NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 15 — Duel

Suasana di lapangan pengujian Keluarga Qin memanas hingga ke titik didih. Setelah tantangan duel diucapkan, tidak ada satu pun orang yang bisa mundur.

Qin Zhang menggertakkan giginya. Di dalam benaknya, rasa takut mulai menyelinap. Efek pil yang ia konsumsi seharusnya masih bertahan beberapa jam lagi, tetapi tatapan tenang Qin Mu membuat perasaannya tidak karuan. Ia melirik sekilas ke arah ayahnya, Tetua Kedua Qin Chong, yang memberikan anggukan kecil seolah memberi izin dan jaminan.

"Baiklah, jika kau ingin mempermalukan dirimu sendiri, aku akan menguburmu di arena ini!" geram Qin Zhang.

Di bawah instruksi Qin Chong, beberapa pengawas yang merupakan bawahannya segera mengamankan Batu Uji Spiritual. Lapangan terbuka itu kini berubah sepenuhnya menjadi arena pertarungan.

Sebelum melangkah ke tengah arena, Qin Mu menyempatkan diri berbicara singkat dengan ayahnya, Patriark Qin Feiyan.

"Mu'er, ingat pesanku. Kau tidak perlu menjatuhkannya secara langsung," bisik Qin Feiyan dengan tatapan penuh keyakinan.

"Tahan serangannya sampai efek obat terlarang itu mengikis habis energinya dari dalam. Biarkan semua tetua dan anggota klan melihat sendiri kebenaran yang tak terbantahkan. Tapi, jika kau terdesak jangan menahan diri lagi."

"Baik. Mengerti, Ayah," jawab Qin Mu dengan senyum tipis.

Di tribun penonton, dukungan terbelah. Mayoritas penonton yang tidak tahu apa-apa dan lebih mengenal Qin Zhang sebagai jenius klan generasi muda saat ini bersorak untuk Qin Zhang, sementara beberapa murid yang pernah dibantu Qin Mu menatap dengan cemas, berdoa untuk keselamatannya, berpikir apakah Qin Mu melakukan hal curang atau malah sebaliknya Qin Zhang yang melakukan kecurangan.

Qin Lian menatap dari barisan murid junior dengan tatapan kepercayaan, ia percaya dengan semua jerih paya yang dilakukan Qin Mu selama ini, itu semua pasti akan membuahkan hasil.

"Aku Tahu... Mu'er bukanlah orang licik seperti itu! Dia tidak akan berbuat curang dan aku yakin dia pasti bisa membuktikannya!" gumam Qin Lian pelan, meskipun terlihat marah, kecantikannya tak bisa pudar.

"Maju, Kakak Zhang! Tunjukkan pada si sampah itu perbedaan antara langit dan bumi!" teriak salah satu pendukung dari barisan murid junior.

Qin Feiyan maju ke depan, berdiri di antara para tetua, dan dengan suaranya yang menggelegar, ia memimpin jalannya pertarungan.

"Sebagai Patriark, aku menyatakan duel ini resmi dimulai! Hasil akhir akan menjadi penentu siapa yang benar dan siapa yang curang!"

Begitu suara Patriark bergema, Qin Zhang bergerak. Ia tidak membuang waktu dan langsung menggunakan teknik andalannya.

"Teknik Banteng Penghancur Batu!" teriak Qin Zhang.

Energi spiritual berwarna cokelat pekat melonjak keluar dari tubuhnya, membentuk ilusi samar kepala banteng yang mengaum di udara saat ia menghunuskan pedangnya ke arah Qin Mu. Tekanan angin yang dihasilkan begitu kuat hingga memecah udara di sekitarnya.

Di barisan murid junior, Qin Chen memperhatikan dengan saksama. Sembilan hari yang lalu, ia pernah bertarung melawan Qin Zhang dan merasakan sendiri betapa destruktifnya serangan tersebut. Serangan dari teknik tingkat 2!

Qin Chen bergumam pelan dalam hati, "Serangan sekuat itu... Apakah Saudara Qin Mu benar-benar bisa menahannya?"

Di tengah arena, Qin Mu berdiri tegak. Ia tidak meremehkan serangan itu sedikit pun. Matanya menatap tajam ke arah ilusi banteng yang mana Qin Zhang melesat ke arahnya. Mengambil kuda-kuda yang kokoh, ia menarik napas panjang dan mulai melafalkan gerakan pertahanannya. Kemudian mengambil gerakan Teknik 10 Langkah, 3 Tebasan.

Meskipun teknik tingkat pertama ini tidak memancarkan cahaya megah atau ilusi hewan buas yang memukau mata, gerakannya sangat presisi dan efisien. Qin Mu menangkis tebasan Qin Zhang dengan tepat pada titik lemah batang besi meteornya, mengalirkan energi spiritual halus untuk meredam gelombang kejut yang tercipta.

Dentang!

Suara benturan kedua senjata mereka bergema keras. Qin Mu mundur tiga langkah, tetapi tidak ada luka sedikit pun pada tubuhnya.

Sementara itu, di dalam pikiran Qin Mu, ia masih terus berpikir.

"Pil Merah Banteng Api... Siapa sebenarnya yang meracik pil ini untuk Qin Zhang? Efeknya begitu luar biasa, memaksa dantian untuk memuntahkan energi Spiritual Mendalam secara paksa. Sayangnya, fondasi tubuhmu akan terbakar jika dipaksakan seperti ini."

Qin Mu memutuskan untuk mematuhi instruksi ayahnya. Ia hanya akan bertahan dan menghindari serangan mematikan, menunggu sampai pil tersebut kehilangan khasiatnya.

Namun, bagi penonton yang tidak mengerti esensi pertarungan dan strategi yang sedang dijalankan Qin Mu, situasi ini terlihat seolah-olah Qin Mu terdesak.

Qin Zhang melancarkan rentetan tebakan yang membabi buta, menghancurkan lantai batu di bawah kaki mereka menjadi pecahan-pecahan kecil.

"Lihat itu! Qin Mu hanya bisa bertahan dan terdesak mundur!" ejek salah seorang penonton.

"Sudah kubilang, dia bukan tandingan jenius sejati klan kita!"

Di tengah hujan serangan tersebut, Qin Mu memperhatikan perubahan kecil pada diri lawannya. Napas Qin Zhang mulai terengah-engah dan matanya memerah karena panasnya energi yang mengalir liar di dalam meridian utamanya.

Qin Mu menyunggingkan senyum dingin. Ia menatap lurus ke mata Qin Zhang yang penuh amarah.

"Apakah napasmu mulai berat, Qin Zhang?" ejek Qin Mu dengan suara yang cukup tenang namun menusuk.

"Bagaimana kabarnya? Efek pil yang kau makan... rasanya sudah hampir habis, bukan?"

Mendengar kata-kata itu, Qin Zhang seketika murka. Wajahnya memerah padam. Kebohongan yang selama ini ia sembunyikan seolah ditelanjangi di depan umum.

"Kau... Beraninya kau bicara omong kosong!" teriak Qin Zhang, memusatkan seluruh sisa energi spiritualnya untuk melancarkan serangan akhir yang bisa dilakukan.

1
Putu Gunastra
seharus nya di cantumkan urutan Kultivasi nya Thor ..di bab2 awal..ato mungkin di bab setelah ini yaa..
Blueria: Terimakasih sudah memberikan saran, sudah author tambahkan tingkatan kultivasi di Chapter 1.😄💪
total 2 replies
T28J
sama sama👍
Blueria: sama-sama👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
yg bnyk tor up ya
Blueria: Siap💪 Gaskan. Vote dan Like ataupun gift agar author tambah semangat 👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
update
Blueria: Besok pagi ya updatenya, author lagi ada kerjaan. Terimakasih udah hadir Kak Roy👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Blueria: Siap, semoga terhibur. 👋😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!