NovelToon NovelToon
Kisah Tanpa Dirimu

Kisah Tanpa Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maara Hayuning menikah dengan putra wanita yang telah menyebabkan ibunya mengalami koma.

Mira, ibunda Revan tak sengaja menabrak Maara dan ibunya karena kurang berkonstrasi hingga menyebabkan rahim Maara bermasalah dan ibunya koma lalu meninggal setelah berjuang untuk hidup.

Tak ingin rasa bersalah itu makin menderanya, Mira memaksa putranya Revan Adiyasa menikahi Maara sebagai bentuk tanggung jawab meski pria itu awalnya menolak karena telah memiliki kekasih.

Akankah Maara bertahan atau justru menemukan cinta yang bisa menerima kekurangannya?

Lalu bagaimana perjuangan seorang duda bernama Kenan Jayadi demi bisa menadapatkan hati Maara?

yuk simak....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

putriku merajuk

Hujan rintik-rintik membasahi jalanan kota Bandung malam itu, saat Kenan memarkir mobil mewahnya di halaman rumah.

Bangunan dua lantai yang lebih bisa dikatakan hotel karena Kenan hanya berada disana pagi dan malam hari untuk beristirahat dari semua aktivitas yang menguras tenaga, emosi dan pikiran.

Ponsel disaku celananya bergetar.

Segera dia merogohnya.

Senyum terkembang di bibirnya seketika kala melihat siapa yang melakukan panggilan video call malam-malam begini.

"Assalammualaikum sayang... Tumben belum tidur?"

"Waalaikum sallam papa... Tadinya mau tidur tapi Loli kangen papa makanya pinjam ponsel oma buat hubungi papa... Kapan papa ke Lembang?"

"Weekend ini papa belum bisa... Mungkin minggu depan akan papa usahain untuk pulang. Loli jangan nakal ya... Nurut apa kata oma dan bi Suti... Jangan jajan sembarangan lagi, nanti sakit perut dan. bikin papa serta oma khawatir..."

Terlihat wajah kecewa Loli meski sesaat.

"Iya papa..."

" Papa, Loli punya cerita..."

Kenan masih menyimak celotehan Loli sembari berjalan menuju kamarnya di lantai dua.

"Oh ya... Cerita apa?"

Kenan meletakkan ponselnya diatas meja nakas. Dia harus buru-buru ke kamar mandi karena satu urusan, sementara Loli terus saja bercerita.

"Loli punya guru privat baru... Namanya miss Ara... Dia cantik.. Papa ingat tante cantik yang tolong Loli waktu tersesat di taman hiburan? Nah tante cantik itu adalah miss Ara... Loli senang deh diajar miss Ara... Miss Ara juga ajar Loli mengaji..."

Lolita diam sejenak karena tak mendengar tanggapan dari Kenan.

"Pa... Papa masih dengarin Loli kan?" tanya Loli memastikan Kenan masih berada ditempat sebab tak ada tanggapan dari laki-laki itu.

"Maaf sayang... Tadi papa ke kamar mandi dulu.... Tadi Loli cerita apa?"

Loli nampak cemberut karena merasa diabaikan.

"Loli udah lupa... Sekarang Loli tutup ya, udah ngantuk... Bye papa... good night, I love you papa... Assalamualaikum..."

"Loli...."

Kenan menghela nafas kasar karena putrinya telah mengakhiri panggilan sebab merajuk.

Salah Kenan juga karena dia tidak bisa menahan hendak buang hajatnya yang sejak tadi tertahan selama perjalanan pulang.

"Good night sayang... Papa lebih mencintaimu nak... Maafkan papa karena belum jadi papa yang sempurna untukmu...." gumam Kenan.

Dia merebahkan diri diatas ranjang empuknya.

Ranjang besar dan mahal itu hanya dihuni oleh dirinya sendiri.

Sejak Gayatri meninggal, Kenan memang tak lagi menempati kamar utama.

Dia memilih kamar di sebelahnya yang tadinya diperuntukan bagi putrinya.

Bagi Kenan, kamar utama begitu banyak menyimpan kenangan tentang Gayatri.

Jika boleh jujur, Kenan sebenarnya kesepian.

Hidupnya hanya diisi oleh kerja, kerja dan kerja.

Dia menjadi pria workaholic sejak Gayatri meninggal karena melahirkan putri mereka.

Kenan menatap langit-langit kamarnya.

Sebuah bayangan melintas begitu saja.

Dia rindu tapi tak tahu mencari kemana.

Dia merindukan sosok yang bahkan tak pernah tahu betapa dirinya menginginkan sosok tersebut.

"Maara.... Kamu dimana? Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu telah menemukan seseorang yang bisa mengobati rasa sakitmu?"

Kenan merindukan Maara.

Rencana untuk mencari keberadaannya terus saja tertunda karena terlalu sibuk dan banyaknya kasus yang semakin menyita perhatian dan waktunya.

Hampir setiap hari Kenan harus bolak balik ke pengadilan demi membela klien yang menggunakan jasanya.

Bahkan untuk makan siang pun harus dilakukan Kenan di mobilnya selama perjalanan menuju pengadilan sehingga membuat pak Dadan, supir kantor Kenan jadi iba.

...****************...

"Selamat pagi pak... Hari ini kita meeting dengan beberapa klien diantaranya Visitama yang akan diadakan pukul 9 nanti, dilanjutkan ke pengadilan untuk kasus penggelapan pajak oleh CV Dunia Maju dan sore harinya, ada klien dari Singapura yang akan berencana untuk memakai jasa kita untuk kasus wanprestasi salah satu model mereka..." jelas Keyla membacakan agenda Kenan untuk satu harian ini.

Langkah Kenan berhenti tepat di depan lift.

"Key... Untuk yang terkhir, bisa dilimpahkan ke pak Rio saja... Saya mau ke Lembang untuk dua hari.... Bisa kamu aturkan?" ucap Kenan dengan wajah seriusnya.

Keyla kebingungan sendiri. Pasalnya, ini pertama kali Kenan melempar pekerjaannya pada orang lain.

"Apa terjadi sesuatu pada bu Rosa atau Lolita, pak?" tanya Keyla hati-hati.

Kenan menggeleng.

"Alhamdulilah mama sehat, pun dengan Loli... Hanya saja...." kalimat Kenan terhenti.

Dia berfikir sejenak.

Tak biasanya dia mencampur adukkan urusan pribadi dan pekerjaan.

"Hanya saja apa pak?" desak Keyla tak sabar.

"Hanya saja, saya merindukan Loli... Dia sedang merajuk dan ini lebih berbahaya dari semua kasus-kasus yang pernah saya tangani... Saya tidak punya pembela saat berada diposisi ini..." tutur Kenan sendu.

Keyla melipat bibirnya.

Jika sudah menyangkut perihal putri bos ini, dirinya pun juga tak sanggup menolak.

"Please Key... Bantu saya" ratap Kenan memohon lewat tatapannya.

Keyla menghela nafasnya seiring bahu yang turun.

Kalau begini, dia harus memutar otaknya untuk mengatur semua jadwal Kenan dan bernegosiasi dengan beberapa pengacara sebagai pengganti Kenan.

"Baiklah pak... Akan saya usahakan... Tapi hanya dua hari dan tidak boleh lebih... Ini bukan weekend dan kita masih banyak pekerjaan...." ucap Keyla setuju.

Senyum manis terbit dibibir Kenan setelahnya.

Senyum yang amat sangat jarang ditampilkan dan bisa dikatakan ini jauh lebih langka daripada kemunculan badak jawa yang dikatakan telah punah.

Jika ada penetapan warisan dunia dalam bentuk barang non benda dari UNESCO, maka Keyla akan dengan sangat senang hati akan mendaftarkan senyum Kenan Jayadi sebagai salah satu bukti keajaiban dunia yang ke delapan.

****

"Key... Kok kamu kasih klien dari Singapura untukku sih? Bukankah klien itu mau Kenan?" protes Rio saat menghampiri meja Keyla yang berada tepat didepan ruangan Kenan.

Keyla melirik kedalam ruangan Kenan yang kosong karena telah ditinggal pemiliknya sejak jam makan siang tadi.

"Pak Rio Adiwijaya.. Saya minta maaf, tapi menurut saya, hanya anda yang bisa menangani klien ini... Jadi, please, bantu saya..." Keyla mengatup kedua tangannya didepan wajahnya dengan tatapan memohon.

"Haaah... Memang Kenan kemana?" tanya Rio melirik kedalam ruangan Kenan.

"Pulang ke Lembang"

"What??" pekik Rio hingga memancing atensi beberapa staf yang berada dilantai tersebut.

Keyla meringis melihat reaksi Rio.

Rio memijit keningnya.

Segera, dia merogoh ponsel dari saku celananya.

Menunggu dengan gelisah jawaban dari nomor seberang dengan tak sabaran.

Panggilan diangkat setelah tiga kali mencoba.

"Kenan... kok klien dari Singapore kasih ke aku?Kan kamu tahu dia itu carinya Kenan Jayadi, bukan Rio Adiwijaya...! apalagi dia itu ribet pakai banget... Kamu sengaja ya?"

"Sorry Yo... Tolong aku kali ini... Aku harus pulang ke Lembang dua hari.. Loli ngambek dan kamu tahu kan kalau dia udah ngambek...? Aku nggak bakalan tenang kerja.... Bonusmu akan aku lipat gandakan bulan ini, tapi tolong handle klien ini... "

"Tiga kali lipat! Mau, aku akan handle, jika tidak, cari yang lain!"

Rio memberi syarat agar Kenan memberinya bonus tiga kali lipat sebagai sogokan.

"Baiklah.... Dasar tukang peras!" omel Kenan.

"Jam berapa mereka sampai" tanya Rio pada Keyla setelah mengakhiri panggilan dengan Kenan.

Keyla segera membuka Ipad mahalnya.

"Pukul 4 sore pak... " sahutnya.

"Ya sudah.. Siapkan semuanya dan kamu yang dampingi saya nanti!" titah Rio dan berlalu dari meja Keyla.

Rio sebenarnya hampir sama kemampuannya dengan Kenan hanya saja, Rio lebih sering memilih kasus-kasus tindakan pidana daripada perdata.

Baginya, menangani kasus pidana lebih menantang apalagi melihat para pembuat onar merasakan ketegangan dalam menerima vonis lebih membuat Rio puas. Dan senyum korban membuatnya terharu.

bersambung....

1
Yeni Astriani
Author selamatkan Kenan dari jebakan syifa dan pacar nya syifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!