NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Ke esokan hari nya.

Maureen sengaja bangun lebih awal, ia terlihat sudah sangat manis dan rapih mengenakan kemeja putih di padukan dengan rok span hitam yang senada dengan blazer nya.

Sebelum memutuskan pergi kerja, ia tak lupa menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri. Dengan menyiapkan secangkir kopi panas dan satu stel kemeja kantor.

Meskipun kemarin Arik menepis kopi yang di buat, membuat Maureen masih berusaha agar bisa di terima niat baik nya.

Melihat sang suami yang masih terbaring di atas ranjang, Maureen sebenar nya sangat ragu untuk membangunkan. Akan tetapi waktnya tidak banyak untuk segera pergi.

"Ma-mas bangun, sudah pagi apakah mau ke kantor?" Panggil Maureen lembut, tangan nya hampir mendarat di lengan Arik, tapi ia menarik nya kembali karena tahu sang suami tidak akan suka.

Mendengar suara bising di telinga, perlahan kedua bola mata Arik terbuka lalu menatap tajam ke arah Maureen yang menurut nya begitu lancang membangun nya.

Maureen terhenyak, sampai ia spontan berjalan mundur satu langkah menelan saliva karena ketakutan, saat melihat sang suami menatap tidak senang.

"Ma-maaf mas, aku hanya ingin bertanya apa mas mau kerja? Ini sudah jam tujuh pagi," jelas Maureen seraya meremas kedua jemari lentik nya, wajah gadis itu tertunduk ketakutan.

Arik mendengus kesal, dia beranjak dari atas ranjang. "Keluar! Jangan buka pintu sebelum aku sendiri yang turun ke bawah," Usir Arik mengarahkan jari telunjuk nya ke arah daun pintu.

Maureen tahu dan dia sangat sadar diri, jika suami nya masih belum terima atas nya. Hingga ia hanya bisa mengangguk patuh. "Baik mas, aku siapkan sarapan dulu ya." ucap Maureen.

Arik mendengus kesal, setiap kali melihat Maureen emosi nya selalu tersulut kembali.

Bruk

Pintu tertutup, Maureen menyandarkan tubuh nya sejenak dengan kedua pelupuk mata terpejam. Terkadang perasaan dalam hati nya berperang hebat. Apakah mampu ia jalani pernikahan tanpa cinta seperti ini.

"Ya tuhan, kuatkan aku. Walaupun hanya satu tahun saja," Laura mengangkat wajah manis nya hingga mendongak agar air mata nya tak kembali menetes lagi.

Ketika Maureen sedang terlarut dalam lamunan nya, tiba-tiba saja terlihat kedua wanita yang berpenampilan sangat modis di antar oleh bi Siti menghampiri dan menyapa dengan ramah.

"Maaf, apakah anda nyonya Maureen?" Tanya salah satu dari kedua wanita bernama Riza dan Naura.

Maureen yang masih bergeming pun menatap ke arah mereka penuh keheranan. "Iya, saya Maureen. Ada apa?" Jawab nya melontar balik pertanyaan.

Tanpa ragu, salah satu wanita kepercayaan nyonya Marisa pun segera memperkenalkan diri.

"Saya Riza, orang yang di utus nyonya besar untuk membantu nona, ayo bersiap agar segera menemui keluarga besar nya hari ini." ucap Riza dengan sopan dan ramah.

Dahi Maureen berkerut, lalu mengalihkan tatapan nya ke arah bi Siti, karena ia sangat tidak paham apa maksud perkataan wanita yang bernama Riza itu.

Dengan pelan bi Siti menjelaskan, jika hari ini Maureen harus bersiap untuk mengunjungi ke kediaman lama suami nya, selain mempererat hubungan baru dengan kedua mertua nya.

Maureen juga di ingatkan jika hari ini, dia akan menemui nenek Arik. Sebagai tradisi keluarga besar mereka. Jika pengantin baru harus di perkenalkan dengan beberapa anggota keluarga lain nya.

"Nyonya, ini atas perintah ibu mertua anda jangan di bantah," peringat Bi Siti yang sudah di beri tahu secara mendadak di telepon, saat mendengar jika nenek dari Alarick Carlson ternyata pulang lebih awal.

Maureen tidak bisa menolak, ia hanya minta waktu beberapa menit untuk mengirim pesan penting pada Nasya, agar memintakan ijin karena hari ini ia terpaksa absen lagi kerja nya.

Riza dengan senang hati memberi waktu, dan dia berkata, jika di lantai bawah beberapa rekan nya sudah menunggu untuk merias.

"Aku janji hanya sepuluh menit. Segera turun." ucap Maureen.

"Baik nyonya," Riza dan rekan nya beserta bi Siti kembali menunggu di bawah.

Maureen menghela nafas rasa nya, hati nya sangat gugup saat mendengar jika ternyata ia harus melakukan sebuah tradisi penting di rumah mertua nya hari ini juga.

Rasa cemas dan khawatir menghampiri hati nya, bahkan sangat penasaran nenek seorang Arik yang begitu di segani oleh kedua mertua nya membuat Maureen bertanya-tanya wanita sosok seperti apa yang akan dia temui nanti.

Tapi Maureen tetap harus bisa beradaptasi, demi kedua orang tua nya agar tidak mendapat masalah lagi atas apa yang telah mereka lakukan pada Arik dan keluarga nya.

Sementara di sebrang sana, Nyonya Marisa akhir nya merasa tenang, setelah menerima pesan dari Riza. Jika perintah nya untuk mengubah Maureen sedang dilakukan nya saat ini juga.

"Semoga saja cara ini berhasil membuat hubungan mereka sedikit dekat," gumam nya penuh harap.

Tuan Hans yang baru saja keluar dari kamar, dia Bergegas mengajak istri nya untuk segera menjemput ibu nya yang pulang lebih awal, karena harus nya ia datang dua hari lagi.

"Mi, Arik sudah diberitahu kan? Jika hari ini Mama dan adik-adik nya akan kembali?" Hans memastikan lebih dulu.

"Sudah Pi, Mami sudah meminta perias dan desainer agar mereka membantu Maureen sebelum datang ke sini." ujar Marisa.

"Bagus, Papi harap mereka nanti menunjukkan hubungan suami istri sesungguh nya di depan Mama." harapan Hans penuh harap.

            ****

Bandara internasional Kota Z.

Tepat jam dua siang, Tuan Hans dan nyonya Marisa berjalan di tengah-tengah padat nya lalu lalang para pengunjung di sana.

Terlihat seorang wanita tua yang berusia kisaran enam puluh lebihan, baru saja keluar di temani kedua cucu lelaki nya dan juga salah seorang wanita yang berpakaian sangat seksi.

"Mama, akhir nya tiba juga," Nyonya Marisa menyambut hangat kepulangan ibu mertua nya yang sudah ia nantikan beberapa hari lalu.

Nama nya oma Eva, meski sudah tua tapi penampilan dan aura darah biru nya masih terpancar jelas. " Dimana Arik dan istri nya?" tanya Oma Eva dengan melihat sekeliling nya.

Satu pertanyaan yang terlontar dengan mimik tua tampak heran, membuat Hans dan sang istri saling menatap lebih dulu.

"Arik, masih di villa nya. Mungkin mereka masih lelah. Nanti juga akan ke rumah kita Ma," Jelas Marisa berusaha tenang, dan tak berani membahas apa yang telah terjadi pada pernikahan putra sulung nya itu.

Oma Eva terlihat sedikit kecewa, karena dia pikir cucu kesayangan nya akan ikut menjemput, tapi dia berusaha untuk memaklumi.

"Oma tidak perlu sedih, kan ada aku dan kak Brayan temani Oma dari pesawat sejak tadi," Seloroh Jevan, sengaja menghibur nenek nya. Dia adalah putra bungsu tuan Hans.

"Tentu saja berbeda, Oma sangat rindu sekali dengan Arik. Dan rasa nya sudah tidak sabar gadis seperti apa yang dia pilih sebagai istri," Imbuh nya dengan rasa penasaran.

Brayan yang tak mau kalah pun juga membawa calon istri nya, ia tampak tidak senang dengan perkataan sang nenek yang begitu menyayangi kakak nya Arik.

Tak ingin membuang waktu lagi, mereka semua akhir nya memutuskan untuk segera pulang. Mengingat hari ini ada acara special penyambutan menantu di rumah mereka.

\*

Bersambung.................

1
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!