NovelToon NovelToon
Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.

Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.

Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.

Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 7.

Keesokan paginya, Sania terbangun dengan perasaan tidak tenang. Pertengkarannya dengan Ramon semalam terus terngiang di kepalanya. Pria itu mulai kehilangan kesabaran, dan itu berbahaya. Selama ini Ramon selalu bersedia bersembunyi di balik layar. Namun sekarang, pria itu mulai menuntut hak atas anak yang dikandung Sania.

Sementara Sania tidak mungkin memberikannya, karena satu-satunya alasan ia bisa berdiri di mansion Kensington hari ini adalah bayi yang dianggap sebagai pewaris keluarga itu. Jika rahasianya terbongkar, semuanya selesai.

Saat turun ke ruang makan, Michael sudah berada di sana. Pria itu tampak sibuk membaca beberapa dokumen.

"Tumben sarapan di rumah?" tanya Sania berusaha terdengar santai.

Michael hanya mengangguk. "Ada rapat siang nanti, aku akan sibuk lagi."

Sania duduk perlahan, matanya sempat melirik dokumen yang sedang dibaca Michael. Lagi-lagi laporan penyelidikan, jantungnya kembali berdebar. Untungnya Michael tidak sedang menyelidiki dirinya, setidaknya dia aman untuk saat ini.

Di kantor pusat Kensington.

Michael menerima laporan yang akhirnya memberikan petunjuk baru.

"Tuan, kami menemukan sesuatu." Pria kepercayaannya masuk sambil membawa sebuah tablet.

Michael langsung fokus. "Bicara."

"Kami berhasil menelusuri beberapa pihak yang meninggalkan organisasi kita. Mereka ternyata memiliki hubungan dengan keluarga-keluarga lama yang sangat tertutup."

Michael menyipitkan mata. "Seberapa tertutup?"

"Sangat tertutup."

Pria itu terlihat ragu sebelum melanjutkan. "Bahkan... nama keluarga mereka hampir tidak pernah muncul dalam dunia bawah tanah."

Michael tidak menyukai jawaban itu, karena semakin sedikit informasi yang tersedia, semakin besar kemungkinan lawannya memiliki kekuatan besar.

"Teruskan."

"Yang menarik..." pria itu berhenti sejenak. “Semua hubungan itu mulai terbentuk sekitar dua tahun lalu."

Dua tahun, lagi?

Michael sontak kembali terpikirkan Velicia.

Di apartemen pribadinya.

Velicia baru selesai sarapan, kehamilan sembilan bulannya membuat dokter melarang terlalu banyak aktivitas berat. Namun tetap saja pikirannya tetap bekerja, kini di hadapannya terbentang beberapa dokumen tentang laporan keuangan dan pergerakan aset. Serta daftar keluarga mafia yang selama ini memiliki hubungan baik dengan keluarganya.

Seorang pria berjas hitam memasuki ruangan. "Nona, Anda benar. Michael mulai menyelidiki Lingkaran Elit. Dia juga mulai mencari hubungan antara berbagai keluarga yang meninggalkan keluarga Kensington."

Velicia menutup dokumen dengan senyuman tipis. "Dia memang tidak bodoh."

Michael memang bisa menjadi pemimpin karena kemampuannya sendiri. Sayangnya, selama ini pria itu terlalu yakin bahwa seluruh keberhasilannya berasal dari dirinya. Padahal ada banyak tangan yang diam-diam membuka jalan di depannya.

Pria itu kembali keluar, dan seorang wanita masuk. Berbeda dari pengawal biasanya, wanita itu tampak lebih tua dan berwibawa.

"Velicia..."

Velicia mengangkat kepala, senyuman mengembang di bibirnya. "Bibi Arlene."

"Akhirnya kau mau menemuiku." Wanita itu ikut tersenyum.

"Aku tidak sedang menghindar."

"Tapi kau menghilang selama dua tahun."

Velicia tidak membantah, karena itu memang fakta.

Bibi Arlene duduk di hadapannya. "Keluarga kita mulai bergerak."

Velicia meletakkan dokumen di tangannya.

"Maksudnya?"

"Mereka tidak senang mendengar apa yang dilakukan keluarga Kensington padamu."

Mata Velicia tetap tenang. "Aku bisa mengurusnya."

"Aku tahu, tapi kau bukan satu-satunya yang marah."

Velicia memahami maksud wanita itu, selama dua tahun ia memilih menjauh dari keluarganya. Namun bukan berarti keluarganya berhenti memperhatikannya. Dan sekarang mereka mengetahui apa yang terjadi padanya dan itu bukan kabar baik bagi siapapun yang menyakitinya.

...*****...

Malam hari.

Michael menghadiri pertemuan dengan beberapa pemimpin organisasi. Pertemuan berjalan biasa sampai salah satu pria tiba-tiba bertanya.

"Kudengar istrimu meninggalkan mansion."

Michael menipiskan bibirnya, matanya berkilat dingin. "Itu urusan pribadiku."

"Tentu saja." Pria itu tersenyum tipis.

Namun senyum pria itu tersebut terasa aneh, seolah ada sesuatu yang disembunyikan.

Michael langsung bisa menangkapnya. "Katakan apa yang ingin kau katakan."

Pria itu saling berpandangan dengan rekannya, lalu tertawa kecil. "Tidak ada..."

Jawaban itu justru membuat Michael semakin curiga, karena belakangan ini terlalu banyak orang menunjukkan reaksi yang sama saat membicarakan tentang Velicia. Seolah mereka mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya.

Sementara itu.

Di sebuah restoran mewah, Ramon duduk sendirian. Wajahnya terlihat muram, ia baru saja menuangkan segelas minuman ketika seseorang tiba-tiba duduk di depannya.

Seorang pria tua, tapi tidak dikenalnya.

"Kau Ramon?"

Ramon mengernyit. "Siapa Anda?"

"Bukan urusanmu."

Nada suaranya tenang, tapi entah kenapa membuat Ramon tidak nyaman. Pria tua itu meletakkan sebuah amplop di atas meja.

"Apa ini?"

"Buka."

Ramon membukanya, wajahnya seketika berubah buruk. Di dalamnya terdapat foto-foto dirinya bersama Sania, termasuk beberapa foto yang tidak seharusnya dimiliki orang lain.

"Kau—"

"Tenang." Pria tua itu memotong. "Kami tidak tertarik pada kehidupan cintamu."

Ramon mengepalkan tangan. "Kalau begitu apa maumu?"

"Jauhi Sania." Pria tua itu menatapnya datar.

"Apa?!"

"Dan jangan membuat masalah yang bisa menyusahkan orang lain."

Setelah mengatakan itu, pria tua tersebut berdiri dan pergi, meninggalkan Ramon yang masih membeku. Ia menyadari satu hal, ada orang lain yang sedang mengawasi mereka. Dan orang itu cukup kuat untuk mendapatkan semua bukti tersebut.

Malam semakin larut.

Di apartemen, Velicia menerima laporan singkat, Ramon telah diperingatkan. Ia membaca laporan itu tanpa banyak reaksi.

"Apakah dia mengerti?"

"Sepertinya begitu."

Velicia mengangguk, baginya Ramon bukan ancaman utama, Sania juga bukan. Masalah sebenarnya adalah Michael. Karena cepat atau lambat, pria itu akan menemukan semakin banyak kejanggalan. Dan ketika itu terjadi, seluruh kebohongan yang dibangun Sania akan mulai runtuh dengan sendirinya.

Keesokan harinya.

Michael sedang memeriksa arsip lama ketika menemukan sesuatu yang menarik, sebuah laporan kerja sama dari hampir dua tahun lalu. Kerja sama itu menjadi titik awal perkembangan besar organisasi Kensington. Namun ada satu bagian yang membuatnya berhenti. Nama penghubung, kolom tersebut kosong. Padahal kerja sama sebesar itu seharusnya memiliki perantara.

Michael membuka dokumen lain, kosong. Dokumen berikutnya, kosong lagi. Satu demi satu, hasilnya sama. Seseorang seperti sengaja menghapus jejak orang yang menghubungkan semua pihak tersebut. Dan semakin banyak Michael mencari, semakin jelas bahwa orang itu memiliki peran sangat besar.

Michael menyandarkan tubuhnya ke kursi.

Sebuah pertanyaan kembali muncul dengan jelas di benaknya, selama dua tahun terakhir... apakah benar seluruh keberhasilannya murni karena dirinya sendiri?

Atau ada seseorang yang diam-diam membuka jalan di belakangnya?

Dan jika memang ada... siapa orang itu?

1
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
wow keren thor... makin seru aja, semangat terus yaaaaaa
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
(perasaan itu masih bisa tumbuh kembali pada orang lain)

apa g nyesek tuh Michael 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rere🌠: Nyesssss 🤣🤣🤣
total 1 replies
ρυтяσ kang'typo✨
Lorenzo... u. harus lebih percaya diri lagi dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan Velicia
ρυтяσ kang'typo✨
ok trimakasih ka....terus semangat yaaaa
Ariany Sudjana
Sania kenapa kamu harus marah sama velicia? velicia itu putri konglomerat, dan kelasnya jauh di atas kamu, yang hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan tempat yang pantas buat kamu ya di tempat sampah 🤣🤣😂😂
Rere🌠: Udah bener di tempat sampah, skrg malah mau gaul sm kubangan darah. ampun dah ah🤣
total 1 replies
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 😅💪
gina altira
Sania ga ada kapoknya
Rere🌠: Mau jadi ratu kyk Velicia, ngimpi kali ah😬😬😬
total 1 replies
gina altira
lanjutt
gina altira
Michael bodoh
gina altira
Michael terlalu percaya diri
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Diana Dwiari
pemain catur yang sangat handal....
ρυтяσ kang'typo✨
Sania mau main" sama Velicia🤣🤣🤣salah pilih lawan oooyyy
ρυтяσ kang'typo✨
hayo loh.... siapa kah yang menyerang di balik kekacauan yang sedang terjadi saat ini🤔🤔🤔
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
tuti raniati
Seru Thor... 👍🏻👍🏻👍🏻
iyas
ayo berdamai lah kalian karena musuh sebenarnya sudah mulai memperlihatkan hilalnya😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!