NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Belajar .

Sore pun tiba , adzan Ashar pun berkumandang . melihat Kuntadi menyerukan Adzan dengan sangat merdu , membuat Aziel pun ingin bisa menyerukan Adzan dengan indah tak ingin kalah dari Kuntadi .

"adzanmu merdu sekali Kun" ujar Aziel menyanjung Kuntadi.

"alhamdulillah jika kau senang mendengarnya , aku yang menyerukan tidak merasa seperti itu hehe" jawab Kuntadi .

"jangan terlalu merendah , memang kenyataannya merdu kok" ujar Aziel .

selang beberapa menit kemudian kiyai Ismajati datang dan Kuntadi bersiap menyerukan iqomah.

Setelah selesai melaksanakan shalat ashar para murid pun menyiapkan meja-meja kecil untuk para murid yang datang untuk belajar mengaji .

semua di tata dan di susun rapih . Aziel pun turut serta membantu .

satu persatu murid berdatangan , hingga akhirnya mushola pun sudah penuh terisi dan dimulailah pengajian .

melihat Danu , Kuntadi dan Cahyo turut membantu kiyai Ismajati mengajar , membuat Aziel terpaku melihat pemandangan tersebut .

"di usianya yang sama denganku , mereka sudah bisa mengajari anak-anak lain mengaji , sungguh aku sudah tertinggal jauh , aku yang selama ini membuang-buang waktu harus kubayar disini , aku pun pasti bisa seperti mereka" Aziel bergumam semangat melihat teman-temannya tersebut .

"shadaqallahul adzim" serentak diucapkan anak-anak yang mengaji tanda sudah selesai pengajian hari ini .

"sungguh diluar dugaan , aku berfikir bisa ikut bergabung belajar mengaji ternyata aku tidak mendapat bagian saking banyaknya murid mengaji disini" gumam Aziel .

para murid pun perlahan keluar dari mushola dan meninggalkan padepokan.

Aziel langsung bergegas membantu Danu , Cahyo dan Kuntadi untuk membereskan mushola .

"ziel , mengapa tadi tidak ikut bergabung di dalam ? malah diluar seperti orangtua yang menunggu anaknya mengaji hahah" ujar Cahyo .

"bisa saja kamu Yo , aku tadi hendak ikut bergabung , namun kulihat di mushola sudah penuh , dan aku tidak mendapat bagian untuk belajar dengan kalian atau mbah , banyak sekali muridnya" jawab Aziel .

"ya begitulah ziel , anak-anak disini gemar dan tekun mengaji , selain diajarkan orangtuanya untuk mengaji mereka pun memang senang belajar agama" ujar Cahyo .

"alhamdulillah , luar biasa ya" jawab Aziel .

"ah Cahyo mengajar tadi tidak fokus , karena ada Ningsih datang" celetuk Danu mengejek Cahyo .

"wah wah , Danu suka mengada-ada , aku tidak melihat ada Ningsih kok" jawab Cahyo wajahnya memerah malu.

"kalau tidak lihat wajahnya tidak perlu sampai memerah dooong" lanjut Kuntadi ikut meledek Cahyo.

"hahahahah" Cahyo tertawa karena sudah terlanjur malu .

kiyai Ismajati pun tersenyum lebar melihat murid-muridnya bercengkrama tertawa bersama menandakan hati mereka tidak gundah dan merasa susah .

"eh tapi kok aku gak lihat mbak Syifa ? memangnya dia tidak ikut mengajar ?" tanya Aziel penasaran karena tidak melihat syifa putri kiyai Ismajati.

"nahh ziel , kamu mikirin mbak Syifa ya ? kayaknya sejak menyiapkan sarapan kamu penasaran dengan mbak Syifa" saut Danu tersenyum lebar meledek aziel .

"tidaak , aku kira mbak Syifa juga ikut serta mengajar mengaji" jawab Aziel memerah wajahnya .

"eliiing eling azieeel , itu mbak Syifaaa , anaknya kiyai Ismajati , aku juga heran kenapa kamu penasaran , wong mbak Syifa pake cadar , tertutup semua tanpa ada celah sedikitpun" saut Cahyo meledek Aziel .

"yeeee yang penasaran siapa , aku hanya mengira mbak Syifa ikut mengajar cahyo , ayo bereskan ini , sebentar lagi gelap" jawab Aziel .

"lah laaah , ngeles saja ziiiel ziel" saut Cahyo sambil meledek .

tanpa mereka sadar kiyai Ismajati tertawa tipis melihat mereka saling meledek .

"sungguh suasana hangat dan menyenangkan" gumam kiyai Ismajati.

maghrib pun tiba , kali ini Cahyo yang mengumandangkan Azdan.

Aziel tak menyangka , dibalik wajah lucu Cahyo yang berbadan gempal dan cara berbicara yang mengundang tawa , Cahyo pun merdu ketika mengumandangkan Adzan .

"waaahh si cahyo juga memiliki suara yang merdu saat adzan" gumam Aziel .

kiyai Ismajati dan muridnya pun melaksanakan shalat maghrib berjamaah .

setelah selesai melaksanakan shalat maghrib Aziel meminta teman-temannya untuk mengajarkan ia mengaji .

"Danu , Kun , Yo , ajari aku mengaji dong" ujar Aziel .

"apakah kau sudah hafal huruf Hijaiyah?" tanya Danu

"aku hafal , hanya belum bisa lancar membaca Alquran" jawab Aziel .

"sudah tahu tajwid ?" kembali Danu bertanya .

"belum paham semua sih , hanya sebagian seperti idhgam , ikhfa, iklab begitu saja hehe" jawab Aziel malu .

"tidak apa-apa , kau sudah memilik dasar , hanya tinggal meningkatkan saja , mari kalau begitu , kita sama-sama belajar" ujar Danu mengatur bahasa agar Aziel tidak berkesan sedang diajari .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!