NovelToon NovelToon
Pacar Sewa Satu Milyar

Pacar Sewa Satu Milyar

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Andi, seorang akuntan kuper yang hidupnya lurus seperti tabel Excel, panik ketika menerima undangan reuni SMA. Masalahnya: dulu dia selalu jadi bahan ejekan karena jomblo kronis. Tak mau terlihat memprihatinkan di depan teman-teman lamanya, Andi nekat menyewa seorang pacar profesional bernama Nayla—cantik, cerdas, dan terlalu mahal untuk dompetnya.

Namun Nayla punya syarat gila: “Kalau kamu jatuh cinta sama gue, dendanya satu milyar.”
Awalnya Andi yakin aman—dia terlalu canggung untuk jatuh cinta.

Tapi setelah pura-pura pacaran, makan bareng, dan menghadapi masa lalu yang muncul kembali di reuni… Andi mulai menyadari sesuatu: dia sedang terjebak.
Antara cinta pura-pura, kontrak tak wajar, dan perasaan yang benar-benar tumbuh.

Dan setiap degup jantungnya… makin mendekatkannya ke denda satu milyar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu Manusia Untuk Rencana Gila

Dio menepuk telapak tangannya sekali, seperti MC nikahan kehabisan skrip.

“Baik. Tugas pengantar subuh selesai.”

menoleh ke Nayla, senyum sopan tapi matanya mengerling jahil. “Mbak Nayla, gue serahkan teman gue ini. Tolong jangan dikembalikan dalam keadaan trauma permanen.”

Nayla tertawa lembut. Bibirnya tipis membelok ke samping, menyisakan bekas senyum di sudut mata yang sebagian tertutup rambut hitam lurus. Rambut itu diikat rapi dengan karet gelang warna krem—meski beberapa helai masih lepas, jatuh menutupi alisnya. “Saya usahakan, Mas.”

“Di—lu ke mana?”Andi terlihat panik.

“Gue cabut. Lu berdua butuh ruang. Dan gue butuh kasur.” lalu berbisik cepat,“Inget rencana. Santai. Jangan kebanyakan mikir. Dan jangan jujur berlebihan.”

Lalu—tanpa drama—Dio melangkah pergi menyusuri gang, lenyap di balik tikungan nasi uduk Bu Tini.

Sunyi.

Sunyi versi subuh Jakarta: masih kedengaran suara motor samar, ayam salah jadwal berkokok dan kipas angin kos mengeluh karena baling nya copot satu.

Mereka berdiri berhadapan sedikit canggung

dua orang dewasa jam enam pagi, gang sempit dan status belum tahu mau ngapain.

Andi membuka pintu mobil cepat refleks seperti salah parkir. “Masuk… eh, silakan masuk,” katanya terbata.

Nayla mengangguk kecil. Kaos oblong putih polos, celana jeans biru tua yang pas di pinggang, dan sepatu sneakers putih dengan ujung agak kotor—seolah-olah ia berjalan cukup jauh sebelum tiba di gang ini “Terima kasih.”

Begitu pintu tertutup, Andi baru menyadari satu hal penting:

Mobil ini… terlalu sunyi.

Mesin menyala dengan suara lembut— Jam di dashboard menunjukkan 06.00 Di sudut kaca depan, titik-titik embun masih bertahan.

Ia menelan ludah. Mulutnya kering lupa minum sejak bangun. Kedua tangannya mencengkeram setir plastik hitam sedikit licin. Tanpa sadar, ia menggeser posisi jari beberapa kali. “Jadi… kita ke mana dulu?”

Nayla mengaitkan seatbelt dengan gerakan otomatis. Jari-jarinya kecil, kuku dicat bening yang mulai luntur. “Sesuai brief. Kita ketemu, ngobrol sebentar, foto sedikit buat bukti. Habis itu kakak bisa lanjut urusan lainnya.”

Nada suaranya profesional. Jelas. Rapi. Tanpa celah emosi—seolah ia sedang membahas jadwal rapat, bukan peran sebagai pacar sewaan.

Entah kenapa, justru itu yang membuat Andi makin gugup.

“Oh. Iya. Profesional.” Ia mengangguk terlalu cepat, ingin meyakinkan dunia—atau dirinya sendiri—bahwa ia paham, tidak sepenuhnya.

Mobil melaju pelan keluar gang. Andi menginjak gas. Roda mobil melintas di lantai gang yang basah, meninggalkan jejak tipis. Jalanan lengang. Lampu jalan kuning pucat belum sepenuhnya padam. Langit abu-abu muda kertas kosong belum ditulis apa pun.

Beberapa detik berlalu laki laki itu membuka mulut “Maaf… Itu rumah kosnya…?" Begitu kalimat itu keluar, ia baru tersadar kata kata itu tidak tepat. Ingin rasanya ia menghilang, menyelinap ke bawah kursi.

Gadis itu menoleh sekilas. Matanya cokelat tua, dengan lingkaran hitam tipis di bawahnya—tanda kurang tidur. Ia tersenyum kecil, membuat bekas senyum di sudut mata jadi lebih jelas. “Gak apa-apa. Jakarta.”

" Maaf ...gue salah."

Ia tersenyum menyandarkan kepala ke sandaran kursi. Rambutnya lepas menutupi sebagian wajah, menyibak dengan jari. “Dulu gue kira Jakarta isinya cuma gedung tinggi semua. Ternyata… lebih banyak gang sempit.

“Iya. Gue juga. Dulu gue kira Jakarta cuma jalan lebar sama mal. Tapi yang bikin nyaman malah gang-gang seperti ini.”

Hening

Tapi kali ini tidak menekan. Ada suara mesin mobil yang konstan, angin yang masuk tipis-tipis, dan napas Nayla yang tenang di sebelahnya.

Lampu merah pertama persimpangan kosong. Hanya mereka dan satu bajaj tua lewat perlahan—oranyenya pudar. Asap rokok ke udara subuh hantu masa lalu belum siap move on.

“Kak Andi…”

“Iya?” .

“Kakak kelihatan tegang banget, santai aja kak."

Andi tertawa kaku melirik tangannya sendiri— “Kebiasaan akuntan tegang kalau ada hal baru.”

“Oh.” Nayla manggut-manggut. “Pantes.”

“Hah?”

“Wajah kakak kayak penuh deadline , harus menyelesaikan pekerjaan waktu habis.”

Laki laki bertubuh kurus itu terdiam terlalu akurat untuk orang baru dikenal lima menit. bahunya turun naik , Satu tangan terlepas dari setir untuk mengusap dahi berkeringat.

“Biasanya,” lanjut Nayla santai “klien pertama tuh sok akrab, ngomong banyak hal biar kelihatan tenang. Kakak malah kelihatan panik. Jujur.” Ia tersenyum kecil. “Gue merasa sedikit aman.”

 “Gue… nggak bisa pura-pura, ngomong apa aja yang ada di kepala malah membuat orang ilfeel.”

Nayla tersenyum berbeda—bukan senyum pegawai kantoran, ada kehangatan di sana, membuat matanya lebih terang. “Gak apa-apa,” ucapnya pelan. “Kita latihan. Nanti kakak bisa santai.” Latihan, kata itu terasa ringan aman dan hangat

Lampu merah berubah hijau.Mobil melaju, membelah Jakarta baru bangun: pedagang nasi uduk mulai membuka lapak, orang-orang pulang dari masjid, ayam berkokok di gang-gang sempit.

" Cafe Janji djiwa?"

" Jam enam pagi belum buka cafe kak."

" Terus kita kemana ?

" Kakak tenang saja..."

Dan di balik setir, Andi menyadari sesuatu yang sudah terlambat untuk dihindari:

Pacar sewaan ini terlalu manusia untuk rencana segila ini.

1
Klēina Lèn
wah macam OCD wkwkwk
Ddie: bukan cod kan dk 🤣🤣
total 1 replies
lestari saja💕
🤣🤣🤣🤣🤣
lestari saja💕
hadehhhh baper deh
Ddie: cieee baper 🤭
total 1 replies
lestari saja💕
cukur napa klo cuma kumis tipis kan kyk bpk2🤣🤣🤣🤣
Ddie: dk las..kumisnya kaya lele Dumbo dua biji melintang..susah di cukur 🤭
total 1 replies
lestari saja💕
malah ga jadi reuni
lestari saja💕
nikah ae ma ibumu.....ampun deh ah
Ddie: rese amat ma Andi, Las..ntar lu naksir 🤣🤣
total 1 replies
lestari saja💕
sudah setengah matang pasti si andi???
Ddie: wkwkwk...udah dk kaya telur rebus 🤣
total 1 replies
lestari saja💕
ngeriiii dikira pawang hewan
Ddie: ya dk ..pawang ular 🤣
total 1 replies
lestari saja💕
cewek yg realistis🤣🤣🤣
Ddie: matre sih boleh tapi jgn nampak in, sama kaya di tik tok ...gue mau ama cowok Vario aja🤣🤣🤣
total 3 replies
lestari saja💕
saraf si dio🤣🤣🤣🤣tapi seruuu
lestari saja💕
ga kelihatan😂
lestari saja💕
calon mertua yg ribeeettt bgt kayaknya,yaa kalo anak nya sesempurna dewa gpp patok standart mantu tinggi..
Ddie: memang begitu dk... permintaan seorang ibu kepada anaknya..adk juga kan 🤭
total 1 replies
pendekar angin barat
agak aneh ya nga BS di like
Ddie: terimakasih banyak sahabat q .ditunggu tulisannya
total 2 replies
lestari saja💕
mengerikan si andi
Ddie: hihihi ...hidup di katrol mamanya ya dk🤭
total 1 replies
lestari saja💕
pasti sangat membosankan...
Ddie: 🤣🤣🤣 gak dk..hidup lebih berwarna
total 1 replies
lestari saja💕
hidup macam apa itu??????
Ddie: hahah.....ya begitu lah hidup dk...
total 1 replies
pendekar angin barat
keren
anggita
iklan☝bunga🌹 buat author moga lancar novelnya👍
Ddie: terimakasih banyak ya author cantik...hehe sukses selalu ya
total 1 replies
anggita
ikut ng👍like aja.
Ddie: thanks ya mba Anggi...sukses selalu ya
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Dah ketebak pasti si Nayla/Facepalm/
Ddie: 🤣🤣 ...ya gitu dk...Nayla
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!