Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#8 TUGAS
"Hei! kamu!" Panggil tuan Elzel kepada Yuki yang asik membantu Sari memasak.
"Yuki, dipanggil Tuan, tuh!" Ucap Mery
"Huh! Males ketemu dia lagi, untung aja dia itu majikan ku, jadi aku harus nurut." Batin Yuki.
Yuki menghampiri Tuan Elzel yang duduk di sofa sambil menonton TV.
"Iya, Tuan?"
"Tugasmu di sini bukan memasak!"
"Lalu tugas saya apa, Tuan? Setahu saya tugas saya sama dengan yang lain,"
"Aku Bos-nya di sini, jadi yang mengatur tugas para pekerja ya aku!"
"Maaf, Tuan. Lalu apa tugas ku? Berkebun?"
"No!"
"Beres-beres rumah?"
"No!"
"Lalu apa, Tuan?" Tanya Yuki polos.
"Tugas kamu melayaniku!" Ucap tuan Elzel datar.
"APA????!" Suara Yuki membesar, ucapan Tuan Elzel membuatnya kaget dan membuat wajahnya memerah seketika.
"Belajarlah!"
Lagi-lagi Tuan Elzel berlalu dari hadapan Yuki.
________
"Apa-apaan Elzel itu?! Enak saja minta dilayani! Emangnya aku ini cewek apaan?" Yuki teriak-teriak setelah dia sampai di dapur, tempat Mery dan Sari berada.
"Aduh! Yuki, Jaga bicaranya. Sabar, sabar." Mery berusaha menenangkan Yuki. Sedangkan Sari hanya tertawa geli.
"Lalu aku harus gimana, Mbak?"
"Yang dimaksud Tuan Elzel itu... Kamu itu harus menyiapkan keperluannya, seperti air hangat buat dia mandi, membangunkannya, menyiapkan baju kerjanya, membawakan sarapannya di meja makan. Begitu!" Jawab Mery yang sengaja tidak menyebutkan tugas rahasia yang harus dilakukan Yuki, yaitu 'Memuaskan' Bos nya, sama seperti Asisten-asisten sebelumnya.
"Iya kah?"
"Ho'oh!"
"Huh! Syukurlah. Aku pikir..."
Mery hanya tersenyum melihat kepolosan Yuki.
"Kamu harus bisa menyenangkan Tuan. Sudah banyak loh yang dipecat karena tidak bisa melayani Tuan dengan baik." Nasihat Mery kepada Yuki.
Banyak sekali pegawai sebelum Yuki, karena hal sepele saja Tuan Muda Elzel dengan mudah memecat mereka.
"Sereeemmmm."
__________
Keesokan harinya, Yuki mulai melaksanakan tugasnya sebagai Asisten di Rumah sang majikan. Berbekal list tugas yang diberikan oleh Mery. Kalau lupa tinggal buka catatan.
Dimulai dengan membangunkan Tuan Elzel.
"Apa gak apa-apa ya, masuk ke kamar cowok?" Tanya Yuki pada diri sendiri saat sudah berada di depan pintu kamar Tuan Elzel.
Kreeekkk!
Yuki membuka pintu kamar tuan Elzel, kebetulan tuan Elzel yang ternyata sudah bangun baru saja keluar dari kamar mandi, selesai melakukan aktivitas mandinya dengan hanya menggunakan sehelai handuk yang dililitkan ke pinggang, sehingga tampak tubuh kekarnya.
Mata keduanya saling bertemu.
Melihat itu Yuki hanya mematung, diam seribu bahasa dengan mata melotot.
"KYAAAAAAAAA!!!!!" Teriak Yuki.
Yuki berlari keluar kamar, menutup pintu dan bersandar pada pintu itu.
Tuan Elzel hanya menyunggingkan senyum.
"Dasar bocah! Apa dia tidak pernah melihat yang begini?" Tuan Elzel menggeleng-geleng kan kepala.
__________
Dua tugas sudah terlewatkan, membangun kan Tuan Elzel, dan menyiapkan air mandinya. Seharunya sekarang Yuki harus menyiapkan baju untuk Tuan Elzel, tapi sepertinya dia tidak berani untuk masuk ke sana.
"Masuklah!" Perintah Tuan Elzel dari dalam kamar.
"Tapi, Tuan..."
"Lakukan tugasmu!"
"Ba-baik tuan!"
Yuki masuk kedalam kamar, ternyata Tuan Elzel sudah selesai berpakaian, mengenakan kemeja putih lengkap dengan jas hitam dan celana yang senada dengan warna jas nya.
"Tampan..."
"Lain kali bangun lah lebih awal! Untung saja aku terbangun, kalau tidak, bisa terlambat aku ke kantor!"
"Maaf, Tuan..."
"Tidak ada kata maaf di sini, Kau harus dihukum".
"Astaga! Apalagi ini?"
"Kamu jangan keluar dari kamar ini sampai aku pulang! Jangan coba-coba kabur! Atau kau ku pecat!"
"Huaaaaa!!! Syukurlah. Aku kira aku bakal dihukum yang berat-berat, ternyata cuma itu."
"Iya, Tuan..." Jawab Yuki.
Tuan Elzel keluar kamar meninggalkan Yuki sendirian. Dan berangkat ke Kantor.
"Jangan ada yang menengok atau membantu Yuki keluar dari kamarku!" Pesan tuan Elzel pada semua pegawainya sebelum dia berangkat.
__________
Sempat mengagumi Tuan Muda Elzel Putra Pratama diawal-awal, kini Yuki seperti gedek banget sama majikannya itu.
"MENYEBALKAN! MENYEBALKAN! MENYEBALKAAAAANN!!!"
"Apa mukanya selalu seperti itu kalau lagi ngomong sama orang lain? Dingin banget!"
__________
"Kamar ini gede banget, mewah lagi, satu ruangan ini lebih-lebih dari ukuran rumahku."
Yuki melihat-lihat sekeliling dan tak berhentinya mengagumi kamar Tuan Elzel.
Yuki melakukan pekerjaan di dalam kamar sebisa yang dia kerjakan. Seperti merapikan dan membersihkan kasur, merapikan buku-buku dan berkas-berkas yang berantakan.
Waktu terus berlalu, Yuki merasa sangat bosan dan tentunya sangat lapar.
"Ternyata hukuman ini menyiksa juga, mana perut udah laper."
"Aku bawa tidur aja akh! Biar laper nya hilang. Siapa tau sebentar lagi Tuan pulang, dan hukumanku selesai."
Yuki memejamkan mata, tak butuh waktu lama dia pun tertidur pulas di atas sebuah sofa di pojokan kamar. Sofa yang empuk, serta kamar yang ber AC makin membuat tidur siang Yuki terasa nyaman.
__________
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""