NovelToon NovelToon
Kehendak Atau Pilihan

Kehendak Atau Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elga Rista

#Terkadang yang kita anggap obat ternyata adalah luka terhebat#

Novel ini menceritakan seorang laki laki yang bernama Raka Pratama. Raka pernah berpacaran dengan seseorang 5 tahun. Tetapi Ia menjalin hubungan dengan perempuan yang Pondasi hidup nya berbeda. Sehingga Membuat kedua orang tuanya tidak merestui hubungan mereka. Dan akhirnya, Ia memilih menyerah.

Luka di hati Raka yang masih basah tersebut , Ia malah bertemu dengan perempuan yang sedang patah hati. mengapa begitu? Rara baru saja mendapatkan kabar bahwa kekasihnya itu dijodohkan dengan perempuan lain. Padahal mereka berdua sudah memikirkan untuk lanjut kejenjang lebih serius.

Dua orang yang sudah patah, bertemu dalam keadaan rapuh. Tanpa sadar mereka saling menjadi sandaran. Bagaimana mereka mengatasi perbedaan dan tekanan dari orang sekitar? Apakah mereka bisa saling menyembuhkan atau justru saling melukai atau bahkan orang yang mereka temui adalah " Jodoh Orang lain "?

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Ikutin terus yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elga Rista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Keyakinan dan Pertemuan yang Tak Disangka

Rara menatap laut. Ombak bergulung tenang, seolah menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu.

Dan di saat itulah... angin bertiup lebih kencang, membawa satu firasat dalam hati Rara.

Bahwa ombak hari ini... bukan hanya membawa angin pantai. Tapi juga kebenaran yang siap menyeretnya pada luka yang lebih dalam.

Pantai belum sepenuhnya sepi ketika sudah sore hari seperti ini. Udara pantai masih setia menyapa kulit mereka dengan semilir yang menenangkan. Langit berubah warna, dari biru cerah menjadi oranye keemasan. Senja mulai mendekap bumi, dan Rara masih duduk di atas pasir, memeluk lututnya sambil menatap laut lepas.

Rara dan Nayla masih duduk di tempat yang sama, memandangi air laut yang kini tampak berkilau keemasan diterpa cahaya senja.

“Kayaknya kita harus sering-sering ke sini, Ra,” kata Nayla pelan.

"Damai banget ya…” gumam Rara sambil menarik napas panjang. “Kalau bisa, aku mau diam di sini selamanya.”

Nayla tertawa pelan. “Selamanya? Di pinggir pantai? Nanti kamu jadi mitos, Ra.” ucapnya bercanda

Rara ikut terkekeh, walau tawanya belum sepenuhnya lepas. Di balik senyum dan tawa itu, pikirannya masih penuh tanya. Tentang pesan-pesan itu. Tentang siapa pengirimnya. Tentang Dhian. Dan tentang hatinya sendiri yang mulai goyah, tanpa ia sadari.

 “Laut itu… nggak pernah bohong. Dia tenang, tapi juga dalam. Sama kayak perasaan yang nggak bisa kita ceritain ke siapa-siapa.” ucap Rara

Nayla tersenyum miris. “Dan kadang, ombaknya datang tiba-tiba."

“Kayak hidup,” ulang Rara, pelan.

Keduanya terdiam. Bukan karena tak tahu harus bicara apa, tapi karena kedamaian pantai terlalu sayang untuk dirusak dengan kebisingan.

“Aku janji akan bantu kamu cari tahu, Ra,” ucap Nayla serius. “Dan kamu… jangan menanggung semuanya sendirian. Kamu nggak harus selalu jadi kuat. Ingat itu.”

Rara menatap sahabatnya itu lama, lalu mengangguk pelan. “Makasih, Nay.”

*******************************************************

Sebelum Raka bisa menjawab, ponselnya bergetar. Sebuah nama muncul di layar—tapi ia tak langsung mengangkat. Ia terpaku. Lalu perlahan berdiri.

"Aku angkat dulu, ya."

Kristiana mengangguk, meski hatinya mulai dipenuhi tanda tanya.

Dan Raka pun berjalan menjauh sambil mengangkat telepon itu.

“Halo, Bun,” jawab Raka sambil berdiri dari tempat duduknya.

“Raka, bisa bantu antar bunda ke rumah Eyang mu nggak, sayang? Papah kamu tiba-tiba harus kerja ke luar kota.”

“Sekarang,?”

“Iya, Bunda janji nggak lama. Nenek kamu tuh lagi rewel, pengen ketemu cucu kesayangannya juga, katanya.” jawab sang ibu

Raka tersenyum kecil. “Baiklah, aku ke sana sekarang.”

Sebelum pergi, ia sempat menengok jam tangannya. “Tapi sebelumnya aku harus antar Kristiana pulang dulu.”

" owh kamu lagi keluar sama Kristiana ya, ya udah gapapa antar dulu," jawab bundanya

" Dan satu lagi Raka, kamu harus memilih jalan yang harus kamu lalui, jangan terlalu lama berfikir, makin lama kamu berfikir makin banyak pula hati yang kamu sakiti," Bu Riani dengan pelan namun tegas

Raka hanya diam bingung harus menjawab apa

" Bunda tunggu dirumah ya nak," ucapnya lagi setelah itu mematikan telfonnya

Dan Raka berjalan menuju Kristiana berada , lalu

" sayang, aku harus nganterin bunda kerumah nenek ku. Kamu aku anterin pulang dulu gapapa? Kapan kapan kita kesini lagi y," ucap Raka dengan lembut takut Kristiana kecewa karena memang baru sebentar mereka disini.

Dan Kristiana hanya mengangguk sambil tersenyum. Raka memutuskan mengantarkan Kristiana pulang kerumahnya.

Setelah sampai di rumah Kristiana. Raka baru saja menurunkan Kristiana di depan rumahnya. Gadis itu tampak menatapnya dalam diam.

Gadis itu tampak enggan masuk ke rumah begitu saja.

“Raka,” panggil Kristiana saat Raka hendak berpaling.

“Hmm?”

“Terima kasih… udah mau dengar semua keluhanku tadi.”

Raka mengangguk. “Aku mengerti kok, Kris. Tapi seperti yang aku bilang, aku belum menemukan jawabannya. Aku masih mencoba. Tapi aku nggak mau janji yang nggak bisa aku tepati.”

Kristiana tersenyum getir. “Aku tahu. Tapi kadang… aku cuma butuh kepastian. Apakah ini semua… ada ujungnya atau cuma harapan kosong?”

Raka tak menjawab. Ia hanya menatap mata Kristiana dalam diam, sebelum akhirnya berpamitan dan kembali ke mobilnya.

Tak lama kemudian, ia menjemput Bunda nya di rumah dan bersama-sama menuju rumah Eyang. Tak lama kemudian, mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Eyang. Dan seperti biasa, rumah itu selalu hangat dengan suasana nostalgia.

Begitu sampai, Eyang Putri dan Eyang Kakung menyambut dengan hangat. Eyang putri langsung menyambut mereka dengan pelukan hangat. Sedangkan Eyang Kakung yang sedang duduk di kursi goyang, tersenyum lebar.

Eyang Putri angsung menggapit lengan cucunya, mengajak duduk di ruang tengah.

“Cucu eyang makin ganteng ya sekarang,” canda Eyang putri sambil mencubit pipi Raka.

Eyang kakung tertawa. “Wajar, kan cucu eyang.”

“Raka, cucu kesayangan Eyang,” serunya Raka dengan suara lembut.

Raka tertawa kecil. “Eyang sehat?”

“Sehat dong, Masih kuat untuk gendong anak kamu nanti,” sahut Eyang, membuat semua tertawa. Dan hanya dibalas senyuman oleh Raka

Obrolan mengalir ringan. Sampai akhirnya, Eyang putrimenatap Raka dengan tatapan yang berubah serius.

“Raka…”

“Hmm?”

“Kamu masih sama Kristiana?”

Raka terdiam. Tak menyangka pertanyaan itu akan keluar malam ini. Karena memang kedua eyang nya itu juga sudah mengenal Kristiana dengan baik.

Eyang putri melanjutkan, “eyang tahu dia baik. Tapi kamu dan dia… beda jalan. Sampai kapan kamu mau menggantung dia, dan juga diri kamu sendiri?”

Raka menunduk. Tak tahu harus berkata apa.

Bunda yang duduk di sebelah hanya diam. Tak ikut campur.

Eyang Kakung menimpali, “Dan kamu… harus tahu jalan mana yang kamu mau lalui. Kalau keyakinan berbeda, semua tak akan mudah.”

Raka menatap mereka satu per satu. Dalam diam, ia bertanya pada dirinya sendiri apa yang sebenarnya ia yakini?Raka menunduk. Ia tahu, ini bukan sekadar tentang perasaan. Ini tentang jalan hidup. Dan memilih jalan yang berbeda bisa berarti berpisah meski masih saling cinta.

**************************************************

Di sisi lain, Rara dan Nayla mulai membereskan barang-barang mereka.

“Balik yuk. Nanti keburu macet,” kata Rara sambil berdiri .

“Yaudah, kita pulang. Tapi mampir dulu ya?” tanya Nayla

“Mampir kemana?” jawab Rara

“Belanja bulanan. Stok skincare ku habis udah habis nih.” Jawab Nayla bernyengir kuda

" baiklah, Sekalian aku mau beli isi kulkasku." jawab Rara

"Tapi setelah itu, kita makan enak ya!” seru Nayla semangat. “Aku lapar parah.”

Rara hanya mengangguk dan tersenyum

Mereka singgah ke sebuah supermarket besar. Memborong kebutuhan dapur, camilan, minuman, bahkan masker wajah yang katanya bisa bantu relaksasi. Semua dilakukan sambil bercanda dan tertawa, seolah hari tadi tak diisi kecemasan dan tanda tanya.

Dan ketika matahari sudah tenggelam sempurna, mereka memutuskan mampir ke sebuah restoran kecil di tengah kota. Tempat itu cukup terkenal karena makanannya yang enak dan nuansa nya yang nyaman.

Mereka memilih duduk di pojok dekat jendela, menikmati udara malam dan lampu kota yang mulai menyala satu per satu.

Namun saat Nayla hendak memanggil pelayan, Rara matanya terarah ke sudut restoran lain.

“Nay… liat deh,” bisiknya, agak menunduk.

Nayla menoleh. Matanya membulat.

“Itu kan…

Bersambung.....

*******************************************************

Jangan lupa beri komentar, saran, dan like

Karena dukungan kalian merupakan semangat untuk author membuat cerita. Terima Kasih sudah membacanya❤️

1
Cut Anggraini
Mau dijodohin palingan ituu🤭
Elga Rista Septina: Hehe jadi penasaran yaa? 🤭 Sabar dulu ya kak, nanti semuanya bakal terjawab pelan-pelan di bab selanjutnya. Doain aja semoga author bisa terus rajin update biar teka-tekinya cepat terungkap. Makasih banyak ya kakak-kakak sudah baca, ikut nebak-nebak, dan selalu meramaikan kolom komentar. Semangat terus nemenin cerita ini sampai selesai yaa! 🤍✨
total 3 replies
Elga Rista Septina
MasyaAllah, terima kasih banyak ya kakak kakak🤍🥹 Senang sekali kalau cerita ini bukan cuma menghibur, tapi juga bisa menyampaikan pelajaran dan membuat kita sama-sama belajar dari setiap babnya. Semoga setiap pesan yang ada di dalam cerita bisa bermanfaat untuk kita semua yaa. Terima kasih sudah membaca, mendukung, dan meluangkan waktu untuk berkomentar. Semoga kakak-kakak selalu betah menemani perjalanan cerita ini sampai akhir. 🤍🌷
Vania M.
Setuju sih ka, soalnya aku juga baru baca novel ini kan tapi aku ngebut bacanya. Dan novel ini setiap bab nya ada pelajaran yang bisa kita ambil. Dan pasti ada kalimat kalimat yang menyadarkan kita👍🙏
Andita f.: Nah iyaa. Aku juga baru ka Vania. Tapi emang iya sih setiap bab nya ada pelajaran banget yang bisa kita ambil
total 1 replies
Andita f.
Novelmu banyak pelajaran thor👍the best
Anggraheni. 000
gas polllll🙏👍
RAINA DWI
lanjut thor💪
alisyha
lanjuttttttttt👍🙏
Elga Rista Septina
Hehe iya kak 🤭 memang sengaja aku buat beberapa bagian jadi teka-teki biar pembaca ikut penasaran dan menebak-nebak jalan ceritanya. Semoga kakak tetap menikmati ceritanya yaa 🤍✨ Terima kasih sudah baca dan ikut menemani perjalanan Rara & Raka 🥰
Elga Rista Septina
Makasih ya kak sudah memberikan pendapatnya 🤍
Maaf kalau menurut kakak alurnya terasa terlalu berliku. Aku memang mencoba membuat cerita dengan beberapa konflik dan kejutan supaya perjalanan para tokohnya lebih terasa ✨

Tapi aku tetap menerima kritik dan sarannya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ceritaku 🤍
Cut Anggraini
lanjuttttt 🙏😍
Anggraheni. 000
Mantap👍
Anggraheni. 000
The best
Vania M.
terusin kaaaa😍
Cut Anggraini
gassssss😄🤭
Andita f.
lanjut🙏
Andita f.
lanjut thor😄💪👍
Melinda Alvina
lanjut kak💪
Cut Anggraini
Akhirnya update lagi🤣👍
Cut Anggraini
lanjut kaaa🙏
Andita ndut
lanjut kaaaa💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!