NovelToon NovelToon
Pernikahan Hangat: Mengejar Cinta Istri

Pernikahan Hangat: Mengejar Cinta Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Annisa sitepu

Awalnya, pernikahan itu baik-baik saja. Semua menjadi hangat, luka akibat masa lalu Ainayya Hikari Salvina sedikit demi sedikit mulai sembuh.

Tapi, pernikahan hangat itu tiba-tiba diterpa gelombang. Menghancurkan sebuah kepercayaan dan membuatnya meninggalkan rumah yang sudah mengajarkan arti sebuah keluarga harmonis.

Lalu, mampukah Albara Demian Dominic. Sang pelaku kehancuran tersebut memperbaiki rumah tangga yang sudah membuatnya sembuh dari kejadian di masa lalu? Bisakah Albara mengobati luka yang ia berikan pada istrinya?

Mari kita lihat bagaimana perjalanan Albara dalam mengejar cinta istrinya kembali!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Perjanjian (Revisi)

Setelah makan siang. Bara mengajak Nayya pergi ke ruang kerjanya untuk mendiskusikan surat perjanjian pernikahan mereka. Bukan tanpa alasan Bara melakukan hal seperti itu, semuanya di lakukan agar setelah satu tahun pernikahan. Nayya bisa menikmati hidup bebasnya, ia juga akan memberikan banyak uang serta beberapa properti miliknya pada Nayya.

"Duduk di mana kau suka," ucap Bara lalu mengambil surat perjanjian mereka.

Ainayya memutuskan duduk di sofa. Menunggu Bara untuk menyerahkan surat perjanjian mereka.

"Lihat poin-poin yang ada di dalamnya. Jika ada yang membuat mu tidak bahagia,maka katakan pada ku." Bara memberikan surat pada Nayya.

Ainayya mengambil surat tersebut lalu mulai membaca poin-poin yang ada di dalam surat itu. Dengan cermat, ia membaca setiap poin. Tidak ada yang membuatnya merasa berat tapi ada sesuatu yang sedikit aneh pada poin

terakhir.

"Nayya tidak terlalu mengerti dengan poin terakhir."

"Kita akan memperbaharui surat perjanjian ini setelah 1 tahun menikah. Kau boleh memilih pergi atau tetap menjadi nyonya Albara. Jika kau ingin pergi, maka aku akan memberikan beberapa aset serta cek yang bisa kau tulis berapa pun jumlahnya." Walau pun ia tidak ingin meneruskan pernikahan ini setelah perjanjian mereka selesai. Tapi Bara akan tetap menerima Nayya jika wanita itu ingin menjadi nyonya Albara selamanya.

"Jika Nayya tetap menjadi nyonya Albara?"

"Maka kita akan memperbaharui surat perjanjian ini."

Ainayya paham, ia juga merasa bahwa surat perjanjian mereka tidak membuatnya rugi atau bahkan berat.

"Lalu, jika salah satu dari kita jatuh cinta. Apakah surat ini akan tetap di perbaharui dan Nayya masih bisa memilih bebas?"

Bara terdiam sejenak, jika salah satu dari mereka jatuh cinta. Apakah salah satu dari mereka bisa jatuh cinta mengingat seperti apa kebenaran yang sedang ia sembunyikan dari Nayya.

"Itu tidak mungkin, aku tidak percaya dengan cinta. Lagi pula kau adalah pengantin pengganti, jadi sangat tidak mungkin jika kita bisa saling jatuh cinta."

Bara lupa jika Tuhan bisa dengan mudah membuatnya jatuh cinta dengan Nayya. Lupa jika suatu hari nanti, dirinyalah yang meminta cinta itu pada Nayya.

Ainayya menganguk paham. Ia hanya ingin bertanya dan tidak memiliki rencana untuk jatuh cinta pada Bara. Jatuh cinta mungkin hal yang mustahil bagi pernikahan salah mereka.

"Dimana Nayya harus tanda tangan?"

Bara memberikan bolpen lalu memberitahu dimana wanita itu harus tanda tangan. Dan setelah surat perjanjian itu di tanda tangani, Bara memberikan sebuah kotak berukuran sedang pada Nayya.

"Apa ini?"

"Buka dan lihat. Meskipun aku tahu bahwa kau mungkin merasa itu tidak penting, tapi kau harus tetap mengambil dan menyimpannya."

Ainayya menjadi penasaran, ia tidak tahu apa yang sudah Bara berikan padanya. Dengan pelan, wanita itu membuka isi kotak tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika melihat satu buah ponsel mewah merek Apple serta

kartu kredit berwarma hitam.

"Nayya tidak bisa menggunakan ponsel mewah ini dan kartu kredit, Nayya pikir ini tidak di butuhkan karena semua yang Nayya butuhkan sudah ada di sini." Meskipun senang melihat ponsel mewah seperti yang sering Vina pamerkan padanya. Nayya tetap menolaknya karena ia sama sekali tidak tahu bagaimana cara menggunakannya.

"Sudah ku katakan pada mu bahwa kau harus menyimpannya meskipun kau merasa keduanya tidak penting."

"Tapi Nayya tidak bisa menggunakan ponsel mewah ini. Nayya bahkan tidak pernah memiliki ponsel."

Bara sedikit terkejut ketika tahu Nayya tidak memiliki ponsel. Di era modernseperti saat ini, ponsel adalah kebutuhan pokok terutama untuk gadis muda seperti Nayya.

"Aku akan mengajari mu, sekarang duduk di samping ku dan dengarkan apa yang ku ajarkan pada mu."

Meskipun sedikit berat, Nayya dengan patuh duduk di samping Bara. Mendengarkan apa yang di katakan pria itu tentang menggunakan ponsel mahal tersebut.

"Apakah kau sudah paham?"

Nayya mengangguk. Selama mendengar penjelasan dari Bara, ia menjadi mengantuk. Mungkin karena aroma parfum sang suami yang menyenangkan serta sofa yang ia tempati sangat nyaman membuat matanya sangat ingin

tertutup.

"Kau mengantuk?" Bara menyesal setelah mengajukan pertanyaan seperti itu. Ia menjadi seperti orang bodoh karena bertanya hal yang sudah terlihat.

"Maaf, Nayya tidak bermaksud tertidur ketika Kak Bara menjelaskan." Nayya malu karena hampir tertidur ketika Bara menjelaskan cara menggunakan ponsel padanya.

"Kak Bara?"

"Ya, karena kakak baik dan juga bersedia menerima Nayya di sini. Maka Nayyamemutuskan memanggil Kakak, lagi pula Kakak lebih tua dari Nayya."

Umur Bara yang sudah menginjak usia 28 tahun membuatnya lebih dewasa dan lebih tua 8 tahun dari Nayya yang baru berusia 20 tahun.

"Kau yakin ingin memanggil ku kakak dan bukan paman?" Beberapa kali di panggil paman oleh gadis seusia Nayya yang tidak sengaja ia jumpai membuat Bara sedikit kesal tapi tidak berniat melarang.

"Tidak, Kakak masih muda dan sebutan paman sangat tidak pantas."

Bara tertawa mendengar ucapan polos Nayya. Ia seperti seorang ayah yang sedang berbicara dengan putrinya. Cukup menghibur untuk pria sekaku Bara.

"Baiklah, sekarang kau boleh kembali ke kamar dan istirahat. Saat makan malam, Sara akan membangunkan mu."

Ainayya memgangguk lalu beranjak dari sofa sambil membawa ponsel serta kartu kredit yang diberikan Bara padanya.

Bara yang di tinggal pergi, memutuskan pindah ke kursi kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah tertunda akibat pernikahan kilatnya.

Saat sedang sibuk bekerja, Albert mengetuk pintu meminta izin untuk masuk kedalam ruangan. Melaporkan informasi yang di butuhkan oleh tuan mudanya.

"Apa yang ingin kau laporkan?"

"Saya hanya ingin mengkonfirmasi bahwa kalung yang anda berikan pada nyonya di masa lalu berada di tangan wanita itu. Mereka sengaja mengambilnya dari nyonya lalu di hancurkan di depan mata nyonya, Tuan."

Sejujurnya, sejak awal. Albara sudah berniat menikahi Vina, karena bagaimana pun kalung yang pernah ia beri pada gadis kecil yang telah membantunya tanpaia ketahui nama serta mengingat jelas wajahnya ada di leher Vina.  Tapi  sekali lagi, sepertinya Tuhan tidak ingin ia menikahi wanita yang salah.Tuhan membuat sebuah jalan cerita baru, yang di dalamnyan hanya ada Ainayya dan Albara. Tidak ada pemeran yang lain.

"Sepertinya ini akan semakin sulit," ucap Bara frustasi. Ada sebuah rahasia yang bisa membuat Nayya membencinya jika rahasia itu terbongkar, bukan karena Baratakut akan kebencian itu. Bagaimana pun ia sudah sering mendapatkan tatapan kebencian, hanya saja Nayya adalah pengecualian untuknya.

"Apa yang harus kita lakukan agar tidak ada yang memberitahu nyonya Nayya tentang kejadian itu, Tuan?" Sama halnya dengan sang tuan muda. Albert juga merasa tidak enak dengan Ainayya.

"Tetap awasi siapa saja yang berada di lokasi itu dan jangan sampai Nayya tahu sebelum pernikahan 1 tahun kami selesai."

"Apa anda yakin ingin bercerai setelah 1 tahun pernikahan ini?"

Albert merasa bahwa sang tuan muda tidak akan bercerai dengan Nayya. Ia bahkan sangat berharap akan ada keajaiban di tengah pernikahan keduanya.

"Tentu, sekarang kau harus mengawasi orang-orang dari keluarga Cannor. Terutama kedua wanita itu."

"Baik, Tuan."

Setelah izin keluar, Albert langsung pergi ke ruangannya untuk melakukan tugas yang di berikan oleh sang tuan muda padanya. Mengawasi keluarga Javior, terutama nyonya Javior dan Pavina.

1
Akifa Naura Kiza
ya jessi mukanya
Rita Rosid
bongkem mulut nya biar diam
Rita Rosid
😭😭😭😭cerita nya bikin aku nangiss
Rita Rosid
mukanya seperti jessi di novel takdir cinta istri ke 2 sangat 👍😘cantik
Nadia
weleh" dr baca ini udah bikin mata panas dada sesak 🤭😢
Sanjaria Abubakar
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
inayah machmud
Bara so sweet bgt. 🥰🥰🥰
inayah machmud
Ceo Bara udah jd bucin akut ke istri nya.
Qaisaa Nazarudin
Nah keputusan Tegas kek Gini yg aku dukung, Biasanya udah di selingkuhin,di hina di caci,Para readers aja masih sakit hati baca nya,eh hujung2 nya dia malah mau2 nya nerima balik 🤦🤦😡,kesel aku,untung aja yg ni hak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Rata2 alur novel,pria yg berselingkuh berakhir dengan kehancuran dan penyesalan,Tapi madih banyak aja yg memilih berselingkuh alesan tergoda dgn kepuasan sesaat,hingga menghancurkan rumah tangga sendiri..Setelah itu keluarlah kata2 penyesalan dan meminta maaf dan ingin kembali.. B.LS.IT...dengan semua itu .
Qaisaa Nazarudin
Oh berat wanita yg Bara tabrak itu ibu nya Nayya...Bara..Bara..Benar kata org CINTA ITU BUTA Tapi menurut ku,CINTA BOLEH,BODOH JANGAN,BUCIN BOLEH TAPI HARUS PAKE OTAK...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa karakter oeran ceweknya RERLALU LEMAH..CKK🤦🤦
Arie
Luar biasa
Wina Ningsih
Biasa
Wina Ningsih
salam kenal ya thor,ceritanya bagus thor,saya suka,semangt terus nulisnya ya thor.............
Wina Ningsih
Kecewa
Farida Wahyuni
karin ini ibu yg egois.
Massunamiyatha
semangat terus thor dlm berkarya
Kadek Bella
trima kasih thoor,,suka sama ceritanya ,tetap. smangat
Cica Kosmetik
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!