NovelToon NovelToon
Penguasa Di Balik Bayangan

Penguasa Di Balik Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Action / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cardannak23

Darius Evandra Adhitama adalah putra tertua Keluarga Adhitama yang hidup susah bersama ibunya. Di usia 18 tahun, ibunya meninggal dan ia dicampakkan kekasihnya.

Darius lalu masuk militer, bangkit menjadi "Dewa Perang" legendaris dalam 6 tahun, hingga menguasai bisnis global, lalu menjadi pembunuh bayaran paling ditakuti.

Saat pulang untuk hidup tenang, keluarga Adhitama memaksanya kembali tanpa tahu identitas aslinya.

Darius lalu mendapati mantan kekasihnya telah dinikahi sang adik tiri, dan dirinya justru dijadikan tumbal pernikahan politik dengan Adelina Atmadja demi menyudahi perseteruan berdarah.

Diremehkan dan terjebak pernikahan paksa, Darius hanya menatap dingin. Mereka tidak tahu bahwa "anak buangan" ini sanggup meratakan kedua keluarga besar tersebut hanya dengan satu jentikan jari.

Saat naga yang tertidur akhirnya membuka mata, seluruh kota akan gemetar di bawah kakinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cardannak23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Suasana di sekitar seketika mendadak tegang. Orang-orang di sekeliling mereka memilih untuk menjauh, tidak ada yang berani ikut campur karena tahu betul siapa sosok Rendy.

Namun, wanita itu sama sekali tidak gentar. Ia adalah Nayla Alessia, pemilik butik kenamaan di Ibu Kota yang karya-karyanya selalu menjadi langganan para pejabat dan keluarga konglomerat.

"Tuan Rendy," ucap Nayla dingin sambil merapikan tas tangannya. "Kerja sama antara butik saya dan perusahaan Anda resmi batal. Permisi."

Saat Nayla membalikkan badan untuk pergi, wajah Rendy semakin merah padam karena merasa dipermalukan di depan umum.

"Kurang ajar! Tangkap wanita ini! Bawa dia ke kamar atas!" perintah Rendy dengan nada yang sangat kasar.

Dua pengawal Rendy yang bertubuh besar bergerak cepat mencengkeram tangan Nayla. Wanita itu meringis kesakitan dan berusaha melepaskan diri, tetapi cengkeraman kedua pria itu terlalu kuat.

"Lepas! Lepaskan aku! Kalian gila?!" pekik Nayla dengan napas memburu.

Di meja bar, Darius dan Julian tak acuh pada keributan di sekitar mereka. Darius meraih gelas single malt yang baru disajikan, lalu menyesapnya perlahan.

Nayla, yang lengannya dicengkeram kuat oleh dua pengawal bertubuh kekar, merasakan denyut nyeri yang membakar pergelangan tangannya.

Namun, sebagai wanita independen yang terbiasa menghadapi berbagai tekanan di dunia bisnis kelas atas, ia tidak langsung panik.

Dengan gerakan tak terduga, Nayla memanfaatkan tumit sepatu high heels-nya yang runcing dan menghantamkan bagian itu tepat ke punggung kaki pengawal di sebelah kirinya.

"AAAKHH!"

Pengawal itu mengerang kesakitan dan melepaskan cengkeramannya. Tanpa waktu, Nayla mengayunkan tas miliknya tepat ke wajah pengawal kedua, membuat pria itu melepaskan cengkeramannya juga.

Nayla lalu membalikkan tubuhnya dan langsung berlari membelah kerumunan orang yang sedang menonton dengan tegang.

Napasnya memburu, matanya melirik ke sekeliling ruangan untuk mencari jalan keluar atau perlindungan. Namun, jalur menuju pintu keluar telah ditutupi oleh dua pengawal Rendy yang lain.

Saat pandangannya menyapu area bar, mata Nayla berbinar ketika menangkap sosok yang sangat familiar baginya.

Tuan Julian Mahendra.

Sebagai pemilik butik ternama, Nayla tentu mengenal sosok CEO Mahendra Global Holdings tersebut. Tanpa ragu sedikit pun, ia berlari ke arah meja bar tempat Julian dan Darius berada.

"Tuan Mahendra! Tolong saya!" pekik Nayla dengan suara bergetar saat berhasil mencapai meja bar.

Wanita itu berdiri di dekat sudut bar, tepat di sebelah Darius, sambil memegangi pergelangan tangannya yang memar kemerahan.

Julian yang duduk di sebelah Darius langsung memiringkan tubuhnya, menatap Nayla dengan dahi berkerut. "Nona Nayla? Ada apa ini?"

Sebelum Nayla sempat menjelaskan, Rendy bersama empat pengawalnya telah mengepung area meja bar itu dengan wajah memerah yang dipenuhi kemarahan.

"Bangsat! Mau lari ke mana kau, Jalang?!" bentak Rendy dengan napas memburu karena pengaruh alkohol dan emosi.

Rendy melangkah maju dengan angkuh, hendak mencengkeram kembali lengan Nayla. Namun, saat melihat sosok Julian, langkahnya seketika terhenti.

Rendy mengenali Julian sebagai pemilik Mahendra Global Holdings, sebuah perusahaan yang memiliki pengaruh cukup besar di dunia bisnis.

"Tuan... Tuan Mahendra?" ucap Rendy dengan mencoba menekan nada kasarnya. "Mengapa Anda ada di sini? Tolong jangan ikut campur. Wanita ini sudah bertindak tidak sopan."

Nayla menatap Rendy dengan tatapan yang tajam. "Anda yang bertindak tidak sopan kepada saya, Tuan Rendy!"

Julian menatap Rendy dengan dingin. Sebagai mantan perwira militer, ia paling membenci pria yang menggunakan kekuatan atau posisi untuk menindas wanita.

"Tuan Rendy," suara Julian terdengar sangat tegas dan berwibawa. "Ini adalah tempat umum. Anda telah membuat keributan yang mengganggu kenyamanan pengunjung lain, termasuk kami."

"Sebaiknya Anda pergi dan selesaikan urusan Anda besok dengan cara yang lebih beradab." lanjut Julian dengan

Wajah Rendy berubah menjadi sangat menyebalkan. Pengaruh alkohol telah mematikan akal sehatnya.

"Tuan Mahendra, aku menghormatimu!" seru Rendy sambil menunjuk dada Julian dengan lancang. "Tapi jangan berlagak seperti pahlawan di sini! Ini urusanku dengan wanita ini!"

Dengan tatapan yang masih berapi-api, Rendy melirik pria yang duduk santai di samping Julian.

Darius sama sekali tidak memandang Rendy. Tangannya masih memegang cangkir kristal berisi whisky, lalu memutar-mutarnya secara perlahan hingga es batu di dalamnya berdenting halus.

Melihat ketenangan Darius yang tampak seolah mengabaikannya, kejengkelan Rendy semakin memuncak.

"Dan kau!" bentak Rendy sambil tepat di samping Darius. "Sejak tadi kau duduk di sini, melihatku seolah aku ini sampah?! Kau tahu siapa aku, Hah?!"

Mendengar hal itu, gelas whisky di tangan Darius berhenti berputar. Kalimat yang baru saja terlontar sukses menahan seluruh geraknya.

Suasana yang tadinya bising oleh musik mendadak terasa begitu berat. Keheningan yang tercipta sukses membuat bulu kuduk Nayla dan Julian meremang.

Nayla menatap pemuda di sampingnya itu. Wajahnya tampan dengan rahang yang tegas, namun matanya memancarkan aura yang belum pernah ia lihat pada pria mana pun di Ibukota.

Darius perlahan menyesap sisa whisky-nya sampai habis, meletakkan gelas kosong itu ke atas meja bar, lalu memiringkan kepalanya sedikit untuk menatap Rendy.

"Lalu..." suara Darius terdengar sangat rendah, datar, namun menggelegar seperti guntur di kejauhan. "Memangnya kau ini siapa?"

Suasana di sekitar meja bar seketika membeku. Pertanyaan singkat dari Darius meluncur tanpa emosi, namun membuat napas orang-orang di sekitarnya tertahan.

Julian, yang duduk di samping Darius, langsung memperbaiki posisi berdirinya. Kedua matanya menatap Rendy dan para pengawalnya dengan tatapan kasihan.

Nayla menahan napas. Ia bisa merasakan tekanan aura yang begitu pekat memancar dari tubuh pemuda berkemeja hitam tersebut.

Wajah Rendy bertambah merah padam. Dipermalukan di depan wanita dan pengunjung kelab oleh seorang pemuda tak dikenal membuat harga dirinya terasa terinjak-injak.

"Kau... bertanya aku siapa?!" bentak Rendy dengan suara melengking. "Aku Rendy Wijaya! Putra pemilik Wijaya Development! Satu kata dariku bisa membuat hidupmu hancur di Ibukota ini, Bangsat!"

Rendy lalu memberi isyarat yang penuh dendam kepada empat pengawalnya. "Hancurkan mukanya! Patahkan kedua tangannya!"

Dua pengawal bertubuh besar langsung maju. Pria pertama mengayunkan tinjunya tepat ke pelipis kanan Darius, sementara pengawal kedua mencoba menerjang kaki Darius untuk menjatuhkannya.

Melihat hal tersebut, Nayla seketika memekik pelan dan refleks memejamkan matanya.

Namun, gerakan para pengawal itu di mata seorang mantan Dewa Perang dan pembunuh bayaran nomor satu dunia tak ubahnya seperti gerakan siput yang lambat.

Tanpa menoleh sepenuhnya, tangan kiri Darius menangkap pergelangan tangan pengawal pertama yang sedang mengayunkan pukulan.

Pengawal itu seketika terbelalak, matanya melebar karena mendadak tidak bisa menggerakkan tangannya satu jengkal pun.

KRAK!

"AAAGHHH!"

Bunyi patahan tulang bergema menembus dentuman musik kelab. Hanya dengan sedikit sentakan, pergelangan tangan pengawal itu terpelintir ke arah yang berlawanan.

Belum sempat pengawal pertama itu jatuh berlutut, Darius memanfaatkan momentum tersebut. Ia menarik tubuh pengawal itu lalu menggunakan sikunya untuk menghantam dada pengawal kedua.

BAM!

Dada pengawal kedua terhantam telak. Benturan itu membuat napasnya seketika putus, dan tubuh besarnya terlempar menghantam meja kaca di belakang mereka hingga hancur berkeping-keping.

Suasana seketika hening total. Musik yang menghentak seolah tak lagi terdengar, digantikan oleh erangan kesakitan dari dua pengawal yang tergeletak tak berdaya di lantai.

1
Akang
up lagi thor
Glastor Roy
makasih torku update ya
Cardannak: Sama²
total 1 replies
Julia thaleb
Thor.
up nya yg banyak..
jgn satu.
KLO up nya 1 aja seperti makan krupuk seribuan, 1 menit SDH ludes.
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Julia thaleb
Thor..
aku suka.
up terus yg banyak ya
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
tor update ya
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
yg bayak tor up ya torku
Glastor Roy
torku update ya lgi dong
Glastor Roy
update lgi
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
makasih torku update ya
Muhamad U Fadillah Udwm
bguss
Muhamad U Fadillah Udwm
lqnjut
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!