NovelToon NovelToon
Miracle

Miracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Miracle. menceritakan Ayyasy dan teman-temannya yang hanya siswa biasa melihat bintang jatuh yang jatuh ke arah gunung belakang komplek mereka. mereka menyentuh batu itu dan mendapatkan kekuatan. setelah mereka mendapatkan kekuatan, ancaman ancaman dari monster monster mulai berdatangan. mereka pun harus menjadi penjaga dunia.
bersamaan dengan itu, mereka juga mulai bertemu dengan pahlawan pahlawan dari kota lain yang memiliki nama tim yang sama yaitu, Miracle

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Candaan Dan Tawa

Singkat cerita, sisa-sisa makhluk bayangan yang menggempur SMA Perbatasan akhirnya berhasil dikalahkan sepenuhnya oleh kerja sama solid ke-32 anggota Miracle dari Empat Kota. Area halaman sekolah yang tadinya mencekam kini kembali tenang, meski menyisakan beberapa retakan di semen dan kerusakan pada gerbang serta atap gedung.

Melihat kondisi fasilitas sekolah yang rusak cukup parah akibat serangan mendadak tersebut, Kepala Sekolah akhirnya mengambil keputusan tegas untuk meliburkan seluruh kegiatan belajar-mengajar selama beberapa hari ke depan. Keputusan ini diambil demi memberi waktu bagi tim perbaikan untuk merestorasi bangunan, sekaligus memastikan keamanan seluruh siswa dan staf guru.

Setelah membantu membereskan puing-puing sisa pertempuran dan memastikan para siswa serta guru pulang dengan aman, anak-anak Miracle pun melanjutkan kegiatan mereka seperti biasa. Dengan tubuh yang lelah namun hati yang lega, mereka melangkah bersama menuju tempat perlindungan utama mereka: markas besar Miracle di bagian bawah kompleks SMA Perbatasan.

Suasana di dalam markas terasa sangat hangat dan nyaman. Lampu-lampu pendar keemasan menyala lembut, menyambut kedatangan mereka yang baru saja melewati hari yang begitu menguras tenaga dan emosi. Satu per satu anggota Miracle melepas atribut tempur mereka, merebahkan diri di sofa empuk, atau sekadar bersandar di dinding ruangan untuk melepas rasa penat.

Candaan-candaan ringan dan gelak tawa perlahan mulai mewarnai hari yang melelahkan itu. Semua ketegangan pasca pertempuran melawan pecahan energi Erebos seolah menguap begitu saja saat mereka berkumpul bersama.

Di sudut meja utama, Abzari yang baru saja mengambil segelas air dingin tiba-tiba berdeham keras dengan raut wajah jahil yang tidak bisa disembunyikan.

"Ekhem... ekhem! Lu pada tau gak, ada yang salting-salting tadi pas di sekolah?" Abzari membuka percakapan dengan nada memprovokasi, matanya melirik ke kiri dan ke kanan secara bergantian.

Suasana markas yang tadinya santai seketika berubah riuh. Rasa penasaran langsung menyengat hampir seluruh anggota Miracle yang ada di ruangan itu.

"Hah? Siapa, Zar?" tanya Arkan cepat sambil menegakkan posisi duduknya dari sofa.

"Siapa yang salting? Jangan bikin penasaran dah!" timpal Davi seraya melempar bantal kecil ke arah Abzari.

Bukan cuma Arkan dan Davi, semua anggota yang ada di ruangan itu memajukan tubuh mereka, ikut bertanya-tanya dan penasaran dengan bocoran gosip dari Abzari.

Abzari tertawa pelan, menikmati momen di mana ia menjadi pusat perhatian. Ia lalu menunjuk secara dramatis ke arah sudut ruangan tempat Iyan dan Sintia duduk berjauhan.

"Sintia sama Iyan!" seru Abzari tanpa ragu.

"HUOOOOOO!"

Sorakan riuh seketika membahana di seluruh ruangan markas. Rehan, Ghofar, dan Fadhil langsung menepuk-nepuk meja dengan heboh, sementara Tasya, Gita, dan Vikka tertawa geli melihat reaksi dua orang yang baru saja disebut namanya.

Wajah Sintia seketika memerah padam seperti buah tomat matang. Ia dengan cepat menutupi mukanya menggunakan kedua telapak tangan, berpura-pura sibuk membetulkan tali sepatunya. "A-apaan sih, Abzari! Gak ada yang salting!" protes Sintia dengan suara cempreng khas orang panik.

Iyan sendiri yang biasanya paling bising dan suka melempar lelucon, mendadak salah tingkah. Ia terbatuk-batuk kecil, menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, lalu melemparkan pandangan ke sembarang arah. "Lu jangan ngarang ya, Zar! Gua kan cuma menolong kawan yang jatuh dari atap! Murni aksi pahlawan!"

"Murni pahlawan tapi tatap-tatapan mata lima detik, Yan?" goda Ghani sambil tertawa lepas. "Gua liat dari bawah tadi! Lu nangkepnya mulus banget kayak adegan film romantis!"

"Mana abis diturunin, Sintia mukanya langsung merah banget lagi!" tambah Vikka menimpali, membuat Sintia makin salah tingkah dan menyembunyikan wajahnya di balik bahu Gita.

"Aduhh, Prince Iyan penyelemat putri dari atap!" ledek Rava sambil memegang dadanya seolah-olah ikut terbawa perasaan, memicu ledakan tawa yang lebih keras di seluruh ruangan.

Di tengah riuhnya candaan tersebut, Ayyasy duduk bersandar di dekat meja komando bersama Night. Ayyasy terkekeh pelan melihat tingkah kawan-kawannya. Rasa lelah di bahunya rasanya terangkat setiap kali melihat kehangatan di antara mereka.

Ayyasy lalu melirik ke arah Arunnaqa yang sedang duduk di dekat konsol komputer, tersenyum kecil menyaksikan kehebohan Iyan dan Sintia. Di sebelah Arunnaqa, Night berdiri diam, menjaganya dalam jarak yang pas—persis seperti yang dilakukan Night saat pertempuran di halaman sekolah tadi.

Ayyasy tersenyum tipis, merasa bersyukur. Dinamika di antara mereka semua membuat kebersamaan ini terasa begitu berharga.

"Udah, udah, kasihan tuh Sintia sama Iyan mukanya udah kayak kepiting rebus," sela Ayyasy mencoba menenangkan suasana, walau ia sendiri masih tertawa kecil. "Yang penting kan semuanya selamat dan sekolah kita bisa dipertahankan."

"Tapi beneran deh," ujar Dhafina mewakili perasaan teman-temannya yang lain. "Iyan tadi keren banget refleksnya. Kalau gak ada Iyan, gak tau deh Sintia gimana."

Sintia perlahan mengintip dari balik jarinya, lalu melirik Iyan sekilas. "Y-ya... makasih ya, Yan, buat yang tadi," bisiknya pelan, cukup terdengar di tengah keheningan yang mendadak muncul.

Iyan yang mendengarnya makin salah tingkah, namun ia tersenyum tulus. "Sama-sama, Sintia. Lagian udah tugas kita kan buat saling jaga?"

"Eaaayyyy!" sorak Abzari dan Arkan lagi secara bersamaan, membuat ruangan markas kembali penuh dengan gelak tawa dan godaan tanpa henti.

Di balik kelelahan usai menghentikan gempuran makhluk bayangan, momen-momen sederhana seperti inilah yang menguatkan ikatan mereka. Ke-32 pahlawan dari Empat Kota ini sadar bahwa ancaman Erebos dan kegelapan luar dimensi mungkin belum sepenuhnya berakhir, dan masa libur sekolah beberapa hari ke depan adalah jeda tenang sebelum ancaman lain datang. Namun, selama mereka tetap bersatu dan saling menjaga, tak ada teror yang tak bisa mereka hadapi bersama.

1
Ayyasying
waduh!! siap yang jadi next villain?
Ayyasying
yahh kepisah kelasnya😢
Ayyasying
balik rumah malah disuruh ujian😭
Ayyasying
Akhirnya plot armor turun juga
Ayyasying
terusin bang seru banget
Ayyasying
lu ngasih villainnya OP banget bang. di combo ga mati
Ayyasying
kacau villainnya terlalu farming aura🔥🔥🔥
Ayyasying
sangar euy villainnya
Ayyasying
gacorrrr
Ayyasying
Sedih banget bang masa lalunya di night 😭😭😢
Ayyasying
GG Gaming😍😍
Ayyasying
keren banget bang miracle Harvest kuat kiat💪💪💪
Ayyasying
💪💪💪
Polaris 03
Lanjutkan
Herman Syah
kerenn
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
serafe cowok apa cewek?
Ayyasying: cewek
total 1 replies
Guzzie
💪💪💪
Ayyasying: subscribe atuh yah
total 1 replies
Guzzie
lanjutan
Guzzie
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!