NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Saputangan Mawar

​Anna memasang wajah polos penuh kebingungan setelah berhasil mengatur detak jantungnya. "Aku ... aku tidak tahu, Ayah. Tadi tiba-tiba ada angin kencang sekali yang menghantam jendela, lalu disusul suara lolongan serigala yang mengerikan. Aku kaget dan langsung menyudahi pekerjaanku."

​Anna berbalik dan menunjuk tumpukan kain katun yang berantakan di atas meja dengan tangan sedikit gemetar, kali ini murni karena sisa rasa terkejutnya yang belum sepenuhnya hilang. "Aku baru saja selesai menggunting kain-kain ini untuk dijadikan saputangan."

​Paul memperhatikan tumpukan kain itu, lalu mengedarkan pandangan ke sudut-sudut kamar yang kini sudah kembali normal tanpa sisa pendaran cahaya. Ketegangan di bahu pria paruh baya itu perlahan mengendur. Ia menurunkan kapaknya dan menghela napas lega. "Hutan di belakang kita memang masih liar, Nak. Lain kali, kunci jendelanya rapat-rapat. Segeralah tidur."

​"Baik, Ayah. Selamat malam," sahut Anna lembut.

​Selama hari Jumat dan Sabtu, Anna diam-diam mengurung diri untuk bereksperimen dengan Jarum Emas peninggalan buyutnya. Keajaiban itu nyata adanya disetiap kali jarum itu bergerak, benang cahaya perak murni mengalir dari jemarinya, menuntun tangannya menyulam dengan kecepatan yang luar biasa.

​Hingga tibalah hari Minggu pagi yang cerah.

​"Ibu, kemarin aku dan ayah membeli lima meter kain katun polos dan beberapa meter renda tambahan, totalnya dua puluh lima koin perak," ujar Anna seraya menata empat puluh lembar saputangan mawar ke dalam keranjang kecil.

​Marry terbelalak melihat keindahan kain-kain di depan matanya. Saputangan itu tidak hanya cantik, tetapi entah bagaimana mengeluarkan aroma mawar segar yang menenangkan. "Lalu, kau mau menjualnya berapa, Nak?"

​"Lima koin perak per lembar. Bagaimana?" jawab Anna.

​"Apa tidak terlalu murah?" tanya Marry ragu.

​"Di butik Guild Borjuis, saputangan dengan kualitas sulaman seperti ini bisa dijual dengan harga tujuh puluh koin perak, bahkan ada yang sampai dua koin emas!" sela Ayah Paul yang mendadak ikut menimpali.

​"Hmmm. Jadi bagusnya berapa?" tanya Anna polos.

​"Beri harga tiga puluh koin perak, Nak. Jangan lupa hargai jerih payahmu mengerjakan itu semua," usul Marry penuh pertimbangan.

​Paul mengangguk setuju. "Ayah setuju. Tidak terlalu murah tapi juga masih bisa dijangkau untuk kalangan menengah."

​Sebelum berangkat, Anna merapikan penampilannya. Untuk menyembunyikan rambut merah anggurnya secara total, ia menggunakan selembar kain linen kelabu panjang. Kain itu tidak sekadar diikat biasa, melainkan dililit dan dikepang rumit mengelilingi kepalanya, membungkus seluruh rambutnya dengan sempurna tanpa menyisakan satu helai pun. Gaya penutup kepala yang unik dan artistik itu justru membingkai wajah cantiknya dengan kesan misterius yang anggun.

***

​"Sana pergi! Lapak di depan ini khusus untuk pedagang yang sudah membayar sewa tahunan ke Guild," usir seorang pria bertubuh tambun dengan ketus saat Anna mencoba menggelar dagangannya di dekat gerbang masuk bazar Solmara.

​"Ibu ...." bisik Anna pelan.

​"Apakah kau lelah, Nak?" tanya Marry lembut.

​"Tidak, Ibu. Hanya saja semua jalan sudah penuh dengan orang jualan."

​Mencari tempat jualan di bazar ternyata jauh lebih melelahkan dari dugaannya. Anna hanya bisa menghela napas, berpindah dari satu sudut ke sudut lain, bertanya kepada beberapa penjaga, dan selalu mendapatkan penolakan yang sama. Langkah kakinya yang lelah akhirnya membawa Anna dan Marry ke area paling ujung bazar, tepat di mulut sebuah gang buntu yang sepi dan sedikit gelap.

​"Di sini tidak apa-apa, Ibu. Setidaknya kita tidak diusir," ucap Anna sambil menggelar selembar kain bersih di atas meja kayu rapuh yang telantar di sana.

​Satu jam berlalu dan lapak Anna tenggelam dalam sepi. Orang-orang yang lewat hanya melirik sekilas dengan tatapan aneh terutama melihat gaya penutup kepala kain Anna yang tidak lazim di Solmara dan berlalu begitu saja.

​"Aduh, Lily! Berhenti berlari! Lihat, gaun barumu jadi kotor karena tumpahan minuman berry ini!"

​Sebuah pekikan panik terdengar dari arah jalan utama gang. Seorang wanita bangsawan dengan gaun sutra hijau yang mewah sedang sibuk menyeka gaun anak gadis kecilnya yang menangis. Wajah wanita itu tampak frustrasi karena noda merah buah itu justru makin melebar di kain sutranya.

​"Ibu, minumanku ... baju basah," isak anak kecil bernama Lily itu.

​Melihat kesempatan itu, Anna langsung mengambil selembar saputangan dengan sulaman mawar merah muda di sudutnya. Ia melangkah mendekat dengan sopan. "Nyonya, mohon maaf jika saya lancang. Anda bisa menggunakan saputangan ini untuk membersihkan nodanya."

​Wanita bangsawan itu, seorang Nyonya Baroness bernama Lodya, menatap Anna sekilas dengan dahi mengernyit. Namun karena terdesak, ia merebut saputangan itu. "Ah, ya, berapa pun harganya akan kubayar nanti!"

​Begitu kain katun buatan Anna menyentuh gaun Lily, sebuah keajaiban terjadi. Serat kain yang telah dialiri sihir benang bekerja seperti magnet. Noda minuman berry itu terserap habis dalam sekali usap, meninggalkan kain gaun yang kembali bersih dan kering seketika. Lebih mengejutkannya lagi, aroma mawar segar mendadak menguar, menghilangkan bau asam buah yang pekat.

​Nyonya Lodya tertegun, menatap saputangan di tangannya dengan mata membelalak kaget. "Ini ... Ini kain apa? Mengapa nodanya bisa hilang seketika? Dan sulaman mawar ini ... detailnya sangat cantik sekali! Bahkan butik terkenal di pusat kota tidak punya pola sehalus ini!"

​"Terima kasih untuk pujiannya, Nyonya. Saya mengerjakan semuanya sendiri. Kalau Nyonya berkenan, harga saputangan ini cukup tiga puluh koin perak saja," jawab Anna dengan senyum ramah.

​"Hanya tiga puluh koin perak?! Ini gila!" Nyonya Lodya langsung merogoh kantongnya dan melemparkan dua keping koin emas ke atas meja. "Aku ambil lima lembar lagi dengan motif berbeda! Cepat!"

​Beberapa wanita bangsawan dengan para pelayannya yang kebetulan sedang melintas langsung menoleh mendengar seruan heboh Nyonya Lodya. Mereka berbondong-bondong mendekat, penasaran dengan kain ajaib yang dipuji oleh sang Baroness.

​"Saputangannya luar biasa indah!" puji seorang wanita bergaun biru.

​"Aku beli tiga lembar!" seru yang lain.

​Gang buntu yang tadinya sepi berubah menjadi lautan manusia yang riuh dalam sekejap. Para wanita kelas atas Solmara mulai saling berdesakan di depan lapak kecil Anna, tidak sabaran ingin mendapatkan saputangan mawar mereka sendiri. Gaya penutup kepala dari jalinan kain milik Anna yang tadinya dipandang aneh juga mendadak menjadi magnet baru; para bangsawan itu menganggapnya sangat berkelas hingga mulai memesannya untuk bazar selanjutnya.

​Namun, kegaduhan yang luar biasa di ujung gang buntu itu akhirnya memicu hal yang paling Anna takuti.

​TAP! TAP! TAP!

​Suara derap sepatu bot baja yang berat mendadak memecah kerumunan. Dua orang prajurit patroli militer Solmara dengan zirah lengkap berjalan mendekat dengan dahi mengernyit. Salah satu dari mereka memegang sebuah batu detektor sihir tingkat rendah di tangannya, dan batu itu mendadak bergetar hebat disertai pendaran cahaya merah pekat tepat saat mereka berdiri di depan lapak Anna.

​"Astaga, patroli militer?" bisik salah satu pelayan dengan cemas.

"Ada Mana disini. Minggir semua!"

​Melihat batu detektor menyala merah dan mendengar kata 'Mana' disebut, Nyonya Lodya serta para pembeli lainnya segera mendekap erat saputangan yang sudah mereka bayar ke dada masing-masing. Mereka tahu sihir ini bersih dan tidak berbahaya, tetapi mereka sadar lapak kaki lima ini pasti belum memiliki izin resmi dari Guild. Tanpa berniat mengembalikan barang atau meminta uang mereka kembali, para bangsawan itu perlahan mundur teratur demi mengamankan saputangan ajaib yang baru mereka dapatkan.

​Prajurit bertubuh kekar itu mengulurkan tangan berlapis besi, merenggut kasar selembar saputangan mawar yang tersisa dari meja, lalu menatap Anna dengan tajam di balik helm besinya.

​"Gadis kecil," geram prajurit itu, suaranya berat dan mengintimidasi. "Sisa Mana di dalam serat kain ini sangat tidak wajar. Ikut kami ke pos pemeriksaan militer sekarang juga!"

1
Anne Soraya
lanjut
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 HANSEN (HiAtus SEmeNtara)
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
Mutiara
bab satunya seru. kasian banget analin y. jahat keluarganya
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Iya ya, Kak 🥲 baca terus bab seru lainnya ya 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!