaa bi ke kamar aksara ? Gabisa di panggilkan dulu bi supaya bisa keluar aksaranya hehee?.”

”Yahh maaf non ga bisa, itu si abang travelnya udah nunggu terlalu lama ga enak. Masuk aja gapapa kamarnya ada di lantai 2 sebelah kanan yaa. Kalo gitu bibi duluan yaa.” Sambil berjalan cepat bibi meninggalkan elea yang mematung kebingungan.

”Aduhh nih si aksara bener-bener ya tu anak ngerepotin gue banget, gue telpon juga nih anak.” Sambil mengambil hp di saku celana nya.

”Kenapa nih ga di angkat padahal nyambung.” Berkali-kali elea menelpon tapi tidak di angkat.

Dengan kepercayaan diri yang kuat akhirnya elea memasuki rumah berjalan perlahan seperti orang yang sedikit kebingungan dan ketakutan karena jelas saja di dalam rumah ga ada siapa-siapa, sunyi.

“Rumah segede lapangan balap sepeda ga ada orang, yaampuun gue nih kalo di suruh tinggal sehari sendirian ogahh gue bakal tolak mentah-mentah walaupun di bayar seratus juta sehari pun.” Elea mengoceh sambil menaiki anak tangga dengan berlari pelan.

Tiba di anak tangga paling atas dia teringat kata bibi kamarnya sebelah kanan. Dia berjalan sangat cepat dengan persiapan memaki-maki aksara.

Deritt pintu kamar terbuka, elea memasuki kamar dan melihat aksara sedang duduk di kursi baca menghadap jendela. “Ehh eloo tadi gue telpon ada ya 10 kali, kenapa sih lo ga angkat ? Gue sampe nunggu di luar 20 menitan bayangin panas, cape dan haus gue rasain, rasanya kaya mau pingsan tau ga. Huhh seengganya lo turun ke, cape banget deh gue.” Elea mulai yapping. Tapi kenapa aksara masih diem aja di kursi itu, kenapa dia ga jawab. Akhirnya elea menghampiri ternyata aksara tertidur memakai kacamata baca dan masih membuka halaman novel yang sedang di bacanya. Elea mendekatinya meraih novel dan membaca halaman yang terbuka itu. “Kita tidak pernah tau kapan cinta itu datang, terkadang manusia hanya bisa merencanakan dengan siapa dia akan memilih pasangan tapi realitanya cinta itu tidak pernah hilang dari dalam hati sekalipun orang itu sudah bersama yang lain.” Hati elea mendegup setelah selesai membacanya.

Elea masih memanggil nama aksara tapi matanya tidak bangun, dia mulai khawatir takut sesuatu terjadi akhirnya dia menggoyangkan tangannya dan merasakan suhu 40 derajat yang artinya demam tinggi. Lalu dia mulai memegang leher dan dahinya panas nya terasa seperti terbakar. Elea mulai panik langsung membuka kacamatanya. Dan berpikir langkah pertama apa yang mau dia lakukan untuknya.

Akhirnya elea mengambil inisiatif, mencoba mengangkat badan aksara dengan meyakinkan dirinya akan kuat menahan badan yang lumayan berat, berjalan tergopoh-gopoh dan di rebahkan badan aksara di kasur. Dengan cekatan elea mengambil air hangat di dapur untuk kompres dan air hangat untuk minum. Elea mulai mengompresnya dengan perlahan dan lembut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!