Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.
impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .
bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Bertemu Calon Mertua
Sore ini setelah pulang bekerja aku pergi bersama Mas Bram ke kediaman rumahnya untuk bertemu dengan orangtuanya yang ingin mengenalku.
Setelah perjalanan yang lumayan jauh akhirnya kami tiba disebuah perumahan dan berhenti didepan rumah sederhana yang terlihat sepi,Bram memasukkan motornya di teras rumah dan mengajakku untuk masuk kedalam.
Dengan malu malu aku mengikutinya dari belakang dan disana sudah ada pak Hary ayah Bram yang sedang asik bersandar di kursi rotan sambil membaca koran.
"Assalamualaikum...yah kenalin ini Vayala "ucap Bram memperkenalkanku padanya.
Aku segera bersalaman mencium tangannya dan duduk dengan sopan.
"Bram..kamu bawa siapa itu.....?"sebuah suara perempuan paruh baya dari dapur bertanya pada Bram.
"tunggu sebentar ya aku panggil ibuku dulu"ucapnya melangkah kebelakang.
Aku hanya diam saja merasa malu dan juga gugup untuk pertama kalinya.
"kamu lulusan apa??"Tiba tiba ayah Bram bertanya padaku sambil membaca koran.
Jantungku seperti mau copot mendengar pertanyaan itu."kenapa pertanyaannya seperti itu ya"gumamku dalam hati bersikap santai.
"Saya cuma lulusan SMK pak!"sahutku pelan walau sebenarnya bibirku bergetar.
"tinggal dimana kamu?"tanyanya lagi dengan nada datar.
"Dikampung Sukamakmur!".
"Eh...ada tamu...Bram kenapa baru kenalin ke ibu si!"seru wanita paruh baya itu memandangku dengan senang.
Ibunya sangat ramah padaku dan ceria,kami pun saling berbicara dan cepat akrab beda dengan ayahnya yang terlihat pendiam,mungkin sudah karakternya seperti itu.
Tanpa terasa kami berbincang bincang sampai ba'ad Maghrib setelah itu berpamitan pada mereka.
"Bram...cepetan kamu nikahin Vayala....jangan lama lama!"seru ibunya menggoda Bram.
Bram hanya tersenyum dan keluar untuk mengantarku pulang.
"jangan didengerin ya omongan ibu aku,dia memang orangnya agak bawel tapi sebenarnya baik kok!"seru Bram merasa tidak enak padaku.
"ga papa kok ibu kamu lucu,kami jadi tidak canggung padahal aku baru bertemu dengannya!"sahutku lagi.
"ya begitulah mereka....kepengen sekali melihatku buru buru menikah karena adik adikku sudah lebih dulu menikah "ucap Bram sambil mengendarai motornya.
Akh hanya tersenyum...aku merasa yakin Bram itu pria baik dan serius padaku dia selalu membuktikan ucapannya padaku soal hubungan kami.
"aku pulang dulu ya...!"ucapnya berpamitan padaku.
"hati hati...!"seruku memandangnya pergi sampai tidak terlihat lagi.
Tiba tiba aku teringat Andra yang sekarang sedang menungguku di tempat kami biasa bertemu.
"apa aku harus menemuinya?"gumamku pelan.
"Vay kamu enggak masuk ..ngapain didepan pintu?"tanya ibuku yang melihatku berdiri diluar.
"Bu aku mau pergi sebentar kerumah temen"."tapi Vay ini sudah malam nak"seru ibuku melihatku bingung.
"sebentar aja Bu ya...!".
Aku segera pergi menggunakan ojek online yang kupesan dari aplikasi.
Andra yang sedang berdiri tersenyum melihat kedatanganku.
"Vay...akhirnya kamu datang juga aku pikir kamu udah enggak mau ketemu aku lagi".serunya merasa senang menghampiriku.
Aku berusaha menjaga jarak padanya,pria dihadapanku ini sekarang sudah menjadi suami orang lain dan aku tidak mau berharap lagi padanya.
"selamat atas pernikahanmu Ndra...ada apa kamu mengajakku kesini?"tanyaku dengan nada datar.
"Aku enggak bisa lupain kamu walau aku udah bersamanya Vay,aku akan segera menceraikannya".
"Whatt..?kamu pikir hubungan pernikahan itu mainan ...kenapa kamu nikahin dia kalau emang kamu enggak cinta?"
"kamu yang paksa aku buat nikahin Isyana padahal aku udah mau batalin semuanya!".
"jangan salahin aku Nndra..kamu harus tanggung jawab sama wanita itu!".pekikku merasa kesal.
"aku butuh kamu..kalau kamu enggak percaya aku bawa surat pengajuan cerai".
Dia memberikan ku selembar surat ditangannya,kubaca perlahan surat pengajuan perceraian antara dia dan istrinya.
"bisa jadi ini akal akalan dia agar aku mau bersamanya lagi,tidak aku tidak mau terjebak dalam tipuannya ..aku tidak mau mengecewakan Bram yang sudah serius padaku"ucapku dalam hati.
"Maaf ..aku enggak bisa ..aku sudah punya pria lain yang menerimaku apa adanya dan aku mau menikah dengannya"ucapku memberikan kertas itu padanya.
"siapa laki laki itu...apa teman kerjamu ?katakan...kenal dimana kamu dengannya paling juga hanya main main saja denganmu!"serunya dengan mata memerah.
"Cukup...kamu enggak kenal siapa dia,kamu pikir laki laki semua sama sepertimu suka manfaatin wanita hah...kamu salah!!"seruku dengan nada tajam.
"kamu enggak akan bahagia sama lelaki manapun selain aku Vay....ingat itu!!!"serunya mengancamku.
"sudahlah aku berharap kamu enggak akan ganggu aku lagi,kita sudah mempunyai dunia sendiri..bahagiain istrimu jangan pernah selingkuh lagi seperti kamu selingkuhinku dulu .."ucapku sambil menangis dan melangkah pergi.
"kamu akan menyesal Vay !"serunya pelan .
Aku segera pergi dari hadapannya,menaiki mobil angkutan umum yang melintas.
"aku yang enggak akan pernah bahagia kalau trs sama kamu Ndra..mau sampai kapan hubungan yang ga jelas ini berlangsung,semua sudah kukorbankan untuk ini tapi kamu terus nyakitin hati aku berulang ulang...sekarang aku gak mau mikirin kamu dan masa lalu kita .."ucapku dalam hati.
...****************...