NovelToon NovelToon
Ada Dia Di Antara Kita

Ada Dia Di Antara Kita

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Permainan Kematian / Percintaan Konglomerat / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Ardian, seorang pengusaha muda yang tampan dan mapan. Ia memiliki seorang kekasih yang bernama Karina, kisah cinta mereka cukup rumit karena adanya orang ketiga. Belum lagi kehadiran orang ketiga yang memiliki tujuan untuk menghancurkan keluarga Ardian. Semuanya perlahan terungkap saat Vino datang, lelaki yang tak lain adalah kakak dari kekasihnya, Karina. Tidak hanya Ardian, Karina ternyata juga memiliki sebuah rahasia besar tentang keluarganya. Setelah hubungannya mengalami kerenggangan dengan Karina, Ardian pun mencoba memperbaiki hubungan itu. Mampukah Ardian merebut kembali hati Karina yang sudah terlanjur dibuat terluka oleh sikapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang

Dengan langkah ringan, Ardian berjalan di depan Alfa sambil bersenandung kecil seperti biasa. Cowok itu mengambil jaketnya yang terletak dalam mobil di bagian jok belakang, lalu menoleh ke arah Alfa yang kala itu sedang menyapu halaman depan.

"Bi, aku mau minta tolong ni."

"Minta tolong apa toh, Mas?"

"Bikinin menu spesial ya buat nanti siang, soalnya Emilia bakalan makan siang di sini," ucap Ardian.

Alfa tertegun sejenak, ia berdiri tegak dengan mata membola sempurna.

"Emilia? Pacar barunya si Mas?"

"Yups, betul!" jawab Ardian, ia kembali masuk ke dalam setelah mengambil jaket itu. Tanpa Ardian sadari, ada selembar foto yang jatuh dari kantong jaketnya. "Jangan lupa, Bi!" seru Ardian lagi.

Alfa buru-buru menyembunyikan foto itu supaya Ardian tidak tahu, dia mengabaikan seruan Ardian tadi.

"Ini kan non Karina." Alfa menutup mulutnya yang tiba-tiba mangap dan tidak bisa terkatup lagi.

"Jadi mas Ardi masih nyimpen foto si non? Itu tandanya mas Ardian masih cinta dong sama non Karina."

Itu semua menurut Alfa, sedangkan yang sebenarnya terjadi adalah....

Foto itu ada dalam jaket Ardian karena diselipkan oleh Karina di sana. Kemarin, saat Karina memeluk Ardian, dia sengaja memasukkan foto mereka berdua ke dalam kantong jaket mantan kekasihnya itu.

Harapan Karina adalah supaya Ardian kembali mengingat dirinya.

Nyatanya foto itu malah jatuh dan ditemukan oleh Alfa.

Usai menyapu bersih seluruh pekarangan depan rumah, Alfa pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk tamu spesial mereka, Emilia. Sesuai keinginan Ardian tadi, tapi Alfa punya niat terselubung di sana. Alfa akan membuat makanan yang benar-benar spesial dan tidak akan pernah bisa dilupakan Emilia seumur hidupnya.

"Oke, hari ini aku akan membuat makan siang spesial untuk mbak Emilia." Alfa menyunggingkan senyum penuh misteri.

****

"Kamu sudah melaksanakan tugas dari saya, Vino?" tanya pak Seno begitu karyawannya datang menghadap.

"Sudah, Pak. Kemarin saya sudah bertemu dengan Karina, saya juga sempat mendengar perdebatan mereka. Kabar yang saya dapat adalah, bahwa Ardian akan segera bertunangan dengan Emilia."

"Apa?! Tunangan?" Pak Seno benar-benar kaget sekaligus tidak percaya apa yang disampaikan Vino. "Kamu enggak salah dengar ini."

"Tidak, Pak!" tegas Vino diiringi dengan gelengan kepalanya.

"Kurang ajar sekali anak itu, dia benar-benar sudah keterlaluan! Berani menentang keputusan saya, panggil Ardian ke sini!" titah pak Seno dengan penuh emosi, rahangnya mengeras menahan amarah.

Apa yang dilakukan oleh anaknya saat ini tidak bisa ditolerir lagi.

"Maaf, Pak. Ardian tidak datang ke kantor hari ini, tadi saya sudah menghubungi orang di rumah. Kata bi Alfa, hari ini Ardian sudah ada janji dengan Emilia, mereka akan makan bersama di rumah."

Kabar yang Vino bawa semakin membuat pak Seno marah, beliau bangkit dari kursi kerjanya dan beralih ke sisi lemari besar yang ada dalam ruang kerjanya.

Pak Seno mengambil sebuah album berukuran besar dengan cover keluarga di depannya.

Album itu adalah album foto dirinya dengan pak Hartanto, itu gambar yang diambil ketika mereka masih sama-sama menempuh pendidikan di london.

Banyak kenangan yang tinggal, ada janjinya yang belum ditepati.

Ardian hanya akan menikah dengan Karina, putri dari sahabatnya. Tidak ada gadis lain, dan Ardian harus patuh dengan perkataannya.

Karina adalah gadis cantik dan baik hati menurut pak Seno dan istrinya. Memang benar, daripada Emilia, Karina lebih pantas menjadi menantu di keluarga mereka.

"Ini siapa, Pak?" tanya Vino.

"Lelaki ini, dia sahabat terbaik saya." Pak Seno berkata dengan mata berkaca-kaca.

"Dia mirip seseorang," ucap Vino.

Pak Seno kemudian memperlihatkan foto keluarga Karina, di sana ada Ardian kecil. Saat Ardian kelas tiga SMP, Karina masih kelas enam sd.

Mereka memang tidak seumuran, itu sebabnya Ardian sangat menjaga Karina.

"Ini Ardian dan Karina?"

"Iya," jawab pak Seno tanpa mengalihkan pandangannya dari foto yang tengah dipandanginya saat ini. "Dulu mereka bahkan seperti adik kakak. Namun, lambat laun perasan itu berubah jadi cinta. Setelah pulang dari Jerman, Ardian menjalin hubungan dengan Karina yang waktu itu masih SMA. Kisah cinta mereka sudah berjalan selama empat tahun, Vino. Saya pikir semua akan baik-baik saja sampai ke jenjang pernikahan, tapi keadaan berbanding terbalik dengan apa yang saya harapkan." Pak Seno terdiam sejenak, beliau melepas kacamatanya dan menghapus air mata yang menggenang di kedua sudut matanya.

"Saya akan membantu, Pak. Saya pastikan kalau Emilia tidak bisa mendekati Ardian lagi."

"Sepertinya kita enggak bisa mengubah apa yang sudah menjadi keputusan Ardian, dia itu anaknya punya kepribadian keras. Dia tidak akan mengubah sesuatu yang sudah dikatakannya, apalagi ini masalah hati."

"Kalau memang enggak bisa, seharusnya dia tidak melupakan Karina gitu aja dong, Pak," bantah Vino.

"Ini berbeda, Vin. Bisa aja kan kalau Ardian sudah merasa bosan, dan dia ingin mencari perempuan lain untuk menjadi pendamping hidupnya."

"Ardian dan Karina telah menghabiskan banyak waktu bersama, dan saya rasa untuk menyatukan mereka kembali tidaklah susah. Kita hanya perlu membuat Emilia jauh dari Ardian," ujar Vino.

Pak Seno menutup lagi album tersebut, lalu fokus ke arah pembicaraan mereka sekarang.

"Kamu benar, Vino. Seharusnya memang tidak susah untuk menyatukan mereka kembali, sepertinya saya harus pulang dan ikut makan siang di rumah." Pak Seno tersenyum senang seraya bangkit dari kursi tempatnya duduk tadi. "Terima kasih karena sudah membantu saya." Pak Seno menepuk-nepuk pundak Vino dengan senyumannya yang terus mengembang.

"Sama-sama, Pak," balas Vino, dia juga ikut senang. Entah kenapa, saat melihat Karina kemarin, Vino merasa begitu dekat dengan gadis itu. Seakan mereka berdua punya ikatan batin yang kuat, siapa sebenarnya Karina? Apa dia dan Vino punya masa lalu yang tidak seorang pun tahu?

****

Selesai makan siang, Ardian mengajak Emilia untuk berkeliling melihat-lihat keindahan di rumahnya.

Beberapa kali terdengar Emilia berdecak kagum melihat kemewahan dan keindahan interior rumah Ardian.

Emilia, gadis itu memang sangat mencintai sesuatu yang mewah dan berkelas. Ia mengincar Ardian juga bukan tanpa alasan, banyak yang belum terkuak motif sebenarnya di balik keinginan dia menjadi kekasih Ardian.

Di balik senyumannya, selalu ada hal lain yang tampaknya begitu tersembunyi. Senyuman penuh rahasia yang seakan mengatakan bahwa sebenarnya ini cuma secuil dari rencana besarnya.

"Aku memang cocok dengan keluarga kamu sayang, aku akan membuat semuanya menjadi lebih seru lagi. Sebentar lagi, semua impian mama akan terwujud," ucap Emilia dalam hatinya.

Ia tersenyum bahagia dan merebahkan kepalanya di bahu Ardian. "I love you, sayang." Emilia mengecup pipi Ardian dengan lembut.

Ardian menjadi semakin yakin kalau cinta Emilia tulus untuknya.

"Kenapa reaksi obatnya sangat lama, Fa?" tanya pak Seno pada Alfa yang sedang mengintip kebersamaan Ardian dan Emilia di taman belakang.

"Iya, lama banget! Jangan-jangan obatnya udah enggak berfungsi lagi," kata nyonya Agatha.

"Sabar sebentar lagi, Pak, Bu. Saya kan masukinnya dikit banget, makanya reaksinya lama, mungkin seperti itu." Alfa memandangi dua orang di sampingnya sambil tersenyum-senyum.

"Sayang, kok perut aku tiba-tiba mules gini ya." Emilia panik, dia memegangi perutnya yang terasa begitu melilit.

"Sayang, kamu kenapa?" Ardian ikutan panik melihat Emilia.

"Aw, sakit banget. Aku harus ke kamar mandi sekarang!"

Emilia berlari secepat mungkin dari sana, dia tidak mau membuat diri sendiri malu kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Nah, kan! Saya bilang juga apa, tuh udah kelihatan efeknya!" Alfa tertawa senang dan loncat-loncat kayak anak kecil kebagian permen.

"Sayang, tunggu!" Ardian mengejar Emilia yang tanpa permisi langsung meninggalkannya.

"Ayo, ayo sembunyi!" Pak Seno, nyonya Agatha, dan Alfa langsung pergi dari dekat pintu belakang. Mereka berdiri di dekat gazebo, supaya Emilia dan Ardian tidak melihat keberadaan mereka.

"Ini baru awal, kalau dia terus mendekati Ardian, maka dia akan mendapatkan yang lebih dari ini," ucap nyonya Agatha pada suaminya.

Mereka kemudian sama-sama tertawa karena rencana pertamanya berhasil dan berjalan dengan sempurna.

1
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keliatan banget kalo alisha suka sama bayu /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
sebenernya pak seno ini punya rencana apa sih 🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Wajah Ardian bikin Bu hana flasback /Frown/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jatuh dan hanyut kesungai, kok bisa nyampe Swiss itu siEmil 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
persepsi Ardian lumayan juga, setidaknya tidak seperti pak seno yg terlalu naif
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ini awal mula pertemuan bayu sma alisha sungguh kesan pertama yg tak terduga 🤭🤭🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
apakah ibu hana kabur
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
walaupun emil ganti wajah, tpi masa engga kenal sih sama suara emill 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jangan" gadis misterius itu emil 🤔🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: lah, emang../Slight/
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ibu Hana terlalu banyak mikir yg seharusnya engga perlu difikirin , ehh kok kek orang itu ya.
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: ihhhh, 😭🤣 org siapa itu
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mungkin ini yg dimaksud dengan prinsip tabur tuaii, selamat maya, kini km sedang menuaii hasil dari perbuatan mu dulu .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Emang agak aneh sih sikap Bu Hana
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keputusan yg karina ambil kali ini sangat beresiko ..
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
udah sayang sayangan lagi aja karina /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
kalau meninggal , setidaknya tubuh nya pasti di temukan .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
ardian kok bisa tau karina di sekap dimana 🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Liat pakek mata batin
🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Vino kerja apaan coba,nyampe tengah malam kok belum pulang
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
karina padahal mau tapi pura" Jaim 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mamam tuh ardian 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Cinta Cinta mulu /Facepalm/
karina jadi bego gara" cinta
emilia jadi stress gara" cinta
ibu nya emil gangguan jiwa gara"?? sama aja kan, Cewek emang ya /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!