NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Jangan pernah jatuh cinta padaku, karena kontrak ini tidak menyertakan perasaan," itulah aturan nomor satu yang ditulis oleh Arga Dirgantara untuk istrinya.

​Selama dua tahun, Keysa hidup dalam bayang-bayang. Sebagai istri kontrak, ia adalah asisten yang tak terlihat, tameng perusahaan, dan sosok yang paling dibenci Arga karena dianggap sebagai penghalang kebahagiaan pria itu dengan wanita lain. Keysa sudah siap untuk menyerahkan surat cerai dan pergi selamanya.

​Namun, takdir punya rencana lain. Sebuah kecelakaan fatal menghapus memori Arga selama tiga tahun terakhir.

​Saat pria itu membuka mata, ia tidak lagi melihat Keysa sebagai 'istri kontrak' yang menyebalkan. Ia melihat seorang wanita yang dingin, cerdas, efisien, dan memiliki tatapan tajam yang membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.

​"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arga dengan nada posesif. "Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa aku adalah orang paling bodoh karena pernah membiarkanmu menangis?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Eksekusi Dominasi

​​"Karena kau yang dulu sangat membenci orang lemah," jawab Keysa dengan pandangan kosong.

​Arga membeku di tempatnya. Rahangnya mengeras kaku. Kata-kata dingin itu meluncur telak menghantam egonya. Bayangan masa lalu yang hilang dari otaknya kini terasa seperti lubang hitam yang menelan kewarasannya secara perlahan. Laki-laki brengsek macam apa dirinya di masa lalu, sampai tega membuat istrinya sendiri harus menyembunyikan ketakutan terbesarnya mati-matian hanya demi terlihat sempurna di mata perusahaan?

​Arga tidak merespons ucapan tajam itu dengan bantahan. Laki-laki itu menarik tubuhnya perlahan, lalu menjatuhkan diri ke kursi kosong tepat di sebelah Keysa. Tangan kanannya terulur pasti, meraih telapak tangan Keysa yang masih sedingin es, lalu menggenggamnya erat-erat di atas paha perempuan itu.

​"Mulai sekarang, kau tidak perlu menyembunyikan apa pun dariku," putus Arga dengan suara rendah namun mutlak. "Aku yang sekarang sama sekali tidak peduli seberapa lemah dirimu."

​Keysa membuang muka ke arah kaca jendela yang memantulkan sinar matahari terik, menolak membalas ucapan suaminya. Sisa penerbangan menuju Surabaya dihabiskan dalam keheningan total tanpa ada satu patah kata pun yang keluar. Genggaman tangan Arga sama sekali tidak terlepas sedetik pun sampai roda jet pribadi mereka menyentuh aspal landasan pacu Bandara Juanda dengan sangat mulus.

​Suasana canggung dan kaku itu terus bertahan mengikat mereka berdua hingga mobil jemputan berhenti di depan lobi utama Hotel Grand Mutiara Surabaya.

​Keysa melangkah masuk ke dalam lobi mewah tersebut, berdiri tegap di depan meja resepsionis. Ia sudah kembali memakai topeng asisten profesionalnya yang tak tertembus. "Kunci kamar atas nama Keysa untuk kamar khusus lantai sepuluh, dan satu kartu akses Presidential Suite untuk Bapak Arga Dirgantara."

​Resepsionis perempuan berseragam rapi itu mengetik sesuatu di layar komputernya dengan cepat, lalu menunduk sangat sopan. "Mohon maaf sekali, Ibu Keysa. Kamar atas nama Ibu sudah dibatalkan sekitar dua puluh menit yang lalu melalui sistem pemesanan pusat hotel. Semua barang bawaan Ibu dari bandara sudah langsung diantarkan ke dalam Presidential Suite di lantai paling atas."

​"Dibatalkan? Siapa yang berani membatalkannya secara sepihak?" Keysa menaikkan sebelah alisnya tajam, menatap curiga pada pegawai hotel tersebut.

​"Aku yang menyuruh manajer hotel membatalkannya." Suara berat Arga menyambar tanpa ampun dari belakang tubuh Keysa. Laki-laki itu berjalan mendekat dengan kedua tangan tersimpan santai di saku celana bahan miliknya. "Berikan satu kartu akses Presidential Suite itu padaku sekarang."

​Resepsionis itu buru-buru menyerahkan kartu akses berwarna emas. Arga mengambilnya dengan gerakan kilat dan langsung memutar tubuh, berjalan menuju lift khusus VIP tanpa repot-repot menoleh ke arah Keysa.

​Keysa menggertakkan giginya kesal menahan amarah yang mulai memuncak. Ia mengejar langkah panjang suaminya masuk ke dalam lift khusus tersebut. Pintu logam tertutup rapat, menyisakan dua manusia keras kepala itu di dalam sangkar besi.

​"Apa maksud tindakan konyolmu ini, Arga? Kenapa kamu membatalkan kamarku secara paksa?" Keysa melipat kedua tangan di depan dada. "Jangan menggunakan alasan klasik murahan seperti hotel sedang penuh tamu atau sistem kehabisan kamar. Ini hotel bintang lima dan kita adalah pemegang saham minoritas di tempat ini."

​"Aku membatalkannya karena aku tidak mau kamu berada jauh dari jangkauan mataku, Keysa," jawab Arga sangat tenang, matanya menatap lurus ke arah angka digital lift yang terus naik tanpa memedulikan tatapan membunuh istrinya. "Serangan panikmu di pesawat tadi sangat parah dan menguras tenagamu. Otakmu butuh istirahat total, tapi logikamu pasti akan memaksamu lembur menyusun berkas akuisisi sendirian di dalam kamar. Aku menempatkanmu di dalam ruanganku supaya aku bisa mengawasimu secara langsung."

​"Aku bukan anak magang yang butuh pengawasan ketat! Aku butuh privasi penuh untuk fokus bekerja!"

​"Di dalam draf kontrak kerja kita, tertulis sangat jelas bahwa asisten pribadi harus selalu siap sedia dua puluh empat jam di dekat CEO saat melakukan tugas perjalanan luar kota." Arga membalas argumen itu telak menggunakan senjata andalan Keysa sendiri. "Aku hanya sedang menerapkan aturanmu sendiri secara harfiah."

​Pintu lift berdenting terbuka lebar di lantai paling atas gedung hotel. Arga melangkah keluar lebih dulu menyusuri lorong berkarpet tebal menuju pintu ganda bernomor wahid. Ia menempelkan kartu akses emasnya, mendorong pintu kayu tersebut, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan super mewah yang ukurannya sebesar rumah dua tingkat.

​Keysa mengekor masuk dengan napas memburu cepat. Matanya langsung menangkap koper perak miliknya yang sudah bersandar sangat rapi di sudut kamar tidur utama, bersebelahan persis dengan koper besar berwarna hitam milik Arga. Ranjang berukuran super besar berlapis seprai putih bersih mendominasi bagian tengah ruangan. Tidak ada kasur tambahan.

​Keysa langsung memutar tubuhnya berbalik arah menuju lemari penyimpanan kayu jati di sudut ruangan. Ia menarik satu bantal tebal dan satu selimut cadangan dengan gerakan tangan sangat kasar.

​"Mau apa kamu bawa bantal dan selimut itu keluar?" tegur Arga sambil melepaskan jas hitamnya dan melemparkannya ke atas kursi baca.

​"Tidur di sofa ruang tamu. Kamu kuasai saja ranjang raksasa di kamar ini sendirian," jawab Keysa sangat ketus, melangkah lebar keluar dari area kamar utama.

​"Berhenti melangkah, Keysa." Nada suara Arga seketika berubah tajam dan sarat dominasi mutlak. "Sofa ruang tamu itu terbuat dari bahan kulit yang keras. Punggungmu akan sakit luar biasa besok pagi, padahal kita berdua harus menghadapi pemilik Grup Mutiara Abadi siang harinya. Kembalikan bantal itu ke tempatnya dan tidur di kasur."

​"Kasur itu cuma satu, Arga!" Keysa memutar tubuhnya, menatap suaminya nyalang seolah menantang perang. "Aku lebih baik sakit punggung seharian penuh daripada harus berbagi satu kasur dengan laki-laki pemaksa sepertimu."

​Keysa melanjutkan langkahnya dengan cepat menuju ruang tamu suite. Ia melemparkan bantal tebal itu ke ujung sofa kulit berwarna cokelat gelap, lalu mulai menendang sepatu hak tingginya lepas dari kaki tanpa memedulikan Arga. Baru saja ia hendak merebahkan tubuh lelahnya ke atas sofa, sebuah tangan besar dan kokoh mencengkeram lengan atasnya tanpa peringatan.

​Arga menarik tubuh Keysa dengan satu sentakan terukur yang sangat kuat. Bantal yang baru saja diletakkan Keysa terlempar jatuh ke atas lantai karpet.

​"Lepaskan tanganku sekarang juga!" Keysa memberontak keras. Tangan kirinya memukul bahu Arga berulang kali tanpa ampun.

​Arga sama sekali tidak mempedulikan pukulan tersebut. Laki-laki itu sudah kehabisan sisa kesabarannya. Ia tidak membuang waktu satu detik pun untuk merayu atau berdebat panjang lebar dengan mulut tajam istrinya. Dengan satu gerakan kilat yang luar biasa efisien, Arga membungkuk sedikit, menyelipkan satu lengannya di bawah lipatan lutut Keysa, dan lengan lainnya menopang punggung perempuan itu dengan kokoh.

​Arga menggendong istrinya secara paksa tanpa beban.

​"Arga Dirgantara! Turunkan aku sekarang juga! Kamu benar-benar gila!" Keysa memekik kaget dengan mata membulat sempurna. Ia meronta hebat bak kucing liar di dalam gendongan suaminya. Kedua kakinya menendang udara berkali-kali mencari pijakan.

​Laki-laki itu berjalan tegap menembus lorong suite menuju kamar tidur utama. Tenaga Arga luar biasa besar, sama sekali tidak terpengaruh oleh perlawanan fisik Keysa. Arga menjatuhkan tubuh Keysa ke atas kasur empuk berukuran besar itu dengan cukup keras hingga tubuh perempuan itu memantul pelan di atas tumpukan selimut.

​Keysa langsung menumpukan sikunya, berusaha bangkit duduk kembali dengan mata berkilat penuh kemarahan mematikan. Namun pergerakan insting Arga jauh lebih cepat dan berbahaya.

​Arga langsung naik ke atas kasur, menindih bagian bawah tubuh istrinya dengan sebelah lututnya. Kedua tangan laki-laki itu melesat maju menembus pertahanan Keysa, menangkap pergelangan tangan perempuan itu yang sedang bersiap memukulnya lagi. Arga menekan kuat kedua tangan Keysa ke atas permukaan kasur, menguncinya telak tanpa celah di sisi kanan dan kiri kepala perempuan itu.

​Pertarungan fisik yang sengit itu berhenti total seketika. Posisi mereka kini berubah menjadi sangat intim, mengunci, dan luar biasa berbahaya.

​Napas keduanya beradu memburu sangat cepat di udara. Dada bidang Arga yang hanya berbalut kemeja hitam turun naik seirama dengan napas kasarnya, nyaris bersentuhan langsung dengan dada Keysa setiap kali laki-laki itu membuang napas.

​Keysa menatap lurus manik mata cokelat gelap suaminya yang mengurungnya dari atas. Tidak ada sedikit pun rasa takut memelas di matanya. Yang ada hanyalah kilat perlawanan murni dari seorang pemangsa yang menolak keras untuk menundukkan kepalanya.

​"Kamu pikir dengan menggunakan kekuatan otot semacam ini kamu bisa memaksaku tunduk patuh padamu?" desis Keysa sangat tajam. Wajahnya tidak bergeser menghindar sedikit pun walau embusan napas hangat Arga menerpa kulit wajahnya secara langsung.

​"Aku tidak pernah memintamu untuk tunduk padaku, Keysa," balas Arga dengan suara yang sangat rendah, serak, dan penuh getaran emosi yang ditahan mati-matian.

​Laki-laki itu mencondongkan wajahnya, memangkas habis sisa jarak udara di antara mereka berdua hingga bibirnya hanya berjarak satu tarikan napas pendek dari bibir Keysa. Mata Arga menelusuri setiap detail inci wajah Keysa yang merona merah karena amarah. Ia menghirup dalam-dalam aroma vanila maskulin dari leher Keysa yang selalu menjadi candu barunya selama satu bulan terakhir ini.

​Arga menindih tubuh Keysa semakin rapat tanpa ampun, menahan kedua pergelangan tangan wanita itu di sisi kepala tanpa niat melonggarkan cengkeraman besinya sama sekali.

​"Berhenti melawan logikamu sendiri, Keysa. Aku suami sahmu, bukan musuhmu."

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Bastian kamu nyari perkara aja 😏😏
Popy Ana
o, jadi berubah haluan cara Arga untuk mendapatkan Keysa lagi.. tidak dengan menahan tapi melepaskan nya untuk di kejar 🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saya yakin pasti itu Keysa 🤗🤗
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ayo tunjukan Arga kl kamu sdh berubah dan layak berdiri di samping Keysa 💪💪
Popy Ana
👏👏👏 Akhirnya si monster balik.. lanjut Arga babat habis semua orang orang licik itu..
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bersihkan semua yg sdh jahat pd Keysa sejak dulu Arga kl kamu mau memperbaiki semuanya 😏😏
Savana Liora
sabar
Popy Ana
duh ini keposesifan Arga yg pertama setelah sembuh dari lupa ingatan Nya..
semoga Arga bisa meluluhkan hati Keysa walaupun harus menunggu waktu yg lama..
Popy Ana
sungguh dramatis sekali Arga nasibmu sudah bercerai kamu baru ingat semua masalalumu.. dan itu sangat baik untuk Keysa..
Popy Ana
ciyus arga gak mau ngamok dulu minimal banting kursi lah 😁🤣🤣
Popy Ana
aku mau nangis loh sumpah 🤭
Popy Ana: ini karma untuk Arga ya Thor 🤭
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ratna liat anak sakit di rawat bkn tanya apa yg sakit ke Arga malah ngehina dan ngerendahin Keysa trus malah mau jodohin Arga lg 😏😏 ampun dah ada ya ibu seperti Ratna gak ada khawatir"nya sama anak sendiri 😏😏 skrng Arga pasti lbh dingin dan kejam deh sama orang tp dia akan lembut sama Keysa tp perjuangan Arga gak akan mdh buat bisa balik lg sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jd pengen th kekejaman apa aja yg tlh Arga lakukan sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah skrng waktunya Arga berjuang buat luluhin hati Keysa secara benar bkn karna hilang ingatan atau ego semata karna sejujurnya dr awal saya setuju kl Keysa berjodoh dngn Arga karna mereka cocok cuma saya gak mau Keysa di perlakukan seperti itu oleh Arga jd Arga hrs di kasih pelajaran dulu Thor biar dia th arti kehilangan seorang yg benar" dia cintai dan arti penyesalan yg meruntuhkan semua egonya karna seorang Keysa 😏😏 jd nanti kl bisa Arga dan Keysa di persatukan lg tp jngn skrng karna kita jg hrs liat perjuangan Arga buat dapetin Keysa lg 😉😉
Savana Liora: belum tau ya kak. kita lihat saja nanti kemana ketikan othor membawa mereka
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah Arga skrng kamu thkan kenapa Keysa kekeh pengen pergi dr kamu skrng nikmatilah penyesalan mu karna ditinggal Keysa pergi 😏😏
Savana Liora: iya makasih ya
total 1 replies
hana
hari ini tiap part bikin sesak nafas semua😔😢
hana: 😆😆😆😆😆
total 2 replies
Eni Istiarsi
baguslah kamu kena amnesia, Arga.. mungkin biar kamu introspeksi bagaimana kamu selama ini memperlakukan Keysa sebagai istrimu
hana
maafkan masih kurang puas thor crazy up nya🤭🤭🤭
hana: siap 🫡semangat ya thor👏💪
total 2 replies
MamDeyh
/Sweat/
Popy Ana
😭😭😭😭 key sedih aku key... usahamu berpisah dari Arga gagal total. Arga kamu menahan Keysa di sisimu saat kamu lupa ingatan dan berubah 180° dari sikap dan perlakuan kamu yg dulu . ya jelas lah Keysa gak mudah percaya..
apalagi Keysa sosok mandiri tangguh dan badass..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!