Bagaimana jadinya jika kamu harus menikah dengan musuh kamu, itu yang di rasakan Haziqa Elvarreta Shanum atau kerap di sapa Hazi.
Seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit di Jakarta ,anak kedua dari pasangan Kiyia Luqman dan Nyai Khodija.
Hazi harus menikah menggantikan sang kakak, apakah Kehidupan Hazi, akan baik- baik saja setelah menikah, tunggu updatenya hanya di novel ini yaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Istri Pengganti 8
Saat Hazi turun sudah banyak orang yang mengerumuni abinya, Hazi segera mengecek kondisi sang abi, namun paniknya yang membuat dirinya tidak fokus.
Selang beberapa saat Han, datang membawa peralatan milik Hazi, Hazi segera mengambil stetoskop dan mengecek kondisi abinya.
" panggilkan ambulans" pinta Hazi pada orang yang di sana.
Hazi melihat abinya yang perlahan mulai sadar, saat memeriksa abinya, pikiran Hazi sudah tidak karuan karena nafas sang abi yang pendek dan juga detak jantung yang terasa lebih cepat.
" Nduk..." gumam abi Luqma mengusap pipi Hazi dengan lembut.
" kita ke rumah sakit, abi bertahan yaa..." Ucap Hazi dengan sekuat tenaga untuk tenang.
Saat semua sedang riuh, keluarga Arras datang, mereka sudah mendengar apa yang terjadi di depan, Arras segera berlari dan menghampiri abi Luqman.
" Diagnosa?" tanya Arras pada Hazi.
" ge- gejala awal serangan jantung" jawab Hazi dengan terbata- bata.
" saya pinjam stetoskop kamu" ujar Arras .
Hazi segera melepas stetoskopnya dan memberikannya pada Arras, saat Arras ingin memeriksa abi luqman, Abi Luqman dengan tangan yang begitu lemas, ia mencekal tangan Arras.
" Abi gapapa, maafkan putri sulung abi ya...., se- bagai gantinya abi, akan serahkan putri kedua abi, semoga dia bisa jauh lebih baik dari putri sulung abi" ucap Abi Luqman yang memikirkan martabat besannya.
" Abi ngomong apa sih, mbak mila pasti balik" ujar Hazi yang dirinya sendiri masih di selimut rasa takut.
" Nduk.... turuti mau abi mu nduk, kasian juga keluarga tuan bram, tidak berhutang banyak dengan beliau dan keluarganya " ujar Umi khodijah yang di sampingnya sudah ada bunda sofia yang sebenarnya marah karena apa yang di lakukan Mila, namun ia juga tidak tega harus marah- marah karena kondisi abi luqman yang seperti ini.
Tidak lama penghulu datang, abi luqman memiliki tenaga kembali untuk duduk, beliau memanggil pak bram dan juga pak penghulu.
" pa-pak Bram, sa-saya mohon maaf sebesar- besarnya atas apa yang terjadi, saya tidak berniat untuk mempermalukan kita semua,ini semua di luar kendali saya pak" ucap Abi Luqman.
" Yaa saya tau kiyai, jangan memikirkan hal itu" jawab Ayah Bram singkat, namun ia juga merasa kecewa dengan Mila.
" saya akan nikahkan Nakk Arras dengan Hazi, sebagai permintaan maaf saya " putus abu luqman, sebelum banya tamu yang tau jika pengantin perempuan yang sebenarnya kabur.
" Hazi dengar abi, abi yakin nak Arras adalah orang yang baik, kamu juga sudah mengenalnya kan, dan abi yakin ini jalan dari Allah untuk mempersatukan kalian, dan izin kan abi untuk menikahkan anak abi sekali saja, sebelum abi di panggil " ucap Abi Luqman.
" abi ngomong apa sih, abi pasti akan lihat Hazi menikah, abi harus sehat" jawab Hazi.
Sedangkan Arras tampak sedang mencerna apa yang terjadi,selama taaruf dirinya dan juga Mila tidak memiliki masalah apapun dan saling memahami satu sama lain.
Tetapi entah kenapa dengan teganya , Mila kabur di hari pernikahan mereka tanpa meninggalkan jejak dan sepucuk surat pun, untuk dirinya.
" Saya bersedia menikah dengan Dokter Hazi" ucap Arras dengan lantang, karena ia juga memikirkan nama baik keluarganya dan juga keluarga pesantren ini.
Hazi tampak terkejut karena dirinya dan Arras sama sekali tidak pernah akur dan tiba- tiba saja Arras, mau menikah dengan dirinya .
Setelah berunding cukup lama, akhirnya dari dua belah pihak setuju untuk menggantikan pengantin perempuannya, kini Hazi di temani oleh Lyora sedang menyelesaikan make upnya , sedangkan Arras di bawah sedang memastikan kondisi abi luqman.
Atthaya kini sungguh kecewa dengan keluarga abi luqman, dirinya dan keluarganya merasa di permalukan di depan umum, apalagi setelah ia mendengar beberapa orang yang membicarakan pasal ini.
Sedangkan Ayah bram dan juga Bunda Sofia, tampak lebih ikhlas dari sebelumnya setelah bertanggung jawaban abi luqman yang menggantikan pengantin wanitanya dengan anak kedua mereka dan tidak lepas tanggung jawab begitu saja.
Hazi terus menangis di kamarnya yang membuat Mua kualahan karena make upnya selalu luntur karena air mata Hazi.
" Udah dong, gue sumpel juga tuh mata" gerutu Lyora yang menenangkan Hazi.
" Gue ikhlas Zi, jauh lebih ikhlas dari sebelumnya" ujar Lyora kembali, ia tau salah satu alasan Hazi menangis adalah karena dia juga tidak enak dengan dirinya, apalagi Hazi adalah orang terdekat Lyora yang di ceritakan semua tentang Arras.
Setelah itu Lyora mengancam akan meninggalkan Hazi dan enggan berteman dengan Hazi,jika Hazi terus menangis dan tidak mau melanjutkan acara ini.
Setelah di tacap sedikit akhirnya, Hazi selesai di make up,.sedang di bawah Arras sudah selesai mengucapkan ijab qabul tiga puluh menit yang lalu.
Hazi turun dengan di dampingi oleh Lyora, semua mata tertuju pada Hazi yang terlihat cantik dengan make up yang flawless , walaupun bajunya sedikit kebesaran,karena ukuran baju Hazi dan Mila berbeda satu size.
" Nduk cium tangan suami mu nduk" pinta abi luqman pada sang putri.
Hazi kemudian meraih tangan Arras dan Arras meletakkan tangannya di atas kepala Hazi dan mendoakan Hazi dan rumah tangganya, walau sejujurnya ia belum tau, akan di bawa kemana rumah tangga mereka.
Tidak ada acara resepsi atau apapun, setelah semua berkas selesai, kini semua orang sedang beristirahat.
Arras ikut dengan Hazi untuk kekamarnya, " saya mau mandi" ucap Arras pada Hazi yang sedang membersikan make upnya dan juga melepas semua aksesori yang ia pakai.
" kamar mandinya di sebelah " jawab Hazi dengan ketus dan tanpa menoleh ke arah Suaminya sama sekali.
Arras kemudian keluar dari kamar istrinya, sungguh aneh bagi keduanya, namun kenyataannya mereka sudah menjadi suami dan istri.
Setelah beberapa saat, Arras baru saja selesai mandi,kini giliran Hazi yang mandi, namun saat ingin masuk ke dalam kamar mandi, Hazi mendengar suara teriakan sang umi dari bawah.
" Mbakk..mbak Hazi, tolongin abi mbak" teriak umi khodijah.
Hazi yang mendengar itu langsung turun ke bawah, begitu pula dengan Arras yang juga mendengar teriakan umi khodija, ia segera keluar kamar sang istri.
Saat sampai di bawah Arras, lebih tepatnya kamar mertuanya melihat sang istri yang sedang memberikan pertolongan pertama pada Abi luqman.
" biar saya saja" ujar Arras menyingkirkan sang istri.
Hazi yang mengetahui jika suaminya lebih tau tentang kondisi ini, ia memelih mundur dan membiarkan suaminya yang memberikan tindakan.
" umi sejak kapan abi pingsan ini umi?"tanya Arras.
" umi enggak tau, tadi umi minta abi istirahat dan umi menemui tamu di depan dengan ayah dan bunda mu, pas umi mau cek kondisi abi, umi lihat abi udah pingsan di bawah " jawab umi khodija dengan nada paniknya.
Mendengar keributan Ayah Bram dan juga Bunda Sofia, menghampiri besannya dan memastikan kondisinya .
" Astagfirullah, abi luqman kenapa Ras?" tanya Ayah Bram.
" umi lama meninggalkan abi sendirian di kamar?" tanya Arras kembali.
" hampir dua jam" jawab umi khodijah yang memang tadi tidak langsung istirahat karena tamu yang berdatangan.
Tubuh Arras melemas dan menjatuhkan diri di samping abi luqman dan sedikit jauh, Hazi yang melihat itu menggelengkan kepalanya, " enggak mungkin, ayo kita bawa abi ke rumah sakit " ucap Hazi dengan histeris dan mencoba untuk memberikan pertolongan pada abi luqman.
Arras menghentikan apa yang di lakukan sang istri, karena di lihat dari otot dan tubuh kaku, Abi Luqman sudah menghembuskan nafas terakhirnya sekitar dua jam lalu.
"Innalilahi"