NovelToon NovelToon
Kisahmu Belum Usai

Kisahmu Belum Usai

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Cintapertama / Tamat
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Mendapatkan hati yang kita cintai tentu sebuah kebahagiaan yang sulit di gambarkan. Seperti usaha Elin mengejar cinta Danil, sang suami.
Menikah dan memiliki keluarga yang hangat sudah selalu terbayang di pikiran Elin. Sayang, semua yang di rencanakan manusia tidaklah sesederhana itu. Bukan hidup jika tak ada ujian. Sejak kecil selalu menjadi yang terakhir di mata sang ayah, sampai memiliki keluarga pun nyatanya ia masih tidak mendapat perhatian ayahnya.

"Tinggalkan Danil demi Kakakmu, Elin!" Suara itu terdengar bersamaan dengan suara kunci di lemparkan di depannya, tepatnya di lantai yang kini Elin duduki.

Derai air matanya berjatuhan. Entah apa yang membuat sang ayah memiliki keputusan gila itu. Menikah dengan orang yang sangat ia cintai, kini Elin masih terasa terbuai di alam mimpi karena mendapat kasih sayang dari pria bernama Danil. Dan apa yang barusan ia dengar? Bercerai?

Akankah Elin mendengarkan perintah sang ayah? Ataukah Elin memperjuangkan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

"Gajimu sudah saya transfer ke rekeningmu." Danil melihatkan layar ponsel di mana ia baru saja mengirimkan uang ke dalam rekening milik Elin.

Bukan hanya senang, Elin sampai melebarkan matanya ingin melihat jelas jumlah angka nol di ponsel itu. Sekali ia mengedipkan matanya karena rasa tak percaya. Pasalnya ia bekerja baru sebulan tapi atm milik gadis itu seketika sudah ingin muntah karena uang yang ia dapatkan secara tiba-tiba sangat banyak.

"Tuan, maaf. Tapi, saya hanya ingin gajian setiap bulan. Takut jika langsung di bayar banyak begini saya tidak bisa bekerja dengan baik dan harus mengembalikannya lagi." Elin takut jika ia sampai menggunakan uang itu dan tidak bisa mengembalikan gaji itu pada Danil.

"Ini gajimu satu bulan beserta uang kesehatan untukmu. Jika usia Aditya bertambah itu artinya gajimu akan bertambah juga. Bulan depan tentu sudah bertambah."

150 juta gaji yang Elin terima kali ini. Wajah gadis itu tersenyum-senyum bahagia. Rasanya ia tidak sabar untuk bertemu ibunya dan memberikan separuh gajinya pada sang ibu. Jika sebelumnya Elin berpikir gajinya tidak sampai lima puluh juta. Ternyata justru tiga kali lipatnya. Sekaligus ia hari ini meminta ijin pada Danil untuk libur setengah hari. Danil pun tak keberatan. Ia senang mendengar alasan Elin yang ingin mengunjungi sang ibu sekaligus memberikan hasil jerih payahnya pada orangtua.

Sesha yang menyaksikan percakapan keduanya hanya diam. Takut jika bersuara dan Danil akan memintanya pergi. Saat ini ia tidak bisa lagi memberi waktu keduanya sesering mungkin bersama.

Hari itu Elin pergi ke rumah orangtuanya. Danil dan anaknya pergi ke kantor. Ada yang terasa aneh ketika pria satu anak itu tak melihat kegiatan wanita yang selalu ia perhatian setiap waktunya. Elin yang asik menikmati makanan dan kue dari sang ibu tak lagi memikirkan pria itu. Selama tinggal satu rumah, ia merasa cukup mengagumi Danil. Tak lagi mengejar-ngejar seperti sebelumnya.

"Lin, ingat pesan Ibu yah? Jaga diri baik-baik. Jangan biarkan siapa pun itu merusakmu." Zahra sempat cemas. Ketakutan selama satu bulan ini karena sang anak memilih tinggal di luar rumah.

Sebagai seorang ibu tentu ia sangat takut. Namun, memaksa Elin tetap tinggal di rumah ini bukanlah pilihan yang baik juga. Sang suami sepertinya sulit menerima takdir Elin yang kurang beruntung seperti Viera.

"Ingat dong, Bu. Kehormatan adalah segalanya, kan?" Elin menjawab dengan santai.

"Itu nanti kuenya bawakan juga untuk majikan kamu dan anaknya yah? Ibu sudah buat yang banyak kok." Elin mengangguk. Tangannya mendail ponsel dan mengirim uang untuk sang ibu. Betapa terkejutnya Zahra melihat uang yang cukup banyak dari sang anak.

Meski sempat menolak, tetapi Elin terus memaksa dan juga menjelaskan semuanya. Ia berjanji akan merubah hidupnya setelah memiliki cukup modal.

***

"Dimana Danil?" Di sini seorang wanita cantik yang melepas kacamata di hidungnya dan meletakkan di kepala bertanya pada Sesha.

Melihat siapa yang datang, Sesha terkejut. "Ah lama lu!" geram wanita itu.

Sesha tersenyum sinis melihat ruangan Danil yang kini tertutup setelah wanita itu masuk. Di dalam ada Aditya yang bermain di sofa. Danil tengah sibuk dengan laptopnya. Jemarinya terhenti berkutat ketika mendengar suara sang anak.

"Ibu, takut..." Aditya berlari sampai hampir terjatuh di sofa. Danil melihat itu dengan cepat meraih tubuh anaknya.

"Adit. Niel?" Suara lantang di depan saat bersama Sesha kini berubah lembut.

Jangan kira Danil akan luluh dengan suara itu. Justru kini mata pria itu sangat tajam menatapnya. Pelan wanita cantik bertubuh tinggi langsing mendekat pada dua pria berwajah mirip itu. Jika di perhatikan lebih lagi bahkan ketiganya terlihat hampir mirip.

"Pergilah! Kau membuat anakku takut." Danil menggendong sang anak berdiri tegap tanpa menatap wanita masa lalunya itu.

Di depannya, wanita itu berlutut meneteskan air mata. Memohon pada Danil.

"Niel, sudah. Hentikan semua ini. Cukup! Jangan gunakan kekuasaanmu untuk menghancurkan aku." Tangisnya memohon.

Pemandangan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Masih terekam jelas di ingatan Danil bagaimana wanita itu berkata tanpa perasaan pada mereka. Bahkan rela menelantarkan anaknya sendiri. Danil yang ingin melewatinya dan melangkah pergi di tahan begitu kuat. Kedua kaki Danil di peluk sebagai bentuk permohonan.

"Niel, aku mohon..."

"Memohon? Dimana kau ketika anakku memohon untuk tidak di tinggalkan? Dimana kau saat aku memohon untuk merawat anakku yang masih di perutmu? Hah!" Mata Danil membola menatap nyalang.

Kilas memori lama keduanya saat bersama masih terekam jelas. Danil ingat bagaimana mereka dulu saling mencintai sampai akhirnya berpisah karena ketidaksamaan dalam memutuskan kehidupan anak.

"Ampuni aku, Niel. Tolong lepaskan aku." Masih memohon.

Danil yang terus mengusap punggung anaknya menyadari Aditya trauma. Danil dan wanita itu pernah ribut hebat di depan Aditya. Dan kini bocah itu bisa menebak jika hal yang sama akan terulang kembali.

"Tuan?" Tiba-tiba Elin membuka pintu dari luar.

Sosok wanita yang menghadap ke arah Danil membuat Elin tak bisa melihat wajahnya. Posisi mereka sangat menegangkan. Danil yang melihat Elin datang langsung memberi isyarat untuk mengambil sang anak. Elin patuh. Aditya beralih memeluk erat Elin.

"Niel, tolong kembalikan karirku. Aku mohon. Ampuni aku karena telah menyia-nyiakan Aditya. Aku tidak akan melakukannya lagi jika kau mengembalikan semuanya. Aku tidak ingin karirku hancur begitu saja..."

Elin yang melangkah keluar ruangan menggeleng heran. Tak menyangka wanita yang menyia-nyiakan dua pria berharga itu sangatlah sempurna jika di lihat dari bentuk punggungnya saja. Rambut yang panjang sangat mendukung.

"Bunda, Adit takut. Adit mau pulang main sama Bunda." Ucapan itu membuat wanita yang tengah memohon pada Danil menoleh. Pintu baru ingin Elin buka saat ini. Tatapan tajam seketika terpancar dari mata wanita yang tadi tengah menangis.

Danil sadar akan respon wanita itu ketika mendengar anak mereka memanggil Elin dengan sebutan bunda. Secepat mungkin Danil meminta Elin keluar.

"Cepatlah keluar bawa Adit." Suara tegas Danil. Secepat kilat wanita itu mencegah Elin.

"Tunggu!" Rasa ingin memaki ketika melihat wanita lain di panggil sang anak, Bunda.

"Elin?"

"Kakak?" sahut Elin balik terkejut.

1
ayu cantik
gantung
Azlin Hamid
Luar biasa
Akhmar
ceritanya bagus, di tunggu kelanjutannya
Devi Rahmanita
Ini cerita bertele2 ter inspirasi dri ikan terbang
muhammad affar
kok mati sih? semoga mimpi aja
Sri Isdiyati
ini Vera jd orang kok tidak bisa bersyukur
Jelita S
dasar Viera gila
Jelita S
Dasar Viera GK tau malu😡😡😡
Dian Fitriana
update
Lee Mba Young
gk enak sih kl nikah dng ipar trus stusnya cerai hidup akibat nya akn ruwet gini.
kcuali kl cerai mati lain lagi ceritanya.
sedang itu ada anak antara mantan, trus ada anak lagi kn ribet. pa lagi lakinya juga gk teges ntah lah kyak gk bnget aja.
Aprius Zendrato
bagus
Lee Mba Young
gila masak seorang bos besar bisa di kendalikan sekretarisnya. berarti Daniel itu gk ada apa apanya. lemah. oalah gk seru bnget si eline lemah, suaminya lemah , jian pemeran utamane gk ada yg pinter smp seorang sekretaris saja bisa mengendalikan bos.
Lee Mba Young
cerita yg ruwet, pemeran utama lemah gk punya power, si laki gk bisa apa apa pdhl kaya klh dng mantan istri. mknya agak males bca nya.
Melania Christina Moningkey
lindungi nya lama klo mau masuk halaman baru
Sri Isdiyati
orang tua sama sama egois
Sri Isdiyati
ini tokoh elin kok lemah banget sih
Sri Isdiyati
iya ini knp tiba-tiba ceritanya kaya gini
Sri Isdiyati
danil ayo cepet datang
Sri Isdiyati
seneng dech danil begitu sayang d sm elin
Sri Isdiyati
ayolah elin mosok bodoh terus nggak ada peningkatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!