NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:279.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Salma menatap bergantian ke arah kedua orang di hadapannya dengan dahi berkerut dalam. Di satu sisi, ada Rahma yang tergugu di pelukannya dengan hijab yang melorot setengah tiang memperlihatkan rambutnya yang acak-acakan. Di sisi lain, ada kakaknya, Kapten Sakti, yang berdiri terengah-engah dengan sudut bibir bawah yang robek dan masih mengalirkan darah segar.

"Kak Sakti... Rahma... Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian berdua?!" tanya Salma menuntut penjelasan, suaranya dipenuhi rasa selidik yang kencang.

Sakti yang masih mengusap bibirnya yang perih langsung memasang wajah kaku. Ia berdehem keras, mencoba menutupi rasa gugup dan bersalahnya.

"Salma, kau diam dan jangan ikut campur. Ini urusan rumah tangga Kakak sama Rahma. Kamu sendiri ngapain ke sini?" tanya Sakti ketus, berusaha mengalihkan perhatian sembari melirik ke arah Rahma yang buru-buru memalingkan wajahnya ke dada Salma.

Mendengar jawaban ketus sang kakak, emosi Salma langsung tersulut. Ia mengeratkan pelukannya pada Rahma yang bahunya masih naik-turun karena sisa tangisnya.

"Kak! Jangan bilang Kakak melakukan KDRT ya sama Rahma! Awas saja kalau sampai iya, aku adukan kejadian ini ke Papah!" ancam Salma dengan mata melotot geram.

"Ish... KDRT apa sih, Sal?! Kau jangan suka mengada-ada! Mana berani Kakak melakukan hal kasar seperti itu kepada Rahma!" elak Sakti tak terima karena dituduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

"Lantas kenapa Rahma sampai menangis seperti ini? Mana hijab dan rambutnya sampai berantakan begini lagi! Terus Kak Sakti juga, kenapa bibirnya sampai berdarah begitu? Kalian habis berantem fisik, kan?!" tanya Salma lagi dengan intonasi suara yang kian meninggi, menuntut kejujuran.

Sakti mendengus kasar. Merasa tersudut oleh tuduhan adiknya, insting militernya justru memancingnya untuk bertindak nekat demi membungkam kecurigaan Salma.

"Kau itu jangan sok tahu ya! Kau mau tahu kejadian yang sebenarnya seperti apa? Oke, Kakak akan jelaskan semuanya sekarang juga dari A sampai Z biar kau tidak salah paham!" ucap Sakti sengaja dengan nada menantang di depan Rahma. Matanya melirik tajam ke arah istrinya, sengaja ingin melihat bagaimana reaksi gadis itu.

Mendengar ancaman suaminya, tangis Rahma seketika berhenti. Kepalanya langsung tegak. Bayangan tentang bagaimana memalukannya jika Salma sampai tahu bahwa mereka baru saja bergulat di atas kasur karena rebutan obat yang berujung pada ciuman paksa dan gigitan maut di bibir, membuat bulu kuduk Rahma merinding seketika.

"Sudah, Sal... tidak apa-apa kok antara aku sama Kak Sakti. Sudah ya, nggak usah dibahas dan diperpanjang lagi!" potong Rahma cepat dengan suara serak. Ia melirik sekilas ke arah Sakti dengan tatapan jengkel bercampur panik, sebelum akhirnya kembali menundukkan kepalanya dalam-dalam seperti orang ketakutan.

Melihat reaksi Rahma yang mendadak panik, Salma yang awalnya curiga kini mulai menyipitkan matanya. Ia adalah gadis yang cerdas dan cukup peka. Pandangannya perlahan turun, mengamati detail wajah sahabatnya itu.

Kedua mata Salma menyipit saat menyadari bibir Rahma yang terlihat sedikit bengkak dan merah merona, lalu beralih menatap sudut bibir bawah kakaknya yang robek persis seperti bekas gigitan pertahanan diri.

Aha! Sebuah bohlam imajiner seolah menyala terang di atas kepala Salma. Ia langsung paham dinamika apa yang baru saja terjadi di dalam kamar asrama ini.

Salma menarik napas panjang, lalu senyum jahil dan geli mulai terbit di bibirnya. Ia melepaskan pelukannya pada Rahma, lalu berkacak pinggang menatap kakaknya dengan pandangan menggoda.

"Aha... aku tahu sekarang apa yang terjadi di sini," ujar Salma sengaja menjeda kalimatnya, membuat suasana di ruang tamu mendadak sunyi senyap.

"Kak Sakti... kalau Rahma-nya sedang tidak mau, ya jangan dipaksa dong! Lagipula, bersikaplah yang lembut sedikit sama wanita!" sambung Salma kemudian, yang diakhiri dengan tawa geli yang tak bisa ia tahan lagi.

Glek!

Mendengar kesimpulan telak dari Salma, baik Sakti maupun Rahma seketika melotot sempurna. Mereka berdua menelan ludah secara bersamaan dengan wajah yang dalam sekejap berubah menjadi semerah kepiting rebus karena rahasia ranjang mereka dikuliti habis di siang bolong.

Rahma, yang merasa detak jantungnya sudah melompat melebihi batas normal, buru-buru memutar tubuhnya.

"A...aku buatkan minum dulu untukmu, Sal!" pamitnya terbata-bata, lalu setengah berlari menuju dapur demi menyembunyikan wajahnya yang sudah panas menyerupai kepiting rebus.

Salma setengah berteriak menyahut dari ruang tamu, "Rahma, tidak perlu repot-repot loh! Aku tadi sekalian lewat dan beli mpek-mpek Palembang kesukaanmu!" ujarnya sembari melirik jahil ke arah Sakti yang berdiri kaku bagai manekin hidup di dekatnya.

"Nggak ngerepotin, Sal! Makasih ya mpek-mpeknya!" balas Rahma sedikit berteriak dari arah dapur, menyembunyikan getaran gugup di suaranya.

Begitu siluet Rahma benar-benar menghilang di balik sekat dapur, Salma langsung mendekati kakaknya. Dengan menyilangkan dada, ia berbisik dengan nada super jahil, "Kak, sudah mulai suka ya sama Rahma? Hayo, ngaku! Jangan suka dipendam, nanti jerawatan loh!"

Sakti langsung membuang muka, mencoba mengontrol ekspresi wajahnya yang mendadak tidak karuan. "Apaan sih, Sal? Jangan ngaco kamu!" ketusnya pelan, berusaha mempertahankan wibawa militernya yang sudah runtuh tak bersisa di depan sang adik.

"Heleh, jangan menyangkal ya, Kak. Lihat tuh, wajah Kak Sakti sampai merah begitu!" goda Salma lagi, menyenggol lengan kekar kakaknya dengan siku. "Kalau suka cepat bilang, nggak usah gengsi... Nanti kalau Rahma diambil orang lain, baru tahu rasa!"

Deg!

Kata-kata Salma seolah menyentil ego terdalamnya Sakti. Ingatannya langsung berputar cepat, memutar kembali adegan pagi tadi saat ia melihat betapa akrabnya Rahma mengobrol dengan Mayor Adnan. Dadanya kembali terasa sesak oleh rasa tidak rela yang aneh.

"Kakak nggak akan biarkan Rahma direbut orang lain! Dia kan istriku. Jangan suka ngaco kamu, Sal!" tegas Sakti, suaranya sedikit meninggi karena terbawa emosi cemburu yang tak sengaja tersulut.

Mata Salma seketika berbinar menang.

"Cie... cie... akhirnya Kakak beneran suka ya sama Rahma!" sorak Salma pelan namun penuh nada kemenangan.

Mendengar ucapan Salma yang begitu blak-blakan, Sakti panik setengah mati. Takut suara cempreng adiknya terdengar sampai ke dapur, dengan cepat ia membekap mulut Salma menggunakan telapak tangannya yang lebar.

"Ssssttt! Diam, Sal!" bisik Sakti panik dengan mata melotot.

Tepat pada saat itu, Rahma muncul dari arah dapur. Penampilannya kini sudah jauh lebih rapi, jilbabnya sudah dibetulkan dengan benar dan tidak ada lagi helai rambut yang berantakan. Ia membawa nampan berisi minuman dingin beserta piring kecil dan mangkuk untuk empek-empek bawaan Salma.

Sakti buru-buru menarik tangannya dari mulut Salma, lalu berpura-pura merapikan kaosnya seolah tidak terjadi apa-apa. Rahma meletakkan nampan di atas meja dengan gerakan yang sangat hati-hati, benar-benar berusaha menghindari kontak mata dengan suaminya.

"Silakan dimakan, Sal," ujar Rahma pelan, mendudukkan diri di samping Salma sekali lagi, mencari jarak terjauh dari jangkauan Sakti.

Mereka bertiga akhirnya mulai menikmati empek-empek Palembang tersebut bersama-sama. Namun, keheningan di antara Sakti dan Rahma terasa begitu kaku dan sarat akan kecanggungan. Sakti makan dengan perlahan sambil sesekali melirik istrinya dengan kikuk, sedangkan Rahma sibuk memotong empek-empek di piringnya seolah itu adalah tugas paling penting di dunia.

Salma yang duduk di antara mereka hanya bisa mengunyah kuah cuko sambil tersenyum-senyum geli. Pemandangan dua pengantin baru yang sedang dilanda salah tingkah akut ini benar-benar menjadi hiburan gratis yang sangat menyenangkan bagi Salma siang ini.

Bersambung...

1
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir, kak 😊🤗
total 1 replies
juwita
ini si sakti bodoh apa bego. ngpain ngejaga hati buat mantan yg udh jd istri org. mending kasihkan rasa itu buat istri sah mu. gedek banget sm laki" ky gitu yg masih mengharapkan mantan😡😡
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: timpuk aja kak, aku ikhlas 🤣🤣🤣
total 1 replies
juwita
lgian udh nikah sah ngpain tidur pisah kamar aneh" km sakti umur udh tuir gitu kelakuan ky bocah🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
juwita
jorok Rahma knpa g di keluarin aj dr pd di tarik lg keatas🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Deera__
aiih yg mau anu anu mereka kenapa aku yg jadi dah Dig dug deg deg an begini.. alamakkkk ... 🤣🤣🤣🤣🤣/Shame//Shame//Sweat//Sweat//Sweat/
Deera__: hahahahaa🤣🤣🤭🤭🙈🙈🙈
total 2 replies
Deera__
heh enemia ya eh salah amnesia ya kau pak Komandan.🤣🤣/Facepalm//Facepalm/ sadarlah kau itu galak bin kejam. suka judesss dan beri hukuman suka² lgi🤣🤣🤣🤣
Deera__: /Tongue//Tongue//Tongue/

kabuurrr

🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤸🏻‍♀️
total 2 replies
juwita
udh tau cwek g bener ninggalin km dmi yg mapan. msh aj di cintai. buang rasa yg mau buat cwek gitu mah
Deera__
benar itu Cok Ucok🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
astaga gelii aku /Joyful//Joyful/ GK suka pink
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh udah tamat saja.
kelahiran Bima ternyata sebagai penghujung cerita.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wah baby Boy nih, kayaknya bakal jadi kesayangan semua Opa Oma'nya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya yang di tunggu² calon anggota baru hadir juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang pak Wira, sebentar lagi pasti doanya terkabul.

tapi Emang Rahma lagi libur tah masa magang di RS bandungnya.🤔😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mayor Adna sudah ga jomblo lagi.🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤗🤗🤗
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selesai juga masalahnya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
babat sampe habislah sekalian orang yang terlibat di institusi atas biar malu sekalian karna sudah salah menggunakan jabatannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Profesor Asha dan mayor Yuda teman terThe best, saling bantu dan tau balas budi tanpa iri hati.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Syukurnya ada prof Asha dan dokter Adnan jadi kamu terselamatkan dari pikiran egatifmu sendiri Rahma... lain kali di konfirmasikan dulu baru ambil keputisan kalaupun mau sendiri dulu asal jangan bikin suami mu panik dan malah memperbesar masalah kalau seandainya ada orang lain yang ambil kesempatan di tengah masalahmu dengan Sakti
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rahma ini lemah banget, kemana keberanian dan otak cerdasmu sebagai calon dokter harusnya sebagai calon dokter yang kerjanya bituh otak yang tenang saat melakukan tindakan bisa juga harus lebih tenang dalam masalah RTnya dan lebih hati² ambil keputisan ga ceroboh dikit² kabur
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hayo loh harus jujur dari pada kedepannya jadi bumerang kalau tiba² Rahma tau dari orang lain atau bisa jadi Dinda datangin Rahma dan ngarang cerita, Sakti.
jadi mending jujur saling terbuka daaannn belajar komunikasi yang lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!