NovelToon NovelToon
VARSHA

VARSHA

Status: tamat
Genre:Contest / Selingkuh / Anak Yatim Piatu / Pengganti / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:633.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agustine

Varsha memiliki arti hujan menghiasi hidup seseorang dengan derai air mata.

Seorang wanita muslimah berdarah Asia Tenggara harus dijodohkan dengan pria asing tidak dikenal. Pria kejam memakai kursi roda meluluh lantahkah perasaan seorang Varsha, seolah ia barang yang bisa dipermainkan seenaknya.

Rania Varsha Hafizha, harus hidup dengan Tuan Muda kejam bernama Park Jim-in, asal Negara Ginseng.

Kesabaran yang dimilikinya mengharuskan ia berurusan dengan pria dingin seperti Jim-in. Balas budi yang harus dilakukan untuk keluarga Park tersebut membuat Rania terkurung dalam sangkar emas bernama kemewahan. Ditambah dengan kehadiran orang ketiga membuat rumah tangga mereka semakin berantakan.

“Aku tidak mencintaimu, hanya Yuuna... wanita yang kucintai.”

“Aku tidak bisa mengubah mu menjadi baik, tetapi, aku akan ada di sampingmu sampai Tuan jatuh cinta padaku. Aku siap terluka jika untuk membuatmu berubah lebih baik.”

Bisakah Rania keluar dari masalah pelik tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 8

...🌦️...

...🌦️...

...🌦️...

Untuk per sekian detik ketiga teman Jim-in, Kim Won Shik, Min Hyun Sik dan Jung Hwa menatapnya tidak percaya. Mulut mereka terbuka lebar melihat kehadiran "Nyonya Muda Park" di sana. Senyum tidak pernah luntur di wajah cantik Rania membuat mereka tercengang.

Satu persatu ia pun membalas tatapan mereka hingga berakhir di kedua mata kecil sang suami. Sedari tadi Jim-in mendongak memperhatikan. Ada yang berbeda ia rasakan. Lengkungan bibir ranumnya terlihat tulus tanpa paksaan.

Ia tidak mengerti, kenapa Rania bisa berdandan seperti itu. Seharusnya sang istri bisa saja mempermalukannya, mengingat kelakuan Jim-in kepadanya.

"Tapi kenapa dia tersenyum tulus seperti itu? Ini aneh," benaknya dalam diam.

"Se-selamat malam Rania-ssi, saya Min Hyun Sik. Sahabat sekaligus teman seperguruan Jim-in," ucap Hyun Sik gugup seraya menjulurkan tangan di hadapannya.

Rania pun langsung menangkupkan tangan di depan dada. "Maaf kita tidak bisa bersalaman. Senang bertemu denganmu Hyun Sik-ssi."

"Wah, aku tidak percaya melihat istrimu Jim. Ternyata omongan orang-orang itu tidak benar." Won Shik mengalihkan perhatiannya.

Iris besar Rania bergulir menatapnya tepat. Kedua alisnya pun saling bertautan.

"Maksud Anda? Apa yang mereka bicarakan tentang saya? Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan omongan mereka, tapi jika itu menyangkut Park Jim-in saya tidak terima. Karena suami saya ini pria yang hebat."

Entah pujian atau sindiran Rania berkata seperti itu membuat Jim-in pun membulatkan iris tercengang dan menatap tidak percaya ke arah sang istri. Bagaimana bisa malam ini Rania terlihat berbeda? Pikirnya. Ada kekaguman yang terpancar dari sorot mata itu. Namun, sedetik kemudian ia menepisnya.

"Bodoh. Mana mungkin, itu tidak boleh terjadi," benak Jim-in lagi seraya mengalihkan pandangan.

"Owh selamat malam Nona cantik."

Tiba-tiba saja pria berjas hitam mendekati mereka dan hendak memegang tangan Rania. Secepat kilat ia pun menangkupkan tangan lagi lalu tersenyum singkat pada pria itu.

"Ah, saya minta maaf, tapi kita tidak bisa bersalaman," kata Rania kembali.

"Eh kenapa?"

"Karena kita bukan mahram. Atau dengan kata lain Anda bukan keluarga atau pun suami saya, jadi kita tidak bisa bersentuhan," tutur Rania disertai senyuman.

"Jadi Park Jim-in bisa menyentuhmu? Wah, aku tidak percaya kamu bisa mendapatkan wanita hebat seperti Nona Rania ini," ucapnya kembali membuat Jim-in menoleh pada pria itu. Rania pun berjalan ke belakang sang suami.

"Mau apa kamu, Kim Young Soo?" tanya Jim-in mendelik saat melihat tatapan tidak biasa dari sahabatnya.

"Eh ada apa ini?"

Suara lembut seseorang seketika mengalihkan atensi kelima orang di sana.

Hentakan sepatu heels bergema dalam pendengaran. Senyum yang berpendar manis di wajahnya menambah kecantikan. Rambut panjang bergelombang menari mengikuti langkah kedua kaki. Di antara mereka hanya Rania yang tidak tahu siapa dia. Hingga wanita itu pun tiba di depannya dan juga sang suami.

Tanpa ia sadari Jim-in mendorong kursi rodanya sendiri untuk mendekati wanita tersebut. Kedua tangan Rania mengambang di udara. Bahu tegap yang tadi ada dalam genggaman terlepas begitu saja, seolah seseorang itu merenggutnya secara paksa.

Senyum cerah pun terbit di bibir kemerahan Jim-in. Rania tercengang, ini pertama kalinya melihat sang suami tersenyum seperti itu. Seperti tidak ada beban yang membelit dalam dirinya.

"Siapa wanita ini?" benaknya ingin tahu.

Tidak lama berselang wanita itu pun mendorong kursi roda Jim-in untuk pergi dari sana. Dahi lebar Rania mengerut dalam tidak mengerti. Ada hubungan apa mereka berdua? Pikirnya dan hal itu masih menjadi misteri siapa sebenarnya Park Jim-in sebenarnya.

Melihat kepergian mereka pun ketiga temannya yang lain juga ikut meninggalkannya, hanya Rania dan juga kekosongan yang tertinggal di sana.

...🌦️🌦️🌦️...

Pesta berlangsung meriah. Semua orang yang datang sangat menikmati kebersamaan mereka. Rania tidak pernah menyangka bisa berada di tengah-tengah keramaian tersebut.

Selama ini ia belum pernah datang ke acara seperti itu membuatnya canggung. Maklum saja ia hanya mempunyai kehidupan sederhana yang jauh dari kesan glamour.

Sedari tadi ia duduk di pojok ruangan seolah kehadirannya tidak diinginkan. Netra jelaganya mengitari ke sekitaran tidak mendapati suaminya di mana pun. Cemas, ia pun beranjak dari sana dan mulai mencari.

Sosoknya berlarian di mansion megah itu. Namun, tidak ada sedikit pun tanda-tanda keberadaan sang suami. Napasnya tersengal-sengal seolah sudah lari marathon berkali-kali putaran. Bangunan luas itu sudah bisa membuatnya berolahraga.

Masih ada satu tempat yang belum sempat ia sambangi, yaitu taman belakang. Langkah demi langkah kaki kecilnya mendekat ke sana.

Gelapnya malam membuat ia sedikit kesusahan. Mata besarnya pun menyipit melihat siluet seseorang. Ia semakin mendekat dan mendekat hingga sosok tersebut tertangkap nyata dalam pandangan.

"Jadi kamu sudah menikah?"

Suara seorang wanita terdengar menghentikan langkah kaki Rania.

"Dari mana kamu tahu?"

Kini giliran suara berat terdengar. Rania yakin itu pasti suaminya dan dalam diam ia memperhatikan.

"Mudah saja. Semua orang membicarakannya."

Hening melanda beberapa saat setelah perkataan tadi terlontar. Merasa hal tersebut bersifat pribadi Rania berinisiatif untuk kembali. Namun, sebelum kakinya melangkah pertanyaan wanita itu membuatnya tertahan.

"Apa kamu mencintainya?"

Kedua mata sang wanita menatap ke arah Jim-in yang tengah duduk di bawahnya.

"Apa aku terlihat mencintainya? Yuuna, tidak ada yang bisa menggantikan mu. Aku masih sangat mencintaimu."

"Lalu kenapa kamu menikahi wanita itu?"

"Karena aku ingin memanfaatkannya. Kamu tahukan aku mengalami nasib malang ini?" ucap Jim-in kembali menatap kedua kakinya.

Detik itu juga dunianya seakan runtuh. Varsha kembali turun membasahi pipi. Nama yang mengandung arti hujan membuatnya harus mengemban kenyataan seperti ini. Suami yang ia pikir bisa mencintainya malah mencintai wanita lain.

Istri mana yang tidak terluka mendengar sendiri pengakuan itu dari suaminya?

Kedua mata itu melihat jelas bagaimana sang suami berhadapan dengan wanita lain seraya menggenggam tangannya erat.

"Dari dulu sampai sekarang cintaku tidak pernah berubah. Aku tidak tahu jika takdir buruk menimpaku sampai seperti ini. Yuuna, apa kita bisa seperti dulu?" Sorot pengharapan terlihat dalam tatapan mata Jim-in.

Sungguh tidak berperasaan. Ia terang-terangan menginginkan wanita lain setelah ada seorang wanita di sampingnya. Apa janji di hadapan Tuhan hari itu bohong? Rania tidak pernah menyangka perjalanan pernikahannya bisa seperti ini.

Tidak kuat menahan kesakitan terlalu lama, Rania pada akhirnya melarikan diri.

Beberapa saat kemudian ia tiba di balkon lantai dua, lagi. Ia menangis dalam diam seorang diri. Semilir angin berhembus menerbangkan hijab abunya.

Langit kembali memperlihatkan kegelapan tanpa ada bintang maupun bulan. Sungguh perih kenyataan yang harus diembannya saat ini.

Rania memang sudah tahu tujuan pernikahan itu terjadi. Namun, mendengarnya secara langsung ternyata sangatlah menyakitkan.

"Ya Allah, entah apa aku bisa bertahan dalam pernikahan ini atau tidak? Ya Allah hamba tidak ingin mempermainkan pernikahan. Bantu hamba, kuatkan hamba dalam menjalani semuanya. Aku tidak menyangka ternyata wanita itu yang dicintai dia? Tidak bisakah kamu mencintaiku, Park Jim-in?" gumamnya seraya meremas dada sebelah kiri kuat.

Sakit, sungguh sangat perih luka baru yang tercipta.

"Aku siap terluka jika itu bisa membuatmu mencintaiku," gumamnya kemudian.

...🌦️LUKA🌦️...

1
Nadien Najwa
Luar biasa
Agustine: Alhamdulillah, jazakallah khairan kak 🙏🏻😆
total 1 replies
s
cincin pertunangannya buang sekalian
s
loh bukannya papanya Jimin udh tiada ya di bab awal²??
Agustine: oh itu ibu nya kak, Park Gyoung itu ibunya 😅😅
total 1 replies
s
lagi lagi kejadian
Yant08
Luar biasa
Agustine: Alhamdulillah, jazakallah khairan kak 🙏🏻🥰
total 1 replies
Sindi Patikasari
ada apa? yaallah Gusti kirain mata aku yg keselipet ternyata emng bener typo😅😂
Agustine: eheheheh maafkeun kak, makasih banyak koreksinya 🙏🏻😅
total 1 replies
Sindi Patikasari
Humairah? bukannya Hafizah? sudah ganti namakah?
Agustine: ehh iya lupa kak, makasih banyak sudah mengingatkan 🙏🏻😅
total 1 replies
Sindi Patikasari
waa daebakk,,aku tidak bisa berword-word lagi
Agustine: makasih banyak kak, Alhamdulillah 🙏🏻😆💖
total 1 replies
Sindi Patikasari
Luar biasa
Agustine: maa sya Allah, Alhamdulillah makasih banyak kak 🙏🏻☺️🥰
total 1 replies
Berlian Arandita`
ko jadi gini ceritanya, malah melebar kemana2 jadi gak jelas. kalau udah tamat gak usah d lanjut. toh yg saya lihat puncak cerita season 2 itu ada di part Rania dan Mi Kyong berdamai. kalau mau bikin cerita detektif atau hal lainnya bikin novel baru aja.

GAK ETIS LANJUTIN NOVEL YANG SEHARUSNYA UDAH TAMAT, TAMAT YAH TAMAT JANGAN DI LANJUTIN. JADI KELUAR DARI ALUR.
Agustine: Iya, terima kasih banyak atas pendapatnya yang sangat amat membangun.
total 8 replies
Mimi
eps ini dan sblmnya cerita baru ya kak?
Mimi: jdul nya apa Kak?
total 2 replies
Ririn Yustinna
pingin tuh nyumpel mulut si jim-in pake cabe yang banyak mumpung cabe murah🤣🤣🤣
Agustine: yuk kak bisa 🤣🤣
total 1 replies
Rhenii RA
Karakter cowoknya terlalu letoy, dihasut gitu aja langsung percaya. Karakter Ranianya juga terlalu sabar jadi jatuhnya bego banget🙄
Ipratiwi
ceritanya bagus
Agustine: Alhamdulillah, jazakallah kak 🙏🏻😍
total 1 replies
Mimi
semangat thor, kami setia menantimu
Agustine: masyaAllah, jazakallah kak 🙏🏻😆🤗🤗
total 1 replies
Echy Aurelia
huhu udah tamat 😭
makasih buat karyanya thor ,bunga sekebon buat thor 💜😍
Agustine: belum tamat kak masih berlanjut ini 🤭🤭 makasih banyak bunganya kak 🤗🤗😍
total 1 replies
Echy Aurelia
asik ada season 2 nih ,nanti ayang seokjin sm aku kayaknya jodohnya😂
Agustine: yyyeeee kak 😆😆 aku aamiin in yah kak 🤭🤭
total 1 replies
Echy Aurelia
kasian ayang aku kim seok jin dicuekin 🤣
Echy Aurelia
aku jg kalo jadi rania pasti milir keluar dr mansion sih
Agustine: 🤭🤭🤭🤭🤗
total 1 replies
Echy Aurelia
jimin-shi pen gue senyumi pake pedang 😐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!