my first novel❤️
---------
Lidya, seorang gadis sederhana diterima bekerja di sebuah hotel terkenal, hotelier merupakan salah satu impiannya.
Disaat Lidya bahagia mendapatkan pekerjaan, disaat itu juga dia menerima kenyataan pahit tentang kekasihnya yang mengkhianatinya.
Semua itu, membuat Lidya bertemu dengan Luckas Ryans, si pewaris tunggal pemilik hotel Ryans. Luckas yang jatuh hati pada Lidya saat pertama bertemu, mencoba mendekati Lidya.
Semua begitu indah, sampai Lidya harus dihadapkan kembali oleh keluarga Luckas yang menolaknya dan juga pertunangan Luckas dengan wanita lain
######
enjoy 🔥
~~~~~
Now season 2 on going..💪
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Via Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Rahasia
Tiga hari sejak kejadian itu, Lidya masih tidak percaya akan pengakuan Luckas. Lidya juga tidak berani menceritakan hal ini pada siapapun. Dia benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri.
"Lid!!! Lidya!!!" seru Pretina tapi Lidya tengah melamun tidak mendengar panggilan Pretina "hello??? Lidya!!!" seru Pretina kembali sambil menepuk bahu Lidya.
Sontak membuat Lidya terkejut "astaga!! ada apa,Pretina??" sahut Lidya sambil mengelus dadanya yang masih berdebar.
"lah..dari tadi dipanggilin malah melamun aja..lagi mikirin apa??" tanya Pretina
"tidak kog..hanya mengantuk saja" bohong Lidya menutupi yang sebenarnya
"semangat Lidya!!! besok kan sudah weekend!! dan kamu bisa tidur seharian sepuasnya!!" sahut Pretina menyemangati Lidya.
Lidya mengangguk "jadi..ada apa tadi memanggilku?"
Pretina menepuk keningnya yang tidak bersalah "see..kamu membuatku lupa. Kamu dicariin tamu dari kamar 412,mereka mengatakan ingin berterima kasih langsung denganmu atas bantuanmu selama mereka menginap disini"
"412??" Lidya merasa tidak ada mengenal tamu dari kamar 412.
Pretina mengangguk "segera,Lidya... kamu sudah membuat mereka menunggu terlalu lama"
"baiklah.." Lidya beranjak dari kursinya.
--------
Lidya berjalan perlahan menuju kamar 412, sesampai di depan pintu kamar 412. Lidya menekan bel yang tersedia "Halo...Ini Lidya" sahut Lidya. Pintu kamar terbuka perlahan,tanpa ada jawaban dari dalam sebelumnya. "Halo??" Lidya berjalan pelan masuk kedalam kamar. Tiba-tiba Lidya merasakan pelukan dari belakang disusul dengan suara pintu yang ditutup. "ini aku..". Suara tersebut membuat Lidya menahan jeritannya yang hampir keluar dari mulutnya.
"Luckas!!!!" pekik Lidya "kamu hampir membuatku pingsan!!"
Luckas tertawa dan memeluk Lidya begitu erat "aku merindukanmu..."
Lidya terdiam dan tersenyum "apakah tidak apa-apa anda seperti ini?"
"this my hotel,lady.. Siapa yang berani bertanya ataupun melarangku??" jelas Luckas tanpa melepaskan pelukannya "aku terlalu merindukanmu sehingga membuatku nekat berbuat seperti ini.."
Perkataan Luckas sukses membuat Lidya tersipu.
"I miss you"
Lidya tersenyum,tidak menyangka Luckas yang begitu berwibawa bisa terlihat seperti anak kecil dihadapannya sekarang. "aku harus kembali bekerja,Luckas"
"No,Lidya.. kumohon..disini sebentar selama sepuluh menit dan kamu harus mendengarkan permintaan dari 'tamu' anda,Miss Lidya"
"but..sir...tamuku tidak akan pernah memelukku seperti ini,sir"
Luckas melepaskan pelukannya dan menatap Lidya dengan pandangan mata yang tajam "jangan pernah sekalipun mereka berharap bisa memelukmu seperti ini. Atau mereka harus bersiap-siap menerima resiko akan kehancuran hidup mereka"
Lidya tertawa mendengar perkataan Luckas dan akhirnya Lidya menyadari jika Luckas ternyata tipe pencemburu.
"I'm serious,lady!!!!"
Lidya mengangguk "baiklah,sir Luckas Ryans"
-------------
Lidya masuk kedalam kantornya dengan wajah yang terlihat begitu gembira, senyuman terlihat menghiasi wajahnya sekarang.
"tadi melamun lesu,sekarang senyum-senyum sendiri.." sahut Pretina yang melihat perbedaan pada wajah Lidya.
Lidya tertawa kecil mendengar perkataan Pretina "I'm just feel happy.. bukankah besok weekend?" tukas Lidya cepat.
Gina berjalan mendekati mereka berdua "benar sekali!!! jadi...bagaimana kalau besok kita hang out bareng???"
"ah..aku harus menjaga anakku" sahut Pretina.
Gina langsung menatapnya dengan mata yang seakan mengemis memohon "ayolah,Pretina..hanya kali ini..kita belum pernah hang out bareng bertiga...pleaseee..."
Bola mata Pretina berputar saat melihat mata Gina yang memohon padanya "baiklah..demi Lidya"
Mereka berdua menatap Lidya bersamaan,menunggu meminta jawaban darinya "aku tentu saja setuju..sudah lama aku tidak have fun,apalagi bersama-sama temanku"
Gina meloncat kegirangan "I love you,guys!!! jadi aku dengar ada club yang baru dibuka dan banyak yang mengatakan clubnya cukup seru.."
"club???" pekik Lidya
Pretina menyadari reaksi Lidya yang terkejut "sepertinya teman kita ini tidak pernah clubbing,Gina"
Gina menatap Lidya dengan serius "seriously?? Oh My God,Lidya!!! Maka kamu HARUS ikut kami jika begitu. Besok jam 8 malam kita bertemu didepan club ya. Nanti aku share location ke kalian, tidak terlalu jauh kog.. oh ya..jangan lupa pakai baju paling hot, mana tahu kita bisa bertemu hot guy disana"
Pretina dan Lidya tertawa bersamaan mendengar ucapan Gina.
"ingat!!! pakai baju paling hot yang kalian miliki, terutama kamu Lidya!! aku harus membantumu bertemu dengan hot guy disana" sahut Gina sebelum kembali ke kursinya.
"sorry but no,thank you,Gina" balas Lidya sambil tertawa.
ya kalo cinta ,mau anak siapa ya kawin ,kawin aja kalo bule kan biasanya gitu .Kalo urusan restu mah nomer sejuta.Beda kalo indonesia atau asia .Kalo settingnya di Amrik mah kurasa bebas sih.Tinggal aja ke catatan sipil beres
Here some double 🎁🎁🌹semoga sehat selalu kak.. Can't wait to read another amazing stories.. 👍🎉