Bagaimana kalau tubuh laki-laki seorang pembunuh bayaran berakhir di tubuh perempuan yang tidak ia kenal. Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
Hazel menunggu Radit yang akan menjadi asistennya nanti.
Hazel berdiri di lobby sembari memainkan ponselnya dan tak lama kemudian Radit berjalan ke arah Hazel.
“Nona Hazel?”
Hazel langsung menoleh dan menatap Radit dari bawah sampai ke atas.
Deg!
‘Dia?’
Hazel terkejut melihat Radit ternyata dirinya mengenalinya Radit adalah teman nya dulu waktu dia masih menjadi Kaisar, teman partner kerja di restoran dulu sebelum dia menjadi pembunuh bayaran.
Hazel melengkungkan bibirnya ke atas melihat penampilan Radit yang jauh lebih baik daripada dulu waktu kerja di restoran, betapa tampannya Radit memakai jas ala kantoran. Dulu kita hanya memakai seragam pelayan restoran.
... Visual Asisten Radit...
“Mari ikut saya nona” ucap Radit kepada Hazel.
“Ah, baiklah” Hazel langsung berjalan mengikuti Radit dari belakang.
Bisik-bisik karyawan melihat Radit berjalan dengan seseorang mereka penasaran siapa dia dan kenapa Radit membawanya ke kantor, sampai ke telinga Raga yang sedang berada di ruangannya.
“Tuan katanya akan ada direktur baru” ucap Bram asisten Raga.
“Apa dia yang datang bersama Radit, Bram?”tebak Raga.
“Benar tuan, seperti rumor yang beredar pagi ini”.
“Perempuan ya? Sepertinya gue harus memperkenalkan diri siapa tahu dia tertarik dengan gue dia bisa di jadikan batu loncatan demi karir gue” senyum licik Raga, selalu saja gila harta dan jabatan.
“Satu jam lagi kita harus pergi ke ruang meeting Radit akan memperkenalkan direktur baru tuan”.
“Baiklah”.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di mansion Elora baru saja pulang dari kampus melihat mansion sepi tanpa ada Hazel disana, Elora berdecak kesal pasti Hazel pergi lagi dan tidak ada di mansion. Tidak ada yang tahu kalau Hazel tengah pergi ke perusahaan milik ayahnya.
“Ck, dimana Hazel? Pasti dia keluyuran lagi, gue akan telepon mas Raga kalau Hazel sekarang ini sedang asyik di luar sana”.
Tut….
“Hallo mas” suara Elora menyambungkan teleponnya ke Raga di seberang sana.
“Ada apa El?” Apa terjadi sesuatu?”.
“Kak Hazel sering pergi kalau mas Raga tidak ada di mansion, dan tadi Elora melihat kalau kak Hazel sedang berada di hotel bersama pria tua dan perutnya buncit” dusta Elora.
Elora sedang menebak pasti saat ini Raga sedang menahan emosi mendengar ucapan Elora.
Elora tersenyum tipis ia tidak sabar menantikan Hazel di hukum oleh Raga.
Tuttt….
Sambungan telepon di matikan oleh Raga langsung.
“Rasain lo Hazel gue akan membuat hidup lo semakin menderita, hanya gue yang cocok menjadi nyonya Dawson dan semua yang lo miliki akan menjadi milik gue”.
Tanpa di ketahui oleh Elora Bibi Ranti mendengar semua apa yang di lontarkan dari mulut Elora. Bibi Ranti tidak bodoh seperti pembantu pada umumnya, Bibi Ranti sudah merekam semua ucapan Elora termasuk tadi saat Elora sedang menelpon Raga.
“Semoga ini bisa membantu den Kaisar, Bibi tidak rela non Hazel mati dengan sia-sia, mereka harus di hukum terlebih dahulu”.ucap lirih Bibi Ranti lalu pergi dari sana sebelum Elora curiga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tap
Tap
Tap
Raga sedikit shock melihat Hazel duduk di seberangnya dengan Hazel memberikan senyuman tipis kepadanya. Lebih tepatnya senyuman mengejek.
“Dia ngapain ada disini? Bukannya tadi kata Elora dia sedang di hotel terus kenapa dia jadi ada disini? Apa Elora sedang berbohong?” Gumam Raga.
“Lo pasti shock kan Raga lihat gue duduk di depan lo, pasti setelah ini lo akan pingsan mendengar gue kerja disini sebagai direktur, tapi tak apalah posisi gue di bawah lo tapi itu hanya sementara saja” batin Hazel.
Radit berdiri ditengah-tengah lalu menyalakan layar proyektor yang ada didepan lalu menghubungkan video call langsung Sarah di depan semua para karyawan.
“Para karyawan semuanya, maaf untuk seperti biasanya saya tidak bisa datang langsung ke kantor tapi hari ini saya akan memperkenalkan direktur baru kita yang akan bergabung di Salendra group’s mulai sekarang ini, nona Hazel bisa berdiri didepan dan memperkenalkan dirimu kepada semua para karyawan yang ada disini”.
Duar!
Bak seperti tersambar petir mendengar pengumuman dari Sarah, Raga mendelik menatap Hazel yang sedang berdiri didepannya. Sedangkan Hazel tahu ia sempat melirik ke arah Raga seperti shock mengetahui dirinya bekerja sebagai direktur.
“Apa dia akan bekerja disini dan posisi dia adalah direktur, gue gak akan biarin dia ambil posisi ku nanti, gue harus cari cara agar dia keluar dari perusahaan”.ucap Raga dalam hatinya.
Raga tidak mendengar suara Hazel yang sedang memperkenalkan dirinya kepada semua para karyawan yang ada di ruangan meeting, dia sedang sibuk dengan pikirannya saat ini.
Setelah meeting selesai Radit mengantarkan Hazel ke ruangannya, namun di cegah oleh Raga.
Hazel dan Radit menghentikkan langkahnya dan Hazel menyunggingkan sudut bibirnya ke atas.
“Ikut aku Hazel ada yang perlu aku omongin sama kamu” Raga sempat menarik tangan Hazel namun Hazel menepisnya.
“Jangan sentuh saya pak Raga, apa saya perlu anda ingatkan hm? Ini kantor pak Raga bukan mansion, kita disini adalah rekan kerja, bukan suami istri” ucap Hazel dan di akhir kalimat dia membisikkan ke telinganya agar semua orang tidak mengetahui hubungan mereka seperti apa.
“Untuk apa kamu datang dan bekerja disini sebagai direktur huh? Aku tidak menyuruhmu untuk bekerja disini lebih baik kamu pulang”.ucap Raga dengan meninggikan suaranya untung di ruangan meeting hanya ada Raga, Hazel dan Radit, Bram asisten Raga sudah keluar terlebih dahulu.
Hazel terkekeh-kekeh apa Raga sedang bermain peran suami istri sekarang ini? Lucu sekali.
“Pak Raga lucu ya, anda itu siapa hum? Anda tidak memiliki hak untuk mengatur saya , hanya karena anda adalah suami Hazel tapi ingat pernikahan kita hanya pernikahan di atas kertas bukan pernikahan yang sesungguhnya dan apa anda pernah menjadi suami baik untuk Hazel? Tidak pernah kan? Bahkan anda sering memberikan luka kepadanya, Dan mulai sekarang Hazel yang dulu sudah tidak ada lagi dia sudah lama pergi, Hazel yang sekarang tidak akan pernah bisa di lukai pria macam anda, jika pak Raga masih ingin menghirup udara segar lebih baik anda bersikap baik” ucapnya lalu meninggalkan ruangan meeting dan diikuti Radit dari belakang, sebelumnya Radit memberikan salam terlebih dahulu kepada Raga.
Brak!
Raga mengeratkan giginya dan memukul meja meeting. Baru kali ini Hazel berani melawan dirinya tidak seperti Hazel yang selalu menuruti perkataannya.
“BANGSAT LO HAZEL”.
udah ngerbut raga dari Hazel eh tapi malah bagus dong baj•ngan sama lacu•r sama sama cocok jadi satu
manuk diobral nang cangkeme wong wedok gak nggenah..
eh apa msh aktif jd pembunuh bayaran Thor?
koq gak pernah liat aksinya lagi..?