NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 08

Jarak sekolah Al dan restoran milik Rendi tak terlalu jauh jika menggunakan kendaraan paling hanya sekitar 5 menit saja. Tapi Rosa memilih untuk berjalan kaki meski ada angkutan yang melintas.

Wanita tengah merasa bersalah dengan ucapannya kepada Rendi yang dinilainya kasar. Namun sungguh tak ada niat dalam hati Rosa untuk seperti itu. Dia hanya tidak ingin Rendi terseret dalam gunjingan buruk yang diterimanya.

"Dasar pelacurr. Anak haram kan itu? Kalau bukan anak haram, nggak mungkin dong hamil nggak ada bapaknya?"

"Jangan-jangan dia simpanan lagi. Ih takut banget deh ada wanita jalangg di lingkungan kita."

"Atau malah dia sendiri juga ga tahu siapa ayah dari anaknya itu. Soalnya nggak cuman satu yang ngegagahi."

Kata-kata yang sangat menusuk dan menyakitkan hati sering di dengar oleh Rosa. Itu terjadi ketika dia tinggal di sebuah kota kecil di wilayah Jawa Barat.

Malam kelam yang sama sekali tak pernah Rosa duga akan terjadi pada dirinya membuatnya pergi meninggalkan kota Jakarta. Tak ada yang tahu, setelah tuan itu memaksanya, Rosa menangis di sisa malam. Namun gadis polos itu langsung membuat keputusan yakni pergi dari tempat itu.

Dia tak ada niat untuk meminta pertanggungjawaban si tuan. Rosa sadar siapa dirinya dan ia yakin bahwa tuan itu pasti tak akan pernah mau bertanggungjawab.

"Hanya sekali, pasti nggak akan kenapa-napa."

Rosa berpikir positif waktu itu. Dia mencoba membesarkan hatinya bahwa kejadian malam kelam itu tak akan menghasilkan apapun.

Namun prediksinya salah. Satu bulan setelah kejadian itu Rosa mengalami telat datang bulan. Ia berusaha untuk denial. Akan tetapi hasil pemeriksaan yang dilakukannya menunjukkan sebuah hal yang begitu mengejutkan baginya.

Rosa hamil di usianya yang baru 21 tahun. Perut yang semakin membesar tentu tak bisa disembunyikan. Dan dati situlah gunjingan mulai ia dengar. Perkataan buruk mulai ditujukan kepadanya.

Tapi Rosa tak bisa meninggalkan tempat itu. Dia bertahan di sana karena pekerjaan dan uang yang didapat demi memenuhi kebutuhan. Beruntung bos tempat dia bekerja begitu baik. Mereka bahkan tak mempermasalahkan situasi dan kondisi Rosa karena Rosa menceritakan terkait apa yang terjadi pada dirinya.

"Haaah, meski mereka baik, tapi aku tak terus-terusan di sana. Omongan tetangga semakin ngelantur soalnya," ucap Rosa lirih.

Memang benar bahwa atasan tempatnya bekerja begitu baik. Bahkan mereka lah yang menemani Rosa melahirkan dan membantu merawat Rosa pasca melahirkan. Jika bisa, Rosa ingin berada di tempat itu selamanya. Namun ia tak bisa melakukannya karena omongan orang-orang yang di luar kendali.

Para tetangga itu berkata bahwa Rosa merupakan istri simpanan si pemilik usaha dan anak yang dilahirkan merupakan anak orang itu. Rosa sungguh tidak tahan, orang-orang baik yang menolongnya digunjing dengan begitu buruk. Alhasil saat Al berusia setahun, Rosa memilih pergi.

Semenjak itu Rosa berpindah-pindah tempat. Dan terakhir dia bertemu dengan Rendi yang merupakan teman masa kecilnya. Rasanya senang bertemu dengan orang yang pernah dikenalnya. Bantuan dari Rendi tak ia tolak, namun Rosa berjanji pada dirinya sendiri bahwa kali ini dia tidak akan membiarkan orang lain membantunya lebih dalam.

"Maaf ya Rend, aku bukannya ketus atau nggak tahu terimakasih sama kamu. Cuman emang begini lebih baik. Jaga jarak kayak gini adalah cara terbaik biar kamu nggak disalah pahami sama orang-orang. Cukup aku aja yang dihujat, kamu jangan. Aku cuma nggak mau orang yang udah baik sama aku malah kena hujat yang sumbernya dari diriku."

Rosa benar-benar membulatkan tekadnya. Dia akan bersikap tegas kepada Rendi bahkan menjaga jarak dari teman masa kecilnya itu. Keputusan itu semata-mata karena dia tak ingin mengusik kehidupan penolongnya.

Sesampainya di restoran, Rosa segera melakukan pekerjaannya. Dia mulai bergabung dengan karyawan lainnya untuk memulai pekerjaan di awal pagi. Pukul 10.00 restoran akan dibuka, jadi para karyawan harus menyiapkan tempat tersebut dengan sempurna sebelum para pengunjung berdatangan.

Ada satu hal yang Rosa suka di tempat ini, mereka sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Rosa dan Al. Mereka tak banyak bertanya tentang Al, dan bahkan mereka dengan tangan terbuka menerima keberadaan dirinya dan Al.

Rosa bersyukur bahwasannya ia menemukan tempat yang tak banyak pertanyaan akan dirinya dan anaknya. Rosa juga berharap bahwa dirinya dan Al bisa hidup di tempat ini dengan tenang untuk waktu yang lama.

"Kak, Al nggak ikut ya? Sekolah ya?" tanya seorang rekan kerja Rosa ketika mereka sedang membersihkan meja-meja restoran.

"He em Esih, soalnya kalau ikut jadi ribet. Meskipun Al termasuk anak yang nurut, tapi tetep aja dia anak-anak. Pasti rusuh kalau udah mulai bosen. Kalau sekolah kan lumayan waktunya setengah hari di habiskan di sekolah jadi pas nanti ke sini dia nggak yang rusuh. Atau malah bisa tidur siang juga," jawab Rosa.

Esih adalah gadis yang usianya 4 tahun di bawahnya. Gadis itu sudah bekerja di tempat ini selama 1 tahun lamanya. Dan dia merupakan salah satu orang yang sangat menyukai Al.

Padahal kedatangan mereka di tempat itu baru, tapi Esih seolah sudah menganggap Rosa dan Al orang yang dikenalnya lama.

Esih juga merupakan orang yang membantu Rosa menjadi lebih akrab dengan para karyawan lainnya. Rosa sungguh sangat bersyukur bertemu dengan orang-orang yang baim di sini.

Plok plok plok

"Ayooo kita udah harus rediiiiih. Bentar lagi pintu itu di buka. Para tamu pasti akan langsung datang. Yok gasss fokus jangan sampai ada kesalahan."

SIAP!!

Teriakan manager restoran selalu menggelegar di telinga setiap menuju jam buka restoran. Dia adalah orang yang tegas dalam hal pekerjaan tapi juga merupakan pribadi yang baik dan lembut jika di luar pekerjaan.

Namanya Sandro, pria berusia 28 tahun yang benar-benar kompeten dalam pekerjaannya sekaligus orang kepercayaan Rendi. Usut punya usut, Sandro merupakan anak dari supir keluarga Rendi yang berhasil kuliah dna akhirnya di tunjuk sebagai manager hotel semenjak usianya 24 tahun.

Pintu restoran di buka. Semua waitress mulai menyiapkan diri untuk melayani tamu. Tak terkecuali Rosa. Dengan tubuh yang berdiri tegap, senyum yang diatur sedemikian rupa, dia pun siap untuk menyambut para tamu. Namun ketika bola matanya menatap ke arah pintu, sesuatu yang tak ia duga akan dilihat saat itu membuat Rosa terkejut. Tubuhnya seketika bergetar dan keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya. Tak hanya itu, wajah Rosa pun seketika pucat pasi.

"Kak, Kakak kenapa?" tanya Esih yang menyadari keanehan pada diri Rosa.

"E-Esih, t-tiba-tiba aku pusing banget. A-aku boleh mundur bentar nggak?"

Esih mengangguk cepat. Dia paham maksud dari Rosa.

Sreet drap drap drap

Rosa membalikkan tubuhnya dan berlari cepat ke belakang. Dia pergi menuju ke ruangan yang biasanya digunakan untuk istirahat para karyawan.

Hosh hosh hosh

Nafas Rosa memburu, tubuhnya menggigil ketika seluruh ingatan pada malam itu kembali muncul.

"Ughhh ke-kenapa masih belum ilang juga. Kenapa dia harus muncul di sini?" ucapnya dengan air mata yang terus berlinang.

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
g mungkin kael nikah m orang lain dia juga g mau pisahkan km m al
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sempull emng doanya g bener
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kael dan Rosa galau nih 🤦😅
Dew666
Iya Rose harus nikah
Novita Sari
tapi ceritanya masih bagus.gak muter muter kok,kan nyeritain traumanya rosa sama kael n juga ada sangkut pautnya..
Esther
Galau nih Rosa dan Kael perkara menikah atau tidak🤭.
爾妮
😍😍mantap ahh
Rohmi Yatun
enggak kok Thor.. Q suka cerita nya..
爾妮
semangat tor,, lanjut 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Griz lngsng ultimatum Kael dan Rosa biar cepat nikah agar Al punya status jls jd gak usah nunggu lama" lg 😉👍
ind@h
dulu waktu kecil aq jg pernah hanyut di sungai kak..kata orang² ini nyawa kedua..bener kata kakak..trauma itu masih ada di alam bawah sadar kita bahkan sampai skr...memang trauma itu susah bgt ilangnya kak..mungkin bagi mereka yg tdk mengalami menganggap enteng..tp jujur bgt bagi kita itu sangat berat..
Ayudya
lanjut kak😍😍😍😍
Dozky 2 Crazy
gak ko author aku sukaaa
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeh dikiiit naa /Proud/
Novita Sari
😭😭😭😭
Keysha Aurelie
Kael pria yang baik ,gak egois, gak kejam, gak dingin, beda banget sama pemeran utama yang lain 🤭 langsung suka aku, pria idaman ini
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kapan nih Kael dan Rosa nikah 😏🤔
爾妮
😭😭😭

teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
Sastri Dalila
/Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!