NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Ikrar

Rahasia Dibalik Ikrar

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Ketos / Enemy to Lovers
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

"Gue sudah menepati janji untuk nikahin lo, dan lo juga harus menepati janji untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun tentang kita di sekolah. paham!" ucap pria bernama Arga

Argantara antariksa Grahana namanya. sosok paling tampan dan populer di SMA Cakrawala. karna insiden malam itu membuat Arga harus menikahi teman kelasnya yang bernama Freya Dinata Frankie, biasa di panggil dengan sebutan Reya. anak keempat dari tuan Pramandika Frankie.

Akankah Freya bisa meluluhkan hati pria itu? ikuti yok

Slow up

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara croissant

Freya tersentak. Itu Arga. Ia berdiri di belakang Freya, Arga melihat croissant cokelat di tangan Freya dengan tatapan tajam.

"Gue bilang Lo harus diet hambar, Freya. Lo sedang membahayakan dia!" bisik Arga, marah.

"Aku—aku mendadak ingin ini. Aku mual kalau makan yang hambar!" balas Freya, defensif.

Alice, yang melihat interaksi intens itu, mengerutkan kening. "Arga, kenapa kamu terlihat marah? Kalian kenapa? Kalian kenal?"

Arga dengan cepat meraih lengan Freya, mencengkeramnya erat. Kali ini, cengkeramannya bukan untuk melindungi, melainkan untuk melukai ketika Alice tiba-tiba datang.

"Nggak, Sayang," kata Arga, tersenyum palsu pada Alice. "Dia ini teman lama gue yang dulu pernah punya masalah anemia. Gue cuma mengingatkannya untuk jangan makan junk food. Dia harus jaga kesehatan. Lo duluan ke kelas, gue mau buang sampah sebentar."

Alice, yang tidak terlalu curiga, mengangguk dan pergi.

Begitu Alice menghilang, Arga menyeret Freya ke balik tangga, cengkeramannya semakin kuat.

"Lo gila, Freya?! Lo mempertaruhkan rahasia kita hanya demi croissant sialan?!" desis Arga, matanya penuh amarah. "Lo sudah melanggar aturan lima meter, dan sekarang Lo hampir membocorkan kehamilan Lo di depan mereka! Gue tidak akan mengampuni Lo lagi!"

Freya menahan rasa sakit di lengannya. Ia tahu, setiap hari, bahaya yang ia hadapi semakin meningkat, dan Arga semakin kehilangan kendali.

Arga melepaskan cengkeramannya dari lengan Freya dengan kasar, meninggalkan bekas merah di kulitnya. Nafasnya terengah-engah karena marah.

"Lo benar-benar nggak punya otak, Freya!" Arga menyapu rambutnya ke belakang, matanya penuh kejijikan. "Alice sudah mulai curiga! Kalau sampai dia tahu, gue akan memasukkan Lo menyesal. Dan Lo, akan diusir dari rumah gue tanpa sepeser pun."

Freya menggosok lengannya yang sakit, tapi kali ini, dia tidak menangis. Ia terlalu takut dan marah pada dirinya sendiri.

"Aku sudah bilang, aku tidak bisa mengendalikan nafsu -nya, Arga! Aku juga tidak mau ini terjadi!" balas Freya.

"Gue nggak mau dengar alasan! Mulai sekarang, lo dilarang ke kantin. Lo dilarang ke toko roti. Lo dilarang berada di mana pun yang membuat Lo berisiko bertemu dengan Alice atau teman-temannya," Arga menatap tajam. "Gue akan minta Leon—" Arga meralat ucapan dirinya sendiri, "—maksud gue, gue akan minta Mama atau Raiden menyiapkan bekal yang sudah Lo minta secara tertutup. Lo hanya makan di kelas, atau di perpustakaan. Lo adalah bayangan di sekolah ini. Paham?!"

Freya mengangguk pasrah. Menjadi bayangan. Itu adalah hukuman baru, jauh lebih berat daripada sekadar menjaga jarak lima meter.

"Dan satu lagi. Malam ini, lo tidur di sofa," kata Arga dingin. "Pelanggaran batas tadi malam, dan kesalahan ini, cukup untuk membatalkan perjanjian. Sampai gue yakin Lo bisa mengendalikan diri Lo, Lo kembali ke sofa. Titik."

Arga berbalik, meninggalkan Freya sendirian di balik tangga, tubuhnya sakit dan jiwa remuk. Ia adalah istri yang diasingkan, kini bahkan dari kenyamanan sebuah kasur.

Freya menghapus air matanya, mengambil croissant yang jatuh, dan membuangnya ke tempat sampah. Ia kembali ke kelas dengan langkah berat.

Saat ia sampai di mejanya, sebuah buku Biologi terselip di bangkunya. Di bawah buku itu, ada selembar kertas catatan.

Clara: Aku melihat pergelangan tanganmu. Aku juga melihat bagaimana dia menyeretmu tadi. Ini bukan lagi soal anemia atau stres. Aku tahu ada sesuatu yang besar yang kau sembunyikan. Kalau kau butuh seseorang untuk membantumu tanpa menghakimi, temui aku di lab komputer setelah bel pulang. Aku bisa membantunya. Aku tahu cara melindungi rahasia.

Freya menatap catatan itu lama. Clara sudah melihat terlalu banyak. Jika dia tidak merespons, Clara mungkin akan mencari tahu sendiri, dan itu jauh lebih berbahaya.

Namun, mengandalkan orang asing? Bagaimana jika Clara adalah mata-mata Alice?

Freya meremas catatan itu di tangannya. Ia harus memilih,terus menghadapi Arga kesepian dan risiko bayinya, atau risiko mengambil keputusan kecil dengan Clara, yang tampak menawarkan perlindungan tak terduga.

Freya memutuskan untuk mengabaikan catatan Clara—untuk saat ini. Ia takut mengambil risiko baru.

Saat itu, di rumah, Freya berdoa sangat hati-hati. Ia makan malam di meja makan, berusaha tidak menunjukkan rasa mual, dan menjawab pertanyaan Mama Rosa dengan senyum. Arga hampir tidak berbicara, hanya mengawasi Freya dengan tajam.

Malam harinya, begitu mereka di kamar, Freya tanpa perlawanan langsung menuju sofa. Ia mengambil selimutnya, dan mulai menyiapkan tempat tidurnya yang dingin.

Arga melihatnya tanpa ekspresi, lalu berjalan ke kasur dan berbaring.

"Bagus. Lo cepat belajar," kata Arga, sebelum mematikan lampu.

Freya berbaring di sofa. dingin. Sendirian. Ia merindukan kenyamanan kasur, bahkan dengan keberadaan Arga yang membencinya. Setidaknya, di kasur, ia merasa sedikit lebih aman, dan dia di dalam selimut juga terasa lebih nyaman.

Ia mengusap perlahan. Ia merasakan kelelahan dan rasa sakit emosional yang luar biasa, tetapi ia tahu ia harus kuat. Malam itu, tidur di sofa adalah pengingat yang jelas bahwa Arga tidak akan pernah menganggap nya sebagai istri, atau bahkan sekutu. Ia hanyalah penjaga di sandiwara mereka.

Saat Freya akhirnya terlelap, ia bermimpi buruk. Mimpi di mana ia kehilangan bayinya karena kedinginan dan stres. Ia terbangun dengan napas tersengal, dan ia tahu, ia tidak bisa terus-terusan tidur di sofa.

Ia harus melakukan sesuatu. aku butuh bantuan. Dan entah kenapa, tawaran dari Clara kini terasa seperti satu-satunya jalan keluar.

Freya menghabiskan sisa malam di sofa, kedinginan dan ketakutan. Mimpi buruk tentang kehilangan bayinya terasa begitu nyata. Saat fajar menyingsing, ia membuat keputusan yang berisiko, ia harus menerima tawaran Clara. Ia tidak melawan Arga, stres, dan kehamilan ini sendirian.

Pagi itu di meja makan, Freya berusaha tampil seceria mungkin untuk menenangkan Mama Rosa. Arga mengoceh tajam, mengawasi setiap gigitan makanan yang masuk ke mulut Freya.

Saat mereka di dalam mobil, Freya berbicara pelan, tanpa menatap Arga.

"Aku akan makan siang di perpustakaan hari ini," kata Freya, mengulangi aturan yang dibuat Arga sendiri. "Aku tidak mau ke kantin."

"Bagus," jawab Arga singkat. “Ingatlah, jarak aman lima meter tetap berlaku.”

Freya tidak pergi ke perpustakaan.

Saat jam makan siang, Freya melangkah ke Lab Komputer lama yang jarang digunakan. Jantungnya berdebar kencang. Jika Arga atau Alice melihatnya, tamatlah riwayatnya.

Clara sudah menunggunya di salah satu sudut ruangan. Ia tidak sedang memegang buku, tetapi beberapa botol kecil yang tampak seperti suplemen dan kantong kertas kecil.

“Aku tahu kau datang,” kata Clara, menenangkannya. “Duduk, Freya. Kita tidak punya banyak waktu.”

Freya duduk di hadapan Clara, tangannya gemetar. "Aku tidak tahu kenapa kau melakukan ini, Clara. Tapi jika ini jebakan..."

Clara memotongnya, ekspresi tegas. "Dengar, aku bukan temanmu. Tapi aku benci sandiwara, dan aku benci bagaimana Arga memperlakukanmu. Aku tidak butuh drama. Aku hanya benci melihat kelemahan digunakan sebagai senjata."

Clara mendorong botol-botol itu ke arah Freya.

"Aku sudah melakukan penelitian. Aroma croissant yang kau makan kemarin menunjukkan ngidam yang kuat. Dan semua gejala itu bukan anemia, tapi trimester pertama," ujar Clara. "Ini vitamin dan suplemen yang lebih ringan untuk mengatasi mual dan pusing tanpa bau yang menyengat. Dan ini," Clara menyerahkan kantong kertas, "adalah biskuit jahe kering. Makan sedikit demi sedikit sebelum kau bangun dari tidur. Itu akan mengurangi mual pagi hari."

Freya menatap botol-botol itu, terkejut. Clara tidak hanya mengetahui rahasianya, tetapi juga sudah menyiapkan solusi medis yang detail.

1
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dasar Arga tak punya hati bukan salah Freya kalo tiba tiba mau pingsan wong emang kondisi lagi hamil muda pasti ada perubahan hormon di tubuhnya 😏
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh .. arga.. Arga..
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh... ada ada saja ya.. Arga ini
yul yul༺⬙⃟⛅
yang kuat Freya.. tetep semangat..
yul yul༺⬙⃟⛅
Halah... tr juga klepek-klepek Luh.. jatuh cinta sendiri.. awas ya.. pegang kata-kata gw..
yul yul༺⬙⃟⛅
baru nikah... udah ngomongin benci...
yul yul༺⬙⃟⛅
keren ya.. aku tunggu selanjutnya...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Arga gue sumpahin Lo suatu saat nanti kau akan jatuh cinta sama Freya dan Freya tidak mau lagi sama kau huffft 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
rasanya mau kutinju saja ini Arga jadi orang kok kasar banget orang memang Freya sakit kepala muak efek dari kehamilan malah dikatain dasarrrr 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Freya kau harus bertahan jangan terlihat lemah di hadapan Arga kau masih punya kakak Alan yang mendukungmu jadi kuatlah dan tetap semangat menjalani hari
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kasian Freya ternyata diam diam dari dulu suka sama Arga tapi sepertinya Arga tidak dan mungkin juga Arga menyukai orang lain Alice.....
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduh begitu dimintai tanggung jawab kagak mau ini Arga padahal kan kau yang ambil kehidupan Freya😏
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
nasib mu freya cuma ngeliat seseorang yg menyukai org lain
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
untung ada alan bisa sedikit legaa freya
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
ta sumpahin arga ini, sosmed bet hd cowo, istri mu loo sekarang freya ini, maso uiya ttp cuekbebek
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
maharnya gede juga cinber brp krt tuhh

freya punya keluarga baru setelah sah jadi istri arga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!