Hani tidak menyangka dia akan menikah di saat karirnya sedang bagus-bagusnya dengan Alex — seorang CEO yang tanpa sengaja dia temui di Paris.
Pertemuan mereka awalnya tidak bermakna, tetapi anehnya Alex melamarnya begitu sampai di Indonesia.
Awalnya Hani menolak tetapi karena umurnya sudah menginjak 27 tahun, kedua orangtuanya menyetujui lamaran Alex Dan dimulailah kehidupan pernikahan yang penuh keanehan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissTheolland_Reihan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PH | 8
Tidak terasa ini sudah hari terakhir Hani di Paris dan dia harus sudah berada di bandara sekitar pukul 5 sore waktu di tempat.
Sebelum meninggalkan kota itu, Hani memilih pergi berkeliling. Ini mungkin akan menjadi perjalanan terakhirnya dalam dua tahun ini sebab Ibunya sudah memaksanya menikah secepat mungkin dan lagi Ayahnya memintanya agar foku dalam mencari pasangan. Sebenarnya Hani belum ingin, tetapi sebagai anak pertama, orang tuanya sangat memberi harapan besar padanya. Tentunya dia tidak ingin mengecewakan mereka.
Hani berjalan di sekitaran sungai Seine seraya mengambil beberapa foto dengan kamera. Saat ingin melihat hasil jepretannya, dia melihat foto di mana Alex dan dirinya sedang bertatapan. Padahal mereka tidak merencanakan pose seperti itu, tetapi mungkin pasangan suami-istri itu mendapat timing yang tepat.
Tanpa disadari senyum tipis tercetak di bibirnya. Jujur beberapa hari ini terasa membosankan baginya, mungkin karena tidak ada Alex di sampingnya. Baiklah, Hani harus mengakui jika waktu terbaiknya selama liburan adalah saat bersama Alex.
Bahkan dibandingkan dengan liburan sebelumnya saat pertama kali dia menginjakkan kaki di Paris. Saat-saat bersama Alex adalah yang terbaik. Dia tidak tahu kenapa bersama pria yang hanya dia tahu namanya itu sangat bermakna, mungkin karena selama ini dia selalu sendiri, tidak ada pria dalam hidupnya selain Ayah dan adiknya—Jhoni.
Benar kata pria itu, mungkin saat mereka berpisah di depan sungai Seine, itu adalah pertemuan terakhir mereka. Karena ingin mencari pun, Hani kesusahan. Dia mencoba menemukan sosial media pria itu, tetapi ada jutaan orang memiliki nama Alex dan sadisnya dia bahkan tidak tahu nama lengkap pria itu.
Karena sudah putus asa, Hani hanya menganggap jika Alex adalah kesenangan sementara yang Tuhan titipkan di hidupnya.
***
“Bagaimana? Apa kita pergi sekarang?” tanya Chris seraya menarik koper bossnya itu.
Alex terdiam, dia menatap ke sekeliling, meneliti setiap orang yang berjalan di depan hotel tempatnya menginap itu. Dia menatap Chris lalu mengangguk.
Sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka. Chris langsung memasukkan koper milik Alex ke dalam bagasi sedangkan Alex masuk ke dalam mobil.
“Apa kau bersenang-senang?” Chelsa bertanya dengan senyum merekah saat Alex duduk di sebelahnya.
Tidak berniat menjawab, Alex hanya terdiam. Dia mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang. Chelsa hanya mendengar dengan seksama, mencoba mengerti pembicaraan Alex dengan seseorang itu.
“Alex, aku merindukanmu,” ucap Chelsa manja setelah Alex menyudahi teleponnya. Perempuan itu memeluk Alex lalu berbisik, “Aku senang kita akan menikah.”
Alex tersenyum miring, “Jangan bermimpi. Aku tidak akan menikahimu,” jawabnya dingin.
Chelsa tertawa kecil, “Tidak Alex, kau sudah menjadi milikku. Kau sudah menemui Ayahku,” sangkalnya.
Alex menatap Chelsa lalu mengelus pipi perempuan itu. Dia menatapnya tajam, “Coba tanyakan Ayahmu apa keputusannya. Kita tidak akan menikah, tidak akan pernah.”
“Alex, apa pun yang kau katakan, semuanya tidak akan berubah. Kita akan menikah dan memiliki keluarga kecil kita. Hanya kau dan aku,” ujar Chelsa menyandarkan kepalanya di bahu Alex. Chelsa tidak berkata apa-apa lagi setelah Chris masuk ke dalam mobil. Mereka akhirnya melaju menuju bandara.
Alex menatap jalanan, lalu dia tersenyum kecil saat mereka melalui sungai Seine. Itu mengingatkannya dengan seseorang, yang mungkin tidak akan bisa ditemuinya lagi. Tapi dia berharap mereka masih bertemu kelak, di suatu tempat yang entah di mana. Karena dia ingin menemui perempuan bernama Hani itu lalu mengenalnya lebih dalam lagi.
Sungguh aneh, hanya karena ketidaksengajaan, menghabiskan dua hari bersama, Alex menjadi memikirkan perempuan itu setiap saat. Apakah dia mulai menyukai perempuan itu? Dia tidak tahu.
***
lanjut...
selamatkan alex... jangan biarkan bersama ulat bulu... kasian hani