NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Orang Disabilitas
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik senyum ceria Nadia, tersimpan ketangguhan luar biasa. Meski ia tidak bisa bicara dan berasal dari keluarga sederhana, kecerdasannya membawa Nadia meraih beasiswa di universitas swasta ternama.

Namun, dunianya yang begitu sempurna seketika runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. ​Demi masa depannya, Nadia membalut lukanya dengan senyuman. Sayangnya, badai kembali datang seolah tidak membiarkan Nadia hidup dengan tenang, hingga ia bertemu dengan seorang pria yang membantunya dari kejamnya dunia.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang terjadi pada Nadia? Siapakah pria yang membantu Nadia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Seketika itu juga, ingatan Aksa terlempar pada sosok gadis berapron lusuh di klub malam. Gadis yang berdiri di lorong remang-remang dengan papan tulis kecil, gadis bisu yang menjadi bahan bulian dan hinaan para tamu kaya, gadis yang selalu memasang senyum pasrah di tengah penderitaannya.

​Rasa tidak nyaman dan penolakan yang kuat mendadak membuncah di dalam dada Aksa. Di mata Aksa, dunia tempatnya berdiri adalah dunia yang keras, penuh intrik bisnis, manipulasi dan persaingan tajam.

Pria seperti Aksa membutuhkan sosok pendamping yang bisa berdiri tegak, memiliki daya saing atau setidaknya seseorang dari kalangan yang sepadan, bukan seorang wanita yang cacat atau bernasib menyedihkan yang hanya akan menjadi beban dan santapan empuk bagi musuh-musuh bisnisnya.

​Aksa langsung mengepalkan tangannya di atas paha. Wajahnya menggelap, memancarkan amarah dan penolakan yang tidak bisa ditawar lagi.

​"Tidak, Pa," potong Aksa tegas, suaranya berubah menjadi sangat dingin dan menusuk.

​Papa Mahendra mengerutkan dahi, "Aksa? Kenapa kamu mendadak berubah pikiran?" tanyanya.

​Aksa bangkit berdiri dari kursinya secara mendadak hingga kursi kayu itu terdorong ke belakang dengan bunyi berderit keras, ia menatap Papa Mahendra dengan sorot mata tajam yang dipenuhi kebanggaan dan penolakan.

​"Aksa tidak mau dijodohkan dengan wanita bisu!" seru Aksa dengan nada tinggi tak terbantahkan.

​"Aksa! Jaga bicaramu! Dia putri dari sahabat Papa! Dia gadis yang baik!" bentak Papa Mahendra, berdiri ikut terpancing emosi.

​"Aksa tidak peduli siapa orang tuanya di masa lalu, Pa! Dunia Aksa terlalu keras untuk seorang wanita yang bahkan tidak bisa membela dirinya sendiri dengan kata-kata! Papa mau Aksa membawa seorang wanita yang tidak bisa bicara ke acara-acara gala dinner Vanguard Group? Papa mau dia jadi bahan tertawaan relasi bisnis dan musuh-musuh Aksa?" jawab Aksa penuh penekanan.

​"Perjodohan ini bukan cuma soal bisnis, ini soal kehormatan dan janji Papa!" tegas Papa Mahendra dengan napas memburu.

​"Kalau begitu, jaga kehormatan Papa sendiri tanpa perlu mengorbankan masa depan Aksa!" balas Aksa dingin.

​Tanpa menunggu jawaban atau amukan dari sang ayah lebih lanjut, Aksa memutar tubuhnya dengan gerakan cepat. Ia melangkah lebar meninggalkan ruang kerja tersebut, mengabaikan teriakan panggilan namanya yang terdengar bergema dari arah ruang tamu.

​Brak!

​Aksa membanting pintu depan kediaman Mahendra dengan keras, melangkah menuju sedan hitamnya di pelataran parkir dengan raut wajah memerah oleh emosi yang membakar.

Aksa meluncurkan mobilnya membelah kemacetan kota dengan kecepatan di atas rata-rata. Pikirannya benar-benar kacau, penolakan terhadap usulan perjodohan sang ayah membakar logikanya. Bagi Aksa yang terbiasa memegang kendali atas segala hal di hidupnya, dijodohkan dengan seorang wanita keterbatasan fisik terasa seperti sebuah penghinaan atas otoritasnya sendiri.

​Namun, di tengah amarah yang berkecamuk, bayangan wajah Nadia yang pucat namun tegar di lorong klub justru semakin gencar menari-nari di ingatan Aksa.

​'Kenapa tiba-tiba ingatan gue penuh sama cewek bisu itu?' batin Aksa murka pada dirinya sendiri, ia menginjak pedal gas lebih dalam dan berusaha membuang bayangan tersebut.

​Sementara itu, malam kembali merayap di Eternity Club & Lounge. Suasana Sabtu malam terasa jauh lebih liar dan ramai dibanding hari-hari biasanya, dentuman bass musik EDM mengguncang setiap sudut lantai dansa dan lalu lalang tamu VIP berpakaian mewah memadati area bar.

​Di ruang pantry staf, Nadia baru saja selesai mengikat tali apronnya. Wajahnya yang memar akibat kelelahan fisik beberapa hari terakhir ditutupi oleh senyuman hangat yang tak pernah pudar. Meskipun deadline satu bulan dari Bibi Ratih terus membayangi pikirannya bagaikan pedang yang siap menebas, Nadia tetap menjalankan tugasnya dengan sangat profesional.

​"Nadia! Jangan melamun!" tegur Pak Johan yang tiba-tiba muncul di pintu pantry dengan wajah garang.

"Lantai dua lorong VIP 5 sampai VIP 8 ramai! Ada rombongan anak-anak pengusaha yang pesan puluhan botol champagne, kamu bawa nampan besar ini ke VIP 6 sekarang!" perintahnya.

​Nadia memburu, menyatukan kedua tangannya di depan dada lalu mengangguk patuh. Ia melangkah menuju meja persiapan, mengangkat nampan besi berukuran besar yang berisi botol-botol minuman mahal bertutup kristal, lalu berjalan perlahan menuju lantai dua.

​Saat Nadia melangkah di lorong VIP yang temaram, dari arah berlawanan, dua pria bersetelan jas mahal melangkah dengan sempoyongan akibat pengaruh alkohol. Salah satu dari mereka adalah Tuan Anjas, pria yang beberapa malam lalu sempat membuat kekacauan dan mendorong Nadia hingga menyebabkan gelas kristal pecah.

​Anjas yang sedang tertawa bersama rekannya mendadak menghentikan langkah ketika matanya menangkap sosok Nadia yang sedang membawa nampan.

​"Loh... lihat siapa ini!" seru Anjas dengan senyum miring yang sangat licik, ia menghentikan langkah tepat di depan Nadia dan menyilangkan tangannya di dada.

​Nadia membeku, jantungnya berdegup kencang secara refleks. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, berusaha bergeser ke sisi kanan lorong untuk menghindari kontak dengan pria tersebut.

​Namun, Anjas justru sengaja menggeser tubuhnya memblokir jalan Nadia. ​"Mau ke mana lo, heh? Cewek bisu sok suci! Gara-gara lo, nama gue dicatat jelek sama manajemen klub ini! Lo tahu berapa kerugian reputasi gue?" cemooh Anjas dengan suara berat yang dipenuhi bau alkohol menyengat.

​Nadia merapatkan bibirnya sekuat tenaga, jemarinya yang menahan beban nampan besi mulai gemetar. Ia mencoba melangkah ke sisi kiri, namun teman Anjas ikut melangkah memagari jalannya.

​"Anjas, ini cewek yang katanya bikin lo kena masalah?" tanya teman Anjas sambil tertawa melecehkan.

"Ternyata lumayan juga mukanya, pantesan lo penasaran," ucap lainnya.

​Anjas tertawa makin lebar, ia melangkah maju satu tapak dan menyudutkan Nadia hingga punggung ringkih gadis itu menabrak dinding karpet lorong. Tanpa rasa segan, tangan kasar Anjas terulur, berniat mencengkeram dagu Nadia secara paksa.

​"Malam ini lo harus ganti rugi rasa malu gue, cewek bisu!" bisik Anjas sinis.

​Nadia membelalakkan matanya penuh ketakutan. Dalam refleks pertahanan dirinya, Nadia memiringkan tubuhnya dan mendorong nampan besi di tangannya ke arah dada Anjas untuk menjaga jarak!

​Prang! Pyarrr!

​Nampan besi itu terlepas, botol-botol champagne mahal menghantam lantai karpet dan pecah berhamburan, memercikkan alkohol dan pecahan kaca ke sepatu mewah Anjas!

​"Bangsat!" amuk Anjas histeris ketika celana bahagian bawahnya basah tersiram minuman mahal tersebut.

​Sebelum Nadia sempat merengkuh tubuhnya untuk kabur, Anjas yang sudah kalap oleh amarah dan pengaruh alkohol melayangkan tangan kanannya dengan sangat keras!

​Plakkk!

​Suara tamparan keras menggema di lorong VIP yang sepi. Pukulan telak itu menghantam pipi kiri Nadia hingga tubuh ringkih gadis itu terpental dan tersungkur keras di atas lantai berkarpet, tepat di samping pecahan kaca kristal yang tajam.

​Sudut bibir Nadia robek, mengeluarkan cairan dar*h segar yang menetes ke lantai. Rasa panas dan nyeri yang luar biasa menjalar di wajahnya, pandangannya berkunang-kunang. Nadia memegangi pipinya yang berdenyut sakit, air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetes membasahi pipinya yang terluka.

.

.

.

Bersambung.....

1
Raisha
kluarga dari pihak Nadia apa gak di kabari & undang ya Thor,kok gak di ceritain? bibinya apa kabar, jadi mo jual rumahnya Nadia? serasa dia ahli warisnya aja,main jual rumah ayahnya Nadia sembarangan, dah kena karmanya lom bik?
Aidil Kenzie Zie
lumayan katanya tapi sampai ludes🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ada yang masih kangen nich 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ah akhirnya Aksa mau juga 🥰🥰🥰
erviana erastus
rajin pulang kerumah aksa eh 🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
anak kuliahan klo ada hutang minta bukti. hutang klo asal ngomong gk ada hitam di atas putih itu sama aj nipu😒
falea sezi
moga aja nadia
erviana erastus
ih aksa 🤣 tuh kan terpesona kamu sama nadia makax jgn sok² nolak gtu 🤭 demi apa coba tetiba mau tidur dirumah 🤣
Raisha
moduuuuuuss...kamu dah gak bisa tahan pengin dekat² Nadia kan meski otakmu menolak tp hatimu berkata lain😂😂...untungnya papamu tau & ngerti apa yg kamu inginkan,makanya kamu gak boleh tinggal di rumahnya lagi...sabar Aksa, tunggulah sampai waktunya tiba
Naufal Affiq
buat emosi bacanya
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
lanjut kak,seru ceritanya
erviana erastus
kalo jodoh nggak kemana kan aksa🤣
Rizky Manik
Aksa, kau yg ngajak Nadia nikah ya awas aja kalo kau gkbisa cintai Nadia, bakal kukutuk kau jadi batu😏🤣
Raisha
kalimatnya typo lg Thor🙏🤭....bukan "...teman anak Papa..." harusnya "...anak teman Papa..." krn yg othor tulis itu artinya temannya anak Papa pdhal Nadia kan anak temannya Papa,gitu kan maksudnya? Maaf kalo salah 🙏😃
elaretaa: Siap Kak, nanti author revisi lagi ya🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sartini 02
bagus ceritanya dan selalu ditunggu
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Raisha
sampai di bab ini,masih banyak typo Thor 🙏...seperti kalimat "....dg balapan kemeja hitam yg tergulung....", artinya kata "balapan" itu apa?🤔,aku kurang faham. Maaf ya Thor 🙏😃
Raisha: sama² Thor.... terimakasih untuk ceritanya ini, semangat nulisnya ya Thor 🙏😍😂
total 2 replies
Evi Rachmawati
wadidaw aska... uangku banyak....
Aidil Kenzie Zie
E e e Aksa dijodohkan sama perempuan bisu nggak mau ini malah jadi pahlawan terus 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!