NovelToon NovelToon
Forget Hate, Remember Love

Forget Hate, Remember Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Gadis Amnesia / Orang Disabilitas
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

"Kakak, aku haus. Ambilin minum, dong!"

"Aku enggak sedih lagi, karena punya suami sebaik Kakak."

"Kakak udah maafin aku. Tapi Kakak enggak peluk aku."

Juan tak pernah mengira hidupnya akan berubah seperti ini.

Istri yang dulu bersikap dingin, tidak peduli, bahkan pernah meremehkannya karena kelumpuhannya, kini justru terus menempel di sisinya.

Sebuah kecelakaan telah merenggut sebagian ingatan Ailin.

Wanita itu melupakan tahun-tahun penuh kebencian di antara mereka. Melupakan luka yang pernah tercipta. Melupakan alasan mengapa ia begitu membenci suaminya.

Yang tersisa hanyalah Ailin dengan kepribadian ceria, banyak bicara, penuh perhatian, dan tanpa sadar terus membuat jantung Juan berdebar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Juan kembali memiliki harapan.

Namun harapan itu datang bersama ketakutan.

Karena cepat atau lambat, ingatan Ailin akan kembali.

Dan saat hari itu tiba...

Akankah wanita itu tetap memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 ~ Lulu Benar

Saat Juan membuka pintu, Lulu telah berdiri di sana dengan tangan di pinggang.

"Kakak membiarkan wanita itu tidur bersamamu?" tanya Lulu dengan nada tidak terima.

Juan menoleh sejenak ke dalam. Untung saja keberadaan sang istri tidak lagi di sana. Jadi dengan hati-hati ia menutup pintu dengan rapat.

Pria itu kembali memandang pada sang adik. Menatap gadis itu dengan tajam. "Wanita itu yang kamu maksud adalah istriku, kakak iparmu."

"Aku enggak pernah menganggapnya kakak ipar." Lulu menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya, namun reaksi sang kakak mau tidak mau membuatnya menelan ludah kasar.

Pria itu mendelik tajam, tatapannya semakin dingin hingga terasa menusuk ke dalam jantung. "A-aku lihat Kakak sudah melupakan apa yang wanita itu lakukan di masa lalu. Bagaimana dia menyakitimu, bahkan sampai nggak bisa berjalan lagi."

"Diam!"

Lulu menggigit bibir dalamnya gugup. Gadis itu menatap wajah marah Juan yang menyeramkan. Namun ia juga tidak terima kalau sang kakak selalu terima disakiti.

"A-aku lihat Kakak tidak akan pernah bisa melepasnya!" Ia segera berlalu setelah berkata demikian. Melangkah cepat tanpa memandang lagi, tidak ingin melihat wajah hitam sang kakak.

Sementara Juan mengepal tangan erat. Untuk sesaat ia ingin memanggil Lulu kembali dan memarahinya. Namun tidak ada gunanya. Ia tidak bisa memungkiri, jika itu Ailin yang dulu, ia sendiri juga mungkin akan meragukan wanita itu.

Namun teringat perkataan sang adik, Juan menundukkan pandangan, menerawang apa yang terjadi belakangan ini.

Ia pernah hampir menyerah.

Pernah berpikir bahwa kebahagiaan Ailin mungkin berada di tempat lain, bukan di sisinya.

Namun sekarang, saat wanita itu kembali menatapnya dengan mata penuh kepercayaan, semua tekad itu runtuh begitu saja.

Lulu benar.

Sejak dulu ia memang tidak pernah bisa melepas Ailin.

Sekarang tekadnya untuk menjauhi sang istri akhirnya runtuh. Pria itu berpikir, apakah harus ia genggam kesempatan ini?

Menggenggam untuk menciptakan kenangan baru yang indah. Hingga saat Ailin mengingat masa lalu mereka nanti, ia tidak lagi hanya mengingat kebencian.

Pria itu masih tenggelam dalam pikirannya hingga suara lembut dari belakang membuatnya tersadar.

"Kak, kenapa masih diam di sini?" tanya Ailin yang kepalanya melongo dari belakang pintu.

Ia menoleh, menatap dalam pada wanita yang menunjukkan ekspresi polos dan penuh tanya.

"Kak?"

Panggilan kedua itu membuat Juan mengalihkan pandangan dari wajah sang istri. Apa yang membuatnya termenung beberapa saat yang lalu akhirnya langsung menguap saat menyadari penampilan wanita itu.

"Kamu ...."

"Aku pinjam pakaian Kakak karena pakaianku enggak layak pakai semua."

"Enggak layak?"

"He'em, sebenarnya aku kenapa sih Kak? Kenapa perubahannya banyak sekali? Rambut, dandanan, sampai ke mode. Semuanya asing sekali, aku sampai bingung sendiri kenapa semua pakaianku enggak ada yang sesuai seleraku sama sekali. Malah pakaian Kakak yang lebih enak dipandang." Wanita itu melangkah keluar, bertanya dengan penuh keingintahuan.

Sementara Juan terdiam, atensinya justru terfokus pada kedua tangan Ailin yang menahan pinggang. "Maksudmu baju kelonggaran dan celana kedodoran itu, lebih bagus?"

"Aa ... ini ya karena badan Kakak saja yang oversize."

"Aku yang oversize atau kamu yang travel pack?" Juan tersenyum tipis setelah tidak sadar mengejek sang istri. Ditambah wajah tidak terima Ailin yang tampak lucu.

"Eh, maksud Kakak tubuhku kecil? Asal Kakak tahu, tubuhku sekarang jauh lebih berisi daripada dulu. Bagian yang dulu kurang, sekarang malah tumbuh di luar ekspektasiku. Aku jauh lebih sekksi dari ingatanku sebelumnya."

.

.

.

1
falea sezi
🤣🤣 ngakak
Manda
🤣🤣🤣
falea sezi
g lanjut kah
Joey: Lanjut dong😁
Bentar lagi update kok ✨
total 1 replies
falea sezi
baru nyimak klo bagus q ksih hadiah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!