NovelToon NovelToon
Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Hari itu, Alya memberikan hadiah terakhir untuk suaminya.

Bukan harta, bukan pula kenangan. Melainkan kesempatan untuk hidup bersama wanita yang lebih dipilihnya.

Lalu ia pergi, membawa sebuah rahasia yang baru disadari Adrian saat semuanya sudah terlambat.

Follow instagram @Tantye005 untuk info seputar novel🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon janda

Saat Sena memasuki kamar atasanya dengan izin Alya sendiri, dia terpanah oleh ruangan yang begitu rapi padahal semalam ketika meninggalkannya masih berantakan dan koper tergeletak sembarangan.

"Kapan mbak membereskan semuanya?" tanya Sena dengan mulut terbuka. Sebagai perempuan pemalas sepertinya, ini hal mustahil dilakukan hanya dalam semalam.

"Saat terbangun dini hari," jawab Alya yang masih bersiap-siap.

Ada yang berbeda dengan penampilan Alya kali ini. Rambut panjang blondenya tidak lagi tercepol rapi, melainkan dibiarkan tergerai sembarangan, di sisir seadanya tanpa model apapun. Sebab rambut Alya sudah bagus dari sananya.

"Mbak semakin cantik dengan rambut tergerai." Sena menaikkan kedua jempolnya.

"Kamu bisa saja." Alya terkekeh.

Setelah bersiap-siap, dia menyambar Trolley makeup yang berada di sisi tempat tidur.

"Kita harus bergegas," lanjut Alya dan dibalas anggukan oleh Sena.

Keduanya naik taksi menuju gedung resepsi yang akan dipergunakan oleh pengantin. Pestanya malam, sehingga Alya tidak perlu terburu-buru berangkat pagi.

"Jika memungkinkan dua atau tiga jadwal dalam sehari ambil saja Sena," ucap Alya tiba-tiba. "Apalagi paketnya reguler di mana kita nggak harus menunggu sampai acara selesai."

Alya masih fokus pada ponselnya sehingga tidak menyadari ekspresi terkejut Sen, tetapi tidak kunjung protes.

"Saya membutuhkan uang lebih untuk membayarmu juga merawat alat-alatku," lanjut Alya dan dijawab anggukan oleh Sena.

Mereka tiba di gedung yang disewa oleh mempelai pengantin. Alya tidak membuang waktunya meski tidak juga buru-buru merias pengantin. Sebab dia tahu akad dan resepsi adalah momen sakral seumur hidup yang tidak boleh beratankan.

"Saya senang banget bisa memakai jasa mbak di hari istimewa ini. Awalnya saya khawatir jadwal mbak bentrok dan berakhir menolak permintaan saya," ujar klien Alya yang telah selesai di rias dan puas dengan maha karya yang Alya ciptakan.

"Kamu tampak cantik dengan balutan gaun dan make upnya. Semoga pernikahanmu bahagia, sehidup semati dan sesurga," bisik Alya menepuk pundak kliennya.

Dia segera berpamitan ketika memastikan semuanya telah selesai. Namun, saat tiba di lobi perutnya terasa aneh, dia seolah ingin memuntahkan isinya.

"Aku akan menyusul," ucap Alya pada Sena dan berlari ke arah kamar mandi. Terlalu buru-buru dia sampai menambrak seorang pria berjas putih.

Bahkan pria yang Alya tabrak mengikuti sampai ke depan kamar mandi pemisah antara laki-laki dan perempuan. Berdiri di sana dengan gugup dan terus menatap pintu kamar mandi.

"Alya," panggil pria itu setelah Alya keluar.

"Ad-Adrian?" Bahkan rasanya Alya tidak sudi memanggil Adrian dengan sebutan mas lagi.

"Syukurlah mas menemukan kamu. Sekarang kamu tinggal di mana? Apakah kamu baik-baik saja? Kamu sakit?"

"Aku baik-baik saja dan nggak perlu peduli berlebihan," jawab Alya menarik tangannya yang digenggam oleh Adrian. "Tolong urus surat cerai kita secepatnya, aku ingin terbebas darimu."

"Tapi mas...."

"Kasian istri dan calon anakmu jika dibiarkan berlarut-larut. Safira membutuhkan status yang sah," potong Alya cepat dan berlalu.

Menyisakan Adrian dengan kekacauannya, apalagi melihat betapa cantik Alya dengan rambut tergerai. Dia yakin setelah perceraian banyak pria yang akan mendekatinya dan Adrian tidak mau itu terjadi.

"Harusnya mas nggak egois seperti ini!" sentak Adrina dengan wajah kesalnya. Memang Adrian datang ke gedung itu bersama Adrian tetapi berbeda tujuan dengan Alya tadi.

"Berhenti menganggu kak Alya dan biarkan dia bahagia. Apakah menduakan cintanya nggak cukup untuk mas?"

"Mas mencintainya Adrina."

"Mis mincintiinya Idrini," cibir Adrina. "Urus noh pelakor mas di rumah. Jangan sibuk memperhatikan calon janda mas."

.

.

.

Hari ini isi banya dikit, semoga malam udah lancar jaya isi kepala author.

Jangan lupa meninggalkan jejak ya🥰

1
ken darsihk
Syukoorrr lo Sapi perah sok tauu sihhhh , marah kan Adrian nya 😠😠😠
ken darsihk
Ha ha sarkas bngt jawaban nya Alya nggak kenal 🤔🤔
Maria Kibtiyah
bener2 gk tau diri tuh pelakor
Maria Kibtiyah
gk tau malu tuh pelakor
julia elisabeth rien
pengen ikutan gaplok si sapri deh.... gemesshh akunya...
julia elisabeth rien: ayok kak kita gaplok in bareng2 si sapi itu 🤣🤣
total 2 replies
Rahma Inayah
malu dong pelakor niat manasi tp dia yg panas
julia elisabeth rien
malu ga tuh si pelakorrr..... niat pamer malah ketiban siall.. emang enakk..emang dasar pelakor muka tembok .. semoga cepat kena karma apa gitu deh ...
Rahma Inayah
SM sya juga sebel SM Safira dan Adrian
ken darsihk
Mama Adrian saluttt ❤❤
falea sezi
egois amattt pakkk😒
Linda Yohana
Bagus novelnya
julia elisabeth rien
aku juga sebelll sama kayak kau adrina, setiap adrian baik2 sama si pelakorrr ituhhhhh .....
makin besar kepala aja diaa....
Anonim: SI ALYA NYA MASOKIS
total 1 replies
Rahma Inayah
trm aja Alya to ank mu juga tanggung jwb Adrian ayah biologis ank mu .uang persiapan persalinan BS km gunakan utk keperluan baby mu nnt
Rahma Inayah
walau Adrian menjauh GK ggu alya tp rasa bersalah nya selalu menghantui dan membuat hidupnya TDK tenang sllu ada byg2 Alya
Devi ana Safara Aldiva
salut dengan cara Adrian membantu mantan istrinya itu... dan bertanggung jawab atas anaknya
Maria Kibtiyah
lanjut kak
ken darsihk
Semoga Alya baik2 sajah setelah dia mengetahui kalau Adrian yng membiayai persalinan nya nanti
ken darsihk
Biarkan Alya , Adrian
Biarkan Alya dengan kebahagiaan nya
Azril Ali
pa Safira jg hamil,ktnya telat..smga g BS hamil LG..
Ma Em
Untung Adrian pengertian dan benar tdk mau mengganggu Alya cuma melihat Alya dari kejauhan , semoga Alya dan bayi yg dikandungnya sehat .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!