NovelToon NovelToon
"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Ritus Pengikatan Darah di Altar Emas dan Tatapan Dingin sang Putri

Bunyi tabuhan gong raksasa berbahan besi kuno bergaung berat sebanyak tiga kali, memotong seluruh bising aktivitas di sepanjang Dataran Tinggi Titan Prime. Getaran suara dari instrumen suci Solari itu merambat pekat menembus setiap sudut lantai kaca Menara Kristal, menjadi penanda mutlak bahwa jam pelaksanaan Ritus Pengikatan Darah Tradisional telah resmi dimulai. Koridor megah yang menuju ke arah puncak altar langit sore itu tampak dipadati oleh ribuan pasang mata perwira tinggi, tetua klan, dan jajaran komandan militer Kuadran Timur. Mereka semua berkumpul membentuk barisan manusia yang kaku, menahan napas dalam ketegangan politik yang luar biasa hebat.

Di tengah pelataran Altar Emas yang luas, atmosfer udara terasa puluhan kali lipat lebih membeku sedingin es, seolah ada jala maut tidak terlihat yang sedang menindih paru-paru setiap makhluk hidup yang hadir. Gendo Solari duduk kaku di atas singgasana kristalnya yang memancarkan pendaran cahaya keemasan, wajah tuanya yang sekeras dinding benteng tampak kaku tanpa ekspresi bagai topeng kayu kuno yang mati. Di bawah injakan tekanan gaya gravitasi lokal stasiun yang dipasang dua ratus kali lipat lebih ekstrem, upacara pernikahan politik paksa ini dijalankan dengan penuh kesunyian yang mencekam, tanpa ada untaian lagu pujian yang ramah atau senyum dari barisan pasukan pengawal.

Elena melangkah masuk menerobos gerbang utama dengan gerakan kaki yang terhuyung lemas, dituntun oleh dua orang dayang menara atas. Gaun pengantin sutra emas mewahnya yang bersulam benang perak matahari berkilau sangat menyilaukan mata dihantam siraman cahaya tiga matahari kembar, namun tubuh anggunnya tampak bergetar halus menahan luapan rasa terkejut dan frustrasi mendalam yang belum padam dari dalam benaknya. Wajah cantiknya yang jelita tampak sangat pucat pasi, sapuan bedak perak di pipinya tidak mampu menutupi sisa guratan merah bekas amukan isak tangisnya di kamar rias tadi subuh.

Sepasang mata biru jernih milik sang putri pengawas tambang memancarkan kilatan tatapan yang sangat dingin, kaku, dan dipenuhi oleh kombinasi rasa benci murni yang menusuk batin. Sepanjang jalur langkah kakinya yang menyapu tumpukan debu emas, perhatian jiwa Elena terkunci mati pada sesosok pemuda kurus yang sudah berdiri tegak menunggu kedatangannya tepat di samping cawan batu hitam upacara.

Zephyr berdiri diam membeku bagai pilar baja hitam yang menolak tunduk pada keangkuhan musuh-musuhnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klan, seorang budak kasta pelayan terbawah diizinkan mengenakan jubah sutra putih suci kekaisaran Solari, namun Zephyr menolak melepaskan kain karung goni hitam kusamnya yang compang-camping. Ia sengaja melilitkan kain kotor penuh abu pembakaran tersebut di sepanjang pinggang kirinya murni sebagai bentuk keteguhan tekad yang menolak untuk menukar kesucian jiwanya demi jubah mewah para bangsawan. Tubuh remajanya yang berusia empat belas tahun tampak dipenuhi oleh belasan bekas luka melepuh sisa hantaman peluru laser tim Jaxon tadi malam, memancarkan hawa anyir darah segar yang mengering kaku di sepanjang kulit lengan tubuhnya yang kasar penuh kapalan bekas latihan malam hari.

Ketika Elena telah sampai tepat tiga jengkal di hadapan posisi berdiri Zephyr, seorang pendeta tua berwajah kaku langsung melangkah maju ke tengah altar hanya membawa sebilah belati perak kecil untuk upacara tradisional. Tanpa mengucapkan satu patah kata sambutan pun yang ramah, sang pendeta menarik pergelangan tangan kanan Elena secara kasar, lalu menggores permukaan kulit jarinya hingga mengeluarkan tetesan darah merah segar. Elena memalingkan wajah indahnya ke arah kiri dengan gerakan tubuh yang sangat angkuh, membiarkan rasa perih fisik tersebut membakar jarinya tanpa ada satu kata pun yang keluar dari bibirnya yang mendadak dingin kaku.

CRACK...

Hal yang sama dilakukan oleh pendeta tersebut ke ujung jari manis tangan kanan Zephyr, membiarkan aliran darah merahnya mengalir keluar lambat, berbaur dan menyatu dengan tetesan darah Elena di dalam wadah cawan batu hitam altar pemurnian. Ini adalah detik di mana janji pernikahan politik paksa resmi mengunci masa depan dan seluruh silsilah kehidupan Elena ke dalam takdir Zephyr seumur hidupnya, di bawah aturan kekaisaran yang sangat kejam dan mengikat kaku. Pengikatan darah tradisional ini bertindak sebagai keputusan mutlak yang mengunci dokumen hak waris pertama Kuadran Timur, menghancurkan sepihak seluruh rencana perjanjian dagang Faksi Radikal Barat di depan umum.

Setelah ritual selesai, Elena seketika menarik kasar tangannya kembali, lalu melayangkan tatapan sedingin es abadi langsung tepat ke arah sepasang mata perak tajam milik Zephyr. "Jangan pernah berpikir satu detik pun kau telah berhasil memenangkan hatiku murni karena kebetulan kau selamat dari pembantaian semalam, Zephyr!" desis Elena. Nada suaranya yang tajam melesat bagai sebilah belati es yang memutus keheningan Altar Emas seutuhnya. Ia mencengkeram erat kain gaun emas mewahnya dengan jemari yang memutih pasi karena menahan rasa muak. "Perjanjian darah ini hanyalah jeruji besi palsu yang dirancang untuk menghina diriku! Di mataku, kau akan tetap menjadi seonggok budak kuli panggul cacat yang paling menjijikkan di dunia! Pergilah mati membusuk di dalam lubang tempat tinggalmu sebelum fajar esok menghabiskan sisa nyawamu!"

Zephyr tidak membalas racun penolakan kejam, makian kasar, atau cemoohan dari wanita yang kini telah resmi menjadi belenggu takdir istrinya tersebut dengan teriakan marah atau kepalan tangan kosong penuh amarah murahan. Ia tetap diam membeku dalam posisinya, membiarkan rambut panjangnya yang berantakan menutupi sebagian wajah pucatnya yang tenang, setenang kematian yang menolak untuk tunduk pada keangkuhan takdir penguasa klan yang serakah.

Di bawah pengaruh getaran aneh di dalam sumsum tulangnya, Zephyr hanya menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda menghormati pelayan Menara Kristal, lalu membalikkan tubuh remajanya secara perlahan. Ia melangkah pergi meninggalkan Elena sendirian di bawah pancaran sinar tiga matahari kembar yang dingin, bersiap memendam bara dendam murni di dalam tulangnya sambil mempererat cengkeraman tangan kecilnya pada gagang pecahan lempengan besi tua berkarat di sela-sela malam yang sepi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!