NovelToon NovelToon
Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Romantis
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Tersedak boba membawa petaka! Alara, cewek modern bermulut pedas, mendadak isekai jadi Selir Alara Villin—selir terbuang Dinasti Ruelle yang lemah dan ditindas di Istana Dingin. Tragisnya lagi, dia diberi makan bubur basi yang airnya lebih banyak daripada nasi.

Sebagai pencinta makanan sejati, Alara menolak mati kelaparan. Dia pun nekat menyelinap ke paviliun pribadi Kaisar Kaivan dan mencuri paha ayam panggang sang penguasa.

Sialnya, aksi Alara tertangkap basah. Bukannya bersujud ketakutan menghadapi sang Kaisar yang terkenal kejam dan sedingin es, Alara malah menodongnya:

"Anda kurung saya tanpa makanan layak. Baru ambil satu paha ayam, Anda masih utang sembilan puluh sembilan ayam lagi sama saya. Sini bayar!"

Kaisar Kaivan yang gengsian setengah mati mendadak dibuat jantungan oleh logika absurd selir bar-barnya ini. Siapa sangka, di balik wajah esnya, sang Kaisar aslinya jago lawak, gampang panik, dan takut kecoa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan Malam Kekaisaran (Spek Bidadari Bikin Gempar)

Kabar mengenai Alara yang berhasil "menyelamatkan" Kaisar dari darurat nasional di kamar mandi—walaupun versi yang beredar di kalangan pelayan sudah diplintir menjadi

“Selir Alara menggunakan ilmu pelet air mawar untuk menarik Kaisar ke dalam bak mandi”sukses membuat telinga Ibu Suri panas.

Sebagai serangan balasan, sebuah undangan resmi dikirim ke Istana Dingin. Alara diwajibkan menghadiri Perjamuan Musim Gugur Kekaisaran, sebuah acara formal yang dihadiri oleh seluruh menteri, pejabat tinggi, dan tentu saja... para selir yang siap pamer gaun mewah.

"Gusti, Selir! Ini jebakan Betmen!" Lily panik sambil meremas ujung celemek nya.

"Ibu Suri sengaja mengundang Anda agar Anda dipermalukan di depan umum. Kita tidak punya gaun baru, perhiasan kita sudah disita, dan modal kita cuma..."

"Modal kita cuma muka spek bidadari dan otak premium, Lily," potong Alara santai seraya menatap tumpukan kain sutra ungu langka pemberian Kaivan tempo hari.

"Siapa bilang kita gak punya baju? Ambil gunting, jarum, dan benang. Gue bakal tunjukkin apa artinya fashion revolution!"

Menggunakan keahliannya sebagai mantan anak kos yang hobi memodifikasi baju lungsuran demi konten media sosial, Alara menyulap kain sutra ungu tersebut menjadi sebuah gaun malam bergaya modern-klasik.

Potongannya tidak berlapis-lapis tebal seperti guling kasur khas dinasti kuno, melainkan pas di badan (slim-fit) dengan belahan tinggi di bagian kaki yang memberikan kesan jenjang, namun tetap sopan dengan kerah tinggi bersulam benang perak.

Untuk riasan wajah, Alara menolak gaya menor ala Selir Shina. Dia memilih konsep no-makeup makeup look khas cewek Korea: alis natural, sedikit perona pipi tipis, dan pemerah bibir alami dari ekstrak kelopak bunga mawar yang dia tumbuk sendiri.

Rambut hitamnya yang panjang dibiarkan terurai sebagian, dengan jepitan sederhana dari ranting perak pemberian Kaivan.

Begitu Alara bercermin, dia tersenyum puas. "Fiks, ini mah aura high class villaness yang siap menghempas para figuran!"

Aula Agung Kekaisaran malam itu berkilau megah. Ratusan lilin raksasa menerangi ruangan, dan alunan musik kecapi serta seruling bambu terdengar mengalun indah.

Selir Shina sudah duduk di baris depan barisan selir, mengenakan gaun berwarna emas menyala dengan konde phoenix yang lebih besar dari kemarin jelas sekali dia ingin membalas dendam visual.

"YANG MULIA KAISAR KAIVAN DAN IBU SURI MEMASUKI AULA PARIPURNA!"

Suara lantang Kasim Kepala membuat seluruh hadirin langsung bersujud di lantai. Kaivan melangkah tegap, mengenakan jubah kebesaran naga hitam-emas yang membuatnya terlihat luar biasa berwibawa, tampan, dan... mutlak tidak tersentuh.

Wajah esnya kembali terpasang sempurna. Di sampingnya, Ibu Suri berjalan dengan keanggunan seorang wanita tua yang penuh intrik politik.

Setelah Kaisar duduk di singgasana tertinggi, dia mengibaskan tangannya, memberi isyarat agar perjamuan dimulai. Mata elang Kaivan langsung memindai barisan kursi selir.

Kosong. Kursi di pojok paling belakang yang disediakan untuk Istana Dingin masih kosong melompong.

*‘Apakah wanita bar-bar itu ketakutan dan memilih sembunyi?’* pikir Kaivan, mendadak merasa ada yang kurang di dadanya.

Namun, tepat saat musik baru saja akan berganti ritme, Kasim Wen maju ke depan dan mengumumkan dengan suara yang sedikit bergetar,

"S-Selir Alara Villin dari Istana Dingin... memasuki aula!"

Seluruh pandangan mata di dalam aula serentak menoleh ke arah pintu gerbang besar. Selir Shina sudah memasang senyum mengejek, siap menertawakan Alara yang dia pikir akan datang memakai baju loakan berpola kusam.

TAP. TAP. TAP.

Suara langkah kaki yang anggun dan beritme tegas menggema. Sosok Alara muncul dari balik bayangan pintu.

Begitu siluet tubuhnya terkena cahaya lilin, seluruh aula mendadak sunyi senyap seolah-olah waktu dihentikan secara paksa.

Desahan napas kagum terdengar dari barisan para menteri muda, sementara beberapa menteri tua sampai menjatuhkan cangkir arak mereka ke lantai.

Alara berjalan dengan kepala tegak, bahu terbuka, dan senyuman tipis misterius di bibirnya—persis seperti supermodel yang sedang menguasai panggung dunia. Gaun ungu slim-fit buatannya bergerak indah mengikuti lekuk tubuhnya yang kini terlihat ideal, bukan lagi kurus kering.

Kulit putih susunya berkilau sehat di bawah cahaya lilin, dan riasan wajahnya yang minimalis justru membuatnya terlihat seribu kali lebih anggun, murni, dan berkelas dibandingkan selir-selir lain yang wajahnya tertutup bedak tebal sewarna tembok.

Selir Shina yang melihat hal itu langsung membelalakkan matanya sampai mau copot.

"K-kok bisa?! Bagaimana mungkin wanita gembel itu bisa sekolosal ini?!" bisiknya histeris, tangannya meremas kipas bulu angsanya sampai patah menjadi dua.

Di atas singgasana, Kaisar Kaivan kembali mematung. Cangkir giok berisi arak di tangannya tertahan di udara. Mata elangnya terkunci sepenuhnya pada sosok Alara yang sedang berjalan mendekat. Dadanya bergemuruh hebat.

Penampilan Alara malam ini benar-benar... merusak sistem kerja otaknya yang rasional.

Dia tahu Alara cantik, tapi dia tidak menyangka kalau wanita bermulut mercon itu jika didandani dengan benar bisa bertransformasi menjadi sesosok dewi yang sanggup meruntuhkan satu kerajaan hanya dengan satu kedipan mata.

Alara menghentikan langkahnya di tengah aula, tepat di bawah singgasana Kaisar. Dia menekuk lututnya sedikit, melakukan salam hormat yang kali ini dia buat sesempurna dan seanggun mungkin untuk menghargai formalitas acara.

"Selir Alara Villin memberi salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar yang agung, dan Ibu Suri yang bijaksana. Semoga kekaisaran ini selalu diberkahi kemakmuran," ucap Alara, suaranya terdengar merdu namun tegas dan jelas di seantero ruangan.

Ibu Suri yang awalnya berniat langsung mencaci-maki Alara di depan umum mendadak kehilangan kata-kata.

Aura bangsawan yang dipancarkan Alara malam ini terlalu kuat, bahkan mengalahkan aura permaisuri terdahulu.

"Kau... Alara..." Ibu Suri berdehem, mencoba menguasai keadaan. "Pakaian apa yang kau kenakan itu? Mengapa potongannya sangat tidak biasa dan memperlihatkan bentuk tubuhmu secara lancang di depan publik?!"

Alara tersenyum manis, sudah menduga pertanyaan retoris ini akan muncul.

"Melapor pada Ibu Suri yang bijaksana. Ini adalah kain sutra ungu kualitas tertinggi, pemberian langsung dari Yang Mulia Kaisar tercinta sebagai bentuk apresiasi atas... ‘tindakan penyelamatan’ yang saya lakukan di Paviliun Naga Emas kemarin lusa."

Alara sengaja melirik ke arah Kaivan dengan kerlingan mata yang penuh arti, membuat ingatan Kaivan otomatis berputar kembali pada adegan mereka berdua yang basah kuyup di dalam bak mandi marmer.

*UHUK!!'

Kaivan mendadak tersedak arak yang baru saja dia teguk demi menenangkan sarafnya yang tegang. Wajah es sang Kaisar langsung retak, berubah warna menjadi kemerahan samar di bagian pipi. Kasim Wen dengan cekatan langsung menepuk-nepuk punggung majikannya sembari menahan tawa.

"P-pemberian Kaisar?" Ibu Suri menoleh ke arah putranya dengan pandangan menginterogasi, bingung melihat Kaivan yang mendadak salah tingkah seperti remaja tanggung yang ketahuan pacaran di belakang sekolah.

"Benar, Ibu Suri," sahut Kaivan buru-buru setelah berhasil menguasai suaranya yang mendadak serak. Dia menatap Alara dengan pandangan tajam yang menghujam, mencoba mengembalikan wibawanya.

"Aku yang memberikan kain itu. Dan aku rasa... potongan pakaiannya sangat efisien dan tidak membuang-buang bahan kekaisaran secara berlebihan. Alara... silakan duduk di kursimu."

"Terima kasih atas kemurahan hatimu, Suamiku yang tampan," jawab Alara sengaja mengeraskan volume suaranya pada kata

"Suamiku", sukses membuat Selir Shina di baris depan langsung menggigit sapu tangannya dengan ekspresi muka yang sudah menyerupai monster hijau saking dengkinya.

Alara pun berjalan menuju kursinya di pojok belakang dengan kemenangan mutlak di tangan. Babak pertama perjamuan malam resmi dimenangkan oleh sang Selir Lapar dengan skor telak!

---

Bersambung~

1
Eci Rahmayati
🤣🤣🤣🤣 mundur dengan hormat ya Aurora bagusss...

makasih Thor cerita menghibur bgt ttp semangat ya💪💪💪
Aera_yong
jangan lupa liat karya ku yang lain gays, cerita nya juga nggak kalah menarik Dengan novel ini🤭
Best Siallagan
😍😍😍
lin sya
tumben blm update thor
Aera_yong: hehe maaf yah aku lagi siapin lanjutannya, aku juga update novel lain juga😭😭
total 1 replies
Murni Dewita
👣
SiOmpong
mantep
arlyn1709
alurnya biken penasaran, saya suka
arlyn1709
lanjut dong thor,, seru ceritanya
Aera_yong: Okehh
total 1 replies
Eci Rahmayati
wkwkwk selir laparr cenahh🤣
Eci Rahmayati
cerita bagus sangat menarik untuk di baca
Eci Rahmayati
🤣🤣mulai rindu ya bang 🤭
Eci Rahmayati
🤣🤣Intel Ben
Alia Chans
mampir thor🌹🤭
Aera_yong: okehhh
total 1 replies
Fauziah Daud
seru
Fauziah Daud
hahaha..
lin sya
thor cerita nya seru dan menghibur, saya menikmatinya, ditunggu update nya ya
Fauziah Daud
trusemangattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!